
Cherry menatap suaminya dengan tatapan cemberut," Apa kamu gak percaya?" tanya gadis itu sekali lagi.
"Kamu bahkan udah lihat si semangka ya kali aku mau sama orang lain!" bisik gadis itu. Mata Grape membulat sempurna, bisa bisanya si gadis cantik itu membuat nya tersipu malu sampai kedua pipinya memerah dengan sempurna.
"eh.. Bu..bukannya gak percaya, aku hanya sedikit takut, kamu lihat sendiri kondisiku kan? aku gak sempurna, banyak pria yang lebih hebat di luar sana dan bisa berjalan dengan baik, aku ini hanya seorang....
"sstttt.... jangan berbicara yang tidak-tidak, kamu itu sempurna di mataku, jangan merendahkan dirimu seperti itu, kamu pasti bisa berjalan, kalau pun gak bisa bukan masalah karena aku mencintaimu," ucap Cherry yang selalu saja berhasil menenangkan suaminya.
Grape menghela nafas, lagi lagi dia kalah dengan bujuk rayuan maut sang istri.
"Ya baiklah, gak apa apa deh, tapi kalau ada yang berani macam-macam akan langsung ku habisi!" ucap Grape.
Cherry terkekeh, sifat proses Grape ini membuat dirinya yang selama ini hidup bebas tanpa peraturan dan ikatan merasa diperhatikan dan merasa menjadi orang yang spesial.
Cup..
Sebuah kecupan lembut mendarat di kening Grape. Pria itu tertegun dengan kelembutan sang istri. Cinta yang Cherry berikan tak tanggung-tanggung, dia menyayangi dan mencintai Grape setulus hatinya.
"Kami akan kembali sebelum Bella bangun, dia akan tidur cukup lama, kuharap kakak menjaganya!" tegas Cherry sambil menatap Philip .
"iya kakak janji," ucap Philip seraya membuka dompetnya.
"ini kamu pakai! habiskan aja kalau sanggup!" ucapnya seraya memberikan salah satu kartu platinum unlimited nya ke dalam kantong jaket Cherry.
"Eh tapi kak...
"ini kamu juga pegang ya sayang, ini sudah atas nama kamu, pakai sepuasnya, belikan anak anak banyak mainan dan keperluan mereka, uang kita banyak jadi mau foya-foya juga gak akan habis!" ucap Grape yang langsung memasukkan dompetnya ke dalam tas Cherry.
"loh kenapa kalian melakukan ini sih, ini ambil lagi jangan dikasih aku semua!!" ucap Cherry sambil mengeluarkan benda itu .
"Barang yang sudah di terima gak boleh dikembalikan, sudah pakai saja, jangan bawel Bu kost, kalau kurang bisa kakak tambahin!" ucap Philip sambil membuka dompetnya lagi.
"Ehh iya iya iya... cukup deh cukup jangan lagi ya kak, aku sudah seperti petugas bank, bisa bisanya aku punya empa bank pribadi hahahaha...." Celetuk Cherry sambil mengangkat dompet Grape dan tiga platinum card lainnya yang berjejer di tangannya.
"loh dar siapa!?" tanya mereka berdua melongo.
"Kak Elton dan kak Phineas, dikasih kemarin," jawab gadis itu sambil menyimpan semuanya dengan sapi disana.
Grape dan Philip berdecak kesal, mereka lagi lagi didahului oleh Phineas dan Elton.
"Beraninya mereka, seharusnya aku yang pertama!" batin Grape kesal.
"Sayang kami berangkat dulu ya," ucap Cherry.
Grape menatap mereka," anak anak Daddy tampan sekali, hati hati ya mainnya sayang, nanti kalau kaki Daddy sudah sembuh Daddy akan bawa kalian lebih jauh lagi," ucap Grape sambil menatap kedua anaknya dengan senyuman manis.
__ADS_1
"Siap Daddy!" ucap keduanya.
Mereka berjalan keluar rumah. Namun Cherry begitu terkejut saat melihat Van besar berwarna putih terparkir di depan rumah mereka dengan jajaran keamanan yang begitu ketat. Hanya mengkawal mereka saja Grape mengeluarkan 20 anak buah dengan sebuah Van besar berharga milyaran dan didampingi dengan mobil mobil sedan lainnya.
"Lah ada yang lagi hajatan ya? kok ramai!? sayang ini mobil siapa kenapa parkir di depan rumah!?" tanya gadis itu heran.
"Mobil kita sayang, kalian baik itu saja dan akan di dampingi oleh mereka semua," ucap Grape sambil menatap anak buahnya.
"Selamat pagi tuan, Nyonya dan tuan muda!" sapa mereka semua sambil membungkuk hormat.
Bukannya senang, Cherry malah mengerutkan wajahnya menatap semua armada yang disediakan suaminya. Berlebihan? tentu saja siapa pun yang melihat ini akan menyebutnya berlebihan.
"Astaga Grape kami cuma mau jalan ke Mall, bukan mau ke acara kepresidenan, gak usah sebanyak ini, bukannya aman, kami malah jadi pusat perhatian, bayangkan kalau ada orang yang malah menargetkan aku dan anak-anak karena berpikir kami orang kaya berat, kami bisa bahaya sayang..." jelas gadis itu.
"Kan emang kalian kaya sayang, uang aja sama kamu semua, kamu nyonya besarnya mulai sekarang, lagian gak ada yang berani menyentuh kalian kalau seperti ini," ucap Grape yang sangat bangga dengan armadanya itu.
Cherry geleng-geleng kepala, selain posesif pria itu juga berlebihan," Aku gak mau, cukup mobil Vannya saja dan supir, gak perlu tambahan yang lain, ini akan merepotkan!" kesal gadis itu .
"Tapi...
"Nggak mau, kalau nggak setuju kami jalan kaki saja!" ucap Cherry sambil menggandeng tangan kedua anaknya.
"haihhh baiklah baiklah, dasar semangka kecil keras kepala, sudah sana pergilah, jangan ngambek, kalian hanya akan diikuti dua anak buah, tidak ada penolakan !" tegas Grape.
"Baiklah baik, kalau itu aku terima," ucap Cherry.
"Baik sayang, ya sudah kami berangkat ya," ucap Cherry.
Grape mengangguk sambil tersenyum. Cherry, Alvaro dan Hansel masuk ke dalam Van putih nan besar itu.
"uwaahhh naik bum bum hahahah... ini selu Daddy!!!!" teriak Hansel kegirangan.
"Hahahah iya sayang, hati hati ya, bersenang senanglah hari ini!" ucap Grape sambil melambaikan tangannya.
"Dah Daddy Grape, Dah Daddy Philip!" ucap Alvaro sambil melambai dengan senyuman manisnya.
Grape dan Philip tersentuh hanya dengan senyuman anak laki laki itu.
"Waahh hatiku meleleh karena senyumannya," ucap Philip.
"Tentu saja, dia kan anakku," ucap Grape.
"Anakku juga!" ketus Philip.
Mobil itu berangkat dengan satu mobil pengawal mengikuti.
__ADS_1
Grape menatap Philip, "Sekarang lanjutkan pembicaraan yang tadi!" ucap Grape dengan nada serius. Jika sudah seperti ini, tak ada celah bagi Philip untuk melawak. Pria di dekatnya itu sangat tegas.
Grape mengeluarkan tongkat yang terhubung dengan kursi rodanya lalu bangkit berdiri dan melangkahkan kakinya dengan lancar. Tentu saja ini membuat Philip terkejut.
"Grape kau bisa!!!" ucap pria itu.
"Masih belum, aku hanya bertahan sebentar, ayo kita bicara sembari aku latihan, " ucap Grape.
Philip berbinar binar melihat kemajuan pesat pada kaki Grape.
"Katakan apa yang terjadi bukan malah memandangi kakiku Philip!" ketus pria itu.
"Ah ehh... iya aku hanya terlalu senang," ucap Philip.
"Aku baru dapat data dari anak buahku, " ucap Philip seraya membuka dokumen dokumen itu.
Dia membacanya sebentar, membuka poin penting yang diberikan oleh anak buahnya.
Philip terbelalak saat membaca hasil penyelidikan itu.
"Grape, dia diserang oleh pria bajingan itu lagi!!!!" ucap Philip tak percaya.
"Apa maksudmu klien mu yang dijodohkan dengan si cabe rawit itu!??" tanya Grape.
Philip mengangguk," Sepertinya keluarga Bella belum menyerah menjodohkannya dengan pria bajingan itu, kalau begini terus aku bisa kehilangan sekretaris ku!" ucap Philip panik.
"Mudah saja Philip," ucap Grape.
"Apanya yang mudah ? bicara yang jelas!" ketus Philip.
"Buat dia hamil!!"
"Uhuk!! ggi..gila!
(Bang Philip si Presdir Lolipop)
(si macho Phineas)
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗