Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
62


__ADS_3

Phineas dan yang lain melaju menuju pelabuhan itu sebelum kapal pesiar itu berangkat.


"Phineas kita harus cepat, menurut laporan anak buah mereka mengubah jadwal keberangkatan!" Teriak Philip dari ear phone yang saling terhubung agar mereka semua bisa saling berkomunikasi satu sama lain.


"Elton kau dengar itu!? Bagaimana ini, kalau mengejar kita mungkin akan terlambat!!" Ucap Phineas panik.


Elton memijit pelipisnya, benar-benar meresahkan.


"Sialan, terlambat!!" Kesal Elton yang terus mengawasi kapal itu melalui kamera pengawas yang berhasil dia retas.


"Kita akan mengejar mereka dari jalur laut, persiapkan diri kalian!" Grape yang sejak tadi diam kini angkat bicara. Nada bicaranya terdengar semakin dingin dan datar, hanya mendengar nya saja sudah berhasil membuat mereka paham kalau Grape sedang dalam mode tak bisa diusik saat ini.


Phineas melepaskan Earphone nya, dia melirik Elton, pria itu juga melepas earphone nya," Dia marah!" Ucap Phineas.


Elton mengangguk,"Sepertinya aslinya akan keluar, " ucap Elton seraya menatap jalanan .


"Kau benar, tidak diragukan lagi, Grape sudah jatuh cinta pada istrinya, kupikir akan sulit baginya melupakan mantan kekasihnya tetapi dia ternyata sudah membuka hatinya lebih cepat dari yang kuduga," balas Phineas. Tampak kedua pria itu merasa lega setelah mengetahui kalau sahabat mereka sudah melupakan mantannya yang meninggalkannya dahulu. Padahal mereka hanya mendengar nada marah dari cara bicara Grape.


"Tapi bagaimana bisa kau tau dia jatuh cinta Phineas!?" Tanya Elton ," kita hanya mendengar si kunyuk itu marah," ucap Elton.


"Justru karena itu aku paham, masa iya kadal gurun seperti dirimu gak paham?" Ejek Phineas.


"ehh kenapa jadi bawa bawa aku dasar muka tembok, percepat saja mobil rongsokanmu ini, adiku dalam keadaan Darurat sekarang!" Ketus Elton sambil memasang kembali Earphone nya.


"Cih sana kau turun dodol, beraninya menyebut Moci kesayanganku sebagai rongsokan, kau saja menaiki motor butut yang nggak layak pakai, jangan mengejek Moci kesayanganku!" Kesal Phineas.


Moci adalah nama mobil kesayangannya, mobil yang dia kendarai saat ini dengan Elton sebagai penumpang nya.


"CK... Steve tidak lemah seperti mocimu ini, Steve itu terbuat dari baja terkuat di bumi, jangan kau bandingkan dengan Moci kaleng kaleng mu ini!" Ketus Elton..


"Diam kau dasar manusia kadal, beraninya kau mengejek Mociku!!" Balas Phineas.


kedua manusia itu terus beradu mulut sampai mereka tiba di pelabuhan.


Bian dan Rania yang mendengar itu saling menatap sambil geleng-geleng kepala.


"Bagaimana bisa mereka ini berdebat tentang motor padahal suasana genting begini!" Gumam Bian .


"Mereka memang seperti itu, sedikit gila dan aneh, tapi itu yang membuat mereka menarik!" Ucap Rania.


"Wah kakak mulai tertarik dengan seseorang dari mereka ya!?" Ucap Bian.

__ADS_1


"CK...Bian bukan saatnya membahas itu kita harus cepat, sebaiknya kita segera mengepung jalur laut jika ingin Cherry selamat dan tidak dibawa kemanapun tujuan mereka," gerutu Rania sambil mengalihkan pembicaraan.


"Heleh ngeles, iya iya, kita akan cepat, aku akan Menghubungi anak buahku dulu!" Ucap Bian.


Bian memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan kapal dari area area tertentu untuk mengepung kapal itu .


"SIAPKAN KAPAL, KEPUNG DARI JALUR LAUT!"Titah Bian dengan nada suara besar dan tajam, sekilas dia terlihat seperti orang biasa, tetapi barusan saja dia terlibat seperti seorang pembunuh bayaran.


Rania mebnatap adik bungsunya yang auranya langsung berubah saat memerintah bawahannya, dia menggenggam sebelah tangan Bian yang tak memegang setir mobil.


"Ada apa kak?" Tanya Bian sambil menoleh sebentar ke arah Rania dengan tataan mata lembut berbeda dengan beberapa saat lalu ketika dia berbicara dengan anak buahnya.


"Kamu baik baik saja kan? Kendalikan dirimu," ucap Rania yang sangat memahami sifat adik adiknya.


Bian mengangguk pelan,"maaf Bian tadi hampir hilang kendali," ucap Bian pada Rania.


"Lain kali jangan begitu, tahan dirimu meski Grape diejek, kamu tau kan kalau kata kata Elton tadi ada benarnya, jangan sampai hilang kendali ya," ucap Rania sambil menggenggam erat tangan Bian.


Pria itu mengangguk pelan," baik kak, tak akan kuulangi," ucap Bian menurut.


Sebenarnya beberapa saat lalu ketika Elton menghina Grape secar terang-terangan, Bian sudah hampir menerjang Elton di depan mereka karena kata kata pedas dan menyakitkan dari pria itu berhasil melukai hatinya.Dia hampir membunuh Elton diam diam, beruntung Rania di dekatnya, jika tida dia mungkin akan hilang kendali dan menyebabkan masalah yang lebih besar.


"Kita percepat keberangkatan, tawanan berikutnya akan menyusul dengan jalur udara!" Ucap Bon bon yang memimpin keberangkatan tawanan jalur laut itu.


"Baik bos!" Ucap mereka yang langsung mengambil pekerjaan mereka masing masing.


Kapal pesiar dikendalikan oleh nahkoda kapal, mereka akhirny berangkat.


Bon bon menatap ke arah pelabuhan dari atas kapal," aku tau kau sudah bergerak Dalton, tapi jangan pikir kami ini orang bodoh, kau tak akan bisa menemukan kami!!" Ucap pria itu sambil tersenyum dengan bibir tersungging di atas kapal.


Beberapa menit lalu bawahannya mendengar perbincangan mata mata yang sudah tiba di lokasi itu. Tak sengaja dia mendengar tentang kedatangan Dalton, cepat cepat anak buah Bon Bon memberitahu hal itu pada mereka.


Kapal pesiar itu dikemudikan dan berangkat dari pelabuhan.


Di dalam kapal, semua tawanan panik. Anak anak yang di masukkan ke dalam kontainer hanya bisa menangis dalam diam tanpa bisa bersuara . Jika bersuara sedikit saja maka mereka akan mati di tangan para penjahat itu.


Cherry terkejut saat kapal berangkat, ini di luar jam keberangkatan.


Cepat cepat gadis itu duduk membuka selimutnya dan mengeker kamera CCTV, dengan sebuah permata kecil yang dia curi dari kantong Bon bon saat pria itu mencengkram lehernya tadi dia mengeker kamera yang mengawasi mereka.


"Ku harap ini akan berhasil!" Gumam Cherry .

__ADS_1


Azura melirik Cherry, " apa yang dilakukan gadis ini, apa dia pikir dia bisa menghancurkan kamera itu dengan permata kecil itu!? Dasar bodoh, dia hanya akan menambah kekacauan!" Batin Azura.


Namun Cherry tak bisa dianggap sepele, kemampuan bertarungnya keluar begitu saja, mungkin karena dia keturunan Alchemis dan dia mengikuti banyak latihan di masa lalu.


Gadis itu memicingkan matanya, mengeker kamera CCTV dan....


Syuuuttt.....


Benda kecil itu dilempar dengan tenaga sekuat mungkin hingga....


Kraakkkk....


Kamera CCTV pecah dan permata itu menempel di kamera kecil itu.


"Berhasil!!" Ucap Cherry yang langsung melompat dari atas kasur.


Azura terkejut bukan main saat gadis itu berhasil, dia sampai terbangun dari atas kasurnya dengan mata bulat besarnya yang terbelalak.


"Si..siapa sebenarnya gadis ini!!!!" Pikir Azura dengan tatapan tak percaya, bagaiman seorang biasa yang awalnya dia kira orang buta dan bodoh bisa melakukan hal menakjubkan yang belum tentu dia bisa lakukan dalam sekali percobaan.


Cherry berdiri sambil menatap kamera itu,u namun ada yang Aneh, gadis itu hanya berdiri sambil mengepalkan kedua tangannya.


Azura melihat itu, dia sadar kalau Cherry gemetaran.


"Keberaniannya cukup besar untuk orang sepenakiyt dia," batin Azura sambil melirik tangan Cherry .


Tiba-tiba Cherry berjalan menuju sudut kamar, dia mengambil kotak tissu dan sebotol air mineral yang disediakan di dalam ruangan itu.


"Saatnya beraksi!" Ucap Cherry.


"Semuanya bangun, kita harus keluar dar kamar ini!!!" Ucap Cherry pada gadis gadis yang ada dalam kamarnya.


Seketika semua gadis bangun dan berdiri dengan tegak, hanya beberapa orang yang terlihat bingung.


"Ada apa ini!!!?" Pikir Azura.


.


.


Like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2