
Grape, Elton, Rania, Philip dan Bella berkumpul di markas Alpha. Sedangkan rumah mereka dijaga ketat dengan Kopral Sarah dan Bian yang memerintah di sana.
Bian menjaga dan memastikan lingkungan rumah aman dari mata-mata dan segala sesuatu yang mencurigakan. Malam telah tiba, tetapi tampaknya tim Alpha yang bertugas di sana, Sarah dan Bian bahkan si bumil cantik belum bisa terlelap.
Sarah duduk di depan komputer di ruang keamanan sambil memeriksa seluruh kamera dengan teliti. Dia menatap gerbang utama dan bagian belakang rumah yang dipasangi kamera keamanan.
Sembari menyeruput kopinya gadis itu dengan serius memeriksa apa yang terjadi. Setelah menidurkan anak-anak dia langsung masuk ke dalam ruangan kontrol keamanan.
“ Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa sampai ada pesan darurat,” gumam Sarah.
“ Sepertinya terjadi sesuatu dengan rumah Dalton apa kalian tahu sesuatu?” tanya Sarah sambil menoleh dan mendapati pasangan itu sedang suap suapan makanan di ruang kontrol. Sarah geleng gelang kepala melihat tingkah kedua manusia itu.
“ Astaga kalian ini, tolong paham sedikitlah dengan posisiku yang tidak punya pasangan ini, jangan mengumbar kemesraan di depan seorang gadis jomblo, tidak baik membuat orang lain iri..” seloroh Sarah sambil kembali menatap ke arah komputer. Bukan hanya mereka yang ada di sana, bahkan tim Alpha juga ikut memeriksa dan tentu menyaksikan tingkah pasutri menggemaskan itu.
“ hihihi... babe malu... dilihatin mereka.... “ bisik Azura sambil terkikik geli.
“ Ya gak maslah, makanya cari pacar, biar gak jadi penonton doang hahah...” celetuk Bian .
“ Dasar tidak peka,” ejek Sarah.
“ Apa kalian tahu sesuatu dengan rumah Dalton? Ada yang mencurigakan, pria ini berjalan dari arah rumah Dalton, dia keluar dari rumah itu, siapa dia? “ Sarah menunjukkan gambar Pak Andre yang berdiri di depan rumah keluarga muda Cornelius. Berdiri sambil melotot ke arah kamera, menggenggam pisau dan seluruh tubuhnya berlumuran benda berwarna putih, menatap rumah itu dengan tatapan datar dan dingin.
Azura dan Bian mendekat lalu melihat apa yang di dapatkan oleh Sarah. Benar kata Sarah, pak Andre berdiri di sana sambil menatap rumah itu dengan tatapan menyeramkan. Bian dan Azura tentu terkejut melihat hal ini. Jelas mereka kenal dengan Pak Andre, tetapi yang mereka tahu, pak Andre bukan orang seperti itu.
“ ini Pak Andre, kepala pelayan yang sudah lama bekerja di rumah keluarga Dalton, apa yang terjadi padanya?” Bian terbelalak kaget dengan apa yang mereka lihat.
“ Kepala pelayan? Kenap begini? An dia menatap rumah ini bukan hanya sekali dua kali, setiap malam selama lima hari berturut-turut, dia selalu datang ke rumah ini pada jam 10 malam dan berdiri di sana sambil menatap kosong ke arah rumah ini lalu kembali lagi ke rumah Dalton. Angle jalan di sekitar perumahan ini bisa ditangkap oleh kamera pengawas bagian depan, jaraknya cukup jauh tapi jika dihitung bisa dipastikan kalau dia keluar dari rumah Dalton dengan penampilan ini setiap mala, ini sangat aneh...” ucap Sarah.
Bian dan Azura saling menatap, mereka juga bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, padahal setahu mereka, pak Andre adalah orang yang baik.
“ Sarah menunjukkan rekaman di jam yang sama selama lima hari berturut turut, dan benar kata gadis itu, dia selalu datang pada waktu yang sama dengan penampilan yang sama.
“ Apa kalian bisa menghubungi Tuan Phineas?” tanya Sarah.
Bian menggelengkan kepalanya,” Sejak kejadian yang dialami kakak ipar dan kak Elton, kak Phineas tak bisa dihubungi,” jawabnya.
__ADS_1
Mendengar jawaban itu, Azura dengan cepat meretas sistem jaringan dan melacak sinyal ponsel Phineas.
“ Sayang, ponsel Kak Phineas masih ada di rumah itu, ini berarti dia masih di sana,” ucap Azura dengan wajah panik.
“ Bagaimana dengan Alesha?” tanya Sarah. Azura dalam hitungan detik kembali mengutak- Atik jaringan dan mencari lokasi ponsel Alesha.
Tak butuh waktu banyak, Azura menemukan titik lokasi ponsel Alesha. Dan terlihat sinyal ponsel itu sedang bergerak ke arah yang jauh dari perkotaan.
“ Sinyalnya mengatakan kalau ponsel ini sedang bergerak jauh dari rumah utama keluarga Daton, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa seperti ini?” ucap Azura dengan wajah panik.
Melihat istrinya panik, Bian langsung memijit tengkuk Azura,” tenang jangan panik sayang, kau bisa sakit,” ucap Bian.
Sarah menatap mereka sekilas dengan tatapan yang tak bisa diartikan lalu kembali fokus ke komputer di depan mereka.
“ Nona, tuan, tadi sore tuan Sony bertemu dengan tuan muda Grape di gerbang depan dan penampilannya sangat mengerikan, diselimuti dengan sesuatu yang berwarna putih tetapi mulai mengeras, kami sudah membawa beliau ke rumah sakit, saya takut ini ada hubungannya dengan asal muasal keluarga Alchemis.
Tuan Sony banyak meracau tentang cairan biru, kami tidak paham maksudnya tetapi dia banyak mengatakan hal itu saat di rumah sakit tadi.
“ Cairan biru?” pikir Sarah.
“ Cairan biru apa? Apa kalian tahu tentang itu?” Sarah menatap Bian dan Azura.
Pasangan suami istri itu tampak diam dan tak mengatakan apa pun tentang hal itu.
“ Apa ada hubungannya dengan yang dipakai tuan Elton saat kejadian kak Rania hampir dilecehkan oleh dokter gadungan itu?” Sarah teringat dengan cairan biru itu.
“ bagaimana kau tahu?” tanya Bian.
“ Sayang jangan...” Azura tampak enggan membicarakan hal itu di depan banyak orang.
“ Ekhmm..... “ Bian mundur, dia kembali duduk dan tenang.
Sementara itu di markas Alpha, Cherry tampak duduk dengan tenang sambil mengunyah roti isi kelapa yang bergelantungan di bibir kecilnya itu. Dia duduk bersila di atas kursi sambil menatap komputer dengan serius. Mood-nya cepat berubah setelah mendapatkan banyak camilan dan berganti ruangan.
Wanita itu memakan apa saja yang ada di depannya namun anehnya hanya memilih jajanan sehat.
__ADS_1
Tangannya dengan lihai menari-nari di atas papan ketik yang sejak tadi terus dia gempur untuk mengumpulkan semua data terkait kasus aneh itu.
Para petugas di ruangan khusus sampai melongo melihat betapa andalnya istri bos mereka dalam menggunakan komputer, bahkan Cherry sudah bisa direkrut menjadi salah satu anggota baru untuk tim itu.
“ Wahh nyonya bos sama gilanya sama tuan bos, mereka berjodoh jalur IT,” celetuk salah satu pegawai.
“ heh diam, jangan memecah konsentrasi, jika ingin sehebat nyonya bos, banyaklah berlatih, orang-orang seperti kita harus banyak belajar untuk bisa bersaing dengan manusia yang memang dilahirkan dengan bakat alami, “ ucap han Tae-ri gadis berambut pendek seperti rambut pria itu.
“ Dasar batu,”
Di saat yang sama, Grape masuk ke dalam ruangan itu dengan benda yang sama dengan benda di bibir Cherry. Roti isi kelapa yang menggantung di bibir mereka membuat semua orang menatap aneh pasangan itu.
“ Sayang kau sedang apa? Ini sudah malam kenapa belum beristirahat?” tanya Grape sambil menghampiri istrinya.
Cherry menoleh, betapa terkejut mereka berdua saat saling mendapati bahwa mereka memakan cemilan yang sama.
“ Roti kelapa?” ucap mereka berdua.
“ Kok bisa sama?” tanya Cherry.
Grape hanya mengangkat bahunya lalu menghabiskan roti kelapanya.
“ Sayang aku menemukan sesuatu, ini sangat mencurigakan, kita tidak tahu pasti letak kak Phineas dan Alesha sekarang, ada yang salah dengan rumah Dalton, kita harus cepat pergi ke sana, aku punya firasat buruk tentang ini,” ucap Cherry sambil menunjukkan foto Pak Andre yang berjalan keliling rumah itu dengan tubuh dilumuri benda berwarna putih sambil memegang pisau dapur. Tak ada orang lain di sana, semuanya tampak aneh.
“ Apa yang sebenarnya terjadi?”
“ Ini salah satu alasan aku mengatakan om dan tante itu tidak benar-benar gila, ada yang aneh.. banyak yang janggal, “ ucap Cherry sambil terus mengamati foto Pak Andre.
.
.
.
Like, Vote dan komen
__ADS_1