
Setelah semua urusan selesai, Grape dan rombongannya kini telah kembali ke kota mereka setelah Nagata dan komplotannya ditangkap. Mereka semua dibawa ke pusat pertahanan kemanan yang akan memproses mereka secara hukum.
Nagata kini sudah di kurung dalam sel tahanan menunggu proses pengadilan dan putusan hukuman untuk pria itu.
Cherry dan Grape tampak bergandengan tangan sambil memakan sate bakar yang mereka beli di perjalanan pulang tadi. Nathama ikut dengan mereka, dia ingin menemui anak-anak kakak kembarnya, dia jelas masih ingat wajah Alvaro sebelum mereka semua berpisah dan hidup masing-masing. Pria itu datang bersama ajudannya, dan mengikuti mereka dengan hati penasaran.
Sarah dan Dante juga sudah ikut dengan mereka sekalipun dalam kondisi tubuh yang diperban disana sini. Sarah berjalan dengan Bella yang memapahnya dan Dante bersebelahan dengan si konyol Philip yang hanya memakai kaos oblong putih berlumuran saus sate dan celana pendek yang biasa dia pakai bermain bola serta sebuah sendal jepit dan kacamata hitam yang di taruh terbalik menghadap ke belakang, pria ini benar-benar konyol sama halnya dengan Elton yang rambutnya dikuncir dua dan diberi pita di kedua sisi.
"dek apa harus begini? Kalau Rania lihat dia akan menangis menyaksikan pacarnya yang ganteng poll ini sudah jadi mirip boneka anabelle, mana pakai pita lope-lope lagi, lepasin ya? yayayay ... plissss..."rengek pria itu sambil menghentakkan kedua kakinya dan menatap Cherry juga Grape dengan wajah memelas.
" Sayang... Kak Elton gak mau rambutnya diikat begitu.. isshshhh aku gak mau makan deh!!!" Kesal Cherry sambil memasukkan kembali satenya ke dalam wadah.
Grape menghela nafas, setelah pertempuran itu selesai istrinya malah minta yang aneh-aneh, sebenarnya rambut Elton begitu Karena ulah Cherry yang ingin melihat boneka Anabelle yang asli, tapi karena sulit mendapatkan nya jadilah Elton sebagai pelampiasan mereka.
"Kadal pliss deh jangan bikin Cherry gak mau makan, ini dia baru mau makan, semalaman dia gak makan apa pun, pengennya makan rambut nenek, ya kali gue cabut rambut nenek orang terus kasih dia makan!?? Pliss lah nurut aja ya,pusing nih, jangan sampai dia sakit gara gara kakaknya nolak keinginan dia," bujuk Grape.
" Masalahnya Lo juga yang minta gue jadi boneka Anabelle dasar tiang listrik kampret, Lo malah yang paling semangat, kalau udah keinginan bini pasti dipenuhin semua, dasar bucin gak kenal waktu Lo!" Ejek Elton sambil mengerucutkan bibirnya.
" Hahahahha lagian cocok buat Lo ton, cocoknya bikin gue pengen nampol muka alas gorengan Lo itu huwahahahahahahha.... Huawahahahaha uhuk..uhuk..uhuk... Akrhhh air.. Ari.. keselek gue woi!!!" Teriak Philip yang tersedak sate pedasnya. wajahnya memerah dan air matanya sampai keluar saking menyakitkannya tersedak makanan pedas, rasanya sampai ke telinga pun jadi sakit.
" Pfthh bwahahahahha....." Mereka semua tertawa cekikikan melihat tingkah Philip yang ahlak-less. Phineas menatap mereka sambil tersenyum geli, namun raut wajahnya berubah setelah mengingat pesan yang di kirim Alesha beberapa menit lalu tentang Ziora yang mulai mengusik anak-anak, ingin dia sampaikan tapi takut merusak suasana.
Sarah melirik kakaknya, dia tau pria itu sedanga ada pikiran," kak kenapa? Apa ada masalah?" Bisik Sarah diikuti si nona rempong Bella.
__ADS_1
" Ya ada masalah, nanti kakak beri tahu, setelah sampai di rumah," ucap Phineas sambil menggandeng tangan adik perempuannya dengan lembut.
"Ziora, heh... Kau yang membuat adikku Rara meninggal dan kini kau berani menampakkan diri dan mengusik anak anak ayam kesayangan kami, bukan hanya kami yang akan mengamuk, Nagata mungkin akan langsung memutilasimu hidup-hidup jika dia tau hal ini!" Batin Phineas.
Kebersamaan keluarga itu patut diacungi jempol, mereka semua saling mendukung satu sama lain, dan saling menguatkan sekalipun banyak rintangan.
Dante menatap mereka, wajahnya yang dingin dan datar tak bisa membuat orang lain tau apa maksud tatapannya yang sendu itu. Dia menatap mereka sejenak, sebuah gurat bahagia dan senyum yang sangat tipis tergambar sekilas walau hanya beberapa detik muncul di wajah pria dingin irit ekspresi itu, dia bahkan lebih dingin dari Phineas yang mulai mengalami banyak perubahan setelah hal-hal penting di hidupnya perlahan terkuak.
"Jadi ini yang namanya keluarga, pantas kau sangat bahagia Philip, sekalipun senyuman kegetiran itu masih ada, dulu kau banyak melamun dan bersedih tetapi sekarang kau banyak tertawa sekalipun matamu mengatakan segalanya, hah... Kapan penderitaan mu akan berakhir, aku takut jika mereka terus mengusikmu kau akan jatuh, kau harus segera menikah, dengan begitu mereka tidak punya hak apa pun untuk mengusikmu lagi," batin Dante seraya menatap Philip dengan tatapan sendu.
Di saat yang sama,Bella mendapati tatapan sedih di wajah Dante saat melihat Philip.
" Kenapa Dante melihat pak Philip dengan wajah sedih begitu? Ada apa? Tetapi Pak Philip sedikit aneh belakangan ini, beberapa hari lalu saat kami bertemu matanya sembab dan lehernya merah, kalau ditanya dia pasti jawab yah aneh-aneh," batin Bella.
"Eh tunggu!!" Ucap gadis itu tiba-tiba, sampai semua orang menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Bella.
" Arrhhhkk kenapa aku memikirkan dia sih, arrhkkk bodoh bodoh,dasar bodoh!!! Apa itu urusanku? Itu kan bukan masalahku? Mau dia menikah dengan siapa dengan orang gila? Dengan janda kek dengan ulat keket kek kenapa jadi aku yang peduli arrkhhhh gila kau Bella gila kau!!" Gadis itu merutuki dirinya sendiri sampai tak sadar kalau dia berjalan mendahului yang lain sambil terus mengomel dan memukul kepalanya sendiri seperti orang gila.
Mata mereka semua mengikuti Bella yang tiba-tiba ketularan gila dari Philip.
Puk...
Tangan Elton mendarat di punggung Philip," uhuk...uhuk... Apa apaan lu kadal biru!??" Celetuk Philip yang terkejut.
__ADS_1
" Lo apain si cabe rawit sampai dia jadi gila kayak Lo? Gak kena santet kan? Atau Lo usilin terus? Atau...." Elton menatap Philip.
" jangan-jangan Lo....
" GUE APA KAMPRET!?? ngomong yang jelas !!" Kesal Philip.
" nggak jadi, mungkin dia gak mau nikah sama Lo gara gar si Jordi kecil, kayak burung Pipit hahahahaha...." Celetuk Elton sambil tertawa terbahak bahak menggoda sahabat gilanya itu.
" Anjir, Lo kira si Jordi gak perkasa hah!??? Lo pikir ini gak berurat dan bertenaga super!?? Lo bikin si Jordi sakit hati, ini pelecehan namanya Bambang!!!!!" Gerutu Philip yang lagi-lagi merasa harga diri si Jordi junior kecilnya terlukai karena diejek kecil, jujur saja mereka saja belum lihat keperkasaan sang Jordi.
" BWAHAHAHHAHA...... Jordi mah kecil hahahahahha....." Elton tertawa terbahak-bahak sambil berlari sebelum Philip menangkapnya.
"Grrhhhh awas Lo Elton, Lo juga Bella!!!!" Geram pria itu sambil berlari dan menghampiri kedua manusia itu lalu... Hap!!! Mereka berdua dijepit oleh lengan kekar pemilik Jordi yang perkasa sampai keduanya meronta-ronta karena tangan Philip.
" Kyaakkk Pak Philip gila!!!"
" Jordi awas terbang Lo hahahahhah..."
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗