
Ziora dihukum habis habisan oleh Sarah. Rambutnya dicukur sampai botak dan kukunya di potong. Punggung dan betisnya di beri cap dari besi panas bertuliskan “ Pel4cur” sebagai cap yang akan dibawa wanita itu seumur hidupnya.
Sarah benar benar meluapkan kemarahannya. Kemarahan karena kematian Rara, gadis yang dia temui sekali seumur hidupnya dan ternyata adalah adiknya, kemarahan karena dua anak ayam kesayangan yang turut jadi korban wanita itu, dan kemarahan karena telah membahayakan sahabatnya, orang yang selau ada untuknya.
Ziora mendapat apa yang pantas dia dapatkan. Sesuai ucapan Sarah dia tidak membunuh wanita itu tetapi membuatnya merasa kalau kematian lebih baik daripada harus hidup tersiksa seperti saat ini.
Ziora yang mendapatkan paling banyak hukuman, dia dibawa ke penjara dimana Bon-bon dan penjahat kelas atas lainnya disekap. Ziora di beri label ‘hantu” yang berarti dia harus berlaku seperti hantu, tidak boleh berisik dan tak terlihat. Dia dikurung di dalam penjara sampai batas waktu yang tidak diketahui. Imbas dari perbuatannya sendiri. Mungkin dia akan mendekam selamanya di tempat itu bersama dengan janin tidak bersalah yang sedang dia kandung saat ini.
Ya, Sarah dan tim medis menemukan kalau Ziora tengah mengandung, tetapi entah anak siapa yang ada dalam kandungan wanita itu. Setidaknya Phineas, Sarah dan yang lainnya masih memiliki sedikit nurani dengan memberikan tempat yang layak bagi wanita itu untuk tinggal sekalipun itu di lingkungan para narapidana. Mereka masih memiliki rasa kemanusiaan terhadap janin yang dikandung Ziora, bahkan wanita itu dilarang menggugurkan kandungannya, karena anak itu tidak bersalah, yang harus disalahkan disini adalah Ziora yang terlarut dalam gemerlapnya dunia sampai melupakan Tuhannya dan melupakan jati dirinya yang sebenarnya.
Cherry membawa anak-anak dengan diantarkan oleh Harto yang dibuat kerepotan oleh Cherry karena harus beberapa kali tergelincir di atas lumpur. Alasannya selain di suruh mengambil jambu paling puncak dia juga disuruh menangkap ikan lele dengan tangan kosong di dalam kolam milik tetangga rumah Harto.
Mereka tiba di rumah Nagata, Harto menenteng banyak bawaan Cherry, dia melakukan ini untuk menebus rasa bersalahnya pada Cherry dan kedua anak ayam yang hampir berada dalam situasi berbahaya karena dirinya.
Cherry menggenggam tangan kedua anaknya. Kedua anak ayam yang memegang manisan buatan rumah Harto menatap rumah itu dengan tatapan penasaran sambil terus mengunyah manisan mereka sampai kedua pipi mereka menggembung dan terlihat sangat menggemaskan.
Di saat yang sama, Grape keluar dan menyambut istri dan anak-anaknya, dia berlari menyongsong Cherry dan menghamburkan pelukannya pada wanita itu lalu berganti memeluk kedua putranya,” ahhh syukurlah kalian baik-baik saja sayang, aku sangat khawatir,” ucap Grape yang kini bisa bernafas lega karena istri dan kedua anaknya selamat.
“ Itu juga karena tuan yang di belakang, bersyukur dia langsung insaf dan membawa kami ke pohon jambu hahahha... aku kenyang loh yang, dari kemarin ingin makan buah jambu akhirnya kesampaian, buahnya diambil sama tuan itu,” celetuk Cherry dengan wajah berseri-seri.
“ hu.. um Daddy, buahnya enak, disana juga banyak anak-anak, mereka makan banyak buah enak ini,” celetuk Hansel sambil memberikan tusuk sate manisan buahnya pada sang daddy.
“ benarkah?” tanya Grape dan mereka bertiga mengangguk.
“ Syukurlah kalian aman, semuanya sudah selesai sayang , mereka sudah dibawa ke tempat mereka yang seharusnya,” ucap Grape sambil menggenggam tangan istrinya.
“ Lalu dimana Nagata?” tanya Cherry.
“ Dia di dalam, “ jawabnya sambil melirik Alvaro yang sejak tadi terlihat diam dan menatap rumah itu sambil menggenggam tangan ibunya.
“ Anak-anak ayo..” ajak Cherry .
__ADS_1
“ Abang ikut daddy nak, kita akan bertemu seseorang,” ucap nya sambil menggendong Alvaro.
“ sayang... tapi...
Grape menepuk kepala istrinya,” tenanglah, tak apa, aku sudah bicara dengan dia, hubungan merkea harus diperbaiki,” ucap grape sambil tersenyum.
Cherry mengangguk, dia mengikuti suaminya dari belakang dengan menggandeng tangan Hansel.
Mereka disambut Elton. Philip, sarah dan Phineas, semuanya bisa bernafas lega setelah melihat mereka bertiga kembali dengan selamat.
“ Tuan ayo kemari, um aku panggil Pak Harto saja, ayo masuk pak...” teriak Cherry seraya melambaikan tangannya pada Harto yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan.
“ Baik nona..” ucapnya dnegan suara gugup.
Mereka masuk ke dalam rumah yang sudah dibersihkan itu, terlihat Nagata berdiri menyambut mereka dengan matanya yang menatap Alvaro dan Hansel, jantung pria itu berdebar kencang, anak- anak yang sangat dia sayangi kini tepat berada di depan matanya, ingin rasanya tubuh itu memeluk keduanya dnegan erat, tetapi dia merasa tidak layak untuk itu.
“ Sayang.. ini anak-anak kita... mereka ada di depanku, untuk yang pertama kali aku melihatnya dnegan jelas... anak-anak kita...” batin Nagata yang masih berusaha menahan agar air matanya tidak tumpah.
Hansel sendiri menatap ayah kandungnya dengan mata berbinar-binar,” Daddy?” celetuk anak itu sambil memiringkan kepalanya ke kanan dan kiri dengan mengatupkan kedua tangannya di depan dada, matanya berkaca-kaca dan dia menatap pria itu dengan air mata yang menggenang di kedua pelupuk matanya.
“ Daddy ya?” ucapnya lagi dengan suara yang sangat menggemaskan tetapi penuh dnegan haru biru.
Hati Nagata remuk, suara itu membuat kakinya lemas, dia terjatuh dan duduk berlutut di lantai sambil menatap putra keduanya, dia menangis, air mata itu akhirnya lolos dari kdua pelupuk matanya saat mengetahui kalau putranya yang dia tinggalkan saat masih dalam kandungan ternyata mengenalinya.
“ Anak... a.. anakku...” ucap Nagata dengan suara lirih sambil merentangkan kedua tangannya.
Hansel menatap Mommynya seolah bertanya apa boleh dia kesana, Cherry mengangguk,” pergilah sayang,” ucap Cherry yang juga terharu.
Hansel menangis, dia berteriak memanggil Daddynya dan menghamburkan pelukannya pada Nagata. Hansel sudah diberi tahu tentang Nagata dan Nathama serta perbedaan mereka. Anak menggemaskan ini cepat mengerti.
Nagata memeluk putra kecilnya, anak bungsunya dari mendiang istrinya, dia menangis sesenggukan, pada akhirnya anaknya kembali dalam pelukannya meskipun dnegan kondisi seperti ini.
__ADS_1
“Akkhhhh... anakku sayang.. anak Daddy... hiks hiks hiks... anakku... ini anakku...” suara nya begitu pilu , air matanya membasahi pakaiannya , dia mencium dan memeluk Hansel, menyalurkan rasa rindu dan sayangnya pada putranya.
Alvaro menatap Nagata dengan mata berkaca-kaca, Grape dengan lembut telah menjelaskan apa yang terjadi dan betapa jahatnya keluarga Hong sehingga ayah kandung mereka harus melepas mereka demi keamanan keluarga mereka sekalipun dia, adiknya dan mendiang ibunya tak bisa lepas dari jeratan keluarga Hong yang mengerikan.
“ pergilah sayang, peluk daddy Nagata,” ucap Grape sambil mengusap kepala anaknya.
Alvaro menatap mommynya dan wanita itu mengangguk sambil tersenyum haru.
Alvaro berlari dan menghamburkan pelukannya pada sosok ayah yang masih ada dalam ingatan anak berusia 7 tahun itu. Ada momen momen tertentu yang bisa diingat Alvaro, kenangan saat ayahnya memeluknya, mengganti popoknya bahkan mengajaknya bercanda sebelum kepergian pria itu dari rumah mereka.
“ Daddy... hiks hiks hiks... daddy... Alvaro... ini abang..... abang kangen Daddy...” tangisan Alvaro, anak dingin dan pendiam itu pun akhirnya pecah. Nagata memeluk anak pertamanya, hatinya semakin bahagia bercampur haru, dia menangis memeluk Alvaro dan Hansel dnegan begitu erat, rasanya dia sangat bersyukur bisa bertemu dan memeluk keduanya dengan erat.
“ Hiks hiks hiks,,, anak-anakku... anak ku sayang maafkan daddy nak, maafkan Daddy tak bisa melindungi keluarga kita sampai akhir.... Maafkan daddy, daddy menyayangi kalian , sangat menyayangi kalian,” tangisan mereka pecah.
Seisi ruangan itu kini dipenuhi dnegan tangisan penuh haru yang membuat hati bahagia. Nagata yang awalnya hanya bisa menatap foto Alvaro dan Hansel kini bisa menatap wajah mereka secara langsung, bukan lagi hanya menonton video dari ponsel sipir penjara, tetapi melihat kedua putranya secara langsung.
Cherry memeluk suaminya sambil menangis, bahkan grape juga terharu, Sarah berada dalam pelukan kakaknya Phineas, sedang Elton dan Philip saling berpelukan sambil menangis dengan bahagia melihat anak -anak ayam kesayangan mereka bertemu dengan bapak mereka.
“ huwaaa anak anak ayam kesayanganku ketemu sama pencetaknya huwaaaa akhirnyaaa...” seloroh Philip dengan kata-kata kotornya itu.
“ Philip lampu neon huwaa jangan ngomong aneh aneh dodol,ini lagi suasana haru jangan bikin gue naik darah huwaa,,... atau gue tarik kolor ijomu itu hiks hiks hiks,.......
“ kolormu yang ku tarik Kadal gurun hiks hiks hiks....
“ kalau begitu tarik tarikan saja biar seru- ahahahhahahhaha....
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen