Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
73


__ADS_3

Bella dan Alesha yang sebelumnya diberitahu untuk datang ke rumah tinggal Grape dan yang lain sesuai alamat yang diberikan oleh Philip pada mereka berakhir menunggu orang orang itu di depan rumah selama seharian penuh dan mereka pulang dengan tangan kosong tak menemukan siapa pun di rumah yang sedang di jaga ketat oleh pasukan berbaju hitam.


Philip yang meminta Alesha dan Bella untuk datang justru lupa memberitahukan kalau Cherry di bawa ke rumah sakit dan akhirnya kedua gadis cantik itu berakhir seperti orang bodoh yang dikibuli oleh si presdir kolor ijo itu.


Bella menatap tajam ke arah Philip, dia menghela nafas berat, tadi pagi mereka berdua kembali ke rumah yang disebut oleh Philip dan kali ini mereka beruntung menemukan Philip yang baru tiba di rumah itu dengan sepeda motornya. Berjalan dengan santai dengan kunci motor yang dia putar putar di tangannya, dan saat melihat mereka seolah tidak terjadi apa apa.


Kejadian pagi tadi,


Philip yang baru pulang dari rumah sakit pergi ke rumah untuk mengambil barang kebutuhan Cherry dan Grape serta laptopnya. Dia berjalan dengan santai sambil memutar mutar kunci motor di tangannya.


Philip berjalan sambil melirik pohon di depan ruamh tetangga yang di atasnya ada sarang tawon, pria itu mendelik ngeri saat melihat lebah lebah yang luar biasa besar sedang beterbangan di halaman rumah tetangganya.


“ ihhh amit-amit deh kalau di serang tawon, bisa bendol bendol wajah tampanku...” gumam pria itu sambil bergidik ngeri melihat kumpulan tawon yang beterbangan kesana kemari.


Tanpa dia sadir bahaya yang lebih besar sudah menatapnya di depan pintu masuk dengan wajah memerah seperti banteng yang sedang marah menatap kain merah yang terbentang lebar di depan matanya. Dan siap menyeruduk kepala Philip.


Bella mengepalkan kedua tangannya, deru nafasnya terdengar begitu kuat bahkan sampai membuat penjaga yang beridir di sekitar mereka menoleh dengan mata membulat sempurna saat mendengar suarah hela nafas Bella belum lagi suara gemeretak persendian gadis itu membuatya tampak sangat menakutkan.


Kretakkk... krettkkk


“ Grrhhhh PAK PHILIPPP!!!!" pekik gadis itu saat melihat Philip masuk ke dalam rumah. Suara teriakan Bella berhasil membangkitkan alam semesta dan membuat para hewan yang sedang berdiam diri di dalam kediaman mereka terkejut dan berlari pontang panting karena teriakan serigala malam yang malah muncul di pagi hari yang cerah ini.


Philip tersentak kaget saat mendengar teriakan Bella yang memekakkan telinga, dia teringat kalau dia lupa mengabari kedua gadis itu semalam.


“ waduhh mak lampir ngamuk, mampus aku!” gumam Philip dengan wajah syok menatap Bella dan Alesha yang berdiri seperti sepasang malaikat pencabut nyawa yang bersiap dengan tombak mereka menarik Philip dari tempat itu.


Bella dengan taring tajamnya dan Alesha dengan tatapan dingin sedingin hati para jomblo yang tersakiti.


“ ya ampun mampus aku hari ini,kenapa pakai lupa segala sih akkhhh sialan....” gumam Philip sambil berjalan mundur.

__ADS_1


Bella melangkahkan kakinya, mendekati Philip sambil memasang wajah garang dan kesal dengan kelakuan bos minim ahlak pecinta kolor ijo yang selalu membuatnya kesusahan.


“ pak Philip kenapa tidak mengatakan apa apa semalam, kami menunggu seharian di depan ruamh seperti orang gila dan ketakutan dengan apa yang terjadi pada Cherry tapi bapak masih bisa dengan santainya bersiul seolah gak terjadi apa apa, bapak pikir kami gak khawatir hah?”omel Bella yang berjalan sambil mendesak pria di depannya dengan wajah kesal dan geram.


Philip melirik ke kanan dan kiri,” ya.. ya maaf kalian juga gak ada menghubungi sayaa, lagian kamu sih gak..


“ GAK APA HAH? DASAR PRESDIR GILAAAA... KEMARI KAU!!!!" pekik Bella yang mengejar pria itu sambil berteriak hiteris. Kalau Aesha jangan ditanya, dia adalah manusia paling gila di dunia ini. Bahkan disaat seperti ini dia juga tetap menggunakan logikanya dan hanya menatap mereka berdua kejar kejaran di sekitar kompelk rumah itu.


“ Dasar bella keras kepala, udah dibilang gak perlu buat keributan, masih aja ngejar, kamu ini yang batu, capek sendiri entar tau rasa,” gumam gadis itu sambil memberikan tatapan dingin ke arah Bella dan Philip yang sedang kejar kejaran dengan Bella yang berlari membawa ranting pohon yang asal diatarik dari tanah.


“ Pak Philip dasar presdir gak bertanggung jawab, kenapa tidak bialng apa pun pada kami hah? Kami panik nungguin sampai beruang bertelor tapi gak kunjung datang bahkan kabar dari bapak gak ada arrkhhhhh bapaaaakkkkkk!!!!!!” pekik gadis itu .


“ ya ampun maaf bel... aku tuh pelupa kan kamu tau sendiri, dasar sekretari laknat beraninya mengejar Presdir sendiri, bisa kena pasal penyiksaan Presdir kamu!!" celetuk Philip yang terus berlari sambil menghindari pukulan Bella .


Gadis itu mengayunkan ranting kayu yang dia pegang sekuat mungkin sambil mengejar Philip yang kelakuannya di luar akal itu.


puk... puk... srakkk.... srakkk..


"Bel stop bel, Lo mau bunuh gue hah, setoopp woi!!!" pekik Philip.


"Nggak mau sampai Lo gue pites pites sampai kepala Lo gue bonyokin arrhhh kemari Lo Philip !!!!!" pekik gadis itu lagi. Mereka berdua jadi bahan tontonan warga sekitar . Para pengawal yang berjaga di rumah itu tertawa cekikikan melihat kedua sejoli yang sedang dimabuk amarah bukan dimabuk asmara itu.


Philip berlari sekencang-kencangnya, menghindari pukulan maut dari Bella.


"CK..CK..CK.. mau sampai kapan mereka kejar kejaran begitu, dari awal kesepakatan nya gak boleh mengamuk, ini nih akibatnya kalau Bella minum alkohol pagi pagi, dasar gadis ini!!" kesal Alesha sambil memandang mereka dengan tatapan dinginnya.


Di saat yang sama ponselnya berbunyi, dia menjawab panggilan itu sementara Philip dan Bella main kejar kejaran. Wajah Alesha mengatakan segalanya, dia sedang terganggu dengan panggilan telepon itu, jelas sekali raut wajahnya mengatakan kalau dia marah sekaligus takut.


Sementara itu kembali pada Bella dan Philip, kedua orang ini berlari sampai ke jalanan komplek perumahan.

__ADS_1


Saking geramnya tak bisa mendapatkan Philip, belum lagi mendengar ejekan Philip gadis itu melepaskan sepatunya yang tersisa di kakinya. Berdiri dan bersiap dengan ancang-ancang untuk melempar Philip yang berlar di depan rumah tetangga.


"Terima ini!!!!" pekik gadis itu sambil melemparkan sepatunya dan..


.


syuuuttt......


Gedubrakk... brukkk....... ssshhhrhrhhhhh.....


Sepatu Bella mendarat di sarang Tawon di pohon jambu tetangga dan terjatuh ke bawah.


Philip dan Bella terkejut dan saling menatap, paling apesnya lagi mereka berdua ada di dekat sarang Tawon itu.


"Kyyaaakkk kaaaburrr!!!" pekik mereka berdua yang langsung kocar kacir karena serangan mendadak dari kerumunan tawon yang mengamuk akibat ulah mereka. Bella langsung bersembunyi di dalam semak semak. Sedangkan Philip jadi korban tawon tawon yang mengamuk itu.


"Arrkhhhhtidak tolong aku!!!!" pekik Pria itu yang langsung berlari menuju halaman belakang dan ...


byuurrr...


Dia menceburkan dirinya ke dalam kolam ikan kecil disana dengan tubuh yang sudah diserang tawon ganas itu.


"Bella!!!!!!"'


"Mampus aku!!"


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen


__ADS_2