
Bau obat yang menyengat tercium di sepanjang lorong rumah sakit. Semua ruangan diisi dengan pasien yang berharap akan kesembuhan mereka jika dirawat di sana.
Sama halnya dengan Cherry yang sudah bangun dari tidurnya setelah 12 jam terlelap akibat kelelahan dan dehidrasi. Gadis itu bangkit dari tempat duduknya. Tak ada siapapun disana, ruangan itu hanya diisi oleh Cherry dan kedua anak kecil yang sama sama di rawat di sana.
“ tanteee...... huwaaa..... tanteee......” Hansel yang melihat gadis itu bangun langsung berteriak dan menangis sesenggukan, turun dari atas brankar dan berlari menghampiri Cherry, memeluk kaki gadis itu dengan erat sambil menangis sesenggukan.
Cherrry bejongkok sambil melebarkan kedua tangannya, menatap Hansel dengan tatapan lega.
“ kemari sayang, jangan takut,” ucap Cherry sambil merentangkan kedua tangannya.
Hansel berlari dengan kaki kecil nya ke arah Cherry , bocah lima tahun dengan tubuh kurus itu menghamburkan pelukannya pada Cherry. Seolah dia bertemu dengan malaikat pelindungnya. Cherry memeluk Hansel dengan erat, dia tau pasti bocah kecil itu mengalami trauma berat akibat kejadian ini. Perlahan Cherry bangkit berdiri sambil menggendong Hansel yang menangis sambil memeluk Cherry dan menyembunyikan wajahnya di balik ceruk leher gadis itu.
“ husshh.... cup... cup...cup... tenang ya nak, tenang sayang ... semua baik-baik saja, tak apa apa,” tepukan lembut mendarat di punggung Hansel. Beberapa menit Cherry menenangkan bocah kecil itu, mengusap-usap punggungnya agar dia tak lagi menangis.
“ Hansel lihat tante, kamu jangan takut lagi, semua sudah berakhir nak, kita sudah selamat, “ ucap Cherry sambil menatap bocah itu dengan tatapan lembut dan penuh kehangatan.
“ hancel masih takut.... hiks hiks hiks... i want my brother... hiks hiks hiks..”lirihnya sambil menunjuk Alvaro yang masih belum bangun setelah operasi besar semalam.
Cherry mengangguk, dia menyeret tiang infusnya sambil berjalan dengan mengendong Hansel dan mendekat ke arah Alvaro. Cherry meletakkan Hansel di atas ranjang pasien dimana Alvaro tidur dengan serangkaian selang yang terhubung ke tubuh kurusnya.
Keduanya menatap bocah itu dengan tatapan sedih. Hansel melihat kakaknya dengan tatapan kosong,” halusnya hancel ndak minta main.. halusnya ancel ndak minta abang bawa hancel kelual.. hiks hiks hiks ini cemua kalena hancel .. huwaaa.....” bocah lima tahun yang dipaksa dewasa oleh keadaan itu menangis sesenggukan sambil menggenggam jari abangnya .
Cherry menepuk-nepuk punggung Hansel dengan lembut, megusap surainya dengan lembut dan menangkan Hansel layaknya seorang ibu.
“ nak, ini bukan salah kamu, kejadian ini terjadi karena orang orang jahat itu, Abang Alvaro akan baik baik saja, dokter sudah menggunakan tangan ajaibnya untuk menyembuhkan abang, jadi dia akan segera sembuh,” ucap Cherry dengan lembut.
Hansel menatap Cherry dengan tatapan penuh harap,” really aunty?” tanya anak lelaki itu dengan polos.
Cherry mengangguk sambil tersenyum,” he em... really, he’s gonna be better soon, tenang ya,” ucap Cherry yang dibalas dengan anggukan Hansel.
Cherry tersenyum lagi, membuat Hansel terdiam sambil menatap wajah canntik gadis yang berambut putih itu. “ Tante seperti malaikat, cantik... walna lambutnya ganti ganti... cantik sekayiii... Hancel syukaa...” celetuk bocah itu .
Cherry tersenyum, dia mendapat sebuah ide untuk membuat Hansel tetap tenang,” emmmm.. Hansel coba sini,” Gadis itu mebarik Hansel dan membawanya dalam pangkuannya menatap Alvaro.
Cherry menggengam tangan Hansel dan mengarahkan jari telunjuknya ke arah Alvaro,” Sekarang kita akan buat magic untuk membangunkan abang, Hansel siap?” tanya cherry.
“ emmm apa boleh tante?” tanya Hansel sambil melirik gadis itu.
“ tentu saja boleh, kita harus coba, siapa tau abang langsung bangun heheh...” balas Cherry sambil tertawa kecil.
Hansel mengusap air matanya, dia tersenyum karena senyuman manis Cherry yang berhasil membuatnya tenang.
__ADS_1
“ ayo coba!” seru Hansel dnegan girang sabil mengarahkan jarinya ke arah Alvaro.
“ nah ikuti tante ya...” ucap Cherry sambil tersenyum.
“Wahai angin ajaib sembuhkanlah abang Hansel....
“ no aunty no.. abang Alvarooooo!!" celetuk Hansle sambil menggerakkan jari jarinya.
“ eh, hahahha Aunty salah ya..... oke deh kita ulang sekali lagi, isi amunisi dulu yuk...” celetuk Cherry sambil menunjuk pipinya.
“ amunisi? Bahan bakar?” celetuk Hansel sambil melirik Cherry yang menunjuk pipinya sambil mengedipkan sebelah matanya.
“ emm?” Hansel memiringkan kepalanya sambil menatap Cherry dengan tatapan bingung.
“ kiss me here, “ ucap Cherry dengan senyuman manis di wajahnya.
“ Ahhh oke aunty, saatnya isi amunisi heheh ummahhhh..” Hansel tersenyum sumringah saat mengetahui apa maksud Cherry. Dengan penuh kasih dia mengeccup pipi gadis itu dan tertawa bahagia.
“ yes... let’s gooooo... amunisi sudah penuh dan saatnya beraksiiii!!” seru Cherry dengan penuh semangat.
“ huh... Hancel nggak semangat!" celetuk bocah itu sambil memasang wajah manyun seraya menunjuk pipinya sama seperti yang dilakukan oleh Cherry barusan. Cherry tergelak, anak itu ternyata sangat cerdas.
“ hahahha... kamu pinter banget sih hahaha.. sini kita isi amunisi dulu ummahh....” celetuk Cherry sambil mengecup pipi anak laki laki itu dengan penuh kehangatan.
“ baiklah sir Hansel, ayo kita mulai operasi magical surgery...” seru Cherry sambil mengarahkan tangannya ke arah Alvaro.
“ lets’s goooo!" seru Hansel sambil tertawa bahagia.
Kedua orang itu tertawa bahagia di samping Alvaro tanpa sadar kalau Grape, Elton, Phineas dan Philip yang wajahnya bonyok menatap mereka sambil terenyum bahagia.
“ Indah sekai melihat mereka tertawa, jadi pengen punya anak,” celetuk Elton sambil gigit jari melihat kedekatan Cheryr dengan akan kecil itu.
“ Nikah sana.. jangan cetak doang taunya, nikah dulu...” celetuk Philip .
"CK... ribet, apa gak boleh langsung cetak jadi aja?" celetuk Elton.
"Lah ni otak udang, Lo kira mainan pakai dicetak segala!" ejek Philip.
"heh apa masalahnya dengan Lo dasar lolipop!" ketus Elton.
"idih kadal biru aja bangga!" balas Philip.
__ADS_1
Kedua pria itu berakhir adu mulut dan adu segalanya di depan mereka.
Phineas memasang wajah datar, “ kalau kalian berdua tidak tenang , akan kutendang bokong kalian keluar dari rumah sakit ini dasar pembuat onar!" kesal Phineas.
“ Ckk... kenapa kau jadi badmood sih Phineas? Dasar pegunungan Himalaya!” kesal Philip.
“ gara gara kau dodol, “ kesal Phineas.
“ hei jangan berdebat disini, kalian dikira orang aneh, belum lagi kalian kayak lagi ngintip orang mandi, kalian pikir aku tumpuan kalian hah...akkhhh “ kesal Grape sambil mendorong mereka bertiga yang malah menumpukan badan mereka pada kursi roda Grape dan menimpa tubuh pria itu sambil berebutan mengintip ke dalam ruangan perawatan cherry.
“ heh diam Grape, kami mau melihat Cherry,” celetuk Elton yang sudah kembali ke mode gila sama seperti kedua pria disampingnya itu.
Grape memutar malas kedua bola matanya, “ dan kau Philip apa luka di wajah mu itu tidak mau diobati kau terlihat seperti jadi korban emak emak berdaster, ada apa dengan benjolan benjolan di wajahmu itu? Kau suntik insulin hah?” ketus Grape.
“ gara gara Bella, si mak lampir itu membuatku begini, tak usah pedulikan aku, diam saja disitu aku mau melihat Cherry!"
“ ckkk geser tanganmu dari bokongku Phillip!" kesal Phineas.
“ ehh pantes empuk, ya maaf habisnya gak ada tumpuan lain...” balas Philip sambil cengengesan.
“ Heh tanganmu mau kemana Phineas, kau jadi pecinta sejenis sekarang dodol!!??"celetuk Elton.
“ Astaga si kampret ini makanya jangan dorong dorong aku dodol...” kesal Phineas .
Grape menghela nafas berat, dia membuka pintu ruangan itu dan mendorong kursi rodanya ke depan, karena tak menjaga keseimbangan, ketiga pria aneh itu terjatuh di atas lantai dengan posisi saing menumpuk dan kepala mereka terjedot ke lantai.
Gedubraakkkk......
“ Akhhhh ssshhhh Grape apa yang kau lakukan... akkkkhhh hancur sudah wajah tampan aset dunia ini...” pekik Elton ,.
“ Kyakkkk minggir dodol...... kau pikir aku kasur ksean kauuu...” pekik Phineas sa,bil mendorong Philip dan Elton yang menimpa tubuhnya.
“ pfftthhh hahahhahaha........... Kalian ngapain kak....”
"Bodoh kalian, dasar laknat??" umpat pria itu.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen