Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
31


__ADS_3

Sesuai dengan perkataan Cherry, Philip membersihkan rumah sampai benar-benar bersih jika tidak ingin terkena amukan ibu kost kejam yang mengatur seisi rumah mulai saat ini. Bahkan Grape, Phineas dan Elton saja yang terkenal pembangkang itu langsung menurut jika Cherry memerintah mereka.


Philip menghela nafas sambil menyeka keringatnya, dia sangat lelah setelah membereskan semua kekacauan yang dia buat sendiri. Dia duduk di atas tikar di samping Phineas yang sedang melaksanakan tugasnya. Pria itu sejak kejadian dimana dia datang dengan keadaan terluka belum keluar dari rumah barang sekalipun. Ketika Cherry tidak di rumah dia akan mengeluarkan semua peralatan canggih miliknya yang disembunyikan di bawah lantai.


Rumah itu telah mereka desain sesuai dengan kebutuhan penyamaran mereka sehingga memiliki banyak ruang rahasia. Siapa sangka rumah yang kelihatan sangat sederhana dari luar itu ternyata memiliki hunian mewah di bawah tanah yang di desain sebaik mungkin untuk keperluan mereka berempat.


Phineas lebih nyaman bekerja di ruang tengah rumah bagian atas. Sedangkan Grape sudah turun ke lantai bawah tanah untuk melakukan terapinya bersama dokter pribadi yang di datangkan ke tempat itu untuk memeriksa kondisi Grape.


Philip menatap Phineas yang terlihat sangat serius. Tampak beberapa kali pria itu menyerngitkan keningnya saat ada hal yang membuatnya penasaran.


“ phineas, kau sedang ada kasus? Tapi kenapa anak anak buah mu tidak mengekorimu seperti sebelumnya? Mereka kan biasanya mengikutimu kemana mana?” tanya Philip yang juga telah mengambil peralatan PC-nya untuk memeriksa pasar saham dan kondisi perusahaan yang belum dia kunjungi hari ini.


“ Ada kasus penculikan anak dan perempuan, kasus ini sedang kutangani, hanya saja sangat sulit mendapatkan dalang di balik kasus ini, mereka bermain terlalu pintar, menyamar sebagai orang biasa, menggunakan anak anak untuk merayu anak lain, menggunakan uang, memakai obat bius, menculik dari bar, aku menyimpulkan semua bentuk kejahatan mereka setelah menyelidiki semua kasus yang terjadi baru baru ini dan juga sejak tahun lalu,” jelas Phineas tanpa menoleh pada Philip.


Meski sedang bicara, matanya tetap fokus mempelajari kasus itu dengan baik. Membuat beberapa coretan dan hipotesis tentang jaringan penculikan anak dan perempuan ini.


“ Wah kau benar, sejak tahun lalu jika dihitung sudah ada ratusan anak dan perempuan yang dinyatakan hilang di kota ini, itu pun belum keseluruhan data nasional, tapi sampai sejauh ini kalian belum menemukan pelakunya? Kau lemah ya ,” ejek Philip seraya melemparkan tatapan meledek ke arah Phineas karena dia tau pria itu paling benci pekerjaannya diremehkan.


Phineas langsung memberikan tatapan tajam ke arah Philip,” Kau pikir mencari sindikat penculikan semudah membalikkan telapak tangan hah? Pecinta kolor ijo tidak akan paham bagaimana proses dan sulitnya kami mencari tau tentang sindikat ini, kami harus mengorbankan banyak hal, mulai dari waktu bahkan nyawa kami, dan lagi...” Phineas mengeraskan rahangnya.


“ Aku tidak lemah, kau tau sendiri kan kalau aku baru satu bulan menangani kasus ini setelah si keparat bajingan itu ketahuan melakukan korupsi dan memakan habis semua uang penyelidikan kasus ini untuk perut buncitnya dan membayar para wanita malam..." tiba-tiba dia berhenti bicara.


" tunggu dulu!!" Phineas mendapatkan sebuah ide.

__ADS_1


Philip menepuk jidatnya, dia tau jika begini, Phineas akan kembai begadang karena telah mendapatkan sebuah cara.


“ sial, telah terjadi, “ gumam Philip saat melihat wajah Phineas tampak berbinar .


“ Apa lagi kali ini? Kau mau menyamar jadi apa lagi hah?” tanya Philip sambil memutar malas kedua bola matanya.


Phineas tersenyum licik , dia menatap Philip sambil menaik turunkan alisnya,” bantu aku ya bro hehehehe...” ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya.


“ hoisshsh sial , sejak awal aku sudah merasa kalau aku akan terlibat lagi, arrkkkhhh sialan seharusnya aku tidak berbicara dengan psikopat seperti dirimu!" kesal Philip karena lagi lagi dia harus membantu pria itu untuk menyelesaikan penyelidikan ini.


Sementara itu, Grape telah selesai melakukan terapi dengan bantuan dokter pribadi yang dengan sengaja dia datangkan ke rumah itu. Dokter pribadi ini juga bukan orang sembarangan. Dia seorang gadis cantik nan seksi penikmat wine kehitaman, favoritnya adalah anggur yang sudah difermentasikan selama ratusan tahun, entah sudah berapa ratus juta dia habiskan hanya untuk mendapatkan anggur anggur itu. Siapa lagi kalau bukan Rania , kakak kandung Grape yang dikenal sebagi pebisnis tapi siapa sangka dia adalah seorang pebisnis bertitel dokter bedah syaraf handal dengan segala kelebihannya.


“ kak Rania jangan terus terusan meminum benda sialan itu, kau membuatku kesal!" gerutu Grape yang sedang berlatih jalan di kedua penyangga yang di pasang di dalam ruangan itu.


“ Aku sudah lama menantikan hidup bersama keluarga yang bahagia seperti yang sedang kalian jalani, jangan buat aku iri berlama-lama Grape, jika tidak aku akan memberitahu Cherry soal identitas mu dengan mulutku sendiri!" ancam gadis itu .


“ Beritahu saja,” ucap Grape tak ambil pusing dengan ancaman kakaknya.


“ what? Kau yakin? Aku bisa saja sangat bocor tentang segala hal termasuk tujuan pertama mu menikahinya loh... untuk alat balas dendam dengan menyiksanya dan memanfaatkan dia untuk membuat mantan kekasihmu itu menyesal, aku bisa saja memberitahukan dia tentang itu!!" ucap Rania yang langsung bangkit dari tempat tidur dengan wajah liciknya itu.


Grape menatap Rania, sejenak dia terdiam,” kau membuatku menemukan sebuah ide kak, kau memang yang terbaik...” ucap Grape sambil mengangkat stau jempolnya dan tersenyum menatap Rania.


Rania yang diberi reaksi seperti itu malah dibuat bingung dengan tingkah Grape.

__ADS_1


“ kau ini semakin hari semakin aneh, kau banyak berubah loh Grape bahkan Bian saja mengatakan kalau kau bukan seperti dirimu yang dulu, kau jadi lebih banyak tersenyum sekarang? Apa rahasianya? Kau tampak bahagia sedangkan aku? Aku terus terkurung dengan kebencian ini, hati ku ini kosong loh...” gerutu Rania sambil menendang nendangkan kedua kakinya ke udara.


“Kakak bukannya sudah jelas tau siapa yang bisa membuatku seperti ini?" ucap Grape yang sudah berjalan tanpa menggunakan tongkatnya dan penyangga, dia berjalan perlahan lahan, meski sedikit sakit tapi rasanya lebih baik dari sebelumnya.


Rania menatap Grape dengan mata membulat sempurna, ini sebuah keajaiban, dia langsung bangkit dari kasur dengan cara melompat dan langsung berlari menghampiri Grape yang mulai mendapatkan kembai keseimbangan kakinya .


“ Benedictus... kau bisa!???” pekik Rania dengan mata berkaca-kaca, jelas dia sangat senang dengan perubahan besar pada kesehatan adiknya. Rania menangis haru, ini kali pertama gadis itu menangis setelah kejadian Grape mengalami kecelakaan.


“ kak... jangan nangis dong...” ucap Grape sambil merentangkan kedua tangannya dengan senyuman cerah di wajahnya.


Rania tak bisa lagi membendung air matanya, dia berlari memeluk Grape sambil menangis sesenggukan. Ini kemajuan yang luar biasa sejak terakhir Rania memeriksa kondisi adik laki lakinya itu.


“ huwaaaa.... Ben kamu bisa Ben, kamu bisa jalan tanpa tongkat hiks hiks hiks... sejak kapan begini? Padahal tiga minggu lalu belum bisa, huwaaa........” Rania menangis daam pelukan sang adik tercinta.


“ berkat bakat kakak yang luar biasa dibantu dengan adik ipar kakak yang juga luar biasa, aku bersyukur ada dua perempuan hebat yang selalu disampingku, terimakasih kak,” ucap Grape sambil memeluk kakaknya dengan erat.


“ Syukurlah Grape... syukurlah kau semakin membaik, kau pasti akan bisa berlari , melompat seperti dulu hiks hiks hiks... terimakasih Tuhan..... adik ipar aku akan segera menemuimu ..” Rania dan Grape berpelukan merayakan kemajuan kesehatan pria itu. Bagi mereka setiap perubahan dan kemajuan sangat berharga, sebab mereka berjuang selama ini, bertahan di dalam dunia yang keras ini hanya untuk mengembalikan nama keluarga mereka dan membalaskan dendam Kematian misterius kedua orangtua mereka.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2