
Seluruh Mall dibuat heboh dengan kedatangan Philip dan Elton berselang setelah kepergian Cherry dan anak-anak ayam kesayangan mereka. Dua pria tampan dan berpengaruh yang dikenal banyak orang menggemparkan seisi mall itu dengan kehadiran mereka yang berpengaruh.
Keduanya dengan sengaja datang setelah Cherry pergi, dengan alasan agar keamanan ibu kost dan anak-anak tetap terjaga sebelum identitas mereka diumumkan ke hadapan publik.
Langkah kaki mereka berdua terdengar tegas dan berwibawa.
"Bawa semua barang yang dilihat dan diinginkan oleh nyonya muda kalian!" ucap Elton dengan tegas pada pengawal yang tinggal untuk melapor pada kedua pria itu.
"Baik tuan!" jawab mereka.
Philip dan Elton melangkahkan kakinya menuju toko perhiasan dimana Cherry dan anak-anak dihina beberapa saat lalu. Di saat yang sama, Mira yang dengan sombongnya mengaku sebagai kekasih Philip langsung sumringah saat melihat sosok pujaan hati yang dijodoh-jodohkan ada dirinya itu oleh kedua orangtuanya yang bersahabat dengan paman Philip.
Padahal jelas Philip sudah menolak permintaan keluarga Nicholas, tetapi Mira yang terobsesi dengan pria tampan itu terus menerus berulah dan menyebarkan ke orang-orang kalau dia dan Philip menjalin hubungan yang spesial.
Diakui saja tidak, bagaiman bisa mereka menjalin hubungan?
"Philip... akhirnya kamu datang untuk membela ku kan!? ahhh Terimakasih!!!" ucap perempuan itu dengan senyum sumringah sambil berlari hendak memeluk Philip.
Gadis itu berlari ke arah Philip, melihat hal itu sontak membuat Philip menghindar dan...
Syuuutt.... Brukkk....
Mira bukannya memeluk Philip, dia malah terjatuh dan menubruk Elton yang berjalan di belakang Philip.
"Apa yang kau lakukan, minggir badut jelek!!" kesal Elton saat tubuhnya di puk oleh seorang perempuan menor bahkan make up wanita itu sampai tertempel dengan jelas di kemeja putih Elton.
"Ah.. ma..maafkan aku, " ucap Mira panik belum lagi saat melihat jiplakan make up menornya tercetak dengan jelas bagai di fotokopi di kemeja Elton.
Philip terkikik geli, dengan cepat dia masuk ke dalam toko itu dan melimpahkan Mira dan Jessy pada Elton.
"Kau merusak pakaianku, kau tau tidak kalau ini pakaian mahal!!!?? aahh kenapa aku harus bertemu perempuan seperti dirimu sialan!!!!" Umpat pria itu.
Sungguh Elton sangat berbeda dengan kejadian di toilet tadi, padahal dia membuang jas mahalnya seolah tak berharga dan sekarang dia mempermasalahkan make up itu seolah pakaian itu lebih berharga dari manusia di depannya.
"Minggir kau!!" kesal Elton sambil membuka kemejanya dan menyisakan kaos putih yang cukup tipis sampai bisa memperlihatkan samar-samar tubuh kekar pria tampan itu.
"Waaahhh Mir siapa dia?" bisik Jessy.
"Temannya Philip," jawab Mira d egan wajah lesu.
__ADS_1
Para pelayan dan pengawal juga orang yang lewat terkikik geli melihat Mira dipermalukan di depan mereka.
Lalu datanglah petugas keamanan Mall itu bersama beberapa orang lainnya.
"Nona nona mohon ikut kami, anda tidak diperbolehkan masuk ke dalam mall ini lagi!" ucap Kepala keamanan.
Sontak mata kedua orang itu membulat sempurna. Seorang Mira Nicholas diusir dari dalam mall tentu saja membuat semua orang menaruh perhatian yang besar kepada mereka berdua. para pengawal langsung menangkap mereka berdua lalu menyeret mereka dengan paksa tanpa persetujuan dari kedua orang itu.
"Lepaskan aku, aku Mira Nicholas putri dari pemilik Nicholas grup beraninya kalian menyentuhku dengan tangan hina kalian itu!!!!" pekik Mira yang langsung meronta-ronta saat di tahan oleh orang-orang itu.
"Yaakk kalian tidak tau kalau dia kekasih pria tadi, beraninya kalian menyentuh Mira!!!" pekik Jessy yang sama sama tak tau malu seperti perempuan di sampingnya itu.
"Kalian tidak sadar kalau kalian telah mencari ribut dengan istri pemilik perusahaan yang menaungi Mall terbesar di kota ini, itu sama artinya kalian mengusik pemilik Mall ini!" tegas kepala pengawal.
Mendengar perkataan kepala pengawal semua orang yang berada di dekat mereka bahkan Mira dan Jessi sendiri dibuat terkejut dengan pernyataan dari kepala pengawal. Tak ada yang menyangka bahwa gadis cantik dengan wajah kecil dan tubuh tinggi sampai tadi adalah istri dari pemilik mall terbesar di kota itu. Itu artinya mereka telah mencari masalah pada pemilik mall ini.
"Wahhh kasihan wanita itu, karirnya akan redup setelah kejadian ini... CK..CK..CK... inilah sebabnya bukan hanya pendidikan yang tinggi tetapi pelatihan terhadap attitude juga harus diutamakan!"
"Memalukana, kasihan sekali!"
Semuanya bergunjing dan tentu saja nama keluarga Nicholas dipermalukan di sini.
Cherry dan anak-anak berangkat menuju panti asuhan dimana Alesha tumbuh sebelum dia keluar dari panti asuhan dan dirawat oleh bibinya yang seram dan kejam.
"Grape bagaimana keadaan Bella, pada dia sudah di cek?" tanya Cherry.
"Sudah sayang, tadi aku meminta petugas medis datang ke rumah, dia masih terlelap, benar katamu kalau dia sedang tertidur," jelas Grape.
"Wahh Daddy bisa berdiri!??" tanya Alvaro yang cukup jeli untuk bisa melihat kalau pria itu sedang berdiri sambil melakukan panggilan video dengan mereka.
"Kamu sedang latihan sayang?" tanya Cherry dengan semangat.
Grape mengangguk, dia belum memberitahu Cherry tentang perkembangan pesat pada kakinya. Petugas medis yang didatangkan ke rumah itu juga bukan sekedar merawat Bella melainkan tim medis yang dibayar oleh Grape dan diperintahkan oleh Rania untuk mempercepat kesembuhan Grape.
"Jangan terlalu lelah, gak perlu buru-buru, jangan paksakan dirimu ya," ucap Cherry.
"Apa kami pulang saja supaya bisa membantumu!?"tanya gadis itu.
"Hahah... gak perlu sayang, kalian nikmati saja perjalanan kalian," ucap Grape sambil tersenyum.
__ADS_1
"Aku mau cepat sembuh supaya bisa ikut dengan kalian dengan bebas, aku mau menggendong kamu dan anak-anak setelah kakiku pulih!" ucapnya lagi.
"Wahh digendong sama sama Daddy!?" celetuk Hansel sambil mengunyah wafer cokelat kesukaannya.
"Hansel makan dulu, jangan bicara sambil makan!" Tegur Alvaro.
"Heheh maaf Abang," jawabnya sambil tertawa.
"iya Daddy yang gendong," balas Grape. Rasanya sangat terberkati saat melihat tiga orang yang sangat dia sayangi tersenyum dan memberinya semangat.
"Sayang bagaimana keadaan Azura? apa dia sudah bangun? Bian bagaimana?" tanya Cherry.
"Ahh... Bian sedang disuruh manjat genteng oleh Azura,dia masih mual-mual karena Bian. Saking gak sukanya dengan aroma tubuh Bian, dia minta suaminya naik ke genteng supaya baunya hilang, ada ada saja mereka itu," ucap Grape.
"Wahh ahhahahahha.... itu bawaan baby-nya,.kasihan juga Bian, hahahah..... "
"Tapi apa sampai separah itu sayang?" tanya Grape.
"Tergantung situasi dan kondisi si ibu, mungkin tiga bulan ini Bian akan sangat tersiksa dengan semua keinginan si bumil, tapi Azura tidak bekerja kan?" tanya Cherry.
"ohh tergantung situasinya ya, Azura tak bekerja, dia cuti sampai masa melahirkan, aku sudah mengurusnya ke badan intelijen," jelas Grape.
"Syukurlah, "
"Sayang kamu kapan?" tanya Grape menggoda istrinya.
"Kapan apanya?"
"Hamil hahahha...
Tut... tuuuttt...tuutt...
"Call ended"
"Bwahahahhahahaha.....
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen