
Tak ada yang tau sebesar apa luka yang dialami keluarga terutama orangtua yang kehilangan anaknya. Terutama seorang ibu yang mengandung anaknya selama sembilan bulan penuh tetapi justru anaknya yang sangat dia sayangi pergi terlebih dahulu dari dirinya.
Luka yang tak bisa disembuhkan itu membuat berbagai pemikiran muncul di kepala mereka. Bagaiman kalau anakku yang lain juga pergi meninggalkan aku? apa aku akan bisa hidup tanpa merek? kenapa harus anakku!? kenapa bukan anak mereka!? anakku terlalu muda, kami bahkan tak bisa menghabiskan banyak waktu bersama, aku bahkan belum benar-benar membuatnya bahagia, tetapi kenapa harus anakku yang diambil dari diriku!?
Berbagai pertanyaan akan bermunculan namun ujungnya akan beralih menyalahkan dan mengutuk diri sendiri karena tak mampu dan tak sanggup mengambil peran sebagai orangtua yang baik bagi anak-anak.
Tuan dan Nyonya Dalton duduk di ruang tengah rumah itu dengan kepala tertunduk. Nyonya Dalton terus menangis sesenggukan sambil mencengkram erat ujung gaunnya. Tubuhnya semakin lama semakin lemah karena tekanan psikis yang dia alami selama bertahun-tahun sejak kematian putrinya.
Namun kesehatan psikis mereka telah kembali tiga tahun yang lalu. Saat itu terutama nyonya Dalton mendapatkan perawatan terbaik dari rekan medis yang dipercayakan Phineas dan Elton untuk merawatnya hingga dia berhasil kembali menjadi normal. Namun dia merahasiakan kesehatan nya pada kedua putranya bahkan semua orang di rumah itu kecuali satu orang yaitu sekretaris pribadi nyonya Dalton yang membantu mengurus seisi rumah.
Hari itu, hanya sekretaris pribadi nyonya Dalton yang adalah seorang pria muda berusia 32 tahun yang mengetahui bahwa nyonya besarnya sudah kembali normal.
Saat kembali ke rumah bersama tuan Dalton tiba-tiba terjadi hal mengejutkan yang tidak pernah mereka bayangkan akan terjadi pada mereka. Pria itu menyekap mereka berdua di sebuah gubuk tua.
Kejadian tiga tahun yang lalu,
Sekretaris Nyonya Dalton yang biasa disapa Pak Tommy mengemudikan mobil ke arah yang berlawanan dengan rumah utama keluarga Dalton. Tuan dan Nyonya Dalton sangat senang ketika nyonya Dalton dinyatakan sembuh, namun ada yang aneh dengan perilaku Pak Tommy yang sejak mendengar berita itu menjadi diam dan tak banyak bicara, mengucapkan selamat pun tidak.
" Tom kita mau kemana? ini bukan jalan ke rumah, ayo cepat pulang, aku sudah tidak sabar menemui putraku," ucap Nyonya Dalton dengan wajah berseri-seri.
" Phineas dan Elton pasti sangat bahagia mendengar kabar ini, ini yang selama ini mereka berdua harapkan," ucap Tuan Dalton sambil menggenggam tangan istrinya dengan hangat. Mereka tersenyum satu sama lain sambil saling menatap dengan tatapan hangat.
Tommy hanya diam dan tak membalas satu kata pun dari ucapan mereka.
" Tom....jangan main-main, kita mau kemana!? kenapa lewat hutan!??" tuan Dalton mulai panik.
" Tommy jawab kami!!!" tambah Nyonya Dalton yang merasa asing dengan sekretaris nya.
Tiba-tiba mereka berdua melihat wajah Tommy yang tersenyum dengan senyuman lebar dan giginya yang rapat menatap mereka dari kaca depan sambil tertawa cekikikan mirip kuntilanak.
" Hihihihihi.... hihihihi...... Mau pulang!? hahahha kalian tidak akan pulang sebelum kalian kembali gila!!! hihihihi..... aku akan membuat kalian jadi lebih gila lagi hhihihihi...." tawa pria itu terdengar sangat tajam dan menusuk di telinga. Dia mencengkram erat kemudi mobil dan menambah kecepatan mobilnya seperti orang kesetanan.
" Tommy!!!" pekik nyonya Dalton dan tuan Besar Dalton.
__ADS_1
" Hahahahha... ayo jadi gila, kalian harus lebih gila, aku ingin menyiksa keluarga kalian sampai mampus hhahahah... jadi lebih gila ,jika tidak akan kubunuh kedua putra kalian, terutama polisi sialan itu ahhahahaha.... akan kubunuh!!!" pekik Tommy sambil menancap mobil .
" Tommy apa yang kau lakukan, ini salah, kenapa kau seperti ini!!!" tuan Dalton terlihat menjaga agar istrinya tidak terbentur dengan menghalangi tubuh nyonya Dalton dari guncangan menggunakan tangannya sambil dia berbicara dengan Tommy.
" Diam, kau harus jadi pendiam dan wanita busuk di sampingmu itu harus kembali gila, jika tidak akan kubunuh kalian dan anak kalian itu!!!"pekik Tommy.
Tuan dan Nyonya Dalton terdiam dengan tubuh gemetar ketakutan saat mendapatkan ancaman dari pria sinting itu.
Mereka tiba di sebuah gubuk tua di tengah hutan. Tommy berjalan keluar sambil mengangkat dua pistol yang dia curi dari rumah keluarga Dalton," Whahahaha lihat pistol ini sangat hebat, ini pistol polisi bajingan itu, kurasa kalau ditembak ke kepalanya pasti akan langsung bocor!!" ucapnya sambil tersenyum menyeringai menatap pistol itu
" Keluar kalian!!" pekiknya.
Tuan Dan Nyonya Dalton keluar sambil menunduk ketakutan," merayap cepat!!!" pekik Tommy.
" Apa yang kau ma..
Bughh...
" Sekali kau bicara akan ku hajar wajahmu itu sialan!!" umpat Tommy sambil memukul wajah tuan Dalton dengan pistol itu.
Tommy mengeraskan rahangnya, mendengus kesal lalu...
Plakk...
Plakk...
Plakk...
Bughhh...
" SUDAH KUBILANG KALAU KALIAN BICARA AKAN KU BUNUH KALIAN SEKARANG JUGA SEPERTI PEMILIK WAJAH INI BAJINGAN!!!!" Pekik ya sambil menarik topeng yang dia pakai. Topeng kulit untuk menutupi wajah aslinya.
" To.. Tommy!!!??" Nyonya Dalton menangis sesenggukan saat melihat bahwa pria itu bukanlah Tommy.
__ADS_1
" Merayap Sekarang jal4ng sialan!!" umat pria psikopat itu yang tanpa segan sedikitpun menendang dan menginjak injak tubuh mereka.
Sejak kejadian itu, nyonya Dalton kembali menjadi gila meskipun gila yang dia buat-buat untuk mengelabui pria psikopat yang telah menyusup ke rumahnya. Selama tiga tahun penuh mereka hidup dalam ketakutan dengan pesan pesan ancaman yang diberikan oleh orang itu. Dia tetap menggunakan wajah Tommy dan bekerja seperti biasa, mengurus bisnis milik nyonya Dalton seolah dia adalah Tommy yang asli.
Tuan Dan Nyonya Dalton terpaksa berpura-pura untuk membuat psikopat itu yakin bahwa mereka benar benar kembali menjadi gila. Entah sejak kapan Tommy yang asli menghilang, namun masih jelas di ingatan wanita itu kalau Tommy mengambil cuti lalu tiba tiba masuk sebelum masa cutinya habis.
Dua tahun tidak terjadi apa-apa, yang ada hanya sikap Tommy yang sedikit aneh, belum lagi Nyonya Dalton mengalami Depresi saat itu. Namun puncaknya adalah saat wanita itu dinyatakan sehat oleh dokter.
Demi melindungi kedua putra mereka, Tuan dan Nyonya Dalton terpaksa menghindari Phineas dan Elton. Terutama Phineas yang jadi sasaran utama psikopat gila itu.
Selama keluar dari rumah itu, tuan dan nyonya Dalton menjadi khawatir dan panik karena tak bisa mengawasi apa yang terjadi di rumah. Tommy palsu itu selalu berubah-ubah dan terkadang tidak muncul sama sekali.
Kembali ke masa sekarang, mereka semua terdiam mendengar penjelasan kedua orangtua itu. Terutama Elton yang tak menyangka kalau apa yang diucapkan adiknya Cherry memang benar terjadi.
Cherry berdiri lalu menghampiri Nyonya Dalton, wanita itu duduk bersimpuh di dekat kaki nyonya Dalton.
"Tante, nggak apa-apa, tenanglah, Tante sudah melakukan yang terbaik, kami akan membantu mengurus setan jadi jadian itu..." ucapnya sambil memeluk nyonya Dalton dengan lembut. Bagaimana Cherry bisa tau kalau mereka hanya Akting?
Saat tuan dan Nyonya Dalton di rawat di rumah Elton, Cherry mengawasi mereka melalui tim Alpha yang dia titip untuk berjaga disana. Segala perilaku dan sikap mereka direkam oleh anak buah rahasia Cherry yang bahkan tidak satu pun yang tau siapa orangnya.
Saat itulah Cherry sadar bahwa ada yang janggal dengan keduanya, percakapan mereka, cara berjalan, cara mereka berdiskusi sangat bertolak belakang dengan keadaan yang dokter jelaskan tentang mereka.
Nyonya Dalton menangis sesenggukan dengan hati yang Hancur. Usahanya melindungi keluarganya justru menghancurkan kehidupan Phineas, putra mereka.
"Aku memang bukan ibu yang baik, ahhkk...putriku Rara meninggal, anak keduaku hilang, Phineas menderita dan Elton juga demikian... aku jahat... aku sangat jahat..." Nyonya Dalton menangis sesenggukan.
"Mom? anak kedua???" tanya Elton heran.
" Sebenarnya....
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗