
Seminggu kemudian,
Semua anak dan para gadis yang menjadi korban penculikan telah dipulangkan ke rumah mereka dan ke keluarga mereka masing-masing. Semuanya telah kembali normal. Hanya saja, Hansel dan Alvaro tidak memiliki rumah atau pun keluarga yang mencari mereka sehingga Cherry dan yang lain memutuskan untuk merawat merea berdua.
Sementara itu para pelaku kejahatan yang berhasil ditangkap telah di proses secara hukum oleh Phineas dan mereka di berikan hukuman seumur hidup dengan berbagai pasal yang telah di limpahkan pada mereka. Merkea semua akan dipenjara tanpa batas waktu dan menjadi budak di tempat tempat tertentu sesuai dengan daerah dimana mereka di kirim. Para penjahat yang tidak mengaku siapa pemimpin mereka mendapat perlakuan mengerikan sama seperti yang dialami oleh Alex, pria gila yang melecehkan banyak wanita dan membat Cherry menjadi salah satu korbannya.
Mereka dikurung di tengah pulau terpencil yang bahkan tak bisa diakses oleh siapapun. Seleliling pulau itu dipenuhi dengan hiu pemburu yang siap menerkam entah itu kapal maupun orang yang nekat menyeberang pulau itu. Pulau terpencil tanpa makanan dan minuman. Mereka akan diberi makan jika berkerja dengan baik dan berhasil menambang banyak batuan alam di pulau terpencil itu.
Terpencil dan tersiksa, satu satu nya akses keluar dari pulau itu adalah melalui jalur udara, itupun tak ada pesawat atau alat penerbangan lain yang pernah lewat dari sana. Betapa tidak beruntungnya mereka karena harus bekerja dengan tangan dan kaki yang diikat dengan borgol. Alex mengalami hukuman paling keji, dia dikebiri sebagai balasan atas perbuatannya pada para wanita yang dia sekap selama setahun penuh di ruang rahasia yang dia bangun sendiri di rumah keluarga Cornelius.
Sementara narapidana yang lain diberi hukuman sesuai perbuatan mereka. Bon bon sendiri tidak segemuk sebelumnya. Dia pada akhirnya terkena diabetes akut dan menyebabkan tubuhnya kurus kerontang hanya dalam selang waktu seminggu sejak ditangkap. Rekan rekannya yang lain terkena penyakt borok dan kusta yang menular, penyakit terkutuk akibat kelakuan bejat mereka pada semau korban yang telah mereka hilangkan nyawanya.
Kulit mereka memerah dan terasa seperti terbakar, ingin mati tapi kematian bahkan menolak arwah mereka dan tanah menolak tubuh mereka. Luka luka di tubuh mereka sembuh lalu muncul kembali seolah memberikan siksaan paling menyakitkan pada mereka atas apa yang mereka lakukan selama ini.
Alam memang adil, siapa pun yang melakukan kejahatan pada orang lain apalagi bermain main dengan perasaan dan hidup orang lain akan mendapatkan ganjaran yang setimpal dengan apa yang mereka lakukan. Mereka tidak langsung dibuat mati karena itu akan menjadi terlalu mudah bagi mereka. Mereka disiksa oleh sang alam secara perlahan lahan entah untuk berapa lama tak ada yang tau. Kejahatan besar yang meninggalkan trauma besar bagi semua korban, memberikan kutuk bagi para pelaku.
Hari ini, cherry, Alvaro dan pasien lainnya keluar dari rumah sakit termasuk Lina dan adik kecilnya yang berhasil selamat dari peristiwa seminggu lalu.
Cherry tampak segar dan cantik dengan gaun cokelat polos dan sebuah coat hitam di bagian atas dengan sepatu snikers yang nyaman untuk dipakai gadis cantik yang masih berambut putih kebiruan itu. Tampaknya rambut Cherry dan Elton mulai mengalami perubahan warna lagi untuk kembali ke warna aslinya.
__ADS_1
Alvaro dan Hansel ikut bersama merkea, Cherry tak rela jika kedua anak itu harus diberikan pada pihak berwajib, dia tau rasanya hidup sendirian dan kesepian tanya seseorang yang bisa dipercayai untuk membantu .
Yang lain juga setuju untuk membawa kedua anak itu bersama mereka. Bian dan Rania tidak menunjukkan diri sampai Cherry keluar dari rumah sakit tetapi mereka sudah mengirimkan pesan pada Cherry dan melakukan panggilan video beberapa kali. Ada hama yang harus mereka urus di kediaman Pratama. Selain itu belum waktunya mereka menunjukkan identitas asli mereka ke hadapan publik.
Elton mendorong kursi roda Grape, Cherry berjalan dengan Alvaro yang menggandeng tangannya. Dan si tampan Hansel anteng di atas bahu Phineas yang tiba tiba jadi menyukai anak anak setelah melihat kedua bocah menggemaskan itu. Philip sendiri menunggu mereka di parkiran rumah sakit setelah menyiapkan mobil van untuk mereka semua naiki.
“tante you are byutifuuull!!” celetuk si Hansel kecil dengan pipi merah menggemaskannya, bocah yang satu ini sangat suka memuji orang lain dan tentu sangat senang di puji .
“ hahahhaha....” mereka semua tertawa mendengar suara menggemaskan bocah itu. Alvaro sendiri hanya tersenyum saat melihat adik yang sangat dia sayangi tersenyum bahagia setelah sekian lama merkea hidup menderita.
“ sayang lihat dia,” bisik grape pada Cherry. Gadis itu mengikuti arah pandang suaminya dan mendapati wajah bahagia Alvaro yang menatap adiknya tertawa.
“ Dewasa seperti dirimu,” ucap Elton sambil menepuk pucuk kepala adiknya.
Cherry tersenyum bahagia. Hidupnya benar benar sebuah permainan roller coaster. Banyak perubahan drastis yang terjadi pada kehidupan gadis itu. Dia sangat bahagia dengan kenyataan bahwa Elton adalah kakak kandungnya.
Mereka berdua sengaja dipisahkan sejak kecil untuk melindungi keturunan asli Alchemis dari paman mereka. Cherry dititip bersama saudara kembar ibunya yang memiliki paras yang sama persis dengan ibu kandung mereka. Rambut biru muda, mata biru tua dan kulit putih bersih. Ibu mereka yang kembar adalah keturunan asli sedangkan paman mereka adalah anak dari istri kedua kakek mereka tetapi mengklaim dirinya sebagai satu satunya keturunan asli Alchemis.
Perebutan kekuasaan dan harta warisan tak terelakkan. Ayah mereka tak tahan melihat istrinya terus menerus mendapat teror dari saudara tirinya itu, bahkan saudara kembar istrinya juga terkena imbasnya, suami wanita yang merawat Cherry sibunuh oleh paman mereka dan dia malah menikahi seorang pria bejat seperti Raharja.
__ADS_1
Oleh karena itu ayah mereka ambil andil dalam peperangan itu sampai nyawanya juga tak terselamatkan dalam kecelakaan besar bersama paman mereka. Memang paman mereka telah meninggal, tetapi ada keturunan yang kini mengganti peran mereka, memburu keturunan asli Alchemis dari garis keturunan ibu kembar mereka dan berusaha menguasai seluruh harta dan tahkta Alchemis di kebangsawanan Eropa .
Cherry dan yang lainnya berjalan dengan santai sambil bercanda satu sama lain. Dan jangan lupakan Bella yang ikut mendampingi mereka, namun Alesha tak ada disana.
Saat merkea sedang berjalan dan tiba di lobi rumah sakit, tiba tiba banyak orang yang berkerumun mendatangi mereka. Jika dilihat lebih jelas lagi, orang orang itu adalah para korban dan orangtua dari korban yang telah selamat dari kasus penculikan besar besaran yang bahkan tak bisa di selesaikan oleh kepala kepolisian yang terdahulu. Nasib kepala kepolisian itu juga miris, dia disekap bersama bon bon di pulau hiu itu.
“ eh ada apa ini?” ucap Bella sambil menatap semua orang dengan tatapan terkejut.
Para korban berdiri di depan Cherry dan yang lain. Para pengawal yang dipimpin oleh Azura berbaris di depan Grape dan yang lainnya, menjaga jarak dengan orang orang yang tiba tiba berkerumun itu.
“ Azura? Aku tidak melihatnya sejak hari itu, sejak kapan dia disini?’ pikir Cherry.
“Cherry!!” suara seseorang terdengar dari antara kerumunan itu.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen