Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
88


__ADS_3

Tuan Raharja duduk dengan tatapan kosong di ruang keluarga rumah mewah nan besar itu. Dia menatap orang orang di sekitarnya. Semuanya tampak normal dan tak ada yang mencurigakan. Saking normalnya sampai membuat pria itu terdiam dan menelusuri ingatannya kembali.


Dia merasa seperti orang yang sedang dibodohi. Tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Nyonya Amira dan Viona jelas ada di sana tetapi yang aneh adalah menantunya.Dia menatap pria yang menjadi menantunya, jelas di kepalanya ingat kalau menantunya adalah Bian Pratama tapi pria yang dibawa Viona ke rumah adalah pria lain.


"Kau... siapa kau!? kau bukan menantuku, aku punya menantu berpengaruh dan dia adalah anak keluarga Pratama!" tanya Tuan Raharja sambil menatap pria itu.


"Ayah mertua, saya ini menantu anda,anak bungsu keluarga Pratama, apa yang sedang anda pikirkan sampa anda melupakan paras menantu Andy?" ucap Pria itu dengan tatapan kecewa.


"Daddy, ini suami Viona kenapa Daddy gak ingat sih, mengesalkan sekali, apa yang sebenarnya Daddy pikirkan!!!" kesal wanita itu sambil memalingkan wajahnya dan enggan menatap tuan Raharja.


"Sayang sebenarnya kamu kenapa sih?? sejak bangun aku terlihat seperti orang gila yang hilang ingatan, paa yang terjadi padamu, aku meracau tak jelas menyatakan kami di penjara, apa kau tidak terlalu gila!!!" kesal nyonya Amira sambil bangkit berdiri dan melemparkan tatapan kesal pada tuan Raharja.


Pria itu menatap mereka semua, rasanya kepalanya mau pecah memikirkan semua yang telah terjadi dalam waktu singkat ini, padahal jelas dalam ingatannya kalah Viona dan nyonya Amira telah dibekuk oleh pihak kepolisian dan dibawa ke penjara dengan tuntutan yang tak terbantahkan.


Tetapi dia melihat kedua perempuan itu di sini tepat di hadapannya dengan pria asing yang mengaku sebagai menantunya. Bahkan foto pernikahan Viona juga menampilkan wajah pria itu bukan wajah Bian yang dikenal oleh tuan Raharja.


"Tidak, tidak mungkin, kau tidak mungkin bermimpi!!" ucapnya sambil menatap mereka sekali lagi.


Wajahnya pucat karena bingung dan dehidrasi akibat panik dan takut di waktu bersamaan.


"Mom, bawa Daddy untuk istirahat, sepertinya Daddy kelelahan setelah kerja berat di luar," ucap Viona.


"Viona benar,sayang kau istirahat lah dahulu, kau terlalu lelah Samapi berkhayal tak jelas seperti ini, aku kasihan melihatmu ," ucap Nyonya Amira sambil menarik tangan tuan Raharja.


"ahh kalian benar, aku butuh istirahat,aku akan tidur lagi, aku benar benar bingung, aku pusing dengan semua ini!!" ucap tuan Raharja yang langsung mengikuti istrinya menuju kamar utama.


Tuan Raharja yang kebingungan seperti orang stress berlama sambil menatap rumah itu lagi.Rasanya akrab dan asing di saat yang sama jelas semuanya hancur di tangan pria itu tapi bagaimana bisa tersusun rapi seolah tak terjadi apa-apa?


"Apa aku mulai mengalami demensia!?" pikir pria itu.


Nyonya Amira membantu suaminya berbaring, dia memberikan segelas air putih untuk pria itu," minumlah, kau terlalu lelah, " ucap Nyonya Amira yang memberikan perhatian sebagai mana biasanya dia memberi perhatian pada pria itu.

__ADS_1


Tuan Raharja dengan bodohnya menurut dan menenggak minuman itu sampai habis.


"Aku akan berbaring disini sampai kau terlelap," ucap nyonya Amira sambil berbaring di samping tuan Raharja dengan posisi menyamping menatap pria itu.


Tak butuh waktu lama, tuan Raharja langsung terlelap dengan begitu tenang, tak ada perlawanan dan tak ada reaksi lain. Perempuan itu dengan sengaja mencubit lengan pria itu untuk memeriksa dia tidur atau tidak, ternyata obat tidur yang dia masukkan ke dalam air minum itu bekerja dengan sangat cepat sampai tuan Raharja terlelap.


Dia melambaikan tangannya di depan wajah tuan Raharja tetapi tak ada respon apa pun.


"cepat sekali tidurnya!" ucap gadis itu dalam suara aslinya.


Perempuan itu mengikat kedua tangan dan kaki tuan Raharja dengan menggunakan rantai besi lalu mematikan lampu kamar dan keluar dari sana setelah menyelesaikan misinya.


Sraakhhhh....


"Hahh... akhirnya bisa lepas topeng!!!"ucap perempuan itu sambil keluar dari dalam kamar setelah memastikan semuanya beres..


Dia berjalan dengan pelan sambil membuka topeng karet di wajahnya. Deru nafas lega terdengar jelas dari bibir perempuan paruh baya yang ternyata adalah Bibi pelayan setia keluarga Cornelius yang juga menyamar sebagai ibu dari Bian Pratama.


Dia berjalan dengan pelan, matanya tertuju pada serpihan keramik yang terletak di atas lantai.


"Bibi!" panggil seseorang yang membuat wanita itu menoleh," Nona muda," ucapnya sambil tersenyum dan membungkuk hormat pada kepala pelayan yang tak lain adalah Cherry si gadis nekat yang merangkai skenario ini bersama Grape untuk memulai balas dendam pada sang Raharja.


Bibi Mina berjalan menghampiri Cherry yang duduk di ruang tengah sambil melepaskan topeng karet nya bersama Elton dan Rania sementara itu Grape, Philip, Phineas bersama Azura dan Bian keluar dari ruang persembunyian mereka, dimana orang orang itu mengawasi jalannya rencana mereka dengan baik.


"Wah akhirnya aku bisa bernafas lega, hahhahah kalian lihat wajah bajingan itu tadi, aku sangat puas hahahhahah...." Cherry tertawa terbahak-bahak dengan hasil pertama mereka.


Rencana mereka berjalan dengan sempurna sesuai dengan skenario yang telah disusun. Namun tawa gadis itu jelas bukan tawa bahagia. Elton menggenggam tangan adiknya, dia jelas tau perasaan Cherry saat ini. Sangat hancur dan sedih setelah mengetahui lebih jelas apa yang terjadi pada ibu yang dia kenal.


"Cher...?" panggil Grape sambil menatap istrinya .


Cherry menatap Grape dengan mata berkaca-kaca, dia menghamburkan pelukannya pada pria itu," Grape... " lirih gadis itu.

__ADS_1


"Kita berhasil, ini masih serangan pertama, selanjutnya akan kita lakukan lebih baik lagi, aku akan memastikan dendam kita semua akan terbalas pada setiap pihak yang terlibat dalam tindak kriminal ini!"ucap Grape.


Cherry mengangguk," iya aku percaya padamu!" ucapnya.


"Cherry, tenang saja,ada kakak disini, kau tidak lagi berjuang sendirian, kakakmu yang tampan dan hebat ini akan selalu menjagamu!" Celetuk Elton dengan percaya diri.


"Hei jangan lupakan aku, jangan remehkan kemampuanku bro, kau tidak lihat bagaimana dia ketakutan saat mendengar suara suara itu, semua itu berkat bakat spesialku!!" celetuk Philip.


"Halah spesial apaan Dodol, kau spesialisasi suara kuntilanak, belajar dari mana!" celetuk Phineas.


"Les ke Bu Kunti di belakang perusahaan hahahahah...." celetuk pria yang duduk bersila di atas sofa sambil mencongkel congkel hidungnya yang terasa gatal dan risih karena saat menonton pertunjukan tadi,pria aneh itu sampai merayap di bawah kasur tuan Raharja hanya agar bisa menyaksikan wajah konyol Raharja yang bertekuk lutut di bawah pengaruh nyonya Amira palsu.


"Isshshhh dasar jorok, kenapa kau mengupil disini Philip!!!" pekik Rania dengan wajah kesal.


"Haaah? ya suka suka saya bestiee!" celetuk pria yang tanpa sadar malah memasukkan jarinya ke dalam mulutnya.


"PHILIP DODOL!!!!!!" pekik mereka semua dengan wajah kesal dan marah.


"Slurrphhh aahhhh muantap hahahahhahahahahah......" Pria itu tertawa terbahak-bahak bahkan sampai terdengar suara suara aneh yang membuat orang mual.


tuuttt....... prettt.... preett..... peshhhhhhh


"Akhhhh akhirnya keluar juga angin tornado nya, lega perutku!" celetuk Philip sambil mengusap usap perut nya dan menatap mereka dengan senyuman puas.


"kemari kau bodoh!!!!!"


Bughh... bughh... bagkkk...palkkkk......


.


.

__ADS_1


.


see you next!!!


__ADS_2