
Sesak rasanya dada Grape saat membaca pesan masuk dan melihat foto-foto tak senonoh yang dikirim oleh mantan kekasihnya yang telah meninggalkan dirinya itu dahulu. Rasanya seperti setengah jiwa Grape hancur saat minat pesan pesan itu masuk ke dalam ponsel Cherry istrinya. Entah bagaimana Ziora mendapatkan nomor Cherry, tetapi dia berhasil membuat Grape panas hati belum lagi setelah Grape menerima foto yang ditunjukkan oleh Sarah Lima hari yang lalu sudah membuatnya geram dengan segala perilaku ulat bulu telanjang itu.
Grape mengeraskan rahangnya, dia memeriksa pesan itu, ternyata sudah ada pesan lainnya yang dikirim oleh Ziora dan sudah dibaca oleh Cherry tanpa sepengetahuan Grape.
Cherry sudah membaca pesan itu, terlihat jelas kalau Cherry sama sekali tidak menanggapi isi pesan Ziora. Grape menatap istrinya sekilas, beberapa hari ini Cherry tak mengatakan apa pun soal pesan itu bahan menyinggung soal mantan Grape pun Cherry tak pernah.
" Kenapa dia tidak bilang apa apa Soal ini?" pikir Grape sambil meletakkan ponsel itu dan menatap istrinya dengan tatapan penasaran.
Grape berbaring lagi, menatap wajah Cherry yang sangat lelap. Tangannya mengusap lembut wajah istrinya, ada sedikit rasa bersalah di dalam hatinya saat mengetahui kalau Cherry dihina seperti itu oleh Ziora.
" Tak akan kubiarkan siapa pun menyentuhmu, tak akan kubiarkan siapa pun merusak hubungan kita sayang, akan kuhancurkan siapa pun yang berani mengusik kehidupan kita, tidak ada yang boleh menyentuh keluarga ku!!!" geram Grape. Dia mengeraskan rahangnya, menghela nafas berat dan kesal karena masalah yang datang seolah tiada henti.
Grape memeluk istrinya dengan erat, dia tak ingin Cherry terluka, dia tak ingin istrinya mengalami kejadian menyedihkan lagi, sudah cukup bagi Cherry menderita selama ini karena orang-orang tak bertanggungjawab di sekita mereka.
Di saat yang sama, tiba-tiba Alvaro masuk dengan wajah datarnya ke dalam kamar itu dan menarik tangan Grape tanpa bicara. Tangannya menari lengan Grape dari tubuh Cherry seolah menyingkirkan tangan pria itu dari wajah Mommynya. Sejak dia menemukan foto dan tulisan ancaman itu, Alvaro sama sekali tidak berbicara pada Daddynya. Dia tetap diam sampai tiba waktunya dia mendengar penjelasan dari Grape.
" Nak ada apa?"Tanya Grape terkejut.
Alvaro, anak yang terlalu dewasa dari segi sifat itu hanya diam dan memperbaiki selimut Mommynya lalu mengecup kening Cherry dengan lembut.
" Abang mau bicara," ucapnya sambil turun dari atas kasur dan berdiri di pinggir kasur seolah menuggu Daddynya untuk beranjak.
Melihat sifat Alvaro yang dingin tentu membuat Grape sedikit terkejut. Sikap Alvaro akhir akhir ini sangat berbeda padanya seolah ada sesuatu yang dia simpan.
" Kenapa auranya sangat dingin, dia ini seram.juga ya kalau sedang dalam mode serius seperti ini, tapi dia tak pernah begitu pada Cherry dan ini kali pertama dia melakukan nya padaku, ada apa sebenarnya?" batin Grape.
" Ada apa anak Daddy? kenapa wajahnya tegang begitu??" tanya Grape sambil menggenggam tangan Alvaro. Jika biasanya Alvaro membalas tapi kali ini anak itu hanya diam dan menatap Daddynya dengan datar.
Melihat situasi ini, Grape paham pasti ada sesuatu yang mengganggu perasaan Alvaro sampai membuat anak itu bersikap dingin seperti ini.
" Baiklah, ayo kita bicara nak, apa yang sebenarnya mengganggu pikiranmu?" ucap Grape sambil berjalan mengikuti langkah kecil kaki putranya itu.
Alvaro membawa Grape keluar dar dalam kamar dan memastikan Mommynya nyaman dan tak mendengar pembicaraan mereka. Bahkan dia sampai melihat kesana kemari beberapa kali untuk memastikan semuanya aman bagi ibu angkatnya.
__ADS_1
Grape hanya memperhatikan anak itu, dari sini dua belajar lebih dalam mengenai sikap Alvaro yang sangat unik. Jarang ditemui anak sebijak dan seperhatian dia , tetapi sekalinya menyeramkan mampu membuat seorang Grape bergidik karena aura Alvaro yang cukup kuat untuk anak seusianya.
Mereka berdua duduk dengan tenang di ruang kerja Grape. Alvaro menatap Daddynya sekilas. Grape hanya tersenyum dengan lembut dan memperhatikan putranya.
" Sekarang katakan ada apa?" tanya Grape.
Alvaro melihat wajah Grape sebentar, seolah tak yakin kalau Daddynya adalah orang jahat yang akan menyakiti Mommynya.
" ini Daddy, Daddy harus lihat ini, " ucap Alvaro sambil mengeluarkan foto yang dia temukan di dekat mobil Grape beberapa hari lalu .Foto yang berisi ancaman dan pernyataan keji dari Ziora.
Grape menerima foto itu sambil menyerngitkan keningnya, tentu dia penasaran dengan isi benda itu.
" Apa in.... Alvaro!??" Grape terkejut saat putranya memiliki foto masa lalu Grape dan Ziora. Foto masa pacaran mereka yang terlibat sangat romantis.Bahkan tatapan mata Grape di foto itu terlibat sangat mencintai Ziora. Bukan hanya itu, tulisan tangan Grape juga ada di belakangnya yang dilingkar oleh Ziora sebagai bukti kuat kalau Grape tak akan pernah melupakan dirinya, cinta pertama Grape.
" Apa Daddy ingin bersama perempuan itu? Apa Daddy akan menyakiti Mom? apa Daddy lebih memilih perempuan itu Samapi dia berani mengirim foto ini pada Mom?? Daddy... jelaskan... " ucap anak itu dengan nada rendah tetapi penuh tekanan. Alvaro menahan dirinya agar tidak jadi anak yang cengeng dan menjadi seorang anak yang kuat.
Grape terdiam mendengar pertanyaan Alvaro, dia tau kalau Alvaro anak cerdas dan sudah bisa memahami ha seperti ini. Dia anak yang hebat tetapi akan jadi lema jika Mommynya mendapatkan gangguan seperti ini.
" Nak ini hanya masa lalu, ini tak ada artinya lagi, apa kamu melihat perempuan yang ada di foto ini?" tanya Grape dengan wajah terkejut.
Grape menatap kertas itu, " Selamanya aku akan mencintaimu Ziora, apa pun yang terjadi, aku akan kembali kepadamu tak peduli sehebat apa tantangan di depan kita, i love you forever Ziora," tulisan Grape d masa lalu yang bahkan sampai membuat perut mual jika mengingat bagaimana bucinnya pria itu pada Ziora dulu.
" Ya ampun kenapa bisa aku menulis kata kata seperti ini?? memalukan sekali, kenapa juga Alvaro harus bisa membaca huweekkk aku saja mau muntah membacanya haihhh memalukan kau Grape!"batin pria itu sambil mengusap tengkuknya sendiri saking gelinya dengan tulisannya sendiri.
" Daddy??" panggil Alvaro lagi. Dia sangat mengharapkan jawaban pasti dari ayahnya.
Grape tersenyum tipis menatap foto itu, ya cinta pertama dan orang pertama yang menghancurkan hatinya tetapi berkat orang itu dia berhasil bertemu dengan Cherry, wanita luar biasa yang jadi istrinya.
Grape mengangkat foto itu lalu.. Srakkk!!!! merobeknya di depan Alvaro sampai berkeping-keping.
" Pria sejati tidak akan mengkhianati pasangannya sayang, Daddy tak akan pernah meninggalkan Mommymu demi ulat bulu kurang bahan ini, Daddy pria berprinsip, pria dewasa harus selalu memang janjinya, dan Daddy..." Grape duduk berjongkok di dekat Alvaro sambil menggenggam tangan putranya.
"Akan memastikan wanita itu tidak tenang hidupnya karena sudah mengusik ketenangan ratu kita, " ucapnya dengan senyum lembut menatap mata Alvaro dengan dalam. Dari hal ini, Grape paham betapa besar rasa sayang anak-anaknya pada Cherry. Mereka semua tak ingin Cherry tersakiti terutama oleh manusia setengah ulat bulu seperti Ziora.
__ADS_1
Mendengar janji sang Daddy, bibir Alvaro melengkung sempurna ke atas, dia memeluk Grape dengan kedua tangannya dan percaya pada janji sang Daddy.
" Abang percaya pada Daddy,"
Sementara itu di kantor Phoenix rapat sedang berlangsung dengan tenang sampai Philip menghancurkan ketenangan seluruh peserta rapat dengan menghancurkan meja di depannya sampai terbelah dua setelah membaca pesan yang dikirim oleh Grape.
" Sialan, beraninya!!!!!!" pekik pria itu berkobar kobar seolah api keluar dar kedua matanya.
Bella tak terkejut lagi dengan sikap Presdir mereka ini," Cihh sudah kubilang kan dia pasti akan memulai masalah lagi, dasar presdir gila....." ucap Bella sambil membuka ponselnya.
" Apa apaan ini!!!!" pekik Bella dengan cara yang sama, meja di depannya sampai terbalik dengan sempurna setelah ia membaca pesan pesan itu.
" Sialan, wanita jal4ng ini minta direbus ya hahhh sialan kau!!!!!" pekik Bella dengan amarah yang berkobar-kobar.
" Ya Tuhan bisa pendek umurku bekerja di kantor ini, presdir dan sekretaris sama bar barnya!"
" haisshh sial, pantas saja tadi pagi aku menginjak kotoran anjing, ternyata kesialan ini yang datang, arrhhhhh neraka ini kapan akan berhenti!!!!"
" Ya Tuhan Aku masih mau panjang umur, arrhhhhkkkk.....
(Hot Daddy)
(Spicy Mommy 👀)
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen