Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
276


__ADS_3

Ruangan itu hening tidak ada yang bicara, semua orang fokus pada pembicaraan dua pria yang jadi musuh bebuyutan karena kejadian di masa lalu.


"Apa maksudmu!? Apa kau tau apa yang sedang kau ucapkan Sekarang!? bagaimana bisa aku menghancurkan hidupmu saat aku jarang bertemu denganmu, apa kau gila hah!!" teriak Dante tak kalah marah.


" Apa kau benar benar tidak ingat!?"


" kau merebut Bianca dari diriku dan malah menghancurkan ku sampai ke titik paling rendah saat itu, aku mencintainya dengan sepenuh hati tapi kau merebut gadis itu dari diriku saat kami akan menikah, dia... dia meninggalkan pernikahan kami setelah menulis surat yang berkata bahwa dia hanya akan menikah dengan orang yang bisa memberikannya hidup yang mewah, dia tidak ingin bersamaku sejak aku mengenalkan dia padamu, kau merebutnya Dante!!" jelas pria itu dengan suara penuh beban dan sakit hati.


Semua orang di dalam ruangan itu tentu saja terkejut dengan penjelasan Justin, mereka tidak menyangka ada cerita lain dibalik semua kejadian mengerikan ini.


Dante mengepalkan kedua tangannya, sama halnya dengan Philip yang tau cerita sebenarnya bagaimana," cihhh dasar bodoh, aku malas mendengar kebodohanmu,makan saja otak kotor mu itu, aku keluar dulu, kangen Emaknya anakku, " kesal Philip sambil melangkah keluar dari gedung itu dengan tatapan kesal melirik Justin.


"Kau bodoh Justin!" umpat Dante sambil memalingkan wajahnya ke arah lain dan dia menatap langit.


" Kau... Bianca sangat mencintaimu," ucapnya pelan sambil menatap ke arah langit.


" Mencintai ku kau bilang!?? jika dia mencintaiku, dia tidak akan meninggalkan aku di hari pernikahan kami Dante, dia tidak akan kabur dan lebih memilih pria bajingan seperti dirimu!!!" teriak Justin .


" Ku akui, aku yang mengusulkan hal itu, karena dia memohon kepadaku!!!" ucap Dante.


" memohon!? apa maksudmu!? bicara yang jelas!!" kesal Justin.


" Kau pasti sudah melacaknya kemana mana bukan? tapi tidak menemukan jejaknya dimana pun? iya kan!?' Dante menaikkan sebelah alisnya.


Justin hanya diam, benar ucapan Dante kalau dia tidak menemukan informasi apa pun tentang Bianca selama bertahun-tahun mencari wanita itu. Seolah Bianca yang hidup sebatang kara di dunia ini menghilang begitu saja dari muka bumi ini.


"Melihat wajahmu aku yakin kau sudah mencarinya bahkan lebih dari ribuan kali," ucap pria itu lagi.


" Tetapi mau sampai kapan pun dan kemana pun kau mencari nya, kau tidak akan berhasil menemukan Bianca Justin, Bianca.. Dia sudah meninggal tujuh bulan setelah acara pernikahan kalian batal!" ucap Dante dengan nada datar dan dingin.


Dia menatap langit sambil mengeraskan rahangnya, matanya berkaca-kaca tetapi dia tahan untuk tidak tumpah," Maafkan aku Bianca, aku terpaksa mengungkapkan hal ini, kesalahpahaman ini dan hak Justin patut dia dapatkan termasuk putrinya, dia ayah dari Sharon, dan Sharon pantas mengenal ayahnya,'" batin Dante .


"Apa!?? ka..kau!? kau tidak becanda kan Dante!? ti...tidak mungkin Bianca meninggal dunia, kau pasti menyembunyikan dia di suatu tempat, jujur padaku, katakan dimana dia!!" pekik Justin yang tidak terima dengan penjelasan Dante .

__ADS_1


" Bianca meninggal bodoh, sebulan sebelum dia meninggal, dia berusaha untuk menghubungi mu hanya untuk mengatakan bahwa dia bersyukur bertemu dengan pria seperti dirimu, tetapi puluhan kali dia menghubungi ponselmu kau tidak menjawab panggilannya, hari berikutnya dia juga menghubungimu, mengirimimu surel tetapi tidak kau baca, menelepon dan melakukan semuanya untuk bisa berkomunikasi dengan mu, aku sampai frustasi melihatnya menangis setiap hari!" ucap Dante.


" Tetapi kau tidak menjawabnya sama sekali, kau mengabaikannya bahkan di hari terakhir hidupnya setelah dia melahirkan putri kalian!" ucap Dante dengan suara bergetar.


Hati itu, Bianca melarikan diri dari pernikahan setelah mengetahui kalau dia mengidap penyakit kanker perut, dia ketakutan dan tidak ingin membuat Kekasihnya khawatir.


Benar saja, penyakit Bianca menghantam habis tubuhnya. Setelah dia melarikan diri dan meminta bantuan Dante, dia menemukan dirinya sedang mengandung anak pertamanya dengan Justin, yang kala itu usianya baru dua bulan.


Dokter menyarankan agar Bianca menggugurkan kandungannya karena sangat tidak memungkinkan bagi Bianca bisa sembuh jika memilih mempertahan kan bayinya.


Tetapi Bianca menolak usulan dokter, dia mempertahankan bayinya tetapi nyawanya menjadi taruhan yang sudah pasti akan hilang kala melahirkan anaknya.


Dia bertahan sampai anaknya bisa lahir ke dunia dengan selamat, Dia menginvestasikan semua yang dia miliki agar anaknya bisa hidup dengan tenang meski tanpa dirinya, menyiapkan banyak dana dan membeli beberapa properti atas nama putrinya.


Dia berjuang sampai titik darah penghabisan hingga saat dia melahirkan, dia kehilangan nyawanya dan bahkan tidak bisa mendengar suara kekasih hati yang dia cintai sampai dia mati.


Dante yang mengurus wanita itu dan memastikan anak Bianca dan Justin mendapatkan perawatan yang benar.


Justin bagai disambar petir di siang bolong, hancur hatinya ketika mendengar penjelasan Dante. Bagaimana selama beberapa bulan itu dia hancur tetapi malah menyalahkan Bianca dan Dante. Dia sudah membaca pesan Bianca, tetapi dia terlanjur marah dan sakit hati.


" Apa kau serius!? Bianca!? hiks hiks hiks... Bianca sudah meninggal!??" Justin menatap Dante dengan wajah penuh penyesalan, dia tidak tau apa apa, dia seolah dibodohi oleh egonya, padahal Bianca pernah menjelaskan kondisinya tetapi Justin menutup mata dan telinganya bahkan sampai mengirim pesan hinaan pada Bianca.


"Dia sudah meninggal Justin, 5 tahun yang lalu," ucap Dante sambil memandang pria itu.


" Kenapa kau tidak bilang padaku!!? kenapa!? ke akan dia... arrkhhhhh hiks hiks hiks... Bianca... kenapa begini Bi!!!!" Dia menangis histeris di depan mereka semua .


Hatinya hancur berkeping-keping.


"La..lalu putriku.. di...dimana dia Dante... Diaman anakku? bisakah aku melihatnya kumohon padamu? aku... aku salah, aku mohon ampun karena membuatmu seperti ini, aku tau aku tidak bisa dimaafkan, tapi tolong... beri aku satu kesempatan untuk bertemu anakku sekali saja kumohon!!!" Justin menangis memohon belas kasihan dari mereka.


Sebagai manusia, jujur saja Dante marah karena kakinya menjadi tumbal atas kesalahpahaman ini, tetapi dia sadar dia juga salah karena tidak mengungkapkan kebenaran nya secepat mungkin.


" Hahhh.... padahal aku ingin mematahkan satu kakimu agar ini adil, tapi kau punya anak yang harus kau rawat, sial sekali rasanya!!!" kesal pria itu sambil menatap sinis pada Justin.

__ADS_1


Dia memasang kaki palsunya, lalu berdiri dibantu oleh Sarah.


" Pengawal buka ikatannya!" ucap pria itu.


Pengawal membuat ikatan Justin, Dante menghampiri nya dan menatap pria yang terduduk lemas di atas kursi itu.


" Berdirilah bodoh!!" ucap Dante .


Justin menatap Dante dengan air mata penyesalan, dia berdiri dan menunduk, tidak berani menatap mata pria itu.


Tiba-tiba...


Greeppp


Dante memeluk Justin bak saudara dan menepuk bahunya dengan pelan," Dia pasti akan bahagia bertemu Papanya, persiapkan dirimu, setelah itu kau akan menyelesaikan urusanmu dengan mereka lalu kau bebas dengan putrimu meski harus menunggu beberapa tahun," ucap Dante .


Justin terkejut," Ka..kau... ta..tapi aku... A..aku sudah membuatmu...


" Tenanglah teman, " Dante tersenyum," Aku memaafkanmu, jujur saja kesal karena aku hanya punya satu kaki yang utuh, tapi jika bukan karena kejadian ini, aku mungkin tidak akan memahami sifat kekasihku, tidak akan memaknai hidup ku, tidak akan bisa hidup seperti sekarang, aku bahagia karena semua orang menyayangi ku, aku mau pamer padamu, jadi temukan kebahagiaan mu bro, Bianca pasti bahagia jika dia tau kau bertobat, jangan jadi pria berengsek, kau punya seorang putri yang sangat mirip dengan Bianca!" ucap Dante sambil tersenyum.


" Te.. terimakasih Dante .. terimakasih banyak... aku... aku ahhhh maafkan aku dan terimakasih banyak!!!" ucap Justin sambil menangis.


" Dasar bapak bapak cengeng, malu sama putrimu yang jarang menangis itu!!!" ejek Dante


"Ahhh hahahhaha... Dante... terimakasih banyak!!!!"


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2