
Sebelum mereka semua berangkat ke kapal, di dalam. Kamar dimana para gadis telah diasingkan dan diatur sesuai dengan pesanan para pelanggan, Cherry mendapati bawah beberapa gadis di dalam ruangan itu bukan gadis sembarangan. Mereka adalah orang orang nekat tetapi dibekuk dengan keadaan yang memaksa mereka untuk tetap dia ketika hal ini terjadi pada mereka.
Saat di kamar mandi, Cherry menarik lima gadis yang dia tebak sebagai petarung yang hancur dan menguasai bela diri. Tentu dia bukan asal memilih orang, dia telah mengamati gerak gerik mereka dan mengenal beberapa orang dari mereka.
Gadis kecil yang dikira buta itu merencanakan pembantaian kapal secara diam diam dengan membentuk kelompok tanpa sepengetahuan siapapun, berbicara dengan menggunakan kode dan berbisik-bisik. Strategi perang dalam diam yang mungkin akan mengejutkan pemilik kapal itu.
Kembali ke saat ini, Cherry memanggil lima orang temannya yang sudah mengirim surat rahasia pada gadis gadis lain yang mereka kenal jago bertarung.
Kelima gadis itu berdiri dan menghadap Cherry membuat Azura dan para tawanan terkejut.
"Apa yang mau kau lakukan!" Azura menarik tangan Cherry dan membawanya berbicara .
Cherry terlalu sigap dan tak ingin membuang waktu. Dia melemparkan kunci pada satu rekannya.
"Buk pintu!" Ucapnya dengan tangannya yang bergerak bebas memelintir tangan Azura.
Beberapa gerakan memutar dan mengunci hingga Azura berada di bawah bekukan Cherry.
"Katakan siapa kau sebenarnya!? Kenapa melakukan ini pada kami, dan kunci itu kenapa kau memberikannya, kau memiliki tanda itu dan aku tak bisa percaya padamu!!!" Ucap Cherry sambil berbisik dan menahan tangan Azura dari belakang.
Azura menyeringai," ternyata dia tak salah pilih," batin Azura.
Gadis itu menarik dirinya dari tangan Cherry, lalu menunjukkan lengan bergambar pedang di tangan nya.
Dalam beberapa usapan tanda itu menghilang, membua Cherry terkejut," aku bukan lawanmu, tapi aku juga belum tentu bisa jadi kawanmu, jadi tetap waspada sebelum kita berhasil menyabotase kapal besar ini!" Ucap Azura.
Cherry memicingkan matanya" kalau sampai kau mengacaukan rencana ini maka bersiaplah menerima ajalmu!" Ancam Cherry.
"Cher berhasil, ayo cepat!" Panggil temannya.
Cherry mengangguk, dia menatap gadis gadis tawanan yang terlihat takut dan kebingungan," kalian tetap disini, tunggu sampai kami menggeluarkan kalian, ingat jangan sampai petugas lain tau, jangan bersuara dan berpura pura tetap tidur ketika ada yang datang ke tempat ini!" Ucap Cherry.
Para gadis yang tak bisa bertarung mengangguk pelan sambil meringkuk ketakutan.
Sarah menatap Cherry dengan tatapan tak percaya, gadis itu memang sahabatnya, dia jelas tau itu.
__ADS_1
Pada akhirnya Cherry dan kelima gadis itu keluar dari dalam ruangan kamar itu dengan langkah pelan setelah rantai di tangan dan kaki mereka di lepas.
"Sesuai rencana kita berpencar, ingat untuk selalu berada dalam titik aman dan perhatikan kamera!" Ucap Cherry.
Kelima gadis itu mengangguk. Cherry mengintip dan melihat sepanjang lorong, tak ada pengawas tapi ada beberapa kamera disana.
Gadis itu berjalan lalu membasahi tissu dengan air mineral.
Syuutt..... Pukk....
CCTV berhasil di tutup dengan tisu basah untuk mengaburkan pandangan penjaga keamanan.cepag cepat Cherry berlari, di kamar lain juga terjadi hal yang sama, beberapa gadis melarikan diri dengan taktik yang serupa.
Cherry berlari ke ujung lorong dengan kaki telanjang, dia melihat seorang penjaga kemanan sedang berdiri membelakangi lorong, dia memperlambat langkahnya hingga posisinya sangat dekat dengan pria itu dan...
Greepp....
Krakk....
Leher pria itu dicekik dan dia ditarik perlahan lahan menuju tangga darurat di dekat lorong. Cherry menekan titik vital akupuntur yang bisa melumpuhkan seseorang jika titik itu di tekan belum lagi Cherry menggunakan jarum suntik yangd ia bawa dari dalam kamar beberapa saat lalu.
Pria itu dibekuk dengan cepat. Gadis putih itu mengambil pakaian penjaga itu dan memakai nya.
Cherry naik ke atas, pikirannya tertuju pada anak anak. Di tangga darurat sangat aman, tak ada pengawas ataupun kamera disana. Dia bisa berjalan dengan cepat menuju bagian paling atas kontainer. Karena dia bertugas untuk menyelamatkan anak anak sedangkan gadis lain bertugas membukanpintu kamar semua ruangan.
Cherry mengeluarkan ponsel itu lalu menyalakan nya, beruntung Azura memberikan ponselnya miliknya saat di kamar sehingga Cherry bisa menghubungi suaminya.
Cherry mencari nomor Grape, dengan tangan gemetar dia menghubungi suaminya," kumohon jawablah Grape, aku butuh bantuan mu, aku takut!" Gumam Cherry.
"Cherry!!! Sayang kamu dimana, bagaiman keadaanmu apa kau baik baik saja!??" Suara Grape yang panik terdengar dari seberang sana. Grape sudah tiba di pelabuhan dan baru saja melihat kapal itu menghilang dari pandangan mereka, dan kini dia bersiap naik ke atas kapal lain untuk mengejar istrinya.
Cherry bernafas lega saat mendengar suara Grape, meski sebelumnya kesal dengan tindakan dan penjelasan pria itu, rasa cinta Cherry pada Grape berhasil mengalahkan egonya.
"Grape aku di atas kapal, apa yang harus kulakukan, kami diculik, banyak anak anak disini, banyak gadis disini, aku takut!!!" Ucap Cherry dengan suara lirih dan pelan.
"Sayang tenang, aku tau, kau hanya harus tetap tenang dan lakukan apa pun yang bisa kamu lakukan untuk menyelamatkan diri, gadis bernama Azura itu dia akan memastikan keselamatan mu, dia orang kita sayang, dia mata mata suruhanku!" Ucap Grape.
__ADS_1
"Be... benarkah!? Bagaiman bisa?" Tanya Cherry
"Nanti kujelaskan, untuk saat ini bisa jelaskan dimana posisimu?" Tanya Grape.
"ahh aku berada di tangga darurat lantai tiga kapal pesiar dan akan naik ke atas menuju kontainer anak anak, aku merusak kamera CCTV beberapa saat lalu, mungkin mereka sudah menyadarinya dan sedang mencariku!"jelas Cherry.
"Baiklah, naik ke atas karena di lantai empat tak ada penjaga, aku berhasil menyabotase sistem keamanan mereka, jadi tak akan ada yang melihatmu di kamera CCTV, kamu harus bergerak pelan, dan hati hati !" Ucap Grape.
"Baik akan kulakukan!" Balas Cherry dengan yakin sambil berlari menuju lantai paling atas dengan kunci keamanan yang sudah dia ambil dari kantong si penjaga tadi.
"Sayang kamu harus bertahan, jangan sampai terluka, anak buahku akan melindungi mu!" Ucap Grape.
"Aku akan aman karena suamiku menjagaku!" Balas Cherry dengan yakin.
Gadis itu berlar menuju lantai paling atas, benar saja tak ada pengawas disana, ada penjaga dan penculik itu sedang berpesta ria di bagian depan kapal tanpa memperha tawanan mereka sudah lepas satu per satu.
"Ternyata mereka cukup bodoh untuk bisa dikelabui seperti ini, tak heran Grape bisa meretas keamanan mereka dengan cepat!" Batin Cherry sambil mengintip dari balik kontainer.
Tiba tiba...
"Siapa disana, hei kenapa kau bisa kabur!!!" Seorang penjaga melihatnya mengintip dari balik kontainer.
"CK...sial aku ketahuan!!!!' gumam Cherry.
Pria itu mendekati gadis itu dengan berlari mengejar Cherry.
Cherry melirik ke kanan dan kiri, dia berusaha untuk tidak membuat keributan. Pria tadi mengeluarkan walkie talkienya untuk menghubungi rekannya .
"Sialan!!!" Kesal Cherry saat dirinya semakin terdesak.
"Kemari kau!!!!"
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen 🤗