Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
96


__ADS_3

Mereka semua masuk ke dalam rumah meninggalkan Bian dan Philip dengan urusan kotoran dan kencing itu. Nasib apes mereka memang sesuai dengan kelakuan absurd mereka.


Cherry masuk ke dalam rumah sambil menelusuri rumah itu dengan kedua matanya mencari sosok kedua putra menggemaskannya yang dia tinggal seharian di rumah bersama Azura.


"Anak-anak, Mom dan Daddy pulang!!!" seru Cherry dengan wajah sumringah. Baru berpisah beberapa jam dia sudah merindukan kedua bocah anak ayam mereka itu.


"Mommy!??" suara Hansel kecil terdengar dari pintu rahasia menuju lantai bawah tanah. Langkah kaki kedua bocah itu terdengar riuh, mereka naik ke atas dengan wajah antusias.


"Mom? Daddy!?? " celetuk Hansel dengan mata bulat menggemaskannya.


"Perhatikan langkahmu Hansel!" ucap Alvaro yang berjalan di belakangnya sambil mengawasi langkah kaki kecil adiknya yang begitu aktif.


Kedua anak ayam menggemaskan itu keluar dari bawah tanah dan langsung menyambut Cherry dan yang lain dengan wajah sumringah.


"Yeaayyyy mommy and Daddy pulang!!!!" seru mereka berdua dengan wajah sumringah. Sangat bahagia saat melihat induk mereka kembali ke rumah.


Cherry merentangkan kedua tangannya saat melihat dua anak yang sangat menggemaskan itu.Hansel masih dengan sifat ceria dan Alvaro dengan wajah dinginnya saat melihat orang lain tetapi sangat menggemaskan saat menatap Cherry dan keluarganya.


"uluh.. uluh anak anak Mommy, kalian sudah makan malam? sudah mandi sayang? tadi gimana di rumah? mainnya seru kan? Aunty Azuranya dimana?" tanya gadis itu yang sedang dalam mode ibu-ibu.


"Sudah semua Mommy, tapi aunty Azura sepertinya sedang sakit," ucap Alvaro dengan wajah murung yang sontak membuat mereka yang mendengar hal itu saling menatap dan berubah menjadi panik .


"Azura sakit nak!?" tanya Grape khawatir.


Alvaro mengangguk pelan begitu juga dengan Hansel.


"Iya Daddy, Aunty sakit kepala, telus muntah muntah, tapi baku Cole ini, aunty sedang tidur di bawah, Abang tadi udah kasih balsem sepelti yang biasa Mommy nya ke perut kita, tapi aunty masih belum sembuh..." ucap anak itu dengan mata berkaca-kaca.


Mereka semua saling menatap ketika mendengar ucapan kedua bocah itu tentang kondisi Azura yang tiba-tiba turun. Padahal jelas pagi tadi dia masih baik-baik saja.


Alvaro kecil langsung menghampiri Rania yang duduk di ruangan tengah dan belum mendengar pembicaraan mereka. Anak itu berlari dengan cepat dan menghampiri Rania meskipun dia belum terlalu akrab dengan kakak perempuan dari Daddy angkatnya itu.


"Tante...."panggil anak itu pelan. Sontak Ranai yang sedang melamun menatap ponselnya mengangkat kepala dan menoleh ke arah Alvaro.

__ADS_1


"ehh.. Al ada apa sayang, kemari sama Tante yuk, " ucap gadis itu yang langsung tersenyum saat melihat Alvaro disana . Anak itu menghampiri Rania dia terlihat ingin dekat meskipun rasanya gugup.


Rania tersenyum lembut," Ada apa?" tanya gadis itu sambil mengusap lembut kepala Alvaro agar dia tak takut.


"emm tan, Aunty Azura sedang sakit, tolong bantu aunty!!" ucap anak itu dengan mata berkaca-kaca.


Mendengar itu sontak Rania terkejut dan panik sama persis seperti Grape saat mendengar hal itu tadi.


"Apa??sejak kapan sayang, " tanya Rania dengan wajah khawatir, dia langsung menggendong Alvaro dan berlan menuju ruang depan.


"sejak sore ini Tan, kami sudah kasih balsem tapi aunty masih muak dan muntah, katanya aunty lagi gak enak badan tapi gak boleh kasih tau uncle Bian, nanti khawatir, makanya Abang dan Hansel gak langsung menghubungi Mommy dan Daddy, tapi aunty makin parah, Abang kasihan," jelas anak itu.


Rania mengangguk dan paham, dia berjalan dengan cepat menyusul yang lain masuk ke dalam ruang bawah tanah. Tentu saja dia panik saat mendengar adik iparnya jatuh sakit padahal tadi siang masih baik-baik saja.


Mereka kini berada di ruang tengah dimana Azura berbaring di atas tempat tidur mini dengan wajah pucat dan sebuah ember di sampingnya. Sejak sore tadi dia mengalami mual muntah yang sangat parah bahkan dia sampai berkeringat dingin.


"Azura, ada apa denganmu??" Cherry menyentuh kening wanita itu dan mengusap wajahnya dengan lembut. Dia bisa merasakan tubuh Azura yang dingin.


"Ya Tuhan, kamu dingin sekali!!!" ucap Cherry panik.


Elton dengan sigap langsung mendekati wanita itu, namun baru beberapa langkah di dekat Azura, tiba tiba wanita itu memuntahkan air jernih dari mulut nya.


"huweekkk... uhuk..uhuk..uhuk....ka...kak... to..tolong menjauh, kakak bau..." ucap Azura yang tak bisa menahan rasa mualnya saat mencium bau Elton.


Elton terkejut, dia memang belum mandi tapi apa sampai sebau itu hingga menyebabkan Azura muntah muntah.


"snifff... snifff... huh... gak sebau itu kok?" pikir Elton sambil mengendus-endus tubuhnya sendiri.


"Sar aku bau tidak?" tanya Elton .


"Nggak kok tuan, apa hidung nona Azura sedang sensitif nya," ucap gadis itu .


Elton mengangkat bahunya dia juga tak tau apa yang terjadi.

__ADS_1


Cherry dan Grape juga semakin panik melihat Azura yang terus muak dan muntah.


"Biar ku ambilkan air teh, kamu harus minum, wajahmu pucat sekali," ucap Cherry dengan nada lirih.


Namun Azura menahan tangan gadis itu hingga membuatnya tak bergerak. " kak.. tetap disini, aku mual kalau mencium bau mereka, bau tubuh kakak sangat enak, aku merasa sedikit tenang," ucap Azura.


Mereka semua terheran-heran dengan ucapan Azura, bagaimana bisa hanya dengan mencium bau dia berhasil memisahkan antara Cherry dengan yang lain.


"Ada apa sebenarnya dengan Azura, kenapa dia seperti, ini? apa dia salah makan!? Apa Bian tidak menjaganya dengan baik!? dasar anak itu, sudah kubilang untuk memperhatikan nutrisi istrinya, apa dia hanya sibuk main game lagi!!" kesal Grape yang berubah jadi mode Abang posesif.


"Sepertinya bukan karena itu sayang, tenanglah dulu, tunggu kak Rania datang," ucap Cherry yang menggenggam tangan Azura dengan lembut.


Sementara itu Phineas memanggil Philip dan Bian yang membersihkan diri di lantai rumah bagian atas. Tentu saja aroma aroma tak sedap itu harus segera dihilangkan dari tubuh mereka.


"Philip, Bian kalian cepat ke bawah, Azura sedang sakit!!" teriak pria itu dari ruang tengah. Mendengar istrinya sedang sakit, Bian yang membasuh wajahnya dengan air keran di samping rumah tersentak kaget dan mempercepat langkahnya membersihkan wajahnya.


"Sakit apanya Phineas, jangan bercanda denganku!!!" Bian masuk ke ruang dengan wajah panik dan langsung berlari menuju lantai bawah tanah. Baru mendengar istrinya sakit saja sudah membuat Bian begitu panik.


Dia masuk ke dalam ruangan bawah tanah dengan tergesa-gesa. Di saat yang sama dia menatap yang lain sudah berdiri disana dengan wajah dingin dan datar menatap kedatangan pria itu.


Rania yang memeriksa kondisi Azura terdiam dengan wajah syok, menatap Bian dengan raut wajah yang tak bisa ditebak.


"Azura, sayang, ada apa dengan mu!!?" Bian hendak mendekati istrinya namun dia di tahan oleh Elton.


"Diam kau disini!!!" ucap Elton sambil mencengkram tangan pria itu dengan kuat.


"Lepaskan aku, kenapa menahanku seperti ini kak, aku mau melihat istriku!!!" kesal Bian.


"Dia... kau ... kau....


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2