
Semuanya kini telah jelas. Dalang dari kejadian ini adalah penyusup titipan Big Mouse yang memiliki penyakit kejiwaan. Sebenarnya dia bukan lagi anggota komplotan itu, apa pun yang dia lakukan akan lepas dari tanggung jawab Big Mouse. Tetapi Big Mouse adalah organisasi yang licik, mereka akan memberikan tugas apa pun pada anggota nya yang menjadi gila untuk menghancurkan sebuah keluarga secara diam diam.
Metode mereka sangat sulit ditebak, mungkin orang itu tidak akan menunjukkan belangnya selama puluhan tahun hingga target terbaik dan paling tepat untuk dihancurkan mereka temukan.Sama seperti yang dilakukan oleh pria Psikopat yang sering disapa sebagai Lolo itu. Dia diam selama empat tahun dan akhirnya menunjukkan kebusukannya saat ini.
Namun semuanya gagal dan membuat seluruh anak buah Big Mouse yang ikut dalam penyerangan itu menemui ajal mereka masing-masing.
Lolo diikat di tengah ruangan berlumut dengan bau apek dan busuk. Dia diikat di sebuah tiang besar dengan rantai besi yang sangat kuat. Wajah aslinya adalah seorang pria dengan tahi lalat di bawah bibirnya. Dan Phineas jelas tau orang itu, salah satu buronan yang mereka cari selama ini.
" ternyata kau bersembunyi dengan sangat baik, sampai kami semua dikelabui oleh niat busukmu itu bajingan sialan!!!"
" KATAKAN DIMANA TOMMY YANG ASLI!!!" pekik Phineas.
" Aku tau kau melakukan sesuatu padanya!!!" teriak Phineas lagi. Grape, Elton dan Philip serta Sarah hanya menyaksikan apa yang akan Phineas lakukan pada pelaku kejahatan itu.
" Si psikopat ini akan beraksi," bisik Philip tepat di telinga Grape.
Bughh...
" Diam dan tenang lah kolor ijo, atau aku akan menjahit bibirmu itu!!" ketus Grape.
Philip terdiam seraya memegangi bibirnya," huh.... pelit amat!" ketusnya dengan wajah cemberut.
Sementara itu, Lolo hanya tersenyum sambil menyeringai dengan gigi giginya yang terlibat tajam seperti gigi binatang buas," Ahahahahha..... hihihihi.... Tommy? pria itu? hhihihihi.... dimana ya..... akhhhh hahahahhaha.... dimana dia...." racau pria itu sambil melotot kesana kemari. Suasananya sangat menyeramkan, dia terlihat seperti iblis yang bangkit dari alam kematian.
Pembuluh darah di seluruh tubuhnya seolah mekar dengan kulit memerah dan kepanasan karena rantai besi yang mulai dialiri dengan pemanas itu.
" Katakan berengsek!!!" umpat Phineas sambil melayangkan satu pukulan telak di perut pria itu.
" uhukk... uhuk...uhuk... hahahaha... lagi!! lagi!!! lagi!!!" teriak pria itu sambil tertawa terbahak bahak. Tampaknya memang otaknya sudah rusak karena pengaruh kapsul hitam tersebut.
" Nas, dia sudah gila, otaknya sudah membusuk, percuma kau menanyakan hal itu padanya, Mom dan Dad sudah menjelaskan semuanya, kita hanya perlu menghabisinya!" usul Elton sambil mendekatkan diri pada Phineas.
" Mom dan Dad ? maksudnya??" tanya Phineas heran.
__ADS_1
" Ahh nanti kujelaskan, sekarang kita musnahkan saja dia, ingin langsung OTW neraka atau siksa kubur dulu hummmm?" celetuk Elton seraya mengangkat kedua tangannya.
"Jangan dulu!" tiba-tiba Sarah berbicara. Mereka menatap satu-satunya gadis yang ikut dengan mereka dalam kondisi seperti ini. Cherry dan Bella membawa Alesha ke rumah sakit bersama tim Alpha sedangkan Sarah menolak untuk ikut dengan Cherry dengan alasan ada misi yang harus dia selesaikan.
" Ada apa Sar? " tanya Phineas.
Sarah menatap pria itu sejenak, entah apa yang dia pikirkan," Ada yang ingin kupastikan pada bajingan itu!" ucapnya sambil berjalan mendekati Lolo dengan mengeluarkan sesuatu dari dalam kantongnya.
" Apa kau tau ini??" tanya gadis itu sambil menunjukkan gambar kapsul hitam.
Pria itu menatap kertas berisi gambar itu, matanya merespon benda yang jelas dia kenali. Wajahnya tersenyum dan sangat aneh," makanan... hihihi... makanan.... hihihi..... tuan aku mau makanan itu lagi......" seloroh pria itu dengan mata lapar.
Plakkk...
" Sadarlah bangsat! aku tau kau berpura-pura!!!" umpat Sarah setelah dia menampar wajah pria itu dengan sangat keras.
Keempat pria dan tim Alpha yang melihatnya terkesima dengan jiwa tangguh gadis itu.
" Buset, dia Lo banget nas, Nanas versi cewek, parah man!!!" celetuk Philip yang berbisik di telinga Phineas sampai membuat telinga si nanas gatal.
" heh...
Melihat reaksi Sarah yang berbeda dengan Phineas, pria itu merubah mimik wajahnya," ternyata kau cerdas juga, lebih cerdas dari polisi sialan itu, hahahha.... tapi sayang kau hanya seorang wanita, hanya seorang pemuas bir*hi... kau akan mat... uhuk... emphhkkkk....
Sarah mencengkram leher pria itu sambil menatapnya dengan jarak yang sangat dekat," pemuas??? apa aku terlihat seperti seorang gadis di matamu bangsat, mau kucongkel kedua matamu atau langsung ku cabut saja lidah sialanmu itu kurang ajar!!!" umpat Sarah sambil mencekik leherku itu.
Wajah Lolo sampai memerah, pembuluh darahnya membengkak, dia kehabisan nafas bahkan lidahnya sampai terjulur keluar karena cengkraman tangan Sarah yang begitu kuat.
Sejak kejadian terakhir yang dia alami, gadis itu mengembangkan seluruh kemampuannya secara drastis dan mengalami perubahan besar. Dia berbeda dengan kopral Sarah yang dulu, dia adalah gadis tanggung dengan banyak pengalaman dan kemampuan terbaik di kemiliteran.
Melihat tempramen Sarah yang persis dengan Phineas, Grape menarik tangan gadis itu dengan pelan sebelum Sarah benar bena membunuh si psikopat gila itu dengan tangan kosong.
" Tenangkan dirimu Sarah!" hardik Grape.
__ADS_1
Sarah menarik nafas, dia menahan amarahnya dan meredam emosinya dengan sangat baik.
" huhfftthh.... maaf kak," ucapnya sambil berjalan mundur.
" uhukk... uhuk.... sialan, kalian semua akan mati di tangan Nagata, kalian tidak tau siapa pria kuat itu, bahkan kalian tak akan mungkin sanggup menangkapnya, hahahha aku ini hanya tumbal, aku hanya digunakan untuk merusak keluarga bajingan sialan sok pahlawan yang mencari tau tentang Big Mouse sejak beberapa tahun lalu!!" jelas pria itu.
" Nantikan saja kematian kalian ahahha... aku akan menunggu kalian di pintu neraka !!!" teriak Lolo lagi.
" Biar kuberi tahu, Nagata bukan oang yang mudah dihadapi, hihihi..... kalian semua pasti akan habis di tangannya, terutama kau gadis sialan, kau sudah jadi sasaran empuk hihihi.... bersiaplah menerima ajalmu, kau akan mati di tangan mereka, kau akan ma...
Bughh
Bughh....
Bughh.
" Mati saja kau bangsat!!!" pekik Phineas yang tak tahan dengan kata kata tak senonoh yang keluar dari mulut pria rombengan itu.
Lolo dihajar habis-habisan disana. Phineas sangat murka dengan kejadian mengerakkan ini. Tubuh Lolo dibiarkan tetap bernyawa, mereka tidak ingin membiarkan pria itu merasakan kematian dalam waktu singkat, hidupnya mulai saat ini adalah sebuah neraka. Hidup tak akan bisa dia atur sesuka hatinya lagi.
" Kirim dia ke pulau terpencil, penjarakan dia bersama para pidana jahanam itu, pastikan dia mengalami mati suri sama persis seperti yang dia lakukan pada semua pelayan di rumah Dalton!" titah Phineas.
Mereka semua keluar dari sana setelah berhasil membuat Lolo babak belur, bersama dengan orang orang dari Big Mouse.
" ahhh.... kirim jari jempol dari masing-masing jari kaki orang-orang itu, kirim ke markas big mouse dan berikan ultimatum!" ucap Grape.
" Tapi Grape mereka...
" Sudah saatnya menghancurkan organisasi sialan itu!" ucap Grape dengan yakin.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen