
Hari ini, Cherry dan keluarga kecilnya juga orang orang yang tinggal bersama mereka pindah ke rumah baru. Rumah yang sudah dipersiapkan oleh Elton, dan di desain khusu oleh pria itu atas keinginan Grape. Sebelumnya rumah itu di desain sebagai rumah pribadi Grape namun sebulan setelah menikah dengan Cherry, Grape meminta Elton menambahkan desain untuk bangunan yang akan dia tempati bersama istrinya dan keluarga kecilnya.
Akhirnya terciptalah sebuah rumah dengan mahakarya yang sangat indah. Desain yang dibuat oleh Elton memang tidak pernah gagal dan hal ini yang membuat dirinya menjadi salah satu Arsitek dengan bayaran tertinggi di masa ini.
Sebuah rumah yang terkesan bersatu dengan alam namun memiliki banyak ruangan dan sangat luas. Halamannya lapang dan memiliki taman di belakang rumah yang bisa digunakan untuk berkebun, ada area bermain anak anak, kolam berenang dan beberapa gazebo untuk tempat santai.
Rumah besar dan mewah itu terletak di sebuah kompleks perumahan Elit, dimana yang menghuni adalah orang orang berada.
Mereka memasuki lingkungan rumah itu. Semuanya tampak takjub dengan keindahan dan betapa segarnya konsep rumah itu. Udaranya sejuk dan alamnya yang masih asri membuat siapa pun merasa nyaman di rumah itu.
" Wahh tak sia sia si otak kotor ini begadang tiap malam untuk memikirkan konsep rumah ini, kau luar biasa Kadal!" celetuk Phineas sambil menepuk punggung Elton dengan tepukan bangga.
" Hehehehe siapa dulu dong, kakaknya Cherry, hebat dong!" celetuk Elton dengan wajah bangga.
" ini mah cantik banget kak, keren!!!" seru Cherry sambil melangkahkan kakinya memasuki rumah itu,dia menghirup udara dalam dalam dan tersenyum bahagia sambil menggendong si Hansel tampan yang mengikuti tingkah ibu angkatnya itu.
" huwaahhh segar sekali!!!" balas Hansel sambil tersenyum sumringah.
" Hansel suka sayang?" tanya Grape yang menggendong Alvaro .
" Suka banget Daddy, ini keren, seperti yang ada di tipi-tipi itu loh,om Biru keren banget!!! Hansel mau jadi seperti om Biru!!!!" celetuk Hansel sambil menaikan dua jari jempolnya dan menunjukkan dukungannya pada Elton.
" Hansel, kamu mau yang mana sih? kemarin lihat Tante Rania mengobati pasien kamu bilang keren lengan jadi Tante, terus lihat om Philip pengen jadi om Philip, Lihat Tante cerewet ehh Tante Bella pengen jadi Tante Bella, lihat Tante Sarah malah pengen jadi kriminal biar di tangkap tentara cantik seperti Tante, kamu aneh aneh ihh...." celetuk Alvaro seraya menatap adiknya dengan wajah bingung.
" Ya terserah Hansel, kan Hansel bisa jadi apa saja, iya kan Mom,Dad?" celetuk bocah itu sambil memanyunkan bibirnya.
"Benar sayang, kamu bisa jadi apa aja yang kamu mau, asal rajin belajar dan banyak berdoa, pasti Tuhan kasih," ucap Cherry.
"iya bener! kalau Abang Alva emangnya gak mau jadi apa apa gitu? Hansel aja ada... satu.... dua... lima... banyak!!!" celetuk bocah itu.
__ADS_1
"Kalau Abang pengen jadi orang sebaik Mommy yang menerima kita apa adanya meskipun asal usul kita gak jelas dan kita anak jalanan, ngga ada yang bisa melakukan itu sehebat Mommy," ucap Alvaro sambil mengusap pipi Mommynya dengan mata berkaca-kaca.
" Dan jadi orang sehebat Daddy yang melindungi keluarganya dengan cara yang nggak bisa kita tebak, selain itu banyak uangnya heheh.... Daddy hebat!" ucap anak itu sambil memeluk Daddynya.
Mereka semua terenyuh dengan ucapan anak sekecil Alvaro yang sudah sangat dewasa untuk usianya. Terlebih Cherry dan Grape yang sangat bersyukur mendapatkan anak-anak yang menggemaskan seperti mereka.
" Haihh kenapa suasananya jadi mewek begini, ayo masuk ayo masuk rumahnya udah bau barbeque nih ahhahaha... ini sangat hebat!!!" teriak Philip sambil melangkahkan kakinya masuk terlebih dahulu ke dalam rumah itu sambil berteriak kegirangan.
" Ihh si bapak ya, suaranya gak bisa di rem, gak di luar gak di kantor si Bapak terus aja bikin ulah!!!" gerutu Bella yang entah kenapa malah mengikuti langkah kaki Philip rumah itu dengan wajah kesal.
Sarah dan Daniel asisten Cherry mengangkat beberapa barang dan masuk juga ke dalam rumah itu bersama sama dengan Rania.
Jika orang biasa melihat tingkah Philip, mereka akan berpikir kau itu hanya kebiasaan pria itu. Bahkan Bella sekretarisnya sekalipun tidak tau alasan di balik sikap Philip barusan.
Elton, Grape, Phineas dan Cherry menatap punggung penuh beban dan rasa sakit itu berjalan masuk ke dalam rumah. Sekalipun dia membuat banyak candaan, tapi mata dan bahasa tubuhnya tak bisa berbohong bahwa saat melihat betapa bahagianya keluarga kecil itu membuat hati Philip sakit.
Rasa sakit dan sedih yang selama ini dia pendam di dalam hati. Setelah bertemu dengan sahabat sahabatnya dia bisa sedikit melepas perasaan itu dan saat bertemu Cherry dia merasakan sebuah keluarga yang saling memperhatikan dan penuh kasih satu dengan yang lain.
Grape mengusap punggung istrinya," Biarkan saja, jika ada waktu kamu boleh bicara dengan dia, satu satunya yang bisa kita lakukan adalah memberikan perhatian padanya, menganggapnya sebagai keluarga dan mengasihinya lebih dari saudara, luka itu masih jelas dia tahan," ucap Grape.
" Sudahlah, ayo masuk ke dalam, Bian dan Azura juga akan datang hari ini, aku akan membawa Mom, Daddy, dan kau..." Elton menunjuk Phineas.
" Apa?" jawab Phineas sambil memicingkan mata menatap Elton.
" Jemput Alesha, apa kau mau membiarkan gadis itu sendirian disana? lihat langit sedang mendung seperti wajahmu yang kurus itu, kau tidak makan lagi ya" gerutu Elton dalam mode emak emak super cerewet yang apa apa menanyakan sudah makan atau belum, sudah belajar atau tidak, sudah ini sudah itu dan banyak lagi.
" Bawa dia kesini, jangan lupa bawakan juga bonekanya Rara, Mom cari cari boneka itu semalaman, ehh jangan lupa minta pengurus rumah untuk menyiapkan tempat tidur mom dan Daddy supaya tetap bersih, terus...
"Iya iya dasar bawel, bibirmu itu cerewet sekali, dasar kadal gurun tukang omel!!!" gerutu Phineas sambil menyentil bibir Elton dengan wajah kesal lalu pergi dari sana menuju kediaman keluarga Dalton yang letaknya hanya berbeda beberapa rumah dari rumah itu.
" Kak Phineas, Alesha takut petir, kalau hujan turun tutupi saja telinganya jika ada petir, jika tidak dia bisa panik dan Tremor, gadis itu nggak akan bilang kalau dia takut," jelas Cherry sebelum Phineas benar-benar pergi.
__ADS_1
" Nah dengar itu nanas bikini bottom!! ingat jangan sampai lupa!" celetuk Elton.
"Mulut lambe turah!" kesal Phineas sambil melangkah keluar dari pekarangan rumah itu.
" Hahaha... kak jangan bawel ihh, Kaka udah mirip Azura yang tiap hari ngomong terus, mirip ibu ibu cerewet, kakak nggak hamidun kan hahahah...." ejek Cherry .
" Biar kamu tau Cher, dia itu agak ceroboh, terus malas, kalau gak diingatkan dia akan lupa,lihat wajahnya itu kurus banget kayak tengkorak, gak makan satu tahun penuh, CK..CK...CK... badan saja besar tapi otak bocil bocil menggemaskan," celetuk Elton seraya menatap punggung Phineas dengan wajah kesal.
" Kau juga cerewet kadal, sejak tadi bicara terus, mirip sama pantat ayam!" balas Grape.
" Heh... mulai ngaco lu Grape, seganteng ini dikatakan pantat ayam, dasar muka tempe!"
" Pantat ayam!"
"Muka tempe!'
Cherry menghela nafas, dia menurunkan Hansel.lalu mengambil Alvaro dari pangkuan Grape," anak anak ikut mom, tinggalkan saja dua badut tua ini, gak malu masih berdebat sore sore begini CK..CK..CK... Badan saja besar tapi otak ikan teri hahahha..."
(Alesha)
(Phineas)
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗