Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
120


__ADS_3

Satu jam dua puluh menit berlalu, Cherry dan Grape akhirnya tiba di rumah sakit dimana Elton dan Rania dirawat. Pria itu menatap istrinya yang masih terlelap, dia tak tega membangunkan Cherry karena tidur gadis itu begitu lelap.


"Apa kulakukan saja?" pikir Grape sambil menatap kakinya.


"Tuan biar saya yang menggendong nyonya muda, sepertinya nyonya begitu kelelahan sampai...


"Diam, beraninya kau mencoba menyentuh istriku!" kesal Grape sambil menatap Pak Bono yang memberikan tawaran baik pada pria itu tapi nyatanya ditanggapi dengan tatapan kesal.


"Ehh... ma..maaf tuan muda," jawabnya gugup.


Grape mencoba untuk berdiri, tubuhnya sudah mulai pulih dengan baik, tapi kedua kakinya belum cukup kuat untuk menggendong Cherry, dia butuh latihan yang keras agar mendapatkan kembali kekuatan kakinya.


Melihat tuan muda mereka berdiri dan berjalan membuat Pak Bono dan Nino terkejut sekaligus takjub dengan perubahan besar pada kesehatan tuan muda mereka.


"Tu..tuan muda bi..bisa...


Sssthhh....


Ucap Grape sambil menaruh jarinya di depan bibir seraya melirik Rania yang belum melihat hal ini. Kedua orang itu langsung diam dan tutup mulut, paham dengan maksud pria itu.


"Kakiku belum kuat, sebaiknya kubangunkan saja, " ucap Grape yang kembali duduk di samping Cherry.


"Sayang bangun yuk kita udah sampai.." panggil Grape. Cherry menggeliatkan tubuhnya lalu membuka matanya," hoooaammmm.... ehhh..... kraaak... krakk...."suara peregangan sendi sendi Cherry terdengar renyah dan itu membuat Grape tersenyum.


"Sudah sampai ya? hoooammm... ayo keluar yuk," ucap Cherry sambil mengusap usap kedua matanya.


"Dasar kerbau, itu lap dulu ilernya, gak malu dilihatin pak Bono sama Nino!?" celetuk Grape sambil mengusap wajah Cherry dengan tissue basah.


"Gak malu tuh, Kan mereka keluarga juga hooaammm...ayo ke dalam, " celetuk Cherry seraya menatap Grape sambil menguap sampai beberapa kali.


Mendengar mereka disebut sebagai keluarga, tentu membuat kedua anak buah Grape itu merasa bahagia, karena mereka dihargai bukan hanya sekedar pegawai tetapi juga bagian dari keluarga.

__ADS_1


"Dasar semangka kecil, udah ayo jalan!" ucap Grape.


"cihh jamur cokelat!" ketus Cherry sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam mobil.


Cherry mendorong kursi roda suaminya dan membawa pria itu sesuai dengan arahan anak buah yang menyambut mereka disana. Kedatangan Grape dan Cherry disambut oleh beberapa anak buah yang dengan sigap berjalan di belakang mereka, memberikan pengawalan yang ketat bagi keduanya.


Sementara itu di dalam kamar inap Elton, tampak pria itu sudah jengah melihat seorang gadis yang sejak masuk ke ruangannya terus menangis sesenggukan di sudut ruangan dan meminta maaf pada Elton atas apa yang terjadi.


"Sar.. bisakah kau penjarakan di cengeng itu, dia membuat telingaku hampir pecah, Phineas seret dia ke dalam tahanan atas percobaan pembunuhan, dia hour membunuhku dengan aura tangisannya itu!!!" kesal Elton seraya melirik Rania yang terus menangis sambil memeluk Philip yang kantung matanya semakin menebal Karena tak bisa tidur semalaman akibat mimpi buruk saat dia melihat Grape dengan kejam memotong jamur perjakanya yang bernama Jordi yang belum menemukan sarangnya.


"Grape.... jangan porong si Jordi, dia belum ketemu nyainya, pliss gue masih mau ngerasain yang namanya skidipapapap uhhh aahh uhh aahh... gue mohon bestiee... gue salah naroh fotonya disitu, maafin gue...." gumam Philip yang setengah terlelap sambil mengigau hal hal tak jelas sejak pagi tadi.


krikk....krikk....krikk...


Seketika ruangan itu dipenuhi dengan suara jangkrik saat mendengar suara pria itu.


"Ya ampun si permen kapas mimpi apa lagi!??? Ran kesini jangan peluk dia lagi gila, Lo bisa diterkam!" celetuk Elton yang hapal dengan isi otak si Presdir Lolipop yang kadang normal kadang nggak itu.


"Pffth hahahha... kalian ada-ada saja, "Sarah malah tertawa melihat kelakuan mereka. Elton tersenyum saat melihat gadis itu tertawa, dia lagi lagi memeluk kepala Sarah yang dia anggap sebagai adiknya sendiri," Kau senang heh? terimakasih ya buk kopral, aku selamat karena pertolongan mu!" ucap Elton.


Sarah tersenyum dengan manis," Tentu saja, tuan harus makan yang banyak supaya cepat sembuh, dan saya akan beritahu rahasia lain lagi!" celetuk Sarah seraya mengedipkan sebelah matanya.


Elton terkekeh," aku menantikan itu nona!" balas Elton sambil mengedipkan sebelah matanya.


Melihat interaksi Elton dan Sarah yang sangat dekat membuat tangisan Rania terhenti dan hatinya terasa pedih saat kedua orang itu tertawa dan hanya dia yang menangis sendirian disana.


"Aku.. aku pergi dulu, maaf sekali lagi atas kejadian itu El, aku... aku benar-benar minta maaf, lagipula itu salahmu karena meminum anggur itu sembarangan," ucap Rania dengan wajah sedih. Padahal traumanya masih belum hilang. Rasa takut setelah kejadian itu masih menjalani di sekujur tubuh Rania.


Elton menata Rania, jujur saja dia sangat ingin memeluk pujaan hatinya itu sekarang. Dia melirik Philip, Phineas dan Sarah. Kedua anggota keamanan negara itu langsung paham.


Phineas menarik tangan kiri Philip dan Sarah tangan kanan pria itu lalu membawanya keluar sambil menyeret si Presdir lolipop yang masih terlelap itu.

__ADS_1


" Kalian berbicaralah dahulu dari hati ke hati, selesaikan sampai tuntas!" ketus Phineas yang dengan begitu mudahnya menyeret si Presdir lolipop di atas lantai seperti sedang menyeret karung beras.


"Ran bisakah kau kesini?" panggil Elton. Rania menoleh dan menatap Sarah juga Phineas dengan wajah bingung.


"Semoga berhasil tuan!" celetuk Sarah sambil mengangkat ibu jarinya yang dibalas senyuman oleh Elton.


Ketiga orang itu keluar dan menutup pintu dengan rapat lalu meletakkan Philip di atas kursi tunggu di depan ruangan Elton.


"Jordi jangan dipotong Grape, nanti gimana aku mau skidipapapap kalau udah ketemu nyai, pengen tau, Lo pikir Lo aja!!!" gumam pria itu lagi sambil menutupi area terlarang nya.


Phineas dan Sarah tertawa geli melihat kelakuan pria itu.Jangan salah, Phineas bukan tipe pria yang mudah ditebak, lihat saja dia sedang merekam Philip mengigau sambil tertawa cekikikan.


"Dasar si gila ini, Sarah jaga dia sebentar, jangan biarkan lepas, aku keluar sebentar,ada yang harus kuurus, ini terkait obat terlarang itu, kurasa kita akan bekerja sama untuk memecahkan kasus ini!" ucap Phineas.


Sarah mengangguk," saya juga akan menyelidiki kasus ini, jenis obat ini mulai tersebar di beberapa titik, akan ada banyak kasus yang bermunculan!" ucap Sarah dengan wajah serius.


Phineas beranjak dari sana sambil menerima sebuah panggilan dari rekannya.


" Beritahu aku alamat rumah sakitnya, aku akan kesana!" ucap pria itu dengan langkah cepat.


Dunia mereka sedang digemparkan dengan obat-obatan terlarang jenis baru yang mulai tersebar di beberapa bagian bumi termasuk negara tempat mereka berpijak saat ini.


"Apa pria itu sudah menerima jawaban untuk bersaksi!?" tanya Sarah pada rekannya melalui teleponnya.


"...."


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2