Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
225


__ADS_3

Hidupnya sedikit mengalami perubahan saat dia masuk SMP dan bertemu dengan sahabat -sahabatnya. Elton yang kala itu baru pindah dari Amerika, Phineas yang baru setahun di Indonesia dan Grape yang baru pindah ke kota itu setelah mengurus masalah keluarga mereka di kota lain.


Kehidupan sekolah Philip sangat menyenangkan, untuk sejenak dia bisa hidup tenang karena ada sepupu, paman dan sahabatnya yang selalu mendukungnya. Philip remaja berpikir bahwa penderitaannya sudah berakhir, sekalipun luka itu masih berdarah.


Tetapi nyatanya saat dia akan tamat SMA, ayahnya menemukannya dan menarik pria itu dengan kasar lalu memukulinya dan meminta uang dari dia karena kehidupan ayahnya sangat sulit, di saat yang sama ternyata ibunya juga mencari dirinya, saat menemukan Philip yang hidup tenang selama beberapa tahun dia memalak anak itu dan menyiksa Philip dengan cara yang sama seperti saat Philip masih kecil.


Anak remaja itu tanpa sepengetahuan keluarga Dante ditarik paksa dan di kurung di sebuah rumah tak berpenghuni, gelap dan tak ada makanan. Selama seminggu dia dikurung Disana tanpa persediaan makanan


Disinilah Philip melakukan percobaan pertamanya untuk melakukan bunuh diri dengan cara gantung diri. Dia putus asa, tak ada yang bisa dia lakukan untuk bisa keluar dari sana, ayah dan ibunya bekerja sama untuk menyiksa anak itu, dan lagi-lagi mereka bermain di depan Philip selama seminggu itu.


Philip mengikat dirinya dengan sebuah tali dan menggantung tali itu di tiang penyangga rumah, sambil menangis dengan wajah babak belur dan ketakutan anak itu menggantung dirinya.


Namun, dunia masih belum menerima kematian anak malang itu, sedetik setelah dia menggantung dirinya, Elton yang kala itu sudah masuk kuliah bersama Phineas dan Grape yang berada di tingkat yang sama dengan Philip tiba di rumah itu dan menyelamatkan Philip dari aksi bunuh dirinya.


Anak-anak lelaki itu syok melihat keadaan tubuh dan kejiwaan sahabat mereka. Selama seminggu mereka mencari keberadaan Philip hingga mereka berhasil menemukan pria itu setelah menguntit ayah Philip.


Mereka menyelamatkan Philip dan membawanya ke rumah sakit. Di rumah sakit pun keadaan Philip tak baik, setelah dibawa dia sempat dinyatakan kritis karena mengalami malnutrisi serta peradangan pada bagian kepala dan pembengkakan pada organ perutnya yang ditendang berkali kali oleh ayahnya.


Mereka terlalu muda waktu itu, mereka berpikir kalau dengan membawa Philip masalah akan selesai sampai saat itu, namun nyatanya ayah dan ibu Philip menemuinya secara diam-diam tanpa sepengetahuan siapa pun, dia diancam dan dibuat ketakutan setiap hari.


Sampai beberapa kali Philip melakukan percobaan bunuh diri, dan sebanyak tiga kali teman-temannya menghentikan aksinya, dan dua kali dihentikan oleh Dante.


Sejak kejadian beruntun itu, ayah Dante menyembunyikan Philip dan membatasi gerak ayah dan ibu Philip untuk menemui pria itu. Namun nyatanya mereka malah dituntut atas penculikan anak, sungguh orangtua Philip adalah orang yang sangat gila dan tega menyiksa anak mereka sendiri.


Sampai saat ini pun, Philip masih merahasiakan bahwa dirinya adalah Presdir Phoenix Grup. Dia tak terlalu menampakkan diri pada publik, dan sengaja meminta Dante membantunya untuk menutupi identitas nya.


Jika sampai ayah dan ibunya tau dia adalah seorang Presdir, maka entah apa lagi yang akan mereka lakukan pada pria itu.


Philip membangun bisnis pamannya yang hampir runtuh saat dia baru lulus SMA, dengan bantuan Grape, Bian dan Sony sepupu Phineas yang bergerak dalam dunia bisnis, Philip bisa berkembang pesat hingga dia menjadi pebisnis yang cerdas.

__ADS_1


Hingga akhirnya hasil jerih payahnya dia mendirikan Phoenix grup, miliknya sendiri.


Namun Philip terus dihantui dengan trauma dan bayang bayang kekejaman ayah dan ibunya. sampai saat ini pun Philip dipaksa untuk menikahi gadis pilihan Ayah dan ibunya. Padahal seharusnya mereka tak punya hak apa pun terhadap Philip karena mereka telah membuat jiwa anak itu mati.


Ayahnya yang sudah menikah lagi memaksa Philip menikahi putri partner bisnisnya, sedang ibunya yang juga punya keluarga baru meminta Philip menikahi anak sepupu suaminya sekarang demi mendapatkan warisan yang tak sebanding dengan harta yang dimiliki Philip saat ini.


Bella tercekat mendengar cerita Philip yang begitu panjang. Pantas saja dia selalu bertingkah konyol, tetapi tatapan mata dan suaranya tak bisa bohong kalau dia sedang dalam kondisi terpuruk.


Bahkan Bella menangis sesenggukan mendengar penjelasan dan cerita Philip yang menyakitkan.


" Sakit Bel... Aku sakit, apa yang harus kulakukan... Mereka akan membunuhku, mereka akan menyakitiku lagi... " Ucap Philip. Dia tak ragu menunjukkan lukanya pada Bella, gadis itu juga punya rasa sakit yang sama, dia korban keegoisan kedua orangtuanya.


Tangan Bella mengusap wajah Philip, dia menangis, tak tau harus mengatakan apa terhadap kisah pilu yang dihadapi bosnya yang gila itu.


Keduanya berpelukan, menangis di atas ranjang yang sama. Bella bisa merasa trauma besar yang dihadapi pria itu. Tangan Bella menepuk-nepuk punggung Philip yang tengah menangis, menenangkan pria itu sampai dia terlelap kembali.


Lelah hati mereka, lelah jiwa mereka menghadapi keluarga yang bahkan tak terlihat seperti keluarga. Pantas saja selama ini Philip nyaman bersama Cherry dan yang lainnya, sebab dia menemukan keluarga sebenarnya disini, dia merasakan kasih sayang dan rasa bahagia untuk menutupi lukanya.


" Kenapa kami memiliki situasi yang sama-sama sulit, korban keegoisan orang tua. Sama saja denganku, sekalipun mereka tak bercerai tapi bagiku mereka tak ada, mereka hanya sayang pada Kak Elsa, bukan padaku... " Bella menangis, dia memeluk Philip lalu tertidur dengan lelap.


Hingga jam menunjukkan pukul 11 siang dan kedua orang itu baru saja bangun. Lebih tepatnya Bella baru saja bangun dari tidurnya setelah mendengar suara panggilan telepon yang berdering sangat keras.


"Kami akan segera pulang, Bella bersamaku tenang saja Cher, bagaimana keadaanmu? Masih mual? Mau kakak bawakan sesuatu? Anak ayam kesayangan ku mau titip sesuatu? Biar kubelikan saat pulang," Philip sedang berbicara dengan Cherry.


" ....".


" hmm... Baiklah kalau begitu, nanti kakak bawakan segentong penuh, kalau perlu sampai tokonya juga!!" Celetuk Philip.


Terdengar suara tawa Cherry disana, bahkan Philip juga tersenyum bahagia, wajahnya lebih segar dan menawan pagi ini.

__ADS_1


" Syukurlah dia baik-baik saja," gumam Bella yang bisa bernafas lega setela melihat Philip tenang.


"Tapi kapan dia mengganti pakaiannya?" Pikir Bella yang melihat Philip memakai celana pendek dan kaos hitam.


" Sudah bangun!?" Suara Philip menghentikan lamunan Bella, pria itu berdiri di depannya sambil berkancah pinggang.


" Eh.. ya tentu saja," jawab Bella sambil memalingkan wajahnya.


" Hmmm... Cepat ganti bajumu, kau bau iler, dasar kebo lumpur, tidurmu sampai membasahi kaosku, bau tau bel..." Celetuk Philip seraya menepuk pucuk kepala gadis itu.


" What!? Ba..bau iler!?' mata Bella terbelalak, dia mencium bajunya sendiri dan benar kata Philip dia bau iler, mungkin terlalu lelap tidurnya.


" Huweekkk beneran bau!!!!" Celetuk Bella sambil menutup hidungnya sendiri.


" Itu ada pakaian baru, sama sarapan pagi, terus kacamata sama segitiga nya dipake, ukuran B ya kan!?" Celetuk Philip sambil menatap dua buah melon Bella seraya mengedipkan sebelah mata.


" Pak Philip!!!!" Pekik gadis itu yang pagi-pagi sudah diajak berdebat, padahal baru beberapa jam lalu mereka menangis bersama.


" Akhhh apa apaan bagaimana dia tau ukuran ku!!??" Bella menatap melonnya dan menatap Philip bergantian," Bapak mesum ihhhh!!!!"


"Gak mesum Bel, cuma kerasa aja waktu kamu meluk semalam hahahahhahahahahah......." Balas Philip sambil keluar dari ruangan itu sambil tertawa terbahak-bahak seolah tak terjadi apa-apa.


" Grahhhhhwww ya ampun ini penghinaan dasar burung Pipit sialan!!!!"


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2