
Grape menatap mata Cherry dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Tatapan itu justru membuat gadis di depannya itu merasa gugup.
"Ada apa!? kenapa kau menatapku seperti itu Grape!? kau membuatku takut!!" ucap Cherry.
Grape menyeringai sebuah ide licik muncul di kepala briliannya itu. Dia menarik Cherry ke dalam pelukannya dan mengungkung gadis itu sambil terus menatap matanya tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Jantung Cherry rasanya sudah mau keluar dari dalam rongga dadanya, tatapan mata Grape, wajah tampannya, dan senyuman tipis yang berhasil membuat Cherry jadi salah tingkah karena pria itu terlalu mendominasi.
"Ma..mau apa!!!" ucap Cherry dengan mata membulat sempurna menatap Grape dengan tatapan takut.
"Aku mau apa? mungkin seperti yang ada dalam pikiranmu beberapa saat lalu Cherry," bisik Grape yang berbicara di dekat telinga gadis itu.
Wajah Cherry bersemu merah, deru nafas Grape di telinganya berhasil membuat gadis itu panas dingin.
Grape mengusap wajah Cherry sambil tersenyum nakal, ini kali pertama Cherry melihat kepribadian Grape yang ternyata sedikit liar itu. Pria tampan yang garang dan berani.
"Aku suamimu, aku berhak bukan!?" bisik Grape lagi sambil meniup telinga Cherry dengan Lembut.
"Oh Tuhan...apa yang mah kau lakukan Grape, akhhhh...... kau mau apa, mau ngapain ihhh!!!!!" gerutu Cherry yang berusaha mendorong dada Grape yan. menempel dengan semangka miliknya.
"Jangan didorong, nanti jamurnya bangun loh, semangkamu ternyata memang benar benar kecil ya hahaha..." Kekeh Grape yang terus terusan menggoda Cherry.
"G..Gra...Grape.... kenapa kau tiba tiba seperti ini, kalau mau minta hakmu kau harus bisa jalan dulu ihhh... kau membuatku gugup Grape, kah kenapa sih!!!!!" gerutu Cherry yang berusaha menghindar dari kungkungan Grape, rasanya dia tak sanggup membiarkan pria itu memeluknya berlama lama, bisa mampus dia karena serangan jantung.
"Grape jantungku berdebar, kau tau tidak aku malu!!!!' teriak Cherry dengan wajah bersemu merah.
Grape tak menghiraukan kata-kata Cherry dia terus menggoda gadis itu, tangannya mulai mengusap punggung Cherry, membuat gadis itu seperti terkena sengatan listrik.
"Grape... kau mau apa!!!??" tanya Cherry, gadis itu terlihat ketakutan, rasanya aneh dan sangat tiba-tiba.
Grape mendekat, dia menatap wajah Cherry dengan serius. Wajah mereka semakin dekat, Cherry gugup sekaligus takut, dia melihat Grape seperti seorang pemangsa yang siap menerkamnya.
"Tak kusangka tenaganya sangat kuat, aku sampai tak bisa bergerak," batin Cherry.
__ADS_1
"Apa yang harus kulakukan..... aku belum siap, kenapa harus seperti ini...." lirih Cherry.
Grape semakin dekat, jarak mereka semakin terkikis. Cherry menutup kedua matanya saat wajah Grape sudah ada di depannnya hingga...
Cup...
Sebuah kecupan lembut mendarat di kening gadis itu," Dasar penakut," ucap Grape sambil tersenyum menatap Cherry yang memang kelihatan seperti seorang anak yang sedang ditindas.
Cherry terkejut dengan apa yang sedang dilakukan oleh Grape, dia pikir dia akan tamat di tangan pria itu hari ini.Tapi nyatanya semua yang di dalam pikirannya itu hanya imajinasinya saja karena terlalu ketakutan.
"Gr..Grape??" Cherry bingung dia menatap Grape yang tiba tiba tersenyum. Sebuah senyuman yang sangat tampan, ini kali pertama dia melihat senyuman Grape yang begitu Rama dan lembut di depannya.
"Hahahahhaha..... baru dibuat begitu kau sudah ketakutan, bagaiman kalah aku benar-benar meminta hakku!??" goda Grape sambil mengacak-acak rambut gadis itu.
Cherry terdiam, dia menatap Grape dengan serius," Meminta hakmu ya? tapi kau akan tetap memintanya jika tidak mencintai ku? apa aku hanya alat pemuas nafsu hmmmm!?" ketus gadis itu sambil menyipitkan matanya menatap Grape.
"Apa kau mau aku mencintaimu?"tanya Grape.
Cherry terkejut, "eh... te..tentu saja dalam pernikahan ha..harus ada itu kan??" Ucap nya malu malu.
"Baiklah mulai sekarang aku akan belajar, belajar untuk jadi suami yang mencintai gadis nakal ini," ucap Grape sambil mencolek hidung Cherry.
Jantung Cherry berdebar tak karuan, diperlakukan begitu manis tentu saja membuatnya merasa bahagia. Tapi ini terlalu manis dan sangat tiba-tiba.
"Grape...." Cherry meletakkan tangannya di dahi pria itu," Kau tidak sakit kan?" tanya Cherry.
"Pffthh bwahahahahahahah...... kau ini ada ada saja... suamimu normal begini kau bilang sakit, dasar semangka kecil," Grape tertawa lepas, dia mengambil tangan Cherry dan menggenggam tangan gadis itu sambil menatap nya.
"Aku sungguh-sungguh, mari kita jalani dan sama sama belajar untuk mencintai, semua tergantung pada waktu, sayang," ucap Grape sambil mengecup punggung tangan gadis itu.
Cherry terbelalak dia cepat-cepat menarik tangannya dari Grape dan beranjak dar kasur itu dengan wajah yang bersemu merah, dia benar benar malu sekaligus gugup dibuat pria itu.
"Arrkhhhh Grape aku malu!!!!" pekik Cherry.Gadusnitu berlari dari dalam kamar sambil berteriak dan berjingkrak karena gugup dan malu akibat ulah Grape.
__ADS_1
"Hahahahhaha... dasar gadis ini... kau benar benar menggemaskan," Grape tertawa begitu puas di dalam kamar sampai membuat tiga pria lain di rumah itu penasaran apa yang terjadi di kamar pasangan suami-istri itu.
Elton mengintip dari ruang tengah dengan Philip yang menimbrung dari atas,sedangkan Phineas hanya duduk di atas kasur yang diletakkan di ruang tengah menatap ke arah kamar Cherry dan Grape dengan wajah penasaran.
"Apa yang terjadi!? kenapa dia tertawa seperti itu?" Elton sangat penasaran, matanya celingak-celinguk melihat kesana kemari.
"Aku juga penasaran Ton, tapi gak kedengaran dodol!" celetuk Philip.
Di saat yang sama Cherry keluar dari dalam kamar dengan wajah bersemu merah, dia sampai menarik nafas dalam dalam dan menetralkan perasannya.
"Hei apa yang terjadi!!!??" Tanya Elton si kadal biru yang sedang menempel di dinding seperti seekor cicak.
"Astaga kalian membuat ku terkejut kak!!!" Cherry mengusap dadanya saat melihat kedua orang itu dengan akan bodoh penasaran mereka itu.
"Kalian ngapain disitu!?? curi dengar ya!!!" Cherry menunjuk mereka dengan wajah Anda kesal.
"Penasaran neng kalian habis ngapain kok teriak teriak!??? " celetuk Philip .
Cherry menatap mereka dengan wajah kesal" dasar manusia manusia aneh!! itu bukan urusan kalian!!!!" kesal Cherry sambil berjalan begitu saja melewati mereka berdua.
"Ya Tuhan kenapa ada orang gila sepeti mereka, yang di kamar membuatku salah tingkah yang disini membuatku naik darah..." Ucap gadis itu sambil geleng-geleng kepala.
Sementara itu di rumah tempat Cherry bekerja, tampak Alex sedang berdiri di depan rumah itu sejak pagi tadi dengan wajah bersemangat, dia menatap inti masuk rumah itu dengan antusias.
"Dia pasti kan senang saat melihatku mengenakan pakaian ini, hahahha.... Cherry gadis yang manis ya,dia tau saja seleraku," ucap pria itu sambil senyum-senyum sendiri menatap pintu gerbang dimana para pelayan yang akan bekerja masuk dari sana.
.
"Aku akan menunggumu Cherry!" ucapnya dengan penuh semangat.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗