
Phineas tersentak kaget dengan bentakan Cherry bahkan gadis itu sampai menatapnya dengan tatpan tak suka. Kedua kurcaci di sudut sana juga terbangun dari tidur mereka saat mendnegar suara keras Cherry.
Cherry , gadis semangkanya Grape itu menatap Phineas, “ nggak ada adik yang membenci kakak kandungnya mau seperti apa pun hubungan mereka, ingat kak, darah itu lebih kental dari pada air, aku memang gak tau masalah kakak di masa lalu, tapi Cherry mau ingatkan kalau gak ada saudara kandung sedarah yang membenci kakaknya terutama orang seperti kakak,jangan membuat asumsi kakak sendiri, entah apa pun yang terjadi pada kakak dan mendiang adik kakak di masa lalu, setidaknya pasti ada kenangan indah yang bisa kakak ingat terus dari adik kakak sesakit apa pun luka itu, “ ucap Cherry sambil menatap mata Phineas dengan lembut.
Grape, Philip dan Elton begitu salut dengan Cherry yang bisa menjinakkan Siberian husky yang sedingin laut antartika itu.
“ Mungkin dia berpulang lebih dulu, tapi bukankah dia pernah setidaknya mengatakan kalau dia menyayangi kakak? “ tanya Cherry. Phineas mengangguk, dia ingat momen manis bersama mendiang adik perempuannya.
“ Nah.. ingat itu dalam hati kakak dan simpan baik baik buat kakak , jangan menghukum diri kakak hanya karena pikiran pikiran negatif itu, ingat hal yang baik saja tentang dia, aku memang tidak dalam posisi yang tepat mengatakan ini, tapi mereka yang telah meninggal tidak ingin orang yang mereka tinggalkan bersedih terlalu lama karena mereka, itu adalah jalan hidup mereka dan yang ditinggal juga harus melanjutkan hidup dan bahagia selagi memiliki waktu, kakak berhak bebas dari rasa sedih dan sepi itu, jalani hidup kakak dengan bahagia bersama kenangan dengan mendiang adik kakak,” ucap Cherry sambil menepuk bahu Phineas.
Phineas terdiam, bahkan Grape , Elton dan Philip juga mendengarkan perkataan Cherry dengan serius, mereka juga terpukul dengan kata kata Cherry. Selama ini terikat dengan masa lalu yang kelam, keempat orang itu hidup dalam ruang lingkup kesedihan dan penderitaan batin serta selalu memikirkan balas dendam.
“ Baiklah nona manis, terimakasih sudah mengingatkan kakak hari ini,” Phineas sekali lagi memeluk Cherry, dia senang dengan kehadiran Cherry gadis bar bar baik hati itu di tengah tengah mereka.
“ Memangnya Rara meninggal karena apa kak? Sakit ya?” tanya Cherry dnegan tatapan polosnya.
Phineas menggelengkan kepalanya. Dia terdiam sejenak dan hal itu membuat ketiga sahabatnya khawatir, sebab kematian adik Phineas adalah duka paling dalam yang diterima pria itu dan keluarganya selama mereka hidup.
“ Phineas... tak perlu menjawab kalau kau tidak mau,” ucap Elton yang langsung bangkit berdiri dan menghampiri pria yang menjadi saudara angkatnya itu.
“Cher... sepertinya kita tidak perlu membahas tentang itu, “ ucap Philip yang juga berdiri di dekat mereka.
Cherry menatap Phineas, dia tau pasti ada sesuatu, sebuah luka masa lalu yang disimpan oleh Phineas selama ini. Cherry menggenggam tangan Phineas dengan lembut, menunjukkan kasih sayang seorang saudara yang tulus pada pria itu. Grape juga tampak khawatir karena Phineas diam untuk waktu yang lama.
__ADS_1
“ Phineas, jangan dipaksakan,” ucap Grape.
Melihat reaksi pera pria membuat Cherry paham kalau Phineas menanggung luka yang begitu dalam, luka yang mungkin tidak akan sembuh mau selama apa pun dia berobat, luka yang tidak akan ada obatnya.
Phineas mengangkat kepalanya, dia sudah terlalu lama terikat dengan perasaan kesepian dan rasa bersalah ini.
“ Kak berbahagialah, Rara menyayangi kakak, Rara nggak pernah membenci kakak meski kakak selalu mengomeli Rara, tapi Rara sudah tidak tahan, ini pilihan Rara, kuharap kakak hidup bahagia, itu satu satunya keinginan Rara, semoga kelak kita bisa bertemu entah Rara dalam wujud manusia lain atau apa pun itu, Rara harap kakak akan melihat Rara disana, sampai jumpa lagi aku mencintaimu kak dan selamanya akan begitu...” untaian kalimat yang direkam oleh adik Phineas sebelum dia meninggal dunia. Rekaman suara yang dia kirimkan ke ponsel kakaknya sebelum dia memilih untuk pergi dari dunia yang kejam ini.
“ Kalau gak mau cerita gak apa apa kok,” ucap Cherry sambil memberikan senyuman manisnya .
Phineas mengusap pucuk kepala gadis itu, seutas senyuman tergambar di wajah Phineas, dia menatap Cherry lagi, ekspresi dan keceriaan itu mengingatkannya pada Rara mendiang adiknya.
“ ternyata kamu benar benar menepati kata katamu ra, kamu hadir lagi dalam hidup kakak, kamu datang lagi dalam wujud Cherry, sifat dan senyuman ceria kalian sangat mirip, dengan begini kakak benar benar bisa menerima keadaan ini meski perlahan,” batin Phineas yang melihat jiwa sang adik dalam diri Cherry.
“ Dia meninggal karena memilih kematiannya sendiri Cher, dia memilih untuk pergi, “ jelas Phineas sambil menatap Cherry dengan mata memerah.
“ Dia di bully oleh teman teman sekolahnya, gadis itu memiliki senyuman indah, matanya juga ikut tersenyum sama seperti dirimu,” jelas Phineas yang memilih menceritakan hal ini pada Cherry, gadis yang kini dia anggap sebagai salah satu orang paling penting baginya setelah ketiga sahabat gilanya itu.
“ Bully? “ Cherry tak menyangka penyebab kematian adik pria itu karena bullying.
“ Ya dia dibully, dan kami baru tau saat dia menghilang dari rumah, selama ini dia terlihat baik baik saja, tak pernah menunjukkan atau mengatakan kalau dia mengalami bullying di sekolah, beberapa hari sebelum kematiannya, kakak mencari tahu apa yang terjadi dan disitulah kakak tau kalau Rara, mengalami pelecehan di sekolahnya,” jelas Phineas, pria itu bercerita sambil menggenggam tangan Cherry. Grape yang melihat itu tak mempermasalahkannya, baginya selama Phineas bisa membuka diri sudah menjadi kemajuan yang hebat.
Cherry terkejut saat mendengar cerita Phineas, apalagi kejadian yang menimpa adik pria itu,” pasti sangat berat kak, kalian melewatinya dengan baik ,” ucap Cherry.
__ADS_1
Phineas menggelengkan kepalanya,” nggak Cher, kami tidak bisa melewati semaunya dengan mudah, Rara adalah anak yang ceria dan periang, kehilangan dia membuat seluruh keluarga kami hancur dan Elton sudah menyaksikan betapa hancurnya keluarga kakak sejak kejadian itu,” ucapnya sambil menunduk sedih.
“ setelah kejadian itu, Mama kakak... mengalami depresi sampai saat ini, Mama sampai mengalami gangguan jiwa dan Papa kehilangan semangat hidupnya, kakak juga terkurung dalam kesedihan itu,” jelas Phineas.
Cherry tak tau harus berkata apa lagi, penghiburan seperti apa yang bisa menutup luka hati mereka, sungguh penderitaan yang sangat mengerikan yang harus mereka hadapi.
“ Selama ini kupikir aku yang paling menderita karena kehilangan keluargaku,ternyata ada juga orang lain yang mengalami hal yang sama denganku, kehilangan orang yang kita sayangi memang menyakitkan tapi... orang orang yang kita sayangi tak ingin kita berlama lama dalam kesedihan itu,” ucap Cherry yang menitikkan air mata mendengar cerita Phineas.
“ Yang semangat kak, semua pasti bisa berlalu, “ ucap Cherry sambil menatap Phineas dengan tatapan sedihnya.
Phineas tersenyum lega, ini senyuman kebebasan yang dia nantikan, rasa lega setelah menceritakan rasa sakitnya , rasa sepi dan kehilangan yang dia alami selama ini, penghiburan yang dia dapatkan dari gadis periang dan cantik seperti Cherry seolah memenuhi hatinya dan membuat dia merasa tenang.
“ akhirnya aku bisa melepaskan nya Cherry, akhirnya aku bisa sedikit merasa lega,” ucap Phineas sambil menepuk kepala Cherry dengan lembut.
“ Bisa sih bisa tapi gak usah pegang pegang tangan istriku sampai selama itu juga kali bambang, kau pikir aku ini cuma hiasan taman, beraninya menyentuh milikku,” gerutu Grape sambil menepis tangan Phineas dari kepala istrinya dan menarik tangan Cherry ke arahnya dengan tatapan kesal seolah takut kesayangannya di rebut orang lain.
“Idih cemburu bilang kawan....” ejek Phineas.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen
.