Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
56


__ADS_3

Grape mengepalkan tangannya dan menghancurkan semua barang di depannya karena listrik di rumahnya tiba tiba mati saat dia berusaha melacak posisi Cherry.


"Sialan ,kenapa harus disaat ini!!!" pekik pria itu, dia mengambil senter dan memutar kursi rodanya menuju pembangkit listrik rumah itu, sepertinya ada masalah disana.


"Seharusnya kemarin langsung kuperbaiki saat ada masalah!!" kesal Grape yang sedang mengutak Atik berbagai kabel di dalam box putih di dekat dinding pintu masuk rumah itu.


Sementara Grape bergelut dengan listrik, Philip sudah tiba di rumah Alesha. Pria itu berlari menuju apartemen sederhana itu dan mengetuk pintu rumah Alesha sekencang kencangnya. Secepat kilat dia bisa tiba disana.


"Alesha buka!!" teriak Philip tanpa takut terkena amukan pemilik apartemen dan tak takut kalau dia mengganggu orang lain.


Suara gedoran pintu apartemen itu terdengar begitu keras sampai membuat beberapa orang menatap heran pada Philip si pria rambut warna warni seperti badut itu .


"Alesha buka!!!" pekik pria itu lagi dengan nada sedikit marah, dia sudah tak sabar ingin bertemu Cherry, dia sangat berharap dia menemukan Cherry disana.


"ALESHA BUKA ATAU KU DOBRAK!!!" pekik Philip lagi dengan amarah yang sudah mencapai batas ubun-ubunnya.


Melihat tak ada tanggapan, pria yang tak bisa bersabar barang sedetik pun itu bersiap dengan ancang-ancang untuk mendobrak pintu rumah itu.


"Sial, kalau begini aku akan mendobraknya sendiri !" kesal Philip.


Dia mengambil ancang-ancang dan bersiap lalu berlari menerjang pintu rumah itu. Philip menerjang pintu namun di saat yang sama pintu rumah itu di buka oleh Alesha sehingga membuat pria itu tak bisa mengendalikan tubuhnya dan berakhir terjatuh dengan menimpa seorang gadis di bawah kungkungannya.


Mata Philip dan gadis itu sama sama membulat sempurna saat mereka terjatuh ke atas lantai dengan posisi paling membagongkan. Bagaimana bisa di saat seperti ini Bibir Philip bersentuhan dengan bibir si gadis cerewet nan bar bar, sekretarisnya yang selalu dia sebut sebagai ibu tiri.


Keduanya terdiam di posisi masing-masing.maish dengan bibir yang menempel, belum lagi tangan Bella tepat berada di dada pria itu.


Seolah waktu berhenti untuk sementara, Baik Alesha, Bella maupun Philip sama sama terdiam seperti orang bodoh saat terjadi hal tidak terduga itu.


Philip terkejut bukan main," Kyaaakkk apa yang kau lakukan padaku Mak lampir!!!;" pekik Philip sambil bangkit dari sana dan melepaskan dirinya dari Bella seolah Bella yang menodai bibirnya.

__ADS_1


"Sialan!!!!" gerutu Philip sambil menggosok gosok bibirnya dengan kedua tangannya saat sadar dengan apa yang baru saja terjadi.


"Ya ampun Bel kau baik-baik saja!?" Alesha menghampiri gadis yang terdiam membatu di atas lantai dengan tatapan kosong seolah nyawanya hilang dari tubuhnya.


Alesha membantu gadis itu bangkit.


"Bel!!" pekik Alesha sampai gadis itu tersadar dar lamunannya.


"Alesha bibirku tadi disentuh sama Presdir kolor hijau itu arrhhkkk mimpi apa aku, kenapa harus mimipiin Presdir gila, Presdir bajingan itu arrkhhhh amit amit dah ....." pekik Bella sambil mengusap usap bibirnya dengan wajah panik dan kesal tanpa sadar kalau pria gila yang dia maksud masih berada disana dan menatapnya dengan tatapan kesal dan marah.


"Grrhhhh benar benar ya si bapak gila itu gak di dunia nyata, gak di dunia mimpi dia terus ganggu gue!!!!" pekik Bella dengan wajah memerah karena kesal. Sepertinya gadis yang setengah mabuk itu masih berpikir kalau barusan dia bermimpi.


"Dengar ya bapak presiden direktur Phoenix grup yang gila dan sinting, saya itu bukan asisten pribadi anda.hnruk beliin kolor anda, saya itu sekolah tinggi tinggi bukan untuk beliin kolor tau gak sih hahah, bikin kesal saja!!!!!!" pekik Bella dengan nafas terengah engah saking marahnya.


Alesha menepuk kepalanya, dia benar benar tak tau harus bagaimana mengingatkan si gadis aneh itu.


"Aduhh gimana nih, pak Philip disini lagi, Bella kok gak sadar sih!!!" Batin Alesha yang melirik Philip yang berdiri disana sambil memicingkan matanya menatap Bella yang terus meracau seperti orang gila.


"Cherry!? dia tak ada disini pak, lagipula bagaimana bapak bisa berpikir dia disini, dan kalian juga tak saling kenal kan!?" tanya Alesha sambil menyerngitkan keningnya. Dia tentu merasa heran kenapa atasannya yang jelas dia pikir tak kenal dengan Cherry sahabatnya justru mencari gadis itu sampai ke rumahnya.


"Dia adikku," jawab Philip singkat sambil.menayao seisi rumah itu. Melihat reaksi Alesha dan kegilaan Bella, dia yakin kalau Cherry tak ada disana.


"Apa Cherry punya tempat yang sering dia kunjungi saat bersama kalian!?" tanya Philip.


"Punya sih pak tapi untuk apa, bapak kok bisa kenal sama Cherry? ada apa dengan Cherry dan bis jelaskan hubungan kalian!? setahu saya anda yang membuat sahabat saya dipermalukan di kantor!" kali ini Alesha membalas perkataan Philip dengan nada menyindir dan sedikit pedas.


Philip tentu saja sadar dengan hal itu, tapi dia tak punya banyak waktu untuk menjelaskan semuanya pada Alesha.


Belum lagi Bella sudah ambruk di atas lantai dengan posisi memakai hot pantas, sungguh pemandangan tidak masuk akal yang harus dilihat oleh Philip.

__ADS_1


"Astaga selimuti si cerewet itu, kenapa dia hanya memakai pakaian dal4m di rumah, dasar bodoh!!!" ketus Philip.


Alesha terkejut saat sadar Bella hanya memakai celana pendek dan tanktop, cepat cepat dia menarik kain menutup tubuh Bella.


"Katakan dimana biasa Cherry pergi kalau sedang sedih, aku akan jelaskan semuanya besok, Cherry adalah adikku, dia pergi dari rumah karena ada masalah, aku harus mencarinya!" ucap Philip dengan tegas.


"Makam orangtuanya, Makam Mommynya tapi ini sudah malam tak.mungkin dia disan, selain itu kami hanya nongkrong di tempat makan biasa pak," jawab Alesha dengan nada ragu sambil menatap heran pria itu.


Philip memijit pelipisnya, dia sangat kesal saat ini karena tak ada satu pun petunjuk menuju tepat Cherry berada.


"Baiklah, beritahu Bella agar tidak ke kantor besok, katakan padanya kalau kalian haru datang ke alamat yang kukirimkan padanya besok, Cherry tak kelihatan, mudah mudahan besok dia pulang, kalian harus datang!" ucap Philip sambil beranjak dari rumah itu dengan wajah kesal.


"Pak tunggu dulu, apa yang sebenarnya terjadi!?" tanya Alesha.


"Besok, datanglah besok, aku akan menjelaskan semuanya!!" ucap Philip sambil beranjak dari sana dengan langkah cepat.


Alesha yang ditinggal sendiri bersama Bella yang sudah terlelap hanya diam di tempat dengan pikiran kalut saat mendengar kalau Cherry menghilang.


Dadanya tiba tiba saja terasa sesak, dan wajahnya memucat,"ada apa dengan Che..... Cherry!??" gumam Alesha yang terduduk di atas lantai dengan wajah pucat dan keringat dingin gadis itu menekan perutnya yang tiba tiba teras sakit karena tingkat stressnya meningkat.


"A...akhh.....Sa...sakit!!!!" Alesha merintih kesakitan sambil menekan bagian bawah perutnya, kaosnya tersibak, tampak bekas luka jahitan operasi di bawah perut gadis itu.


"Cher..Cherry... ada apa dengannya akhh.....


."Gumam gadis itu sambil merintih kesakitan.


.


.

__ADS_1


.


like vote dan komen 🤗


__ADS_2