
Tak... Tak.... Tak....
Suara pisau yang sedang menari di dapur terdengar riuh di telinga seisi rumah Grape. Pagi baru kini kembali dihebohkan dengan acara masak memasak oleh para gadis di rumah itu.
Cherry tampak lihai bergerak kesana kemari dengan apron yang terikat di tubuhnya. Dia sudah bangun pagi-pagi sekali hanya untuk menyiapkan sarapan bagi keluarga nya. Dia tipikal ibu rumah tangga yang tidak senang jika orang-orang di rumahnya tidak makan masakan rumah.
Di sampingnya ada Sarah yang sama lihainya dengan Cherry. Kedua gadis ini sangat suka memasak. Sedangkan Bella sedang bersih-bersih rumah sebelum berangkat ke kantor. Keadaan gadis itu sudah cukup baik sejak kejadian terakhir. Luka di tubuhnya tinggal bekas yang akan segera hilang dengan perawatan.
"Sayang apa kamu gak capek masak terus? kita pakai tukang masak saja ya," tawar Grape yang sudah duduk di meja makan bersama kedua anak angkat mereka yang sudah beres mandi dengan mandiri.
"Nggak mau, kala bersihin rumah boleh lah, tapi kalau soal makanan aku gak bisa serahkan ke orang lain!" tegas Cherry.
"Tapi kan kamu capek kalau begini?" ucap Grape lagi.
Cherry menggelengkan kepalanya," nggak kok Grape, aku justru senang bisa menyiapkan makanan untuk kalian, toh aku juga gak kerja, jadi setidaknya aku sedikit berguna dan gak cuma jadi beban!" jawabnya sambil memasukkan semua masakan ke dalam piring.
"Jangan bilang begitu, kamu bukan beban tapi kamu nyonya di rumah ini!" tegas Grape.
"Iya iya bawel, Kamu ke kantor hari ini? bareng siapa? kak Elton gak kelihatan, Kak Rania juga udah di rumah sakit, Kak Phineas belum pulang lalu kak Philip dimana? kenapa semua orang tiba-tiba menghilang!?" celetuk Cherry.
"Ehh... aku ke kantor, kalau yang lain sedang ada urusan, mereka punya pekerjaan masing-masing sayang," jelas Grape.
Cherry mengangguk paham, sembari menghidangkan semua makan di atas meja, dia merapikan peralatan dapurnya di bantu Sarah.
"Cher... Lo romantis banget sih hahahha..." goda Sarah sambil berbisik. Sontak wajah gadis itu tersipu malu dengan ucapan sahabatnya.
"Apaan sih rah.. random banget!" balas Cherry sambil menyembunyikan wajahnya yang bersemu merah.
Sarah terkekeh geli," Grape atau Cherry junior udah ada belum disini? gue nungguin ponakan lagi loh... hahahha..." goda Sarah seraya mengusap perut Cherry.
Sontak mata Cherry membulat sempurna kala Sarah melakukan itu.Dia bahkan belum terpikir ke arah itu. Grape yang mendengar nya juga sedikit terkejut, sebab hampir lima bulan mereka menikah, keduanya belum melakukan sesuatu yang Philip sebut "Skidipapapap" Alias hubungan suami-istri yang lebih intim.
"Rahhh.... Lo kalau ngomong tahan dikit neng," bisik Cherry yang malah jadi malu sendiri.
"Hahahha ya maaf Cher, jangan bilang Lo belum...." Sarah melirik Cherry dan Grape.
Wajah Cherry mengatakan segalanya. Gadis itu terdiam dengan semburat merah di pipinya.Sebuah hal normal jika dia dan Grape melakukan itu, tapi tampaknya Grape tak pernah meminta hak lebih dari Cherry.
__ADS_1
"Jadi belum!?" tanya Sarah . Cherry mengangguk pelan.
"kenapa Cher, apa kalian gak saling cinta!? atau gimana nih!? apa dia pun gak pernah minta!?? bukannya wajar ya!?? kalian udah nikah 5 bulan loh!!" bisik Sarah.
"Apa dia emang gak berminat sama Lo!?" tanya gadis itu lagi.
"Eh... rah... em... gak usah di bahas deh, kita makan.. kita makan aja.." balas Cherry yang langsung mengalihkan topik pembicaraan. Sarah terdiam,dia menatap Grape dengan tatapan curiga, dia tipe sahabat yang tak senang jika temannya dipermainkan oleh cinta.
"Apa orang ini gak beneran sayang sama Cherr!? kalau gitu bisa gawat!!! bukannya dia punya pacar dulu!? apa dia gamon!?"pikir Sarah.
Cherry duduk dengan wajah bingung, sejujurnya ini juga menjadi pertanyaan besar baginya. Grape sama sekali belum pernah meminta haknya sebagai seorang suami pada gadis itu. Mereka hanya tidur satu ranjang, berciuman layaknya pasangan normal tapi tak lebih dari itu.
Cherry melirik suaminya yang tampak mengurus makanan kedua putra mereka seolah tak mendengar pembicaraan Cherry dan Sarah.
"Apa dia emang gak cinta ya ? atau masih belum siap menerimaku? kenapa aku jadi menyedihkan seperti ini?" batin Cherry.
Grape paham betul ekspresi istrinya itu, tapi dia punya prinsipnya sendiri, dia belum bisa melakukan itu dengan kondisinya yang sekarang dia hanya ingin membangun hubungan yang lebih dalam dengan Cherry dan mengenal istrinya luar dalam.
"Bukannya gak mau sayang, aku cuma sedang menyiapkan diri, aku juga ingin punya anak dari dirimu, anak yang mirip dengan mu dan dengan diriku, tunggu aku sembuh maka semuanya akan benar-benar berubah," batin Grape.
"Heh... mereka ini kenapa sih!?" batin Bella.
"Pak Philip juga kenapa mukanya diplester begitu? mana diem lagi? ini ruangan makan atau pemakaman!?" batin Bella seraya melirik Philip yang turun dari lantai atas dengan wajah dibalut perban.
"Buset dah hening banget, gak tahan gue!!!" gumam Bella.
Brakkk....
"Ya ampun kaget gue kodok, eh kodok makan dodol digigil ojol! apa apaan sih Bella subelle, Lo bikin gue kaget dasar Mak lampir gak punya hati!!!!!" gerutu Philip dengan mulut latahnya itu.
"Ya ampun Bel kenapa Lo!? lagi PMS hah!??" balas Sarah yang sama terkejutnya.
"Bell kenapa Lo!? kesurupan hah!? bikin jantungan Lo!" kesal Cherry.
Grape sendiri hanya menatap gadis itu dengan tatapan kesal dan wajah datar sedatar cermin di Blue House Korsel.
" Aunty kalah makan yang tenang, ancel telkejut!" celetuk bocah itu dengan wajah marah.
__ADS_1
Bella terkekeh,"hehehe maaf nih ya epribadeh, barusan kita makan iya kan!? tapi kenapa suasananya mencekam seperti sedang di pemakaman, ini ruang makan buka TPU!!" kesal Bella yang jadi hilang selera makan melihat tingkah aneh orang di rumah itu.
"Lagian kalian semua kenapa sih!? Cherry juga biasanya sebelas dua belas sama gue, apalagi si Sarah, nah Pak Philip juga kan sama,biasanya bahas kolor melulu, sekarang kok pada diem!? lagi sariawan bestie !??" celetuk gadis itu seraya menatap mereka dengan tatapan jengkel.
"Dasar pembuat onar! makan saja,setelah itu kita ke kantor!" kesal Philip sambil menepuk kepala Bella.
"ishhh dasar aneh, kalian kenapa sih, sariawan ya!??? hilang selera makan gue, ya udah gue duluan deh, kalian aneh, kalau ada masalah ya dibicarakan bukan cosplay jadi patung begini, kalau Tuan Grape sih udah biasa mukanya begitu aja kaya dukun beranak tapi Cherry, Sarah dan Pak Philip!? kalian aneh tau gak, kesurupan gak jelas kali ya! CK...gue berangkat!!" kesalnya sambil beranjak dari sana.
"Bel makan dulu, ini belum habis!!" panggil Cherry yang merasa tak enak pada Bella.
"Nggak selera Cher, lihat muka Lo rata kayak mau boker bikin gue mual, maaf nih buat dua ponakan ganteng gue, aunty gak mau kalian jadi mirip Mom dan Dad kalian, Aunty berangkat dulu!" ucap Bella sambil memakai sepatunya dan keluar dari rumah itu sendirian.
"Haih...gue jadi gak enak, gue nyusul Bella ya Cher, Tuan Grape, Pak Philip saya duluan, bye Hansel bye Alvaro!" ucap Sarah yang segera menyusul Bella.
"Bye Aunty!" seru kedua bocah itu.
Kini tersisa Philip, Grape, Cherry dan kedua bocah dengan suasana ruang makan yang hening.
" Habiskan makanan kalian, aku akan berangkat ke kantor, oh iya Cher seminggu ini aku ada perjalanan bisnis ke luar negeri, aku berangkat pagi ini, kamu dan anak-anak di rumah saja, aku akan berangkat bersama ajudanku, akan ku kabari jika sudah tiba disana, lanjutkan makanan kalian, aku pergi dulu," ucap Grape tanpa menunjukkan ekspresi apa pun. Wajah datar dan dinginnya itu sontak membuat Cherry terdiam. Sisi seram suaminya terlihat jelas saat ini.
"Makananmu...
"Aku makan di kantor sebelum berangkat, aku sudah terlambat, " balas Grape dengan singkat.
"Tapi...
Philip memegang tangan Cherry," biarkan saja, dia sepertinya sedang ada masalah!" ucapnya dengan lembut.
Cherry mengangguk," baiklah,"
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1