Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
201


__ADS_3

Alesha tampak berdiri di depan pintu apartemen Elton saat mendengar bahwa Cherry dan yang lain sudah pulang. Gadis itu memakai penutup kepala rajutan benang woll dan gaun sederhana yang diberikan nyonya Dalton pada gadis itu. Sekalipun kepalanya botak, dia tetap terlihat cantik dan menawan dengan wajah naturalnya yang sudah kembali berseri.


“ Aunty, Mom dan daddy lama ya?” celetuk Hansel sambil menggantung di tangan gadis itu.


“ Hansel jangan menggantung , kamu berat loh, tangan Aunty nanti sakit,” tegur Alvaro dan tentu saja Hansel langsung melepas tangan Alesha.


Gadis itu tersenyum melihat betapa kedua anak ini saling memperhatikan satu dengan yang lain. Meskipun Hansel selalu kena marah oleh Alvaro, dia tetap mengikuti kata kakak laki-lakinya.


“ Kalau begitu gendong,” ucap anak tampan itu sambil menatap Alvaro dengan mata berbinar-binar .


“ Mom dan dad datang...” elak Avaro yang langsung berlari ke arah Cherry dan Grape yang sudah tiba gedung apartemen yang sebenarnya adalah gedung milik Elton dan digunakan untuk kolega kerjanya dan juga rekan rekannya dalam proyek arsitektur, sehingga gedung yang terdiri dari 3 lantai itu diisi oleh bebrapa rekan Elton .


“ ishhh abang ngelak ini..” ketus Hansel yang sontak ikut berlari dan menghampiri kedua orang tua mereka dengan senyuman berbinar binar setelah dua hari tidak ketemu.


“ mommy... Daddy.. miss you so much...” teriak mereka berdua sambil merentangkan kedua tangan mereka menyambut Grape dan Cherry dan yang lain.


“ Wahhhh anak anak ayam kesayangan om Philip hahahha akhirnya kita bertemu lagi bestie ku sayang...”teriak Philip yang menyerobot jalan Grape dan Cherry dengan senyum sumringah merentangkan kedua tangannya dan ... hap...


Dalam sekali tangkap dia berhsail memeluk dan menggendong kedua bocah itu sambil membawa mereka berputar-putar di lorong apartemen itu sambil tertawa sumringah. Melihat hal itu mereka semua tertawa bahagia apalagi melihat wajah Avaro yang masam dan dingin karena belum memeluk mommy dan Daddynya tapi sudah keduluan di peluk oleh manusia jadi jadian sedangkan Hansel tampaknya nyaman pada semua orang sampai dia juga ikut tertawa terbahak bahak mengikuti frekuensi Philip.


Nathama menatap kedua anak itu dengan mata berkaca-kaca, ini kali pertama setelah bertahun tahun dia baru bisa melihat anak-anak kakaknya itu. Nathama mengambil ponselnya dan memotret raut wajah bertolak belakang yang ditunjukkan kedua anak itu.


“ Mereka sudah besar, mereka sangat tampan dan ceria, Alvaro mirip dengan kakak ipar dan Hansel persis seperti kami saat masih kecil... ahhh aku terharu melihat mereka bisa bertahan sampai saat ini,” ucap Nathama yang pada akhirnya menitikkan air mata bahagai setelah bisa melihat dua keponakan yang sangat dia sayangi.


Cherry menepuk bahu Nathama,” jangan menangis, bagaimana bisa seorang pria secengeng ini, keponakanmu akan tertawa melihat pamannya menangis dan jadi cengeng seperti ini,” bisik Cherry.


“ Ahh hahaha... aku hanya terlalu bahagia Cherry, terimakasih pada kalian semua yang telah merawat mereka, aku bersyukur mereka bertemu orang-orang baik, terutama tuan Cornelius dan kamu Cherry terimakasih telah mengangkat mereka jadi anak anak kalian,” ucap Nathama sambil menangis.


Grape menepuk bahu Nathama,” jangan sungkan, mereka sangat berharga bagi kami, kami menyayangi mereka tanpa melihat masa lalu mereka,” ucap Grape.


“ Aku akan bawa mereka pada Nagata, hati seorang ayah tidak akan pernah berbohong, mulut si bodoh itu saja yang mengatakan tidak perlu tapi sorot matanya mengatakan dia ingin melihat anak-anaknya, “ ucap Grape.


“ tapi sayang, apa Alvaro akan...

__ADS_1


“ Tenang saja, kita akan bicara padanya, kita jelaskan semuanya dengan baik, dia pasti mengerti,” ucap Grape sambil merangkul istrinya, dia tahu kalau wanita itu khawatir Alvaro akan marah.


“ tapi apa kita harus beritahu semuanya pada mereka? Aku takut dia semakin membenci ayah kandungnya,” ucap Cherry.


“ Kurasa dia tidak akan membenci kak Nagata cherry, aku yakin mendiang kakak ipar memberitahukan hal yang baik tentang Nagata pada Alvaro sekalipun mereka terpisah, cinta mereka terus hidup dan aku bisa merasakan itu,” ucap Nathama dengan yakin.


“ Ekhmmm... ya.. ya baiklah sang pujangga cinta, bukankah kita lebih baik masuk ke dalam rumah daripada terus berdiri disini menatap si konyol itu membuat kedua anak ayam hampir muntah karena diputar putar seperti baling-baling?” celetuk Eltin memotong pembicaraan mereka yang teramat serius.


“ ahhhh kita masuk .. ayo semuanya,” aajak cherry.


Mereka masuk ke dalam apartemen dan disambut oleh Alesha dan pasangan Dalton, Asraf juga dan tim Alpha yang mengawasi.


Alvaro terkejut melihat kehadiran Nathama, pamannya itu disana, kaki kecil anak itu membawanya mendekati Nathama dan tanpa sadar memegang wajah pria itu,” uncle? It’s you? Ini benaran Paman Nathama? Aku tidak mimpi kan?” celetuk bocah itu sambil membesarkan kedua bola matanya menatap wajah Nathama dan memegang pipi pria itu dengan kuat sampai membuat bibir Nathama mancung ke depan.


“ mom? Dad? Ini paman Nathama kan? Abang gak salah lihat? Dapat dari mana ehhh maksudnya ketemu di mana?” celetuk bocah itu dengan wajah terheran-heran.


Cherry, Grape dan yang lainnya terkikik geli dengan ucapan anak itu. Mereka berpikir kalau reaksi Alvaro akan sama seperti reaksinya ketika melihat Nagata dan siapa sangka dia bisa langsung membedakan ayah kandung dan pamannya.


“ iya sayang, Abang ingat?” tanya Cherry sambil mengusap pucuk kepala putranya dengan lembut.


Nathama tersenyum bahagia, dia memeluk Alvaro dengan erat ,” sudah lama sayang, uncle miss you so much,” lirih pria itu dengan pelukan hangat tetapi Alvaro tetaplah anak yang dingin, dia tidak membalas pelukan Nathama dan hanya membiarkan orang itu memeluknya.


“ daddy dimana?” tanya anak itu dengan suara dingin. Jika membicarakan daddynya dia seolah merasa kesal dan marah. Hati seorang anak yang sebenarnya ingin tahu keberadaan ayahnya tetapi malah dipenuhi dengan rasa dendam dan benci yang dia dapatkan karena pengaruh keluarga Hong saat hendak menjualnya waktu itu.


“ Daddy kamu...” Nagata terdiam, dia tak tahu harus menjawab Alvaro dengan jawaban apa.


“ Nagata, ayah kandung abang sudah di penjara, seperti yang abang inginkan,” ucap grape tiba-tiba. Tentu saja mereka semua terkejut karena Grape malah memberitahukan hal itu langsung pada Alvaro tanpa penjelasan.


Alvaro menurunkan tangannya dari kursi roda Nathama, wajahnya sendu dan mulutnya tertutup rapat. Anak itu menggenggam tangan Grpae dengan erat tanpa mengucapkan apa pun. Melihat putranya seperti itu, Cherry khawatir Alvaro akan jadi semakin pendiam.


“ Sayang jangan khawatir, serahkan padaku, kami akan berbicara, kalian istirahatlah,” ucap Grape sambil mengusap lengan istrinya agar Cherry tenang.


“ baiklah, “ jawabnya.

__ADS_1


Ketika semuanya tampak diam dan terlarut dengan pikiran mereka, Hansel berjalan diantara mereka sambil menatap Nathama dengan mata berbinar-binar,” umm? Daddy? Wahhh... Daddy... Mommy ini daddy hansel ahahahha... daddy yeyeyeyeye.... Daddy....


Bocah itu berseru kegirangan sambil melompat lompat mengelilingi Nathama, dalam ingatannya wajah itu adalah wajah yang diperkenalkan oleh Mommynya sebagai daddy mereka, hati yang begitu lugu dan polos itu tersenyumm bahagia hanya dengan melihat wajah Nathama. Cherry menyembunyikan wajahnya yang memerah karena menahan tangis, Alesha, Sarah dan Bella juga demikian bahkan tuan dan Nyonya Dalton juga merasa pilu kala melihat anak kecil itu berseru kegirangan saat berpikir kalau pria di depannya adalah sang Daddy yang selalu diceritakan oleh ibu kandungnya saat hidup dulu.


“ betapa murninya hati anak ini, masih sekecil itu tetapi sudah mengalami hal mengerikan, ahhh setidaknya mereka bertemu orangtua yang baik,” ucap Alesha yang jelas di dengar oleh Phineas yang berdiri di belakang gadis itu. Phineas mengambil tangan Alesha tanpa senggan, “ kamu juga punya keluarga,” bisiknya dengan suara pelan.


Alesha terdiam, Phineas selalu memberikan perhatian yang manis padanya bahkan sampai membuat jantungnya berdebar tak karuan.


“ tuan aku..


“ Shhh tenanglah, aku melihat kau gemetar, biar kupegang,” ucap Phineas dengan senyum tipis di wajahnya seraya melirik Alesha.


Hal ini tak luput dari pandangan Philip dan Bella si raja dan ratu kepo,” wahhh Bell lihat noh, si Alesha sudah nemu bojonya,” celetuk Philip.


“ Widihhh bener pak, kok bisa ya.. jangan jangan Pak Phineas udahmain duluan tanpa kita tahu ini...” celetuk Bella seraya memicingkan matanya tanpa segan juga menaruhtangannya di lengan Philip.


“ Ho.. oh... si nanas mukanya doang datar, sekali gerak sat set sat set langsung jadi hihihi... “ balas Philip dan Bella juga mengangguk setuju.


Namun seketika mereka tersadar bahwa lengan Philip tepat berada di depan buah melon Bella, mata mereka sama – sama saling menatap dan...” what the h*ll....” umpat keduanya yang langsung menjauh satu sama lain,” Bapak mesum!!!!” kesal Bella.


“ idih lo kira gue selera, Cuma dua buah jambu merah doang bangga,” ejek Philip membalas serangan bella waktu itu.


“ What? Ja.. jambu merah? Ini ukuran cup ... hempkkkk....


Sebelum Bella mempermalukan dirinya, Philip menutup mulut gadis ember itu dengan tangannya,” gak malu lo mau pamer ukuran cup bra? Dasar sinting......”


“ grrhhhhhhhh aakkkhhhhhhhhh sia...lahhnnn......”


.


.


.

__ADS_1


Like, votw dan komen


__ADS_2