
Terdengar suara tawa yang begitu girang dalam ruangan itu. Mereka berlima menikmati waktu mereka berkumpul bersama, bercerita tentang banyak hal dan saling berbagi kebahagiaan . Grape terus menggenggam tangan Cherry, melihat Cherry bahagia tentu membuat pria itu turut senang, selain itu mereka memang sengaja menemani Cherry untuk membuat gadis itu melupakan rasa sakit di punggungnya.
Phineas tidak mengijinkan siapa pun menyuapi Cherry selain dirinya, dia tak mau melewatkan kesempatan untuk merawat gadis yang kini jadi adik yang berharga baginya. Perempuan pertama yang bisa membuatnya tertawa dan berbagi derita masa lalunya.
“ Tapi ngomong-ngomong kalian dapat uang dari mana untuk menyewa kamar sebagus ini? “ Cherry menatap mereka berempat dengan tatapan penasaran. Seketika keempat pria itu terdiam dan saling melirik.
Melihat tatapan Cherry yang memang jelas menunjukkan kalau dia penasaran membuat Grape merasa sedikit bersalah karena telah membohongi istrinya tentang identitas mereka selama ini.
“ Cherry pelan pelan kamu akan tau siapa kita, untuk sekarang jangan pikirkan hal itu dulu, kamu fokus saja pada kesehatanmu, luka di punggungmu saja belum kering kamu masih memikirkan masalah identitas kami, fokus saja untuk sembuh, nanti kau juga akan tau,” ucap Grape.
“ yang Grape katakan benar Cerrot, kalau kau gak sembuh kami gak akan bilang siapa kami sebenarnya,” celetuk Elton sambil menepuk pucuk kepala Cherry.
“ Emmm aku sih belum siap untuk kasih tau siapa aku, heheheh...” balas Philip sambil cengengesan, dia mengingat kejadian buruk di kantornya saat Cherry melamar kerja, tentu saja dia tak ingin mendapatkan tendangan dari gadis bar-bar itu saat tau kalau dia adalah presdir lolipop yang menjelek-jelekkan dirinya kala itu.
Cherry menatap mereka dengan tatapan curiga,” aku jadi makin penasaran dengan kalian, siapa sebenarnya kalian semua?” ucap gadis itu sambil memicingkan matanya.
“ Yang pasti pekerjaan kami bukan seperti yang kamu ketahui, kami berbeda dengan yang kami jelaskan sebelumnya,” ucap Phineas.
“ Cher,banyak yang harus kujelaskan padamu tentang aku, keluarga Raharja dan masa lalu keluargaku, saudara iparmu dan banyak lagi kesalahan yang hampir kubuat, jadi kumohon tunggulah sampai kau benar benar sembuh, setelah itu aku akan menjelaskan semuanya dan kau bisa mengambil sikap setelah aku menjelaskannya, tunggu aku siap,” pinta Grape . dia berbicara sambil menatap Cherry dengan serius dan menggenggam tangan istrinya seolah dia takut kehilangan gadis itu.
Melihat reaksi mereka membuat Cherry semakin penasaran dengan apa yang mereka maksud dengan identitas sebenarnya. Semakin bertambah rasa penasaran gadis itu tentang orang orang yang selama ini tinggal bersamanya.
“ Melihat kalian seperti ini membuatku semakin penasaran dengan apa yang kalian maksud, kenapa tidak jelaskan sekarang sih?” tanya Cherry khususnya pada Grape.
“ aku belum siap,” ucap Grape pelan.
Cherry merasakan bahawa ada hal besar yang disembunyikan oleh suami dan kakak kakaknya selama ini, ada hal besar yang harus dia ketahui tentang mereka.
“ Hmmm baiklah, aku akan menunggu sampai sembuh, kuharap penjelasanmu bukan sesuatu yang buruk apalagi ini berhubungan dengan keluarga Raharja, kau tau sendiri aku sangat membenci keluarga itu,” ucap Cherry blak-blakan.
Elton menatap Cherry yang semakin hari semakin mirip dengannya dari segi penampilan fisik terutama bagian rambut gadis itu. Rasa penasaran pria itu juga semakin besar tantang siapa Cherry sebenarnya, dia mengeluarkan dompetnya dan mengambil sebuah foto usang yang selalu dia simpan di dalam dompetnya sejak ia kehilangan keluarganya saat usianya masih sepuluh tahun dan disaat itulah dia diadopsi oleh keluarga Phineas, keluarga teman mendiang ayahnya yang tidak dia ingat sama sekali sosoknya.
__ADS_1
“ Cherry,” panggil Elton tiba-tiba sambil menggengam foto itu dengan erat. Dia tak pernah menunjukan benda itu pada orang lain bahkan pada sahabat sahabatnya sendiri. Mereka semua menoleh dan menatap pria itu dengan tatapan penasaran terutama foto yang ada di tangan Elton itu.
“ ada apa kak?” tanya Cherry.
“ Emmm... ini hanya mungkin ya, emm.... apa mungkin kau pernah melihat wanita...
“ ELTON SIALAAAANNNNNNNN!!!"tiba- tiba suara pekikan seseorang membuat Elton menghentikan pembicaraannya dan langsung dengan cepat memasukkan foto itu ke dalam dompetnya lagi sebelum di lihat oleh orang lain.
“ Nanti saja, haishhh sial hidupku kenapa harus sesial ini, Grape tolong jahit mulut kakakmu itu kenapa dia selalu mengumpatku padahal aku setara dengannya!!” gerutu Elton .
Jelas mereka mendengar suara teriakan Rania dari luar ruangan itu. Rania yang murka karena saat bangun tidur tadi dia berada di dalam kamarnya yang luas dan saat keluar kamar dia harus berhadapan dengan Viona yang sangat angkuh dan sombong. Gadis itu bukannya takut pada Viona tetapi dia merasa alergi pada wanita ular seperti Viona yang sangat sombong dan selalu berusaha untuk mencari perhatian mereka sekeluarga dengan bertingkah sok manja dan sok imut.
Apalagi kejadian tadi di rumah membuat gadis itu harus menahan dirinya dengan sangat kuat agar tidak meledak dan mengeluarkan amarahnya di depan Viona sebelum rencana mereka berhasil dengan baik. Sebelum umpan mereka dimakan oleh perempuan yang sangat mudah dikelabui itu.
Langkah kaki Rania terdengar begitu jelas, gadis itu melangkah cepat cepat ke dalam ruangan Cherry dengan wajah masam dan pipinya kembang kempis saking kesalnya pagi ini.
“ Elton kemari kau, apa kau mau kepalamu hilang hari ini hah? Beraninya kau membawaku pulang ke rumah dan bertemu perempuan sialan itu arrhhhkkk beraninya kau El... eh...” Rania terdiam saat matanya bersitatap denagn Cherry yang menatapnya tanpa berkedip saking herannya melihat Rania yang pagi pagi begini sudah marah marah .
“ Kak, kemarilah sudah saatnya bertemu adik iparmu, aku akan jujur padanya setelah dia keluar dari rumah sakit,” ucap Grape memanggil Rania dengan lembut. Bagi gadis itu Grape dan Bian adalah keluarga yang harus dia lindungi sekuat tenanga tak peduli seperti apa pun tantangan yang dia hadapi. Sejak mereka kehilangan orang tua mereka Rania bertanggung jawab penuh atas adik adiknya.
Rania yang kala itu masih berusia 11 tahun, Grape berusia 9 tahun dan Bian 7 tahun harus menderita karena kehilangan kedua orang tua mereka. Oleh karena itu Rania selalu bertindak hati-hati dan menuruti semua ucapan Grape.
“ Kemarilah kak,” ucap Grape pelan.
Rania langsung berjalan dengan cepat, Elton bersembunyi di balik tubuh besar Philip agar tidak terkena bogeman gadis dokter mempesona itu.
“ cherry ini kak Rania, kakakku , kakak iparmu, kak, ini istriku Cherry” ucap Grape mempertemukan mereka berdua.
“ Diamlah, tanpa kau bilang pun aku sudah tau, kenapa kau jadi cerewet, geser sana aku mau memeluk adikku,” celetuk Rania .
Cherry menatap Rania dengan tatapan kagum, eajah yang sangat mirip dengan suaminya. Rania dan Grape memang sangat mirip tetapi Bian berbeda dari mereka berdua, Bian mengambil paras ibu mereka.
__ADS_1
“ Halo adik ipar, ini kakak , kak Rania, senang bertemu denganmu, boleh tidak kakak peluk?” tanya Rania dengan pekan, dai tampaknya ingin menangis saat bisa berada dalam posisi sedekat itu dengan Cherry.
“ jangan dipeluk, punggungnya masih sakit ,” celetuk Phineas yang masih duduk anteng di dekat Cherry.
“ Ck.... aku tidak menanyakan pendapatmu rambut nanas,” ketus Rania.
“ Boleh kok kak,” ucap Cherry sambil tersenyum lembut.
“ wah.... terimakasih, sudah lama aku ingin memelukmu Cherry, senang sekali rasanya karena kau sekarang adalah bagian keluarga kami, aku sangat senang,” ucap Rania sambil memeluk Cherry dengan berhati hati.
“ Wangis sekali, kakaknya Grape wangi lavender, aku suka, cantik lagi,” batin Cherry yang malah gagal fokus dengan parfum gadis itu.
“ kak..” ucap Cherry yang membuat Rania menoleh.
“ kenapa?” tanya nya dengan serius.
“ Wangi levender, aku suka kakak heheh... wangi dan cantik...” puji Cherry .
Rania tersipu malu, dia memang sengaja berpenampilan menarik untuk bertemu adik iparnya, tak dia sangka Cherry menyukainya.
“ tapi... kau dan si kadal gurun itu semakin mirip...” ucap Rania sambil membandingkan wajah Elton dan Cherry.
“Mirip?”
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1