Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
148


__ADS_3

Cherry dan Phineas terjatuh ke atas lantai. Sisi bagian dalam ruangan itu. Beruntung Cherry dengan cepat menarik tangan Phineas sehingga pria itu terjatuh ke bagian dalam bukan ke bawah sana.


" Cher, Phineas!!" Philip langsung menghampiri mereka. Jujur saja dia kalah cepat dengan Cherry.


Dengan cepat Philip menarik tubuh Phineas yang menimpa Cherry. Phineas tak sadarkan diri di bawah pengaruh alkohol.


"Cher kamu baik baik saja!? ada yang terluka, lihat kakak!?? mana yang sakit!??" Philip jelas panik dan lebih mengkhawatirkan kondisi Cherry yang tertimpa badan besar si polisi gila di depan mereka itu.


" Lihat sini, apa ada yang terluka!? punggungmu bagaimana, badannya sebesar gajah dan kau hanya sekecil semut, kau bisa remuk gara gara si bodoh ini, kenapa harus nekat seperti itu!? di bawah sudah tersedia matras, kalau kamu kenapa kenapa bisa habis kamu dibunuh oleh Grape!!" cerocos Philip dengan wajah panik sambil memeriksa kondisi Cherry.


" Kak tenanglah, Kakak berbicara seperti kereta api yang sedang lewat, berisik sekali.... aku baik baik saja," ucap Cherry sambil menepuk lengan pria itu dengan lembut.


Philip menghela nafas lega," syukurlah adikku baik baik saja, aku sangat khawatir tadi, semua karena si nanas ini, kenapa juga dia harus mabuk dan berdiri di pinggir balkon di tengah malam seperti ini? apa dia pikir bunuh diri akan membuat segalanya membaik, dasar bodoh, dia tidak belajar dari pengala... ekhmm... sudahlah!!!" ketus Philip sambil memapah Cherry untuk berdiri.


Gadis itu sedikit penasaran dengan ucapan Philip tentang bunuh diri," Apa maksud kakak tadi?" tanya gadis itu penasaran.


"Ahh tak ada, kamu tenang saja, ayo kita bawa si bodoh ini ke kamarnya," ucap Philip mengalihkan pembicaraan dan langsung menggendong Phineas.


Cherry hanya di dan menatap Philip, jujur saja dia penasaran dengan maksud perkataan menggantung pria itu. Tetapi yang terpenting sekarang adalah keadaan Phineas.


Mereka membawa Phineas ke dalam kamarnya, membaringkan pria itu disana. Cherry menunggu di luar sementara Philip memakaikan Phineas pakaian tidur dan mengganti celana Phineas yang terkena alkoholnya sendiri.


Cherry menatap sekeliling rumah yang terlihat terawat dan bersih itu. Jelas di ruang lantai atau terlihat dari tempat itu. Foto keluarga yang dipajang sejak dulu tetap berada pada posisinya. Dan letak paling spesial adalah foto seorang gadis cantik yang sangat mirip dengan Phineas.


" Rara Dalton..." gumam Cherry sambil membaca tulisan pada foto itu. melihat foto gadis itu Cherry tau bahwa gadis di gambar itu adalah mendiang adiknya Phineas.


" Dia... " Cherry memicingkan matanya menatap foto itu seolah Beberapa potongan memori terlintas di kepalanya. " Di...Dia kan gadis itu... gadis SMA yang menangis di sudut jalan hari itu sambil memeluk tasnya... dia.. dia adik kak Phineas!??" mata Cherry membulat sempurna saat mengingat seorang gadis SMA yang berdiri di depan gedung tinggi sambil memeluk tasnya menangis sesenggukan di sudut jalan.

__ADS_1


Hari itu, Rara Dalton mendapatkan perisakan lagi dari teman teman satu sekolahnya. Wajahnya merah bekas pukulan, rambutnya acak acakan dan pakaiannya robek. Gadis itu menangis sambil berdiri di sana dengan anak anak yang mengambil fotonya seolah mereka sedang melakukan shooting.


Cherry kala itu juga duduk di bangku SMA dan dua tingkat di atas Rara. Kebar-baran si gadis ini tak mengenal tempat, waktu dan siapa pun orangnya. Yang penting bagi dia dan teman-temannya adalah keselamatan orang yang sedang terluka.


Bukan secara kebetulan dia bertemu Rara hari itu, setelah bertemu gadis itu dia membantu Rara menghajar orang-orang yang mempermainkan Rada. Setelah menyelamatkan Rara, mereka berbincang walau sebentar. Rara hari itu sangat berterimakasih pada Cherry dan Bella yang menyelamatkan dirinya hari itu.


Mereka bersekolah di SMA yang berbeda bahkan lokasinya sangat jauh. Kala itu Cherry dan Bella sedang berkunjung ke kota itu untuk menemui kakak laki-laki Bella yang masuk universitas di kota itu.


Cherry pikir perisakan itu akan berhenti disana. Namun nyatanya setahun berlalu, Rara terus mendapatkan bully hanya karena dia anak keluarga Dalton. Tak kuat dengan keadaannya, Rara memilih mengakhiri hidup sendiri di atas gedung tinggi setelah mendapatkan pelecehan dari teman sekelasnya.


"Terimakasih telah membantuku walau sebentar kak, aku senang bertemu dengan kalian, aku punya kenangan baik bersama kalian," kata kata Rara yang terngiang di kepala Cherry saat mereka akan pulang ke kota mereka setelah menemani dan mengajak Rara berkeliling selama beberapa jam untuk membuat perasaan gadis itu membaik.


Namun tak Cherry sangka kalau gadis itu telah pergi untuk selamanya.


"Kenapa mereka tega menyakiti seorang malaikat secantik ini... apa mereka tidak punya hati? gadis secantik dan seramah dia dipukuli dan disiksa hanya karena dia berasal dari keluarga berada, sejak dulu tingkah para remaja labil memang sangat menyeramkan!" batin Cherry yang turun sedih dengan kematian Rara.


Jam terus berjalan, Cherry dan Philip tidur di rumah Phineas untuk menjaga pria itu agar tidak melakukan hal hal aneh lagi. Cherry berdiam di dalam kamar Phineas, dia berbaring di atas kasur tambahan yang disiapkan oleh Philip sedangkan Philip berbaring di atas sofa. Gadis itu tak mau masuk kamar lain karena khawatir dengan Phineas.


Sepertinya malam itu Phineas demam, Cherry sampai ketiduran menggenggam kompres itu di tangannya.


" Bagaimana keadaanmu!? apa otak gila mu itu sudah kembali normal nanas bodoh!!" Philip berdiri sambil mengumpat Phineas dengan wajah kesal dan marah.


Dia menghampiri pria itu dan memukul kepala Phineas dengan kasar


Pletak...


" Dimana kau taruh otakmu hah!? Apa kau meletakkan otakmu di dalam dengkul!? kenapa kau melakukan hal bodoh dan tak berguna itu Phineas, jika saja kami tidak datang, jika saja Cherry tidak memaksa untuk mengunjungi rumah ini dini hari tadi kau mungkin sudah mati menyusul Rara.... Apa kau bodoh hah!?? kau tidak memikirkan kami!??"Philip tak bisa menahan emosinya.

__ADS_1


Dia menarik kerah Phineas dengan rahang mengeras saking kesalnya dengan perbuatan gila pria itu.


bughh...


"Kau mau mati hah!?? apa kau pikir semudah itu Phineas!??" Philip memukuli Phineas namun pria itu sama sekali tidak membalas.Dia sadar dengan apa yang dia lakukan semalam, dia ingat semuanya,ingat bagaimana Cherry menariknya dan menyelematkan nyawanya malam itu.


"Apa kau pikir mati adalah pilihan terbaik!? kau tidak ingat aku Phineas!? kau tidak ingat yang kulakukan waktu itu hah? aku hampir mati karena mencoba bunuh diri tapi apa yang mereka lakukan!? mereka tidak berubah Phineas, Bunuh diri tidak akan mengubah apa pun termasuk mengembalikan adikmu dari kematian!!!!!" pekik Philip yang terbawa amarahnya.


Dia mengungkapkan luka lamanya, saat dirinya mencoba untuk bunuh diri karena tekanan keluarga kandungnya.


"Apa maksudnya kak!??" suara Cherry terdengar di telinga mereka.Sontak Philip terdiam sambil menatap Phineas dengan wajah marah dan geram.


" Kak Philip?"panggil Cherry.


Philip mengepalkan kedua tangannya, pria itu berdiri lalu menatap Cherry dengan wajah sendu sambil menggelengkan kepalanya.


Cherry menatap mereka, ada mister dan rahasia lain yang belum terungkap, ada rahasia lama yang masih belum selesai sampai saat ini.


"Kemari kalian berdua!!"



(Phineas dalam mode dinginnya)


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2