
Heningnya malam akan membuat suara sekecil apa pun terdengar di rumah utama keluarga Dalton. Langkah sepelan apa pun akan kedengaran disana. Namun betapa baik alam berpihak pada Phineas yang sedang menggendong Alesha menuruni tangga rahasia bersama seorang pria tua yang dikenal jelas oleh Phineas.
Pak Andre, menuntun Phineas yang menggendong Alesha menuruni tangga sempit yang tersembunyi di balik lemari buku yang terhubung langsung dengan kamar Phineas. Mereka turun dari sana dengan sanga perlahan. Hanya orang-orang lama yang mengetahui jalan sempit itu. Dan bisa dipastikan bahwa Pak Andre yang ada di depan mereka adalah orang yang asli.
" Tuan, saya tidak jadi pulang saat saya melihat orang asing menyerupai wajah saya melintas dengan mobil sedan ke arah rumah," jelas pak Andre.
CERITA PAK ANDRE
Hari itu,saat Pak Andre diminta pulang oleh Phineas, dia sudah bersiap di pagi hari karena Sony mengomel agar Pak Andre menuruti keinginan Phineas. Pria itu telah menyiapkan barang-barangnya. Sebenarnya dia diberi kendaraan untuk dibawa bersama seorang pengawal untuk menemani perjalanan pak Andre. Namun pria itu menolak dan memilih untuk berangkat sendiri.
Setelah berpamitan Pak Andre keluar sambil menyeret barang-barangnya, namun siapa sangka Phineas malah memerintahkan anak buahnya untuk menjaga Pak Andre dan membantu pria itu dalam perjalannya.
Pak Andre akhirnya menaiki mobil dan supir yang disiapkan Phineas yang sangat bersungguh-sungguh dengan setia kata-katanya.
Pak Andre dan supir itu melaju keluar dari rumah, menurut informasi, Pak Andre akan pulang selama sebulan lalu kembali lagi.
Mereka melakukan perjalanan, belum setengah jalan, Pak Andre dan supir itu melihat sosok pria yang memiliki paras yang persis sama dengan Pak Andre. Tentu hal itu membuat mereka berdua panik. Namun Pak Andre yang sudah lama bekerja di rumah itu dan supir yang bukan sekedar supir mengatur strategi.
Pada saat itu, Pak Andre membuka tasnya dan memeriksa barang bawaannya. Benar saja, di dalam salah satu lapisan kopernya dia menemukan ondel Alesha yang entah sejak kapan dimasukkan ke dalam sana.
" Jack gawat, ada yang menyabotase rumah!!!" ucap Pak Andre dengan wajah panik sambil mengangkat ponsel yang digunakan untuk melacak keberadaan mereka.
" Tetap jalankan mobilnya, kita atur strategi!!!!" ucap Pak Andre dengan wajah pucat pasi.
Jack dan Pak Andre berpikir keras, tiba-tiba sebuah ide muncul di kepala Jack, pria itu melaju menuju sebuah stasiun bus. Dengan penuh keberanian, dia mengambil ponsel Alesha lalu meletakkan ponsel itu di dalam salah satu bus yang menuju tempat Pak Andre, diletakkan tepat di bawah kursi penumpang.
Setelah berhasil, mereka membanting setir dan beralih menuju rumah keluarga Dalton dengan mobil lain. Mobil yang mereka bawa diserahkan pada orang kenalan Jack untuk dibawa menuju kampung Pak Andre sebagai alat mengelabui.
__ADS_1
Mereka kembali ke rumah utama, masuk dari jalan rahasia rumah besar itu dan menunggu waktu untuk menyelamatkan tuan muda mereka.
Selama beberapa hari mereka tak bisa berbuat apa-apa, alasannya karena Pak Andre yang palsu belum melakukan gerakan apa pun sejak sampai di rumah itu.
CERITA PAK ANDRE SELESAI
Hingga kembali ke saat ini, Pak Andre berhasil menjalankan rencananya.Dia membawa Phineas dan Alesha turun perlahan-lahan dari tangga rahasia.Sepelan mungkin agar tidak memancing keributan.
" Tuan, kita harus berhati-hati karena beberapa penjaga disini seperti terkena hipnotis dari psikopat itu, jangan sampai tertangkap, jika tidak kita akan jadi seperti manekin di depan itu," bisik Pak Andre sambil menunjuk manekin yang berbaris di halaman rumah.
" Apa itu semua manusia!??" tanya Phineas.
Pak Andre mengangguk lemah," Lebih tepatnya pelayan rumah ini tuan, mereka semua pelayan yang tidak kelihatan setelah pulang kampung, " jelas Pak Andre dengan singkatan. Phineas menarik nafas, dia berada pada puncak amarahnya saat ini. Rahangnya mengeras, amarahnya sudah mendidih.
Mereka turun dari lantai dua hingga tiba di sebuah jalan bawah tanah dengan Jack yang sudah menunggu disana dengan persediaan air minum dan pencahayaan.
" Bagaikan bapak tau ruangan in!?" tanya Phineas.
Phineas mengikuti langkah Jack yang berjalan di depannya sambil melirik kaki pria itu. Tatapan datar dan dingin pria itu terlihat lagi saat melihat bayangan Pak Andre di belakang tubuhnya.
Matanya melirik sedikit ke samping," Kau pikir aku akan tertipu?" batin Phineas yang tiba-tiba berhenti," Pak kita duduk sebentar, aku lemas... sebentar saja," ucap Phineas sambil meletakkan Alesha dan mengubah posisi gadis itu. Dia memeluk Alesha dengan erat, tubuh Alesha mulai dingin dan nafasnya tidak stabil.
" Apa anda lelah tuan?" tanya Pak Andre sambil memberikan sebotol air mineral
" Aku kehausan pak, ahhh Terimakasih untuk airnya, ini sangat melegakan," ucap Phineas menerima botol air mineral itu. Dengan cepat dia membukanya dan meminum air itu," Pak apa ada makanan, aku lapar, kita akan aman disini, mereka tidak akan tau kalau kita bersembunyi sementara, aku sangat lelah," jelas Phineas.
Pak Andre mengangguk paham," baiklah jika itu mau anda tuan," ucap Pak Andre.
__ADS_1
" Apa tidak lelah membawa gadis itu? biar Jhon saja pak," ucapnya.
" Ahh tidak masalah pak, tolong ambilkan makanannya," pinta Phineas.
Pan Andre dengan senang hati melangkah dan mengambil makanan dari dalam kantung di ruangan itu ", huh... syukurlah kita selamat, orang sinting itu memang minta di cincang, apa detak punya otak sampai membuat banyak korban dengan manekin murahan itu!? dia pikir dirinya artistik!? hahhahaha jelek sekali, iya kan pak?" celetuk Phineas seraya melirik Pak Andre yang sedang membuka karung.
Sementara Andre mengikat tubuh kecil Alesha dalam pangkuannya dan memastikan gadis itu aman," begini sudah aman dibawa lari!!!" batin Phineas.
Pak Andre terdiam sejenak, tangannya berhenti membuka karung, sedetik kemudian dia kembali bersikap biasa.
" ini tuan, silahkan dimakan, kita harus segera keluar dari tempat ini, jika tidak kita akan terlambat," ucap Pak Andre sambil tersenyum memberikan makanan itu pada Phineas.
Phineas mengangguk, dia duduk bersandar, mengambil nafas dan mengumpulkan tenaga.
" Aku sangat lelah pak, tiba-tiba kedua kakiku lemas," ucap Phineas.
Pak Andre tersenyum tipis, "mungkin karena membawa gadis itu tuan, sebaiknya tuan serahkan saja dia pada Jack," ucap Pak Andre sambil terus menatap Alesha dengan tatapan aneh. Tubuh Alesha dibalut dengan selimut, kondisinya sangat buruk.
" Nggak masalah pak, kita istirahat saja sebentar," ucap Phineas sambil menyembunyikan tangannya di balik punggungnya, menggenggam seonggok tanah bercampur pasir namun tidak menunjukkan ekspresi curiga.
Grepp.....
" Habis kau di tanganku!!!!" geram Phineas.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗