
Beberapa hari berlalu sejak kelahiran anak dua pasangan hebat itu.
Kini di rumah Cornelius, Azura dan Bian tinggal disana. Azura ingin bersama kakak iparnya dan juga para gadis yang selalu menghiburnya, dia tak ingin merasa kesepian jika harus tinggal sendirian di rumah, bersama Cherry, Sarah dan Bella cukup membuat wanita itu senang dan tidak kesepian karena syndrom baby blues yang dia alami.
Rumah itu terlihat ceria, tentu saja ceria karena semua orang malah berkumpul di rumah Cornelius padahal jelas mereka punya rumah mereka masing-masing. Apalagi Elton, Philip dan Bella, bahkan Dante pun malah ikut ikutan tinggal disana Karena merasa nyaman, nyaman dengan si cantik Sarah tentunya.
Rumah sellau ramai, anak-anak juga senang karena banyak teman untuk bermain.
Philip bangun dari tas sofa dengan wajah full make up, sangat cantik bahkan membuat iri si pelaku.
" Good morning everiyhhh... bodehhh...." celetuk prian itu sambil bergaya ala ala banci di persimpangan jalan.
" Pffthhh bwahahahahahhah......." Mereka semua tertawa terbahak-bahak melihat penampilan konyol Philip. Sangat mengocok perut dan menghibur tentunya.
Philip berjalan dengan baju crop top merah muda yang menunjukkan perut kotak-kotak nya, dengan celana boxer hello Kitty serta bandana berbentuk pita di kepalanya. Dia sampai terlelap karena si bumil yang sedang mengidam ingin melihat badut merias wajahnya sebagai ganti badut.
Tapi nyatanya Philip memperlengkap penampilannya, dia ambil baju Bella yang kekecilan dan dipasangnya di tubuhnya, lalu celana pendek sekretarisnya yang dia minta dari gadis itu serta kaos kaki hitam panjang milik Bella dan Bandana pita milik anak tetangga.
Sambil berjalan dengan gaya heboh, pria itu melambai kesana kemari seolah sedang melakukan fashion show di tengah tengah rumah itu.
" Hahahahahaha... Om Philip lawak hahahaha..... "
" Kak kok jadi ngondek kak hahahahahah...."
Bella sendiri geleng-geleng kepala melihat tingkah bosnya bahkan Dante sampai dibuat speechless Karena tingkah absurd si kolor ijo itu.
" I am wonderful..." celetuk Philip yang duduk di atas pangkuan Elton, mengusap wajah pria itu seraya menatap Elton dengan tatapan menggoda," Hello bebeh... muahhh.... " celetuknya sambil mengecup pipi Elton Samapi lipstiknya berbekas di pipi Elton.
Bughhh... Bughhh...
" Kolor kampret, ngapain Lo cium cium pipi gue... najiss... arkrhhhhhhhh apa apaan ini wajmhai penduduk bumi!!!" teriak Elton yang langsung mendorong Philip dari pangkuannya.
__ADS_1
." Huh... bersyukur anda mendapatkan ciuman manjahhh dari Philip si ganteng nan keren hahahahaha...." celetuk pria itu sambil berdecih.
Seisi ruangan dibuat tertawa dengan tingkah konyol pria itu,Dante yang jarang tertawa malah cekikikan melihat tingkah Philip, pantas saja Philip sudah jarang ke rumah, orang-orang di lingkungannya sekarang sangat ceria dan konyol.
Dante menata sepupunya dengan senyuman merekah, dia tau sekalipun Philip tertawa seperti itu, dia masih menyimpan beban besar dan luka hati yang belum sepenuhnya sembuh, bahkan terkadang datang menyerangnya dan membuat kondisinya drop.
" Pantas kau betah di rumah ini Philip, harimu yang retak dan rapuh itu sangat dijaga di lingkungan ini, beruntung kau bertemu dengan orang-orang baik ini," batin Dante seraya menatap sepupunya dengan tatapan sendu. Dia tau apa yang dilewati pria itu, kehidupan yang seolah tak punya makna, hancur sampai hatinya retak dan bahkan hampir bunuh diri, jika saja tak ada Grape, Phineas dan Elton dia mungkin sudah hancur berantakan bahkan mungkin tinggal nama.
Cherry melihat tatapan sendu di mata Dante, wanita itu mendekati Dante dan duduk di samping pria itu, dia tau ada yang salah dengan Dante dar caranya menatap Philip, sudah sejak awal Cherry perhatikan, Dante selalu menatap pia itu dengan tatapan sedih.
Cherry menyenggol tangan Dante," Kak kenapa murung?" bisik Cherry ditengah tengah keceriaan mereka.
Dante terkejut, Cherry terlalu peka melihat hal seperti ini.
" Ehh... nggak kenapa-kenapa kok," jawabnya singkat sambil tersenyum ringan.
Cherry menepuk punggung Dante," Apa ini berhubungan dengan kak Philip?" tanya Cherry seraya menatap Philip yang masih berjoget kesana kemari mengajak Bella, Elton dan Grape ke tengah tengah sambil tertawa satu sama lain.
" Aku pernah dengar soal masa lalu kak Philip, tapi hanya soal bunuh diri," bisiknya sepelan mungkin.
Dante tentu saja tak menyangka kalau soal itu sampai ke telinga si ibu kost yang perhatiannya sangat besar pada semua anggota Keluarga.
" I..itu... di..dia...
Cherry tersenyum," Apa pun itu, jangan terlalu khawatir, aku yakin kak Philip akan melaluinya dengan baik, dia beruntung memiliki sepupu yang mendukungnya dari belakang, Kak Philip memang sering kudapati melamun dan murung, setiap kutanya dia selalu tersenyum dan mengatakan tidak ada apa-apa lalu membuat candaan, mungkin dia berpikir dengan dia banyak tertawa dan membuat candaan tak akan ada yang tau seberapa besar luka yang dia derita, tapi aku tau, aku bisa merasakannya karena sahabatku juga begitu, Bella dan Alesha, mereka orang yang seperti itu, berbeda dengan Sarah yang blak-blakan dengan perasaan nya,' jelas Cherry.
" Philip menjalani hidup yang penuh beban, tuntutan dari keluarganya, dia anak korban broken home, sebenarnya dia akan dijodohkan dengan pilihan ayahnya tetapi ibunya meminta dia menikah dengan pilihan wanita itu, Philip selalu ditekan dan disalahkan atas apa pun yang terjadi pada hidup mereka, ini sebabnya Philip takut menjalin sebuah hubungan, dia dan hatinya telah hancur melihat perceraian kedua orangtuanya, punya orangtua tetapi seolah tak punya, seolah mereka sudah mati," ucap Dante sambil menunduk.
Cherry sedikit terkejut dengan ucapan Dante, pantas saja Philip menjadi satu-satunya diantara sahabatnya yang tak pernah berkencan, bahkan Philip terkesan anti perempuan kecuali Bella, Cherry, Alesha, Sarah dan orang-orang dekat yang bisa dia percayai.
" Korban perceraian!? lalu selama ini dia hidup bersama siapa?" tanya Cherry.
__ADS_1
" Hidup bersama kami, dia tak punya tempat selain tinggal bersama kami, ayah dan ibunya tak peduli padanya, sewaktu remaja dia sering dipukuli baik oleh ayah maupun ibunya, dia... dia... ahhh .. kurasa aku tak bis membicarakan hal ini Cherry, aku tak kuat," ucap Dante.
Cherry menghela nafas," Tak apa, kita lihat saja bagaiman perkembangan nya, jika butuh batuan akan kubantu sebanyak mungkin," ucap Cherry.
"Terimakasih, tapi aku butuh bantuan mu, akan baik jika Philip segera menikah, agar ayah maupun ibunya tak menuntutnya lagi, apalagi kalau sampai Philip punya anak itu akan lebih baik, aku berencana mencari jodoh untuknya, tetapi dia selalu menolak," ucap Dante.
Cherry menatap pria itu," Kak.. seperti yang kakak bilang, kalau kak Philip itu anti perempuan, dia akan marah kalau kita melakukan itu dan malah memperburuk keadaannya, nanti akan kucoba bicarakan, jika dipaksa dia mungkin akan tertekan," ucap Cherry.
" Ahhh kau benar, tapi aku tak sanggup melihatnya seperti itu," ucap Dante sambil memijit pelipisnya.
" Kita lakukan bersama, aku akan memberitahu yang lain masalah ini," ucap Cherry yang dibalas anggukan kepala oleh Dante.
Yang lain masih asik berjoget ria dengan lagu dangdut yang diputar untuk membuat suasana riuh, tetapi tampak Bella berjalan mundur dari mereka untuk menjawab panggilan telepon yang tiba-tiba masuk.
" Halo Ma Bella Se...
"ANAK KURANG AJAR, BERANINYA KAU MENOLAK TUNANGAN MU!!! DIMANA KAU SEKARANG, CEPAT PULANG!!!!" suara teriakan orangtua Bella membuat gadis itu sontak menjauhkan ponselnya.
"Tu..tunangan apa ma!? Bella nggak mau bertunangan dengan dia!!!!" ucap gadis itu dengan air mata yang ditahan.
" CEPAT PULANG ATAU AKAN KUBUAT KAU MENYESALI PERBUATAN MU, BERANINYA KAU MEMINTA KAKAKMU MENIKAHI TUNANGAN MU DASAR ANAK DURHAKA!!!"
Bella syok, tak dia sangka Mamanya sangat marah hanya karena dia menolak pernikahan dengan laki laki kasar yang membuatnya menderita.
"Ba..baik Ma," jawab gadis itu dengan suara ketakutan. Tangannya gemetar, tetapi dia berusaha untuk menyembunyikan.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗