
Elton berdiri di depan pintu ruangan staf khusus sambil mengintip dari celah celah pintu itu. Wajahnya terlihat seperti benang kusut karena tidak bisa terlelap semalaman. Elton dan Rania bersama pasangan Cornelius muda tinggal di gedung Alpha untuk menyelesaikan masalah itu, Philip dan Bella juga bergabung dengan mereka meski datang terlambat.
Namun sampai pagi yang baru kembali tiba, tampaknya pemilik Surai biru itu tak bisa terlelap setelah berbicara dengan adik iparnya kemarin malam. Kata-kata Grape terus memenuhi kepala Elton sampai membuat tidurnya terganggu.
Rania keluar dari ruangan kamar pribadi Grape adiknya di ruangan kerja, sambil meregangkan badan setelah terlelap bersama berbagai file yang dia bawa tidur semalam. Matanya menangkap sosok sang kekasih yang mencuri-curi kesempatan untuk bisa masuk ke dalam ruangan Khusus untuk menemui adiknya.
Rania hanya menggelengkan kepalanya menatap perilaku absurd kekasihnya itu. Tempramen yang terlalu sulit dikendalikan membuat situasi di sekitar Elton menjadi rumit.
pukk...
Telapak tangan gadis itu mendarat di bahu bidang sang kekasih," Siapa!?? astaga Ran, kau membuatku terkejut...." ucap Elton seraya menoleh ke arah Rania.
" pffthh..." gadis itu terkekeh, " ini nih kalau tempramen nya gak bisa dikendalikan, salah sendiri kan? kamu sih gak mau dengar-dengaran, Cherry pasti sakit hati setelah mendengar semua ucapan tidak pantas yang kau keluarkan dari mulut embermu itu, dasar kadal menyebalkan!" ketus Rania seraya mendengus kesal dengan tingkah Elton yang memang di luar batas hari itu.
Elton menghela nafas," huhh...." kepalanya menunduk dan menatap lantai dengan wajah masam," Memang dasar mulutku gak bisa di rem, sudah terjadi, Cherry pasti kecewa punya kakak seperti diriku, haishhh kenapa juga aku harus berdebat denganmu hari itu!? harusnya kau juga menghentikan aku Ran, kau tau kan kalah mulutku ini gak ada tuas pengamannya, seandainya tidak begitu... seandainya tidak kuucapkan kata-kata itu,Cherry tidak akan marah dan menatapku seperti kemarin," lirih Elton sambil mendaratkan kepalanya di bahu Rania.
Bughh......
" Rasakan ini bodoh!!!" kesal Rania sambil melayangkan pukulan ke perut Elton. Tentu saja pria itu terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Rania," akhh... sakit Raaa.. kenapa dipukul sih...." gerutu Elton seraya mengusap perutnya yang terkena pukulan cabai rawit dari sang kekasih.
" Kamu nyalahin aku gitu? kan kamu yang ngomong sembarangan Kadal gurun, hisshh bikin kesalnya,semalam juga udah aku bilang jangan asal bicara, sekarang rasakan sendiri akibat dari kata katamu yang tidak bermutu itu, dasar menyebalkan, aku ngambek tau!!!" kesal Rania. Gadis itu menghentak-hentakkan kedua kakinya dengan wajah kesal, dia meninggalkan Elton disana sambil terus mengoceh merutuki sifat Elton yang keras kepala itu.
Elton berdiri tegak sambil menatap kekasihnya yang menurut nya sangat menggemaskan jika sedang kesal," heh,dasar gadis ini, mana ada orang ngambek bilang-bilang, gadis aneh, tapi dia pacarku hahaha... aku juga aneh dong hahhaha...." Elton tertawa sambil menatap Rania yang sudah hilang entah kemana.
" Heh kau jadi gila karena tidak bisa bertemu adikmu!? makanya kalau bicara itu pakai filter!" ketus Philip dengan mata pandanya, rambut lolipop nya acak-acakan,hidungnya mimisan, jiplakan pulau putih masih tercetak jelas di pipinya, kaos oblong yang berlumuran dengan bekas cemilan dan celana pendek yang tak diganti sejak kemarin berdiri di depan Elton sambil menggaruk-garuk bokongnya yang gatal.
" What the h*l!!!" umpat Elton kala menatap wajah berantakan si Presdir lolipop yang tiba di gedung Alpha saat tengah malam bersama Bella yang mabuk setelah pulang dari acara makan malam bersama kolega bisnis mereka. Gadis itu sekarang sedang tergeletak di atas kamar lain di gedung itu, kamar yang sama dengan Phineas.
__ADS_1
Slurrphhh... ahhh...
Phineas menjilat jari bekas cemilan cokelat yang dia makan tepat setelah bangun pagi.
" Enak, tapi masih lapar, cacing Alaska sudah memberontak, saatnya cari makan!!" seloroh si Presdir lolipop yang gilanya nggak ketulungan.
Elton geleng-geleng kepala," Kau manusia atau setan hah!? jorok sekali, dasar bau jigong!!!" kesal Elton sambil mendorong Philip menjauh dari dirinya.
"Hoaaammm....." Philip menguap, membuka lebar mulutnya yang dipenuhi dengan gigi putih nan rapat seperti gigi dinosaurus pemakan tumbuhan itu.
" Gak apa-apa jorok yang penting gak dijauhin adik tersayang, wleeekk... rasain lo di jauhi Cherry plus cewek lo sendiri ahhahaha.... mirisnya nasibmu kawan," ejek Philip seraya menjulurkan lidahnya lalu membuka pintu ruangan khusus dan masuk kesana dengan wajah jahil.
Elton berdecak kesal, " Dasar Presdir kampret, predir lemot, jorok, nyebelin,awas Lo kalau sampai mengalami kejadian yang sama, gue ejek Lo sampai mampus kampret!!" umpat Elton sampai nafasnya naik turun saking kesalnya dengan ulah Philip.
Sementara itu, Philip masuk ke dalam ruangan itu lalu menguncinya dengan rapat. Tatapan matanya sekilas terlihat datar dan menyeramkan, persis seperti saat dia bertemu dengan Bella yang ada dalam kondisi babak belur.
" Kau salah, dia bukan malaikat maut, dia setan yang bersembunyi di balik tubuh pria tampan nan jenaka, dia pelindung utama kelompok ini!" bisik Pak Bono sambil mengunyah tulang ayam goreng pedas yang sedang mereka nikmati pagi ini.
Philip berjalan dengan cepat, dia masuk ke ruang pribadi Grape dan Cherry tanpa permisi.
" Ummah... sayangku cantik sekali, padahal baru bangun pagi," Suara Grape terdengar bahagia sambil mencium gemas pipi merona istrinya yang baru bangun pagi.
Brukk...
" Ya Tuhan, Grape kesurupan setan!!!" celetuk Philip yang terjatuh ke atas lantai dengan wajah syok saat melihat Grape mengecup istrinya yang berbaring di atas single bed di dalam kamar itu.
Tentu saja kedua manusia paling romantis di ruangan itu terkejut saat mendengar suara mahluk jadi jadian sedang berada di dalam ruangan yang sama dengan mereka.
__ADS_1
" Kyaaakkk.... Permen kapas kenapa sembarangan masuk!!!" pekik Cherry.
" Ngapain Philip!? Lo ganggu ritual pagi kita aja, gak peka banget sih jadi jomblo!!" ketus Grape sambil menatap kesal ke arah Philip yang terduduk di atas lantai dengan wajah syok seolah barusan dia melihat klip film 21+++ yang baru saja dimulai dan masih pemanasan.
" ma..maaf, hampir aja gue nonton 21+++ secara langsung depan mata gue, ya ampun dosa apa yang gue lakukan pada Bella sampai harus ketemu pasangan gila sepagi ini!!!!!" celetuk Philip sambil mengusap usap kedua matanya.
Melihat wajah Philip yang syok, Cherry tiba-tiba tersenyum, Grape malah heran tetapi tau tujuan istrinya.
"21+++? yakin ??" goda Cherry seraya memicingkan kedua matanya .
Cup...
Gadis itu mengecup bibir Grape dengan singkat lalu menatap Philip sambil tertawa jahil," Bagaimana? masih mau lanjut disini??!!!" ucap Cherry lagi.
Mata Philip membulat sempurna, betapa sialnya dia harus melihat adegan itu pagi-pagi begini," Arrkhhhh mataku ternodai, dasar adik laknat, Ini file yang kutemukan, kalian periksa Setelah selesai dengan adegan adegan kalian itu arhrhhh sialan kenapa aku masuk ke neraka ini, ya Tuhan usirlah segala setan penggoda dari dalam ruangan ini!" pekik Philip yang berlari keluar setelah dia melemparkan flashdisk pada Grape.
" Hahahahahah...... dasar pengganggu!!!" celetuk pasangan muda itu, mereka tertawa geli melihat tingkah Philip.
" Sayang... aku ada ide!!!" ucap Cherry tiba-tiba.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1