
Buliran berlian berjatuhan dari dua netra indah berwarna biru sehangat langit di musim panas. Dentuman jantung yang ditabuh seolah mengiringi tangisan dari sang insan.
Penantian selama dua tahun akhirnya berakhir, jiwa yang dirindukan kini berdiri di hadapannya, memeluknya erat menyalurkan kerinduan yang tiada Tara .
Dua tahun bukan waktu yang sebentar bagi mereka. Penantian, kerinduan dan rasa penasaran karena tidak mengetahui keberadaan masing-masing membuat mereka sakit. Sakit akan cinta yang tak bisa dipuaskan.
Bahu yang rapuh itu diutuhkan kembali, hatihyang hancur itu dibentuk kembali.
"Sarah.... Sar...akhhhh.... ini... ini benar benar dirimu!???" Dante menatap wajah sembab gadis yang sedang menangis itu.
Sarah dengan bekas luka di sisi wajah bagian kirinya, menatapnya dengan tatapan penuh kerinduan.
Sarah mengangguk, dia menangis sesenggukan, tangannya gemetar dan hatinya benar benar bahagia akhirnya setelah 3 bulan mempersiapkan pertemuannya dengan Dante dia mengungkapkan identitas yang sebenarnya.
"hiks hiks hiks... aku merindukan mu Dante, aku sangat merindukanmu... maafkan aku.. Huwaa... maafkan aku!!!!" teriak Sarah sambil.menngis histeris.
Tangan Dante langsung memeluk tubuh indah dan jenjang itu, menyalurkan kerinduan yang sangat besar, memeluk kekasih hati yang telah kembali ke sisinya.
"akhhhh.... akhirnya... akhirnya aku melihat mu Sarah... Akhirnya... aku merindukanmu Rahhh... kenapa lama sekali... kenapa lama sekali...." Dante yang hanya menangis ketikan mendengar kematian sang ayah kembali menangis ketika bertemu dengan gadis yang sangat ia rindukan.
Keduanya berpelukan, memberikan kehangatan satu sama lain, menyalurkan rasa cinta yang dalam diantara keduanya.
Dante menatap wajah gadis itu lagi, dia mengusap bekas luka di mata Sarah. Hanya melihat itu dia sudah paham apa yang terjadi, bahwa kekasihnya menghadapi Medan perang yang kejam
"Kau baik-baik saja? apa yang terjadi? wajahmu...."
Sarah menggenggam tangan Dante," Pertarungan di perbatasan, aku terkena pisau musuh karena tidak fokus setelah mendengar berita tentang dirimu," ucap Sarah.
Dante terkejut, ternyata Sarah mengetahui kejadian yang menimpa dirinya, padahal dia sudah meminta yang lain merahasiakan hal itu.
"ini pasti sakit Sarah... " lirih Dante dengan tatapan dalam menatap mata itu.
Sarah mengangguk," sangat sakit, pagi saat aku mendengar berita tentang kakimu... aku tidak bisa fokus, tetapi juga tidak bisa keluar dari Medan perang, maafkan aku, dan untuk paman....aku berdukacita..." ucap Sarah.
Dante menangis, dia mengusap wajah itu, ternyata suara yang dia dengar dua hari lalu adalah suara kekasihnya. Pantas dia merasa familiar dengan suara itu.
"Aku sangat merindukanmu, aku... aku terlalu malu untuk menghubungi mu sejak kejadian itu, aku... merasa tidak layak untukmu, berkali-kali aku berusaha melupakanmu, tetapi hatiku sudah terikat padamu, aku... aku sangat mencintaimu Sarah, kupikir perasaanku waktu itu hanya perasaan yang akan berlalu begitu saja setelah kau tidak di dekatku, tetapi semuanya berbeda, saat kau tidak di dekatku, aku malah semakin mencintaimu, aku semakin merindukan dan ingin bersamamu, " ucap Dante sembari jari jarinya mengusap lembut pipi Sarah.
"Aku terkadang berpikir, apakah aku terlalu serakah untuk mencintai mu, karena aku egois, aku seharusnya mengijinkan mu hari itu, aku seharusnya paham, aku.. aku seha..
__ADS_1
"Kamu pantas sayang, kamu pantas... karena aku juga setiap hari selama dua tahun memikirkan tentangmu, mencari tahu tentangmu, mempelajari sikapmu dan belajar sabar untuk hubungan jarak jauh ini... aku... sangat mencintaimu..." ucap Sarah sambil tersenyum lembut.
Akhirnya setelah sekian lama, dia melihat senyuman manis dari sang kopral cantik.
Sarah tiba-tiba terdiam kala ekor matanya menangkap sosok yang mencoba curi dengar di luar ruangan.
"Apa kau punya ruangan pribadi?" tanya Sarah.
"Ada, kenapa?" tanya pria itu.
" Ayo kesana," ucap Sarah.
Dante membawa Sarah ke ruangan pribadinya di kantor itu, ruangan yang hanya diketahui oleh Dante seorang .
" Ada apa?" tanya Dante.
"Ada yang datang, pengganggu," ucap Sarah yang tiba-tiba mengalungkan kedua tangannya di leher Dante setelah mengunci ruangan itu.
" Sarah?" Dante memiringkan kepalanya bingung.
Gadis itu tersenyum, masih dengan mata yang berkaca-kaca," jujur saja, aku sangat merindukanmu, aku justru takut kalau kau akan menolakku karena luka ini, aku malu dengan wajah ku yang kini punya cacat, tetapi kau menatapku dengan tatapan yang bahkan penuh cinta sama seperti saat kita di Konser waktu itu," ucap Sarah.
Sarah mengangguk tanpa ragu, dia sangat bahagia bertemu kekasihnya lagi.
"Sayang, menikahlah denganku!!" ucap Sarah dengan lamaran yang tidak disangka-sangka.
Dante terbelalak kaget dengan ucapan Sarah. Pertemuan dan lamaran yang sangat tiba-tiba membuat pria itu terkejut bukan main.
" Sarah kau..."
"Menikahlah denganku, aku ingin mendengar kata kata itu dari bibirmu suatu hari nanti," lanjut Sarah lagi.
Hampir saja Dante sesak nafas kala gadis itu mengucapkan kalimat nya," Hah..m kupikir kau akan menggantikan peran ku yang seharusnya mengatakan hal itu, kau ini lama tidak bertemu kau malah semakin tengik seper Phineas ya!?" ucap Dante dengan senyuman lebar di wajahnya.
Sarah mengangguk," tentu saja, dan mulai Sekarang aku akan jadi lebih agresif!" ucap Sarah yang langsung menarik kepala Dante dan mencium bibir pria itu.
Ciuman yang lembut dan memabukkan diberikan gadis itu pada sang kekasih. Terlihat sangat kaku dan tidak berpengalaman, padahal beberapa kali gadis itu berlatih, kedengarannya konyol tapi dia latihan dengan bibir patung sampai membuat rekanya kesal karena setiap lewat dia akan menciumi patung yang dia bawa.
"pfhttt bwahahhaha....." tiba-tiba Dante tertawa terbahak-bahak.
__ADS_1
Sarah malah jadi malu, dia menatap Dante sambil mengerucutkan bibirnya.
" aku aneh ya?" celetuk Sarah.
" Kau sangat kaku Sarah, darimana kau belajar mencium seperti itu!??" tanya Dante yang akhirnya setelah sekian lama tertawa bahagia karena ulah setan kecil yang ada dihadapannya.
"Ehh itu... ummm" Sarah menggaruk-garuk kepalanya," aku belajar tutorialnya di internet dan latihan dengan patung, sudah kucoba beberapa kali tapi rasanya masih belum paham heheheh..." jawabnya dengan jujur dan polos.
Dante tertawa terbahak-bahak dengan jawaban konyol dari gadis itu. Bisa bisanya dia belajar tutorial ciuman dari internet dan melakukannya dengan patung.
" Hahahahahahhaha.... sayang bukan seperti itu...." Ucap Dante sambil merangkul pinggul kekasihnya," Lalu bagaimana?" tanya Sarah sambil menatap Dante, tangannya masih melingkar di leher pria itu.
"Biar aku mengajarimu sayang, buka mulutmu sedikit, jangan ditutup rapat," ucap Dante yang langsung meraup bibir Sarah dengan rakus.
Keduanya menutup mata, berpelukan dengan erat, tangan kekar itu mengusap lembut punggung indah kekasihnya, tangan lentik itu mengusap kepala Dante dengan lembut.
Dante menuntun dan mengajari Sarah, berciuman di dalam kamar pribadi pria itu, mengungkapkan kerinduan yang sangat dalam diantara keduanya.
Keduanya dimabuk asmara, ciuman yang semakin lama semakin lembut dan nikmat, semakin menuntut dan serakah.
Dante dan Sarah berbaring di atas kasur empuk milik pria itu, saling berpagutan, berpelukan dan menyalurkan cinta yang sangat dalam.
"Aku mencintaimu pria cyborg ku... sangat mencintaimu," bisik Sarah.
Dante menatap gadis yang ada di bawah kungkungannya itu dengan penuh cinta," Aku mencintaimu Sarah Dalton, kopral licikku yang cantik, aku sangat mencintaimu..." balas Dante.
Sarah kembali menangis" aku tak menyangka aku akan melihatmu lagi... hiks hiks hiks... aku sayang padamu Dante!!!" teriak gadis itu saking bahagianya.
" Hahahahha..... dasar gadis berisik, " Dante tertawa terbahak-bahak.
Keduanya menghabiskan waktu saling bercanda di dalam kamar itu, menuntaskan kerinduan yang terpendam selama ini dengan kekurangan mereka masing-masing yang disembunyikan dan membuat mereka takut untuk saling bertemu.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1