Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
39


__ADS_3

Alesha menarik Bella keluar dengan paksa tak peduli meski gadis itu meronta-ronta seperti sedang kesetanan.


“ Arrhhh lepasin gue lesha tanganmu asin huweeekkk kok asin sih megang apa tadiiii...” gerutu Bella sambil mengusap usap bibirnya yang di pegang oleh Alesha tadi.


“ ahhh megang upil ,” celetuk Alesha dengan tatapan jahil.


“ wahtt... tega lo Lesh , tangan bekas upil lo buat ke mulut gue yang cantik ini!!? yang belum pernah di cium sama cowok ini arrhhhh lo ngerusak kesucian bibir gue gadis batuuuuu!!!!” gerutu Bella sambil menghentak- hentakkkan kakinya ke atas lantai. Pipinya kembang kempis karena sangat kesal dengan ucapan Alesha, dia menatap gadis itu dengan tatapan jengkel.


“hahahhaha kau pikir aku sejorok itu Bella, dasar bodoh, aku cuma bercanda habisnya kamu terlalu banyak ngomelnya sih , tau gak suaminya Cherry udah ngelihatin kamu kayak mau mencabik-cabik wajah kamu belum lagi cowok yang duduk di depan laptopnya itu terus menatap kita dengan tatapan sinis, makanya aku ajak kamu pulang, lagian Cherry udah dirawat, kita Harus pulang biar gak terlambat kerja besok, kalau nggak kita bakalan ketemu masalah baru,” jelas Alesha sambil berjalan beriringan dengan bella.


“ Ckk iya iya dasar bawel, lo sekalinya gila lebih gila dari Cherry ya, bisa bisanya ngerjain gue paek jokes si presdir prik Itu, arrkhhh sialan!!” kesal Bella.


“ Udah ahh jangan ngomel mulu, kita pulang sekarang , aku masih harus menyelesaikan bahan presentasi besok, “ ucap Alesha.


“ Tapi gue masih khawatir sama Cherry sha, kasihan dia gimana kalau dia nyariin kita, luka di punggungnya itu gak main main loh... jahitannya banyak banget bisa bisa berbekas...” ucap Bella.


“ ya elah Bel... mau gimana lagi udah terjadi ,toh kita gak bisa memutar waktu kan? Lagian Cherry sama suaminya dan kalau kulihat orang orang yang ada dalam ruangan itu semua orang yang baik jadi Cherry pasti akan aman, kamu juga lihatkan fasilitas kamar itu bukan fasilitas biasa, aku jadi penasaran sama sosok suaminya Cherry,” jelas Alesha.


“ iya sih bikin penasaran, tapi sha, lo baik baik aja kan waktu dengar penjelasan cowok batu kembaran lo tadi?” tanya bella.


“ cowok batu apa sih Bell, kembaran apa coba dasar kau ini?”


“ itu loh cowok yang jelasin kondisi Cherry dengan wajah sedatar lantai rumah sakit ini, tatapan matanya sedingin gunung Everest dan cara bicaranya sekaku semp*k baru sibos prik pecinta kolor itu,” cerocos Bella yang tidak sadar kalau Alesha sudah menatapnya dengan tatapan dingin seperti yang dia jelaskan barusan.


“ bell bisa hentikan kegilaanmu? Ini sudah malam dan kita harus cari taksi buat pulang, tolong banget ya jangan menggila malam malam begini aku gak akan bangunin kamu besok kalau kamu masih begini,” kesal Alesha sambil berjalan lebih dulu dari gadis cerewet nan bar bar di depannya itu.

__ADS_1


“ eh ngambek nih , iya iya gak gila lagi, kita pulang jangan ngambek ya sayang ya, jangan ngambek cintaku sayangku love love kuu...” celetuk Bella sambil merangkul Alesha dan memeluk gadis itu dari samping.


Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan. Seperti biasa Bella akan menginap di rumah kos Alesha, dia sebenarnya bukannya tidak nyaman tinggal di rumah mewahnya tapi dia tak ingin membiarkan sahabatnya yang selalu menahan perasaannya itu menjalani kehidupan yang sepi.


Saat mereka berjalan tiba tiba seorang pria yang berjalan sambil menunduk menatap ponselnya menubruk bahu Bella membuat gadis itu terhuyung ke belakang, namun beruntung dia ditangkap pria itu.


“ Ehhh waduhhhh mas kalau jalan tuh liat liat dong, mata itu di pakai buat jalan bukan nengokin hape melulu gimana sih...” cerocos bella sambil melepaskan diri dari pria itu. Bibirnya yang terus mengomel seketika terdiam saat melihat presdir atasan nya yang gila ternyata menabrak bahunya tanpa sengaja.


" eh.... pa..pak.... Phi..Philip!!!"


“ apa ? mau ngomel lagi dasar cerewet, bibirmu itu kayak cabe rawit jangan sampai besok ku buat cabe rawit benaran, tau rasa kau, nggak di kantor nggak di luar kerjamu merepet terus kayak babi ng*pet kau itu perempuan atau radio rusak rusak sih!? “ bukannya minta maaf, Philip malah mengomeli Bella yang belum sempat membalas perkataannya barang sekali pun.


Sudah menjadi makanan sehari-hari kedua orang itu berdebat tentang segala hal.


“ Ahhh ketua tim 1 pemasaran Alesha, senang bertemu denganmu, ada apa malam malam begini di rumah sakit? Apa pekerjaanmu untuk presentasi besok sudah selesai?” tanya Philip yang lagi lagi membahas tentang pekerjaan bahkan di luar kantor.


“ lagi lagi pria sialan ini membahas pekerjaan, tau gak sih pak kalau ini di luar jam kerja grrhrhhhsial sial sial... pengen kucakar cakar wajahnya itu...” geram Bella sambil menatap wajah songong Philip dengan tatapan super tajam.


“ aku tau isi pikiranmu Bella, tapi hentikan rencanamu untuk mencakar cakar wajahku yang tampan ini, pikirkan saja perjalananmu besok ke Thailand, jika kau sampai terlambat dan melewatkan pameran itu maka kau akan ku kirim ke Ethiopia ingat itu!" ancam Philip.


“ Pak jangan keterlaluan bisa gak sih? Masa hanya demi celana...


“ Diam!! kau mau menolak?” Philip menaikkan sebelah Alisnya.


“ Ba.. baiklah,...” ucap Bella menurut.

__ADS_1


“ nona Alesha, sebaiknya anda cepat kembali karena besok kita ada rapat penting, aku tak ingin..


“ Saya paham pak, tapi ini di luar batas , kita semua ada di luar kantor dan ini bukan jam kerja kami, saya pikir bapak profesional untuk tidak membahas soal pekerjaan di luar jam kantor, saya tau yang harus saya lakukan dan saya berhak dengan kehidupan pribadi saya, jadi mohon maaf jangan terlau banyak ikut campur jika di luar kantor pak, saya menghormati bapak sebagai Atasan di kantor tapi waktu di luar kantor adalah milik kami maka dari itu..


“ahhh baiklah baiklah , karena terlalu lama bergaul dengan si cabe rawit itu kau jadi sama cerewetnya, maaf mengganggu waktu pribadi kalian tapi kuharap waktu pribadi kalian tidak mengganggu keseimbangan dalam kinerja kantor, selamat malam dan selamat menikmati waktu kalian, buat apa juga aku khawatir pada karyawan yang tidak bisa mengatur waktunya dengan baik, “ potong Philip sambil melangkahkan kakinya meninggalkan kedua gadis itu .


“Grrrhhhhhh dasar presdir somplak, Presdir gila mampus kau... arrkkhhhh bagaimana bisa aku punya atasan segila diaaaa... akrrrkkkkk siaal siaalan sialaaaaannn...” gerutu Bella.


Alesha menatap Philip dengan tatapan kesal,”dasar sombong, meski ucapannya ada benarnya sih,” ucap Alesha yang sontak membuat Bella menatap aneh gadis itu,” kau sepertinya sudah sama gilanya dengan si pecinta kolor ijo itu, sadar lesha,sadar!!" celetuk Bella sambil menggoyangkan tubuh Alesha.


“ heh... sudahlah ayo pulang, besok kita kerja kalau kau terlambat nanti malah gak bisa ketemu sama Cherry!!" ucap Alesha yang langsung menarik tangan gadis bar bar itu dari sana.


Sementara itu...


Philip mengintip seperti cicak besar yang menempel di dinding rumah sakit, matanya melirik ke arah Alesha dan Bella yang berjalan keluar dar rumah sakit.


"fiuuhhhh hampir saja! mulutnya itu selalu saja cerewet dasar gadis gila!!!" gerutu Philip dari balik dinding sambil mengelus-elus dadanya karena lega Bella sudah pergi dari tempat itu.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2