
Sementara itu Cherry sedang begitu semangat bekerja di sebuah rumah mewah atas bantuan Bella. Cherry sudah menyerah mencari pekerjaan di perusahaan besar, dia lebih memilih mencari kerja serabutan mengumpulkan dana untuk membuka usaha yang menjadi impiannya.
Atas bantuan bella, Cherry berhasil mendapatkan sebuah pekerjaan menjadi pelayan di salah satu rumah mewah di kota itu, rumah orang kaya raya yang pemiliknya jarang datang ke tempat itu. Cherry dengan penuh semangat membersihkan rumah itu , bahkan pelayan lain jadi ikut semangat karena aura positif yang ditebarkan oleh gadis itu.
“ kamu semangat sekali,” puji kepala pelayan yang bertugas mengawasi para pelayan di rumah besar yang sangat megah itu. Bahkan kekayaan keluarga Raharja pun tak akan sanggup menandingi kekayaan pemilik rumah itu.
Cherry tersenyum menanggapi ucapan kepala pelayan,” pak gajinya besar, dan digaji per hari, saya harus semangat dong, dimana lagi dapat pekerjaan semudah ini, jam kerjanya juga gak lama,” ucap gadis itu dengan penuh semangat meski tubuhnya sudah dibasahi dengan keringat.
“ hahah... kamu benar sih Cherry, tapi saya heran , kalau dilihat lihat kamu seperti anak orang kaya dan kamu itu cerdas kenapa mau bekerja jadi pelayan,” sindir salah satu pelayan yang juga bekerja disana.
“ Apa jangan jangan kamu diusir ya dari keluargamu hahahhaha... kamu kan bukan anak kandung keluarga Raharja, malu banget ya kan... ya mana pantas pelayan seperti kamu tinggal di rumah keluarga terhormat itu, kamu sadar diri juga ya,” ejek orang itu secara terang terangan.
Para pelayan sampai menatap perempuan yang sangat kasar itu, tapi Cherry hanya tersenyum ,”kamu ada benarnya kok, “ ucap Cherry.
“ otak kamu memang luar biasa, sampai sampai kalau dijual banyak yang mau beli, “ ucap Cherry.
“ ohh iya dong, tentu saja karena aku pintar!" ucapnya dengan sombong.
"Pintar!? pffth hahahahah..... bukan karena pintarnya!" ucap Cherry sambil tertawa.
"Lalu ?" tanya perempuan itu sambil menaikkan satu alisnya.
“ karena masih baru dan gak pernah di pakai jadi banyak yang mau beli hahahhahahaha... otaknya gak pernah di pakai makanya begitu hahahhaha....” ucap Cherry sambil tertawa mengejek gadis sombong itu.
“ pfftthhh .... hahahhah rasain, rese sih pakai acara ngejek ngejek orang, masih beruntung kamu bisa kerja sama orang secantik Cherry, kamu aja dekil gak pernah mandi masih aja sombong , sadar diri atuh hahhaha...” pelayan lain malah menertawakan gadis itu.
Dia menatap mereka dengan tatapan kesal,” cih dasar orang orang miskin, gak sudi aku bekerja dengan orang orang seperti kalian,” ucapnya sambil berlalu dari tempat itu.
__ADS_1
“ Ciee ada yang nagmbek nieee...” seloroh orang orang itu sambil tertawa bersama –sama.
Mereka sama sama bekerja menjadi pelayan tentu mereka tau rasa sakit kehidupan yang keras ini. Tidak sepatutnya sesama pelayan saling mengejek dan menghina.
"Yang sabar ya Cher, dia memang sedikit aneh, gadis itu agak sombong, padahal sama sama pelayan tapi dia selalu berperilaku seperti itu pada karyawan baru," ucap Kepala Pelayan pria itu sambil tersenyum dengan manis pada Cherry.
Cherry mengangguk sambil tersenyum membalas pria itu. Ketika dia tersenyum pria itu merasakan jantungnya berdebar kencang tak karuan. Ini kali pertama dia merasakan hal seperti itu.
"cantik..." ucapnya pelan.
"apa pak? bapak bilang apa tadi!?" tanya Cherry yang samar-samar mendengar ucapan kepalan pelayan yang biasa disapa Alex itu.
Pria itu tersenyum sambil mengusap bahu Cherry," bukan apa apa, lanjutkan saja bekerjanya Cherry," ucapnya sambil tersenyum manis.
Cherry mengangguk namun dia merasa sedikit canggung dengan usapan tangan pria itu di bahunya. perlahan dia melepaskan tangan itu lalu pergi dari sana dan melanjutkan pekerjaannya.
"Kalau begitu saya permisi ya pak," ucap gadis itu sambil membungkuk diikuti pelayan lain.
"hush... suka apanya, jangan mengada ada kamu Nani, " ucap Cherry sambil bergidik saat Nani mengucapkan hal itu.
"Cherr Nani ada benernya, sebaiknya jangan dekat-dekat sama Pak Alex, cara dia lihat kamu kayaknya dia suka sama kamu," ucap rekannya yang lain.
"ihh gak mungkinlah, tapi ada baiknya aku jauh-jauh, " ucap Cherry yang menyetujui usulan kedua rekannya itu.
Cherry melanjutkan pekerjaannya dengan senang hati bersama kedua temannya. Dia bekerja dengan baik, membersihkan setiap sudut rumah dengan baik. Tanpa dia sadari seorang wanita sedang mengawasinya dari dalam ruang kontrol kamera CCTV.
Gadis cantik nan seksi itu sedang menatap layar sambil tersenyum, sesekali dia menyesap winenya dan memutar mutar gelasnya sambil menatap waja Cherry .
__ADS_1
Sebuah senyuman tergambar jelas di wajah cantik yang begitu mirip dengan Grape itu. Wajah yang memiliki kemiripan dengan Grape itu adalah Rania, gadis yang dikenal sebagai putri pertama Keluarga Pratama yang tersohor.
Rania duduk sambil berputar putar di kursi hitam itu. dia tersenyum dengan sangat bahagia, layar layar ruangan itu menampilkan wajah Cherry yang sangat cantik.
"Ahhh adik ipar idaman, akhirnya... akhirnya keluarga Cornelius akan menemukan warna baru, ahhh... aku tidak sabar memberitahu identitas kami sebenarnya pada Cherry, gadis cantik, gadis manis, gadis baik yang menyelamatkan Grape dari masa buruk ini ahhh... kuharap Cherry membawa kebahagiaan pada adikku Benedictus...." ucap gadis itu dengan buliran air mata yang membasahi kedua pipinya.
"Mommy, Daddy, kami bisa membalaskan dendam ini tanpa melukai menantu kalian, kami akan membalas perbuatan pria jahat itu setimpal dengan perbuatannya pada kalian hiks hiks hiks.... aku merindukan kalian Mom, Dad..." lirih Rania sambil menangis sesenggukan di dalam ruangan kontrol itu.
Rania sebenarnya meminta pada Philip untuk memerintahkan sekretaris nya mencari pelayan untuk bekerja di rumah besar itu, dia berusaha untuk memancing Cherry masuk ke dalam kediaman keluarga Cornelius yang tidak dihuni oleh siapapun baik itu Rania Vivian Cornelius, Grape alias Benedictus Cornelius, dan Bian Cornelius.
Ketiga orang ini dikenal sebagai anak keluarga Pratama, padahal mereka menyembunyikan identitas mereka dengan nama keluarga itu. Grape sama sekali tidak menunjukkan identitasnya pada publik sedang kedua saudaranya memainkan peran penting untuk membangun citra mereka di hadapan masyarakat terutama untuk memperlancar rencana balas dendam mereka pada keluarga Raharja.
Jam, menit dan detik terus berlalu, hingga jam kerja Cherry selesai. Gadis itu dan pelayan lain berdiri di depan kepala pelayan menunggu upah mereka diberikan. Masing-masing mendapat upah sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka setujui.
Cherry melangkah maju dengan senyum sumringah menerima gaji pertamanya hari ini. Dia berdiri di depan Alex dengan senyumannya yang sangat manis dan lembut. Tentu saja senyuman itu memberikan kesan yang lain di hati Alex.
"ini gaji kamu," ucap Alex memberikan amplop pada Cherry. Gadis itu mengambilnya dengan semangat. Alex menatap Cherry sambil tersenyum, dia mengusap tangan Cherry sambil terus menatap wajah gadis itu.
"Besok bekerja lagi ya," ucap Alex dengan sangat lembut.
Cherry terlalu senang, dia tidak menyadari tatapan aneh pria itu pada dirinya. Dia mengangguk dengan cepat," baik pak, terimakasih!" seru Cherry sambil beranjak dari sana dengan senyuman bahagia.
Cherry keluar dari ruangan itu setelah menyelesaikan pekerjaannya. Alex menatap Cherry sambil tersenyum,tatapan matanya tak bisa ditebak.
"Cantik!" ucapnya sambil memandangi Cherry dari ujung rambut sampai ujung kaki nya.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗