
(Ganti Visual bang Grape)
( Mbak Cherry yang Badas nan bar bar akan beraksi)
Grape duduk di meja kerja di dekat brankar nya. Sebelum operasi besar dimulai, pria itu menyempatkan diri untuk mengecek kondisi perusahaannya sebelum operasi dia lakukan. Bukan hanya mengecek kondisi perusahaan, yang pertama sekali dia lakukan adalah mengecek istri dan anak-anaknya di masing-masing tempat mereka berada.
Kedua bocah menggemaskan itu tampak tenang bersama Bella di perusahaan Philip. Sembari berkeliling mereka dikenalkan bisnis dan trading oleh si Presdir lolipop. Suasana perusahaan hari ini sangat menyenangkan, berbeda dari biasanya. Seluruh perusahaan di permak dengan warna warna cerah dan ada area bermain untuk anak-anak. Bukan tanpa alasan hal itu terjadi, Philip pria yang sangat menyukai anak kecil itu menyediakan semua fasilitas untuk membuat Alvaro dan Hansel senang berlama-lama di perusahaannya.
Melihat kedua bocah itu senang sudah membuat Philip bahagia. Yang lebih mengejutkan bagi para karyawan adalah, Bella dan Philip tampak akrab tak seperti biasanya.Jika di hari hari sebelumnya mereka bagaiman kucing dan anjing yang terus berkelahi maka hari ini mereka tampak tenang dan adem.
Kebiasaan jorok si Presdir lolipop juga menghilang untuk hari ini. Seluruh kantor terlihat sangat segar dan wangi.
"Dia melakukan yang terbaik, apa dia masih ingat masa masa itu? aku yakin dia melakukan semua ini untuk menebus masa kecilnya, dasar Philip benar benar kekanakan!" ucap Grape sambil menatap layar komputernya.
"Kenapa kak?" Bian nimbrung di belakang Grape dengan rambut diikat karet warna warni sambil memegang ponsel dengan wajah istrinya disana. Rambutnya seperti tumbuhan yang bertumbuh tegak ke atas, diikat dengan karet atas keinginan istrinya yang sedang ngidam melihat Bian dengan rambut berdiri.
Grape menoleh," pffth hahahaha....apa yang terjadi pada rambutmu hahahahah.... kemarin kau pakai make up, sekarang kau seperti tersengat listrik dengan rambut berdiri itu hahahahah..... besok apa lagi? manjat tower sambil joget joget hahahah.... Azura kasihanilah suamimu ini, dia sampai gak sempat makan hahahha...." Grape tertawa terbahak bahak melihat penampilan adiknya.
"Hahahah..... aku suka kakak ipar, itu keinginan Baby Glitter hahaha.... aku suka sekali, maaf ya sayang kalau sudah membuat kamu kesulitan," ucap Azura yang semakin cantik di masa kehamilannya ini. Mual muntah tak lagi dia alami, selera makannya semakin besar dan ini membuat Bian ingin segera pulang karena dia juga mengalami syndrom kehamilan seperti mengidam makanan aneh aneh sampai mengidam melakukan hal hal ekstrim.
"Demi istri dan anakku, apa pun akan kulakukan, aku ingin jadi orang tua yang hebat!" ucap Bian dengan senyum sumringah.
Azura tersipu malu, sejak dia hamil, wanita itu lebih sering menunjukkan perasaannya, jika senang dia akan banyak tertawa, jika sedih dia akan menangis semalaman tidak seperti sebelumnya ketika dia selalu menahan dirinya.
Grape menatap mereka, pasangan itu berjuang bersama-sama sejak mereka masih sangat muda. Pembuktian mereka akan hidup yang bahagia dan harmonis karena memutuskan menikah muda membuat Grape bahagia atas pilihan adiknya.
__ADS_1
"Aku juga ingin bahagia seperti mereka, Aku harus sembuh, demi keluarga kecilku!" ucap Grape dalam hati.
Sementara itu, Cherry yang sedang duduk di teras rumah menunggu kedatangan ajudan suaminya sambil menatap pekarangan rumah yang selalu rapi dan bersih karena dirapikan oleh beberapa pelayan yang tak pernah dia lihat. Mereka bekerja saat Cherry tak di rumah dan memastikan semuanya aman.
Mata gadis itu menatap ke arah jalanan, dilihatnya mobil mobil mewah sedang melaju. Tentu Cherry terkejut, karena jarang-jarang ada mobil mewah nan mahal seperti itu lewat dari pekarangan rumah mereka.
Bahkan para tetangga juga sampai keluar rumah karena mendengar dan melihat mobil mobil.mahal itu masuk ke komplek perumahan sederhana mereka. Tanpa mereka ketahui, salah satu rumah di komplek itu adalah rumah berkumpul nya orang-orang berpengaruh dan terkenal di negeri itu.
"Wahhh mobil mobil ya bagus ya," ucap Cherry dengan tatapan takjub namun sedetik kemudian dia terlihat bingung karena salah satu mobil mewah itu masuk ke pekarangan rumahnya.
"Siapa?" pikir Cherry dengan wajah bingung sambil menatap mobil itu dengan penasaran. Gadis itu berdiri dan melihat siapa yang keluar dari dalam mobil.
Seorang pria dengan stelan kemeja lengkap, wajah berkharisma dan tubuh tegap. Tampak sebuah cincin perak tersemat di jari manisnya bagian kiri, pria itu sudah menikah. Dia berjalan keluar dengan wajah serius diikuti oleh beberapa pengawal berpakaian hitam.
"Selamat siang nyonya muda, saya Asraf, ajudan tuan muda Benedictus maksud saya tuan muda Grape," ucap pria itu memberi salam sambil membungkuk hormat pada Cherry.
Cherry terkejut, dia pikir yang datang tak sebanyak ini, nyatanya sekitar 20 orang pengawal ikut menemani kedatangan Asraf, bawahan suaminya.
"Eh... ba..baiklah, tapi kenapa sebanyak ini? kita..kita kan mau ke perusahaan? apa perlu sebanyak ini !?" cetak Cherry.
"Ini semua atas perintah tuan muda, nyonya," jelasnya.
" Baiklah kak, aku paham, CK...CK... CK... dia itu berlebihan sekali, dasar jamur cokelat ngeselin, tadi bilangnya yang datang cuma 5 orang tau taunya di kali empat, dasar plin plan, " gerutu Cherry sambil mendengus kesal dengan ulah suaminya sendiri.
" Maafkan kami nyonya, kamu membuat kesalahan seharusnya kami tidak beramai ramai seperti ini, kami pikir nyonya akan senang jika kamu keluar sekaligus!" ucap Asraf yang langsung meminta maaf.
Plakkk...
"Apaan sih kak, jangan julid deh, justru aku kesal sama si Grape, ya kali kalian sebanyak ini dikirim buat nemenin aku, dia pikir sedang mengkawal presiden, syukurlah cuma kalian, " ucap Cherry seraya menepuk bahu Asraf .
__ADS_1
Asraf dan para pengawal terlihat sangat syok dengan sifat nyonya baru mereka. Asraf saking takutnya melakukan kesalahan sampai duduk berlutut di depan Cherry begitu juga dengan anak buah yang lain.
Tentu ada alasan besar mengapa mereka sampai seperti ini. Perempuan di hadapan mereka adalah orang penting dan berharga milik Presdir mereka, jika sampai terdengar ke telinga Grape kalau nyonya perusahaan itu mengeluh maka habislah riwayat di mereka di tangan Grape.
"Nyo..nyonya apa saya melakukan kesalahan? saya akan perbaiki jika anda tidak senang!!" ucap Asraf sambil membungkuk memohon maaf pada Cherry.
Melihat hal aneh itu tentu saja membuat Cherry merasa heran. Tapi sekilas dia mempelajari tempramen suaminya yang sangat dingin pada orang lain, belum lagi posisi Grape di perusahaan adalah seorang Presdir, tentu saja dia harus ditakuti dan dihormati oleh bawahannya.
"Hormat sih hormat, tapi bukan begini juga Grape..." gumam Cherry seraya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan anak buah Grape.
" Kak, kalau kalian begini aku terlihat seperti sedang menjajah para pria, berdirilah, jangan seperti ini, bersikap santai saja padaku, memangnya aku siapa sampai kalian seperti ini, cepat berdiri !" ucap Cherry.
Asraf dan anak buah Grape saling melirik, mereka berdiri dengan perlahan sambil melirik Cherry.
"Ta..tapi nyonya, bukannya anda marah karena kami datang sekaligus kami akan...
"Sshhttttt apaan sih kak, santai saja, kita ini teman bukan atasan dan bawahan, jangan kaku begitu ahhh, gak seru, sudahlah ayo kita berangkat, ingat ya santai saja padaku!!" ucap Cherry sambil menepuk bahu Saraf dan anak buah yang berdiri di dekatnya.
Asraf tersenyum tipis melihat sifat nyonya barunya. Tidak seperti yang mereka bayangkan, Cherr gadis yang tepat untuk tuan mereka.
"Pilihan tuan kali ini sangat tepat, jika tidak aku akan melakukan hal yang sama pada gadis sialan itu, baiklah, misi pemberantasan hama dimulai!" batin Asraf dengan senyum misterius di wajahnya.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1