Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
267 Racun


__ADS_3

Seketika ruangan kamar Dante hening. Tidak ada satupun dari kedua orang itu yang berbicara.


Bibir Dante kehitaman dan ujung kakinya yang diamputasi juga memiliki warna yang sama.


" Dante kau meminum racun, siapa yang menyiapkan ini untukmu!??" Sarah sangat panik, dia sampai menangis dengan tangan gemetaran sambil menggenggam lengan pria itu.


Tidak rela rasanya dia jika kekasihnya, orang yang dia cintai diracuni oleh musuh musuhnya.


"Ayo cepat ke rumah sakit, aku takut kau kenapa kenapa Dan... ayo... kita ke rumah sakit!!!" Sarah menangis. Dia tidak tau soal racun ini, hanya saja dia sudah mencium bau pergerakannya tetapi samar samar diketahui karena pengedarnya sulit ditemukan.


" Sialan, seharusnya aku lebih peka, padahal kemarin aku sudah mendeteksi adanya racun dengan jenis yang sama dengan waktu itu, akhhh sialan!!!!" Batin Sarah geram dan panas saat sadar dirinya tidak fokus beberapa waktu lalu..


" Ayo ke rumah sakit, ini sangat berbahaya, racun ini adalah jenis racun racikan yang dijual terlarang dan hanya tersedia dalam jumlah yang sedikit, efeknya akan timbul terutama pada bekas operasi dan salah satu korbannya adalah dirimu, aku takut terjadi hal yang tidak-tidak!!!" Sarah dengan agresif menarik tangan Dante, tetapi pria itu malah menarik Sarah dan membuatnya jatuh ke dalam pelukannya.


" Tenanglah, " ucap Dante sambil menatap kedua mata Sarah dengan tatapan dalam.


Sarah mengerucutkan bibirnya, wajahnya sedih, " Aku takut...." lirih gadis itu. Jari jari yang kekar itu mengusap wajah Sarah dengan lembut, netra biru tua itu menyelami lautan hitam di depannya.


" Tidak akan terjadi apa-apa," ucap Dante sambil mengeluarkan pil Ruby, penawar dari segala macam racun.


"Aku punya penawar nya," ucap pria itu sambil mengunyah pil Ruby Alchemis tersebut.


Sarah menatapnya dengan intens, memperhatikan wajah tampan Dante dengan tatapan khawatir.


Perlahan lahan bibir pria itu kembali berwarna merah muda, dan wajahnya berseri tidak sepucat sebelumnya.


" Darimana kau tau ini racun?" tanya Dante yang masih memeluk Sarah.


" Di pangkalan, kami menemukan benda seperti ini berkali-kali, biasanya diracik ahli racun Tiongkok, dan..." Sarah menatap pria itu.


" Selama 3 bulan aku mencari tahu apa yang terjadi pada dirimu, saat itu aku menemukan hal mencurigakan tentang kematian Tuan Laurent, ayahmu," ujar Sarah dengan wajah khawatir.


Dia duduk di samping Dante sambil menggenggam tangan pria itu.


" Apa yang kau temukan?" tanya Dante.

__ADS_1


" Beliau meninggal bukan karena serangan jantung sesuai dengan ucapan dokter. Dan dokter itu adalah dokter yang sama dengan dokter yang mengobatinya selama ini, ada yang aneh, dan aku mencurigai beberapa orang ," jelas Sarah..


Tiga bulan yang lalu Sarah berkunjung ke rumah sakit untuk berkonsultasi mengenai parutan di wajahnya. Dia ingin menghilangkannya, tetapi secara kebetulan dia melihat Dante dan Sekretaris nya Stevani mengunjungi rumah sakit itu.


Sarah sangat senang bisa melihat Dante saat itu, tetapi ada yang aneh, kala itu Dante kesakitan dan terlihat sangat tersiksa, bahkan dia harus duduk di atas kursi roda.


Sarah yang begitu senang ingin melihat Dante, berakhir mengikuti pria itu dan sekretaris nya.


Namun tiba-tiba dia tidak sengaja mendengar ucapan seorang dokter yang sedang berbicara di telepon.


" Aku sudah menyiapkan obatnya, efeknya akan nampak dalam pemakaian jangka panjang, dan dia akan mati seperti ayahnya, si Laurent bajingan itu!"


Kata kata dokter yang diingat betul oleh Sarah membuatnya curiga, pasalnya dokter tersebut masuk ke dalam ruangan dimana Dante berada.


Namun yang paling membuat penasaran adalah kepada siapa pria itu berbicara dan apa tujuan mereka melakukan semua ini ketika tuan Laurent telah meninggal.


Dengan jiwa militernya, dia dengan liciknya dia memasang alat perekam di ruangan konsultasi Dante.


Sarah berjalan dan membuka ruangan seolah dia salah masuk. Dia berjalan ke dalam ruangan dan bertanya pada dokter lalu mengambil kesempatan untuk menempelkan alat perekam suara yang dia bawa untuk melancarkan aksinya.


Hari itu sebenarnya dia akan mencari tahu soal kematian ayah Dante, tetapi tidak dia sangka, alat perekam suara itu berguna untuk mencari tahu pembicaraan Dokter ketika Dante tidak disana.


Dante terdiam, wajahnya mengatakan kalau ia syok dengan penjelasan Sarah.


"Kupikir mereka hanya menjadikan ku target karena tidak terima dengan kehadiran ku menggantikan posisi Papa, tapi... ta..tapi mereka terlibat dengan kematian Papa!? jelas dokter mengatakan bahwa Paa meninggal karena serangan jantung, kenapa sekarang jalan ceritanya berbeda!? " Dante menatap kekasihnya.


"Apa kau sudah tau!?" tanya Sarah.


" Iya, aku sudah tau beberapa bulan yang lalu kalau aku diberi racun, tetapi terkait kematian Papa, aku tidak yakin kalau dokter yang merawatku yang memberikan racun, pasalnya di kamar Papa, aku menemukan kantong teh yang sering dikonsumsi oleh Papa, isinya adalah sejenis tumbuhan herbal, jika dikonsumsi berlebihan akan jadi racun dan efeknya serangan jantung seperti yang dialami Papa, aku justru curiga pada Lia, asisten Presdir terdahulu," jelas Dante.


Sarah terdiam, teka teki ini cukup sulit dipecahkan, pasalnya banyak orang terlibat di dalamnya.


"Apa sebelumnya tuan Laurent mengonsumsi sejenis obat rutin?" tanya Sarah.


Dante berpikir, dia mencoba mengingat apa saja yang dikonsumsi oleh ayahnya," Ada, Papa mengonsumsi obat hipertensi dan pengencer darah, setiap hari dia akan mengonsumsinya, aku jelas ingat," ucap Dante.

__ADS_1


Sarah berpikir keras," sebaiknya kita hubungi Kak Rania, aku tidak yakin soal ini," ucap Sarah sambil menghubungi Rania yang berada di London.


Mereka terhubung dengan ponsel Rania tetapi dijawab oleh Elton dengan wajah berantakan penuh dengan tepung dan rambutnya yang acak acakan bak sarang burung.


" Sarah!?? kamu pulang!???? SAAAAYAAAANGGG SARAH MENELEPON !!!!!!" teriak pria itu.


" Astaga suaranya, kupikir pindah ke London akan membuatnya jadi lebih tenang, tapi nyatanya dia malah makin berisik!!!" ketus Dante seraya menggaruk telinganya.


" Tidak berubah sama sekali hahaha... dua tahun aku tidak bersama kalian, kupikir akan banyak yang berubah, tetapi kalian seperti nya sama saja," ucap Sarah sambil terkekeh.


Dante menatap kekasihnya, tatapan yang sangat dalam, dengan lembut dan tidak ragu dia mengusap usap pucuk kepala gadis itu.


" Benarkah!??" Rania muncul dengan baby bumpnya yang mulai membesar.


Dia tampak lebih gemuk dan semakin cantik.


" Sarah, bagaimana kabarmu sayang??" Rania terlihat begitu bahagia melihat Sarah.


" Aku baik kak, senang melihat kalian lagi, bagaimana keadaan kalian, kakak semakin cantik saja dengan baby bump itu," goda Sarah.


Rania tersipu malu, dia sangat senang dipuji sejak dia hamil," terimakasih," jawabnya dengan semburat merah di pipinya


Elton memeluk istrinya dari samping sambil menatap Sarah dan Dante," Kau sudah tenang kan bro, tidak gila lagi sampai mengancam mau Bun..


" Ekhhmmm... jadi begini kami ingin tanya sesuatu!!" Tiba-tiba Dante memotong ucapan Elton sebelum dia memberitahu bahwa Dante pernah berupaya untuk bunuh diri karena kondisinya.


"Ehh kak Elton belum selesai bicara, jangan dipotong," tegur Sarah .


" Hahaha.... sudah lanjut, nggak masalah Rah.... kakak udah lupa juga," celetuk Elton sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Dante di seberang sana.


" Dasar kadal kampret!!!!!" batin Dante.


" Pffthh bwahahaha lihat wajahnya itu, sangat lucu," batin Elton.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2