Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
40


__ADS_3

Waktu terus bergulir, di ruangan serba putih dengan semerbak aroma obat yang sangat menyengat di hidung, Cherry membuka matanya setelah terlelap berjam-jam sejak dia dibawa ke rumah sakit. Gadis berambut biru terang itu merasakan rasa sakit yang luar biasa di punggungnya. Dia melenguh kesakitan sambil membuka matanya menatap ruangan itu.


“Akhhhhh punggungku.... tak kusangka akan sesakit ini...” lirih Cherry sambil mengangkat tubuhnya. Namun dia menyadari kalau ada seseorang yang menggenggam tangannya sambil tertidur di dekat brankarnya. Matanya menangkap sosok sang suami yang setia menemani dia semalaman disana dan tidur sambil menggenggam tangan Cherry semalaman.


Grape tak mau meninggalkan Cherry, dia menemani istrinya disana bersama Elton dan Philip. Sedangkan Phineas sudah berangkat pukul 2 pagi tadi untuk menyelesaikan pekerjaannya. Rania sudah diantar oleh Elton ke kediaman Pratama saat gadis itu sedang terlelap. Tanpa sepengetahuannya Elton membawa dia ke rumah Pratama dimana Bian dan Viona tinggal.


Cherry menatap seisi ruangan, jam menunjukkan pukul tujuh pagi tapi tampaknya ketiga pria dalam ruangan itu belum juga bangun dari tidur mereka karena begadang semalaman menjaga Cherry .


“ apa mereka menungguku sampai bangun?” pikir Cherry. Dia menatap Grape yang terlelap di atas kursi roda dengan kepalanya dia letakkan di atas brankar, lalu tertuju pada Elton dan Philip yang terlelap di brankar tambahan sambil berpelukan seperti anak kecil , tidur dalam satu selimut dengan begitu nyenyaknya.


Melihat pemandangan ini membuat Cherry terharu, orang orang itu ternyata menjaganya dengan begitu baik, dia sempat berpikir kalau setelah operasi ketika dia bangun dia tak akan melihat siapa pun, tapi nyatanya dia melihat ketiga pria itu menunggunya di sana.


“ Kenapa mereka tidak mencari tempat tidur? Kalau seperti ini kan tidur mereka tidak nyenyak,” gumam Cherry yang lagi- lagi merasa bersalah karena telah memberatkan orang lain karena dirinya.


Cherry menatap seisi ruangan itu,” bagaimana mereka membayar kamar sebesar ini? Bukan kah ini kamar mahal ? uang mereka dari mana coba? Setidaknya ini berharga puluhan juta,” pikir Cherry.


“ Tapi punggungku ternyata sangat sakit akhhh...... kupikir tidak akan sesakit ini,” gumam Cherry sambil meraba raba punggungnya yang terasa sakit dan berdenyut.


Disaat yang sama pintu kamar itu terbuka, Phineas masuk dengan keadaan acak acaknya, wajahnya penuh dengan debu dan pakaiannya kusut. Di terlihat sangat berantakan, pria itu datang sambil menenteng kotak penyimpan makanan yang cukup besar.


“ Kau sudah bangun? Bagaimana keadaanmu Cherry? Apa masih sakit? Kenapa tidak membangunkan mereka?” Phineas yang melihat Cherry telah bangun langsung menghampiri gadis itu dengan tatapan khwatir. Meski dia terlihat begitu datar di luar, dia bisa menunjukkan perhatian seorang kakak laki laki pada Cherry, gadis manis yang berhasil membuatnya tertawa dengan tingkah konyolnya ketika di rumah.


Phineas memegang kening Cherry,” ahhh kau tidak demam, syukurlah padahal semalam kau sempat demam tinggi, “ ucap Phineas .


“ aku baik baik saja kak, tapi lukanya terasa sangat sakit, kupikir tidak akan sesakit ini, nyatanya lukanya berdenyut denyut...” ucap gadis itu.


“ aku tidak berani membangunkan mereka, kan kasihan tidurnya begini,” ucap Cherry.


Phineas tergelak dengan jawaban Cherry,” kasihan apanya Cher, justru mereka bertiga ini bersyukur banget bisa tidur sampai beberapa jam. Kau lihat si kembar beda paras itu? Mereka udah senang banget bisa tidur normal, biasanya juga gak tidur Cher... kamu belum tau sih jam terbang orang orang gila ini, terkadang mereka itu bahkan gak tidur berhari-hari,” jelas Phineas sambil beranjak menuju kamar mandi.

__ADS_1


“ Kakak bersih bersih dulu, kamu bangunkan mereka, biar kita makan, kakak udah bawa makanan enak,” ucap Phineas sebelum dia menghilang di balik pintu kamar mandi ruangan itu.


Cherry hanya bisa melongo, ternyata Phineas yang dia pikir pria yang kaku dan dingin memiliki sikap hangat dan perhatian seperti saat ini. Cherry hanya diam di atas brankarnya sambil menatap ketiga pria itu. Meski sudah mendengar penjelasan Phineas, dia masih belum percaya kalau mereka itu jarang tidur apalagi Grape yang jelas selalu dia perhatikan tidur tepat waktu. Tak berani membangunkan mereka, Cherry hanya diam sambil menatap suaminya. Tangannya terangkat dan mengusap surai hitam suaminya dengan lembut, “ kalian pasti lelah kalau tidur dengan posisi seperti ini, apalagi kamu Grape..” gumam Cherry.


Tak beberapa lama, Phineas selesai bersih bersih, dia keluar dengan wajah segar namun terkejut saat melihat ketiga kurcaci itu masih saja terlelap.


“ loh kenapa belum dibangunkan?” tanya Phineas sambil mendekati Cherry, dia mengangkat kota bekal tadi ke atas meja dan mengeluarkan isinya.


“ Gak tega kak, kasihan kayaknya capek banget,” jujur Cherry.


Phineas geleng-geleng kepala,” kamu gak tegaan banget sih, pantes kamu sampai rela mengorbankan badan kamu buat menyelamatkan pelayan itu, jadi orang jangan terlalu bawa perasaan Cherry,” ucap Phineas.


“ umm... ya aku memang begitu orangnya kak, bukan kayak kakak yang mirip tembok, melihat orang seperti ngelihat musuh yang harus dibasmi secepat-cepatnya, belum lagi tatapan mata kakak itu selalu terlihat sedih, apa gak capek sedih melulu kak?” celetuk Cherry.


“apa sebegitu kelihatannya ekspresiku?” tanya Phineas sambil duduk di samping Cherry berhadapan dengan gadis itu di sisi lain brankar dengan semangkuk bubur ayam hangat di tangannya dan sebuah sendok makan.


Cherry mengangguk,” iya, wajah kakak selalu kelihatan sedih, kalau terlalu sering bersedih kakak bisa cepat tua loh, jangan banyak banyak sedihnya, harus banyak senyum, sesakit apa pun yang kakak lewati kakak harus bisa melepas kesakitan itu agar hati kakak merasa lega,” cerocos gadis itu.


“ emmm Cherry kan bisa kak, gak apa apa kok,” ucapnya yang merasa tidak enak dengan Phineas.


“ Kalau gak mau, kakak makin sedih nih, makan ya?” pinta Phineas sambil tersenyum lembut. Ini kesekian kali pria berawajah datar seperti Siberian husky itu tersenyum karena Cherry.


“ Baiklah Cherry makan, terimakasih atas makanannya kak,” ucap gadis itu dengan senyuman ceria.


Phineas menyuapi Cherry dengan pelan, dia tersenyum menatap wajah manis gadis itu, "kau tau...” Phineas mulai membuka pembicaraan lagi.


“ kenapa kak?” tanya Cherry.


Phineas menatap Cherry sambil tersenyum , dia menepuk kepala gadis itu,” kau mengingatkanku pada adik perempuanku, dia juga gadis yang nakal dan bar-bar seperti dirimu,” ucap Phineas.

__ADS_1


“ wahh kakak punya adik? Dia dimana? Aku penasaran kenapa gak pernah muncul? Kapan aku bisa melihatnya?” tanya Cherry dengan wajah penuh semangat, dia sangat senang bertemu orang baru.


Senyum Phineas mengembang saat melihat Cherry yang begitu antusias,” bahkan cara kalian bicara saja sama persis, tak heran Tuhan mengirimkan gadis seperti dirimu pada ku Cher...” ucap Phineas yang terlihat seperti sedang menahan sesuatu di dalam dadanya.


“ ehhh maksud kakak gimana sih? Aku gak paham,” ucap Cherry sambil menggaruk garuk dagunya, kebiasaan baru gadis itu.


Phineas menatap Cherry, kebiasaan gadis itu sama persis dengan adiknya, tanpa aba aba dia memeluk Cherry tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


“ Rara... kakak rindu Rara...” lirih Phineas yang kini dalam posisi memeluk Cherry.


Cherry yang dipeluk hanya diam tertegun dengan apa yang dilakukan pria itu. Di saat yang sama Grape terbangun dari tidurnya, Cherry yang melihat suaminya bangun malah terkejut dan berusaha meminta penjelasan dari Grape yang tidak tau apa apa.


“ Kenapa?” tanya Grape yang hanya menggerakkan bibirnya saja, Cherry menggelengkan kepalanya.


“ Raaa kenapa pergi? Kenapa pergi dari kakak? Apa kamu membenci kakak?” ucap pria itu seolah adiknya ada di depan nya saat ini.


“ kak Phineas, ini Cherry bukan Rara.. “ ucap gadis itu .


Phineas bukannya tidak sadar, dia hanya ingin memeluk Cherry untuk menghilangkan rasa sesak di dalam dadanya.


“ Cherry... Rara, kamu tidak bisa bertemu dengan dia lagi, dia sudah di alam yang berbeda, dia marah pada kakak, dia membenci kakak, dia..


“ Kak Phineas sadarlah!!" bentak Cherry.


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2