
Cherry melongo mendengar ucapan Grape tentang identitas Bian yang sebenarnya. Sebab selama menjalin hubungan palsu dengan Bian, gadis itu tau kalau Bian memang sudah menikah tapi tak dia sangka istri bian adalah seseorang yang sangat berbeda dengan apa yang dibayangkan oleh Cherry.
Ini adalah rahasia yang disembunyikan oleh Cherry untuk mengikat Bian dalam rencana balas dendamnya pada keluarga Raharja. Namun dia tak cukup berburuk sangka saat pria yang telah beristri itu justru menerima tawaran Cherry dengan alasan memiliki dendam yang sama dengan Cherry. Siapa sangka semua ini sudah menjadi skenario yang disusun oleh Grape dan kedua saudaranya sejak awal.
Bian dengan ijin dari istrinya menerima tawaran Cherry dengan niat ingin menjadikan gadis itu sebagai salah satu alat balas dendam mereka untuk menghancurkan keluarga Raharja, tapi siapa sangka takdir mengubah semua rencana yang telah mereka susun dan Grape berakhir menikah dengan Cherry.
Jika di pikir pikir, hampir saja Grape dan yang lainnya saah sasaran dan menjadikan Cherry sebagai target balas dendam. Padahal gadis itu adalah korban yang sama akibat kelakuan bejat keluarga Raharja.
“ Ka.. kamu gak bohongkan? Masa iya dia...” mata Cherry membulat sempurna saat tau siapa istri Bian yang sebenarnya.
“ itu benar Cher, Azura adalah istri Bian, “ jelas Grape sekali lagi.
Azura gadis dengan seribu wajah ,seorang mata mata sekaligus anggota dari badan inteligen ternyata adalah istri dari Bian Cornelius, mereka menikah empat tahun yang lalu saat usia keduanya masih begitu muda.
Wajah asli Azura adalah wajah yang dia tunjukkan pada Cherry saat menyelamatkan gadis itu di dalam kapal. Dan dia sering menyembunyikan wajahnya di balik topeng karet yang selalu tersedia di rumahnya.
Cherry benar benar tak menyangka ada plot twist seperti ini . Azura adalah seorang mata mata yang profesional dan menyembunyikan identitasnya dengan sangat baik sampai tak ada satu pun yang tau kalau dia telah menipu mereka.
“ Wahhhh hebat.... dia benar benar hebat...”ucap Cherry yang jadi speachless dengan kenyataan ini.
Mereka semua sedang duduk di ruang tengah rumah bagian atas bersama Philip, Elton , si kecil Hansel dan Alvaro serta Sarah yang sudah kembali menjalin hubungan baik dengan Cherry.
“ Wah jadi gadis cantik hari itu adalah istrinya dari suami si mak lampir itu ya Cher? Pantas saja auranya begitu kuat, belum lagi sewaktu dia dan Bian mengatur semua korban, aku salut dengan profesionalitas mereka,” ucap Sarah yang sedang memotong buah buahan untuk anak anak.
Gadis yang telah kehilangan pekerjaan dan status di masyarakat itu kini tinggal bersama Cherry dan yang lain atas permintaan Cherry sebelum nama Sarah di bersihkan dari semua tudingan yang membuatnya kehilangan pangkatnya di kemiliteran.
“ Itu benar, dan yang paling mengejutkan adalah mereka menikah muda, sudah berjalan 4 tahun,” ucap Elton smabil mengunyah buah buah yang dikuoas oleh Sarah.
“ Om itu bukan untuk om-om itu untuk anak anak! Lihat potongannya kecil kecil, om halus makan yang becal...” celetuk Hansel sambil menunjuk buah buahan yang dikupas oleh Sarah.
“ ehhh heheheh... kirain untuk om, maaf ya bocil , anak ayam yang satu ini sangat cerewet hahahha... ya udah om makan yang ini,” ucap Elton sambil mengambil satu buah apel yang belum di kupas.
“ makan yang ini saja tuan, sudah di kupas,” ucap Sarah sambil memberikan satu buah apel bersih pada pria itu.
__ADS_1
“ Thanks Sarah,” ucap Elton yang dibalas anggukan oleh Sarah.
“ Om hancel bukan anak ayam ihhh. Hancel anak ante Chelli iya ante, heheheh....” celetuk anak itu sambil berjalan dan memeluk Cherry dari belakang.
“ hancel, stop disturbing aunty, sit down and keep quiet!" hardik Alvaro yang tak ingin perempuan yang telah membuatnya merasakan kasih sayang itu merasa tidak nyaman dengan sifat Hansel.
Hansel yang digertak abangnya menjadi diam dan melepaskan pelukannya dari Cherry dengan wajah murung,” padahal hancel peyuk aunty kalena semalam hancel gak tidul sama aunty..” ucapnya pelan sambil berjalan dan menunduk dengan wajah sedih.
“ just sit down, jangan ribut,orang dewasa sedang berbicara,” uap Alvaro yang langsung menarik adiknya untuk duduk dengan tenang di sampingnya.
Cherry, Grape dan yang lain menatap perilaku alvaro. Sejak tiba di rumah itu, dia selalu bertindak hati-hati, tak ingin membuat kesalahan dan takut dimarahi padahal mereka sama sekali tidak memikirkan hal itu, mereka para orang dewasa hanya ingin Alvaro bertindak dengan nyaman seperti dia di rumahnya sendiri.
“ alvaro, Hansel, it’s ok, come here,” ucap Cherry sambil merentangkan kedua tangannya.
“ No aunty, it’s okay, kami disini saja, hansel memang nakal, nggak baik ganggu pembicaraan orang dewasa,” ucap anak itu sambil menggenggam tangan Hansel.
Cherry mengerutkan keningnya, anak yang dia lihat ini terlalu dewasa untuk serumurannya,” ck.. Alvaro betindak lah seperti kamu itu seorang anak kecil bukan orang dewasa, santai saja, tante jadi kayak ngomong sama dosen di kampus, sini sama tante biar tante hukum...” celetuk Cherry sambil menarik kedua anak itu hingga keduanya jatuh dalam pelukan Cherry.
“ Dasar Alvaro nakal, beraninya menolak pelukan tante... rasakan ini...” ucap Cherry sambil menggelitik bocah itu .
“ hansel bantu Tante, kita serang si abang nakal ini ayoooo...” seru Cherry dengan begitu hebohnya.
“ selaaanggg....” celetuk Hansel yang ikut menggelitik Alvaro.
Mereka semua tertawa melihat tingkah ketiga manusia beda generasi itu. Siapa pun pasti tak akan tahan dengan tingkah menggemaskan hansel dan Alvaro. Hansel si periang dan Alvaro si pengikut Phineas, pria dingin dan datar tetapi memiliki senyuman yang sangat lembut.
“ grape.. anak anak ini, apa yang akan kau lakukan pada mereka?” tanya Philip pada Grape dengan suara pelan.
Grape menatap istrinya yang semakin hari semakin banyak tertawa,” iya bro, apa yang akan kau lakukan pada dua ana ayam ini? Mau diapain? Kalau gak mau diapa apain kasih ke gue aja, gue jadiin anak gue.. lagian mereka gak punya orangtua lagi kan? “ ucap Elton sambil menepuk bahu Grape.
“ Sesuai keputusan adikmu bodoh, dia sangat menyukai kedua bocah itu, kalau dia mau kami bisa mengadopsi keduanya, lagi pula akan menyenangkan kalau rumah ini ramai dengan anak anak,” ucap Grape sambil menatap ketiga orang itu sambil tersenyum.
“ widihhhhhhh... gentleman...” celetuk philip dan Elton bersamaan .
__ADS_1
“ wahhh keren lo ***... bisa bisanya kepikiran kesitu man.. wahahahhaha calon bapak yang baik nih hhahahaha...” celetuk Elton.
“ Hahahah wah by the way lo udah nyoblos kan bro? Mas iya udah hampir tiga bulan belum juga nyoblos,” celetuk Philip sambil menatap Grape dengan tatapan jahilnya.
Pletak....
“ Woi lo otak mesum jangan dibawa bawa kesini deh, banyak orang yang gak boleh dengar dodol,” kesal Elton sambil memukul kepala Philip yang kadang kalau berbicara sering gak di filter.
“ Ya elah penasaran gue bro...” ucap Philip sambil cengengesan.
“ Nyoblos apaan sih?” tanya Grape yang tak paham maksud kedua orang itu.
“ ck...masa iya gak paham Grape? Jangan sok polos deh,” sejek Elton seraya menaik turunkan alisnya.
“ ya elah, serius gak paham, maksudnya apa!?" tanya grape bingung.
“ Ck.. dodol itu loh skidipapapapapa.. uhh ahh uhh ahhhh itu loh, coblos coblos.... heheheh...” celetuk Philip sambil menatap Grape dengan tatapan mesumnya.
Mata pria itu membulat sempurna dia menarik kepala Elton dan Philip hingga..
Brukkk.. pletakkk...
“ Dodol.. dasar orang orang sinting, otak kalian dipakai buat apa sih ? mikirnya sampai kesana? Gila lo gila..” kesal grape sambil menubrukkan kepala kedua manusia absurd itu sampai membuat mereka meringis kesakitan.
“ Akhhh ya kan penasaran grape...” ucap Philip.
“ Nikah sono ...” kesal Grape.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen