
Perkataan Grape sontak membuat Philip terkejut. Bagaimana bisa pria itu mencetuskan ide segila itu.
Plakk...
Philip melayangkan satu buah pukulan ke lengan Grape sambil menatapnya dengan wajah kesal.
"Hahahah......bukanlah itu ide yang bagus!" celetuk Grape seraya menaikturunkan alisnya.
"Lihat saja aku dan Cherry menikah karena tidur bersama, dan aku mendapat gadis sebaik dia, " ucap Grape lagi.
Philip menatap Grape lagi," gila kau, otakmu sudah stress ya dodol! lagian siapa yang mau menikah coba, apalagi sama si Mak lampir yang ada setiap hari hidupku diomeli sama si Mak lampir cabe rawit itu!" gerutu Philip.
"Yakin Philip?! kalah begitu relakan saja dia menikah dengan pria bajingan itu, maka kau akan kehilangan sekretaris cabe rawit mu itu, terserah kau saja!!" ucap Grape.
Philip mendelik kesal, bukannya menemukan jawaban,dia malah semakin kesal karena ulah Grape yang memberinya jawaban asal.
"Aku tau kau menyukainya!" ucap Grape sembari dia berjalan menuju kamar lamanya d egan Cherry.
"Aku akan bekerja, jangan ganggu aku, panggilkan dokter untuk memeriksa si cabe rawit itu, aku tidak mau istriku panik dan khawatir melihat kondisinya, apalagi ada anak anak, jangan sampai mereka merasa takut!" jelas Grape sebelum dia menghilang di balik pintu kamarnya dengan tongkat yang dia gunakan untuk menopang tubuhnya.
Philip menatap pria itu sampai menghilang di balik sambil menggaruk-garuk dagunya.
"Arrhhkhhhh ini semua gara gara si bajingan bau jengkol itu!!! sialan, lihat saja aku akan membatalkan semua proyek dengan perusahaan sialan itu!!!" umpat Philip dengan wajah kesal dan dingin.
Dia menghubungi seseorang di ponselnya," Boikot perusahaan Si Jengkol sialan itu, putuskan semua hubungan kerja sama dengan perusahaan sialan itu, dan suruh dia membayar penalti!" ucap Philip.
Sementara itu di perusahaan Philip, asistennya yang membantu dia mengurus masalah perusahaan sekaligus menjalankan perusahaan sedang mendelik kesal dengan perintah tiba -tuba dari Bos gilanya itu.
"Tuan Philip, kalau kita boikot sekarang perusahaan akan rugi besar, belum lagi proyek ini masih tidak selesai dan Bella yang mengurus sesuai keinginan klien, kalau kita putuskan hubungan kerja sama sekarang kita bisa rugi!" jelas pria yang kerap disapa Dante itu.
"Dante, apa kau mau kupecat hah!? lakukan saja, kita tidak akan rugi, aku akan mengirimkan beberapa dokumen padamu, kau bisa lihat alasan aku melakukan ini!" ucap Philip.
Dante pria berparas tampan dengan kulit kecoklatan eksotis itu memutar malas kedua bola matanya. Lagu lagi Philip semena-mena.
"Woi Philip apa kau pikir pekerjaan di kantor ini tidak padat hah!?? kau jarang ke kantor dan melimpahkan semua padaku, ini perusahaan siapa sih?perusahaanmu atau aku!!! asal kau tau anak baru sampai berpikir kalau aku Presdirnya!!! datanglah ke kantor dan bawa Bella, gadis itu juga tidak masuk hari ini!!!" kesal Dante yang tak bisa menahan dirinya lagi saking kesalnya dengan kelakuan Philip.
"CK... iya iya dasar bawel, kerjakan saja pekerjaan mu, dasar pria ini bikin kesal saja, dan Bella sedang bersamaku!" ucap Philip.
"Bella? kenapa dia bersamamu? cepat suruh dia datang!" ucap Dante yang menjawab panggilan sambil mengerjakan tumpukan dokumen dokumen yang semakin banyak di atas mejanya.
__ADS_1
"Dia sedang tidur, sudahlah aku akan ke kantor sebentar lagi, lakukan yang meminta!" ucap Philip sambil memutus panggilan teleponnya.
Dante menatap kesal ke arah ponselnya,"tidur!? hah? apa mereka tidur bersama? mau buat anak ya!!!" gerutu pria itu.
"Arrhhh sial kapan ini akan selesai arrhhh aku butuh liburan dasar Philip bajingan!!!!!" Dante menggerutu sambil mengacak acak rambutnya dengan wajah kesal dan marah.
Sementara itu Cherry dan anak anak sedang berbelanja di Mall terbesar kota itu. Sebenarnya tujuan awalnya bukan ke tempat itu tetapi supir super waspada yang diberikan Grape untuk mengantar Cherry dan kedua bocah itu membawa mereka ke mall terbesar atas perintah tuan mudanya.
"Pak Bono kita gak harus ke tempat ini, kenapa jadi ke Mall besar ini??" tanya Cherry heran seraya menatap mall terbesar di kota itu.
"Perintah tuan muda, kalau nyawa saya mau selamat saya harus menuruti tuan muda, nyonya!" jelas Pak Bono, supir tampan dengan kumis tipis tipis di rahangnya. Tubuh kekar dan kuat tampaknya pekerjaan supir hanya kedok dari pekerjaan aslinya.
Cherry terkejut dengan jawaban Pak Bono," aeh si bapak jangan bawa bawa nyawa pak," ucap Cherry sambil beranjak keluar dengan menggandeng anak anak.
"Nyonya muda, tuan itu sangat menyayangi anda, saya mana bisa menolak permintaan tuan muda yang kembali ceria setelah kejadian itu, " jelas Pak Bono.
"Umm... bapak bisa aja, apa dulu Grape seperti ini dengan mantan kekasihnya itu?" tanya Cherry tiba tiba . Sebenarnya saat Grape dan Philip berbincang tentang mantan kekasih Grape, gadis itu tak sengaja mendengar percakapan mereka.
Pak Bono terkejut dengan pertanyaan istri tuannya," Ka.. kalau itu bukan porsi saya untuk menjawab nyonya, anda bisa tanyakan sendiri pada tuan, tetapi yang pasti perlakuan tuan pada Nyonya sangat berbeda, saya jelas melihat kalau tuan muda begitu mencintai nyonya muda," ucap pak Bono dengan jelas.
Cherry mengangguk,"aku tau, ya sudah ayo kita ke dalam!" ucap Cherry sambil tersenyum lembut.
"Grape benar benar sudah move on, aku percaya padanya, tapi aku penasaran siapa perempuan bodoh yang membuang pria sebaik Grape, syukurlah dia melepaskan Grape, aku mendapatkan seorang suami yang sangat kucintai," batin Cherry.
Cherry menggenggam tangan Hansel dan Alvaro di kiri dan kanan , saat mereka masuk ke dalam mall mereka di sambut oleh jajaran para pelayan Mall yang berbaris menyambut mereka sambil membungkuk di sepanjang jalan masuk mall itu.
"Wahh Mom, kenapa meleka menunduk!?" tanya Hansel heran.
"Eh lah iya ya? mom juga gak tau sayang," balas Cherry heran.
"Pak Bono kenapa kita disambut begini?" bisik Cherry.
"Ahh i.. ini sudah biasa nyonya, pelayanan di mall ini memang begitu," balas Pak Bono dengan wajah gugup.
"hah? apa iya begitu? seperti nya dulu tidak begini?" pikir Cherry.
Hansel yang melihat para pelayan membungkuk melepaskan tangannya dari Cherry.
"Eh nak jangan lari lari sayang!!" panggil Cherry.
__ADS_1
Namun apa yang dilakukan Hansel membaut Cherry dan Alvaro tertawa cekikikan.
"Halo ante byutiful...Halo uncle tinggi!!!" Pria kecil itu membungkuk dan menyapa semua pelayan yang berdiri di sepanjang jalan masuk itu.
Para pegawai Mall malah dibuat terkejut dengan tingkah anak VVIP itu. Anak yang diperintahkan oleh pemilik mall itu untuk dilayani dengan baik.
"Halo ante! senang bertemu ante!!" celetuk Hansel sambil menyapa gadis pegawai dengan senyuman manisnya.
"eh... ha..halo tu..tuan... " pelayan itu sampai membungkuk ke tas lantai saking takutnya dengan anak itu.
Cherry malah terkejut melihat apa yang dilakukan oleh pelayan itu.
"Ehh jangan begini mbak, kenapa sampai ke lantai, itu kotor!!" ucap Cherry yang langsung membantu gadis itu berdiri.
"Sa...saya.. "
Bruk...
"Akhh.... shhh"
saking gugupnya, pelayan itu sampai terhuyung dan membuat Cherry terjatuh.
"Mommy!!" pekik Alvaro panik.
"aduh... kamu gak apa apa!??" tanya Cherry pada gadis pegawai Mall itu karena dia juga terjatuh.
"Ma..maafkan saya nyonya, maafkan saya, tolong jangan pecat saya!!!" ucap gadis itu memohon ampun. Bahkan karena hal itu para pegawai lain juga ikut takut karena anggota mereka melakukan kesalahan.
"Dasar pegawai rendahan, beraninya kau melakukan ini!!!"
(mbak Bella yang kalau udah ngomel bikin kesel)
(bang Elton, si ganteng tapi jenaka)
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗