
Bella dan Alesha menatap Cherry yang masih belum juga bangun. Keduanya terlihat terpukul dengan kejadian yang menimpa sahabat baik mereka. Mereka duduk di kedua sisi Cherry sambil menggengam tangan gadis itu dengan tatapan sedih.
“ Kenapa dia tidak bangun juga? Ini udah jam makan malam loh, uluh cacing kremi dan kawanannya pasti udah mendemo minta makan gimana dong Alesha, kita tampar aja biar bangun?” celetuk Bella yang tangannya sudah bersiap untuk membangunkan Cherry dengan cara paling bar-bar sejagad raya.
Alesha tampak diam saja, dia terlihat tidak bersemangat apalagi setelah mendengar penjelasan Phineas soal kejadian yang menimpa Cherry tadi. Bella paham dengan sikap Alesha saat ini, “ lesha jangan memasang wajah begitu kau terlihat menyeramkan seperti kuntilanak yang sedang menunggu bujangannya untuk melamar tapi gak datang-datang, jangan memasang wajah datar di depan Cherry , memangnya kau pikir ini acara pemakaman hah?” celetuk bella sambil melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Alesha yang tak bersemangat.
“ Diamlah! kau sejak tadi sangat ribut ini sudah malam Bella...” ketus Alesha .
Di saat yang sama, Grape menghampiri mereka yang sudah beberapa jam terus duduk disana menunggu Cherry bangun dari tidurnya yang lelap.
“ Kembalilah besok, kami akan menghubungi kalian jika dia sudah bangun, ini sudah larut malam, dan Cherry masih butuh istirahat, kita semua disini menunggu dia untuk sadar,” ucap Grape.
“ tidak mau!” ucap keduanya dengan tegas sambil melemparkan tatapan garang pada Grape seolah mereka adalah induk ayam yang sedang melindungi anak mereka dari serangan serigala buas.
Elton, Rania dan Phineas tekekeh melihat reaksi kedua gadis itu, jika kesal mereka terlihat persis seperti Cherry.
“ pantas saja mereka bersahabat, cara marahnya saja sefrekuensi,” bisik Elton di telinga Rania.
“ he... em kau benar ton, aku jadi iri,” balas Rania.
“ Iri? Memangnya sahabat-sahabat sosialitamu itu kemana?” tanya Elton.
“ Cuma gimmick, kau tau lah kaum high class, mereka hanya berteman denganku dan bersikap baik seoalh memujaku ketika di depanku tetapi di belakang mereka menginjak injak namaku, teman munafik, aku sudah membuang sampah sampah itu ke tempat yang seharusnya,” balas Rania sambil bersandar di punggung Phineas, memejamkan matanya untuk sekedar terlelap sejenak.
“ Tidur di tempat lain Rania, kau pikir aku bantal pribdaimu?” celetuk Phineas yang langsung berdiri sampai membuat kepala Rania membentur kursi.
Brukkk....
“ arrkhhhhhh dasar batu, dinding menara Pisa yang dingin bahkan lenbih dingin dari musim dingin!! Cuma punggung saja tapi kau sangat pelit, kudoakan kau ketemu jodoh batu juga supaya kau tau rasa dodol!!” gerutu gadis itu sambil mengusap usap kepalanya.
__ADS_1
Phineas hanya melemparkan tatapan datar dan memutar kedua bola matanya,dia berpindah ke sisi lain ruangan itu dan mengerjakan pekerjaannya, sejak tiba di rumah sakit dia terus bekerja seperti orang gila, tampaknya kasus yang dia tangani mulai mendapatkan petunjuk baru yang lebih jelas.
“ Kau tau sendiri kan kalau dia itu si puncak Himalaya yang dingin dan keras seperti baja, salah sendiri bersandar pada mahluk aneh itu, kalau kau mau bersandar sini sama bang Elton yang tampan dan mempesona,” goda pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya.
Pletakkk....
Satu sentilan mendarat di kening pria itu,” menggoda apanya dasar kadal gurun, lebih baik aku tidur disini daripada di punggung berjerawatmu itu!!” ketus Rania sambil membaringkan tubuhnya di atas kursi dan menutup matanya mencoba untuk terlelap di ruangan itu.
“ Dasar kebo air,” gumam Elton. Pria itu berdiri ,” Grape aku bawa kerbau gila ini dulu ya, jangan sampai dia molor disini dan pasien rumah sakit ini malah bertambah, ku bawa ke kamar sebelah!!" ucap Elton sambil mengangkat Rania seperti sedang mengangkat karung beras . Dengan begitu ringannya langkah Elton membawa gadis itu dalam pangkuannya.
“ Woi kau pikir aku karung beras dodol mau dibwa kemana turunkan aku!"kesal Rania sambil memukul mukul punggung pria itu.
“ Dia atau ku cium!” ancam Elton .
Seketika gadis itu terdiam dan menurut . Mereka berdua keluar dari kamar, Elton tau kalau Rania sudah lelah dan dia butuh istirahat dan makan .
“ Jadi kalian berdua akan tetap disini?” tanya Grape pada kedua gadis itu. Dengan cepat mereka berdua mengangguk ,” tentu saja, sampai dia bangun,” ucap mereka.
“ ahhh baiklah tapi bukannya kalian bekerja?” tanya Grape. Bella dan Alesha saling menatap, mereka hampir lupa kalau besok mereka bekerja, tak mungkin mereka bolos karena ada proyek yang sedang mereka kerjakan belum lagi pekerjaan Bella tampaknya sangat padat .
“ Haishhh sial...” gerutu kedua gadis itu. Mereka smaa sama mengumpat sama sama memasang wajah kesal meski dengan aura yang berbeda.
“Bagaimana? Apa kalian akan tetap disini menunggu Cherry atau kembali ke rumah dan mempersiapkan diri kalian untuk bekerja besok lalu datang lagi kesini karena besoknya adalah akhir pekan pasti perusahaan kalian libur, “ jelas Grape seperti air mengalir sangat lancar sampai membuat kedua gadis itu langsung paham apa maksud Grape mengatakan ini.
“ Ck... cerewet,” ketus Bella sambil melemparkan tatapan tidak suka pada Grape, dia menunjuk Grape sambil memicingkan matanya,” jujurlah kau pasti berusaha menjauhkan kami dari Cherry kan? Kau pasti jadi suami yang ketat dan kaku kan? Kau pasti menyiksa gadis kami ini kan? Jujur padaku...” cerocos Bella dengan berani. Oh seandainya gadis itu tau siapa pria yang sedang dia hadapi dia pasti akan menangis bombay saat tau fakta itu dan tentu dia tak akan berani mengangkat kepalanya di depan Grape seperti sekarang ini.
Grape memutar malas kedua bola matanya,” kenapa istriku memiliki teman teman yang aneh terutama kau gadis cabe rawit?” ketus Grape yang membalas Bella dengan tatapan tak kalah kesal.
“ Cepatlah pulang atau aku benar benar akan membatasi kalian bertemu dengan Cherry!!“ kesal pria itu.
__ADS_1
“ Sudahlah Bella, dia ada benarnya ini sudah jam sebelas malam, kau juga dari tadi sudah kelaparan, kita pulang saja, besok masih kerja , besok kita akan datang kesini toh Cherry sudah dirawat jadi tak ada yang perlu kita cemaskan, mau kau tunggu sampai beruang bertelur pun kalau Cherry masih butuh istirahat kau tidak akan melihatnya bangun, daripada disinilebih baik kita selesaikan pekerjaan untuk besok biar bisa langsung kesini jika tidak Presdir gila itu akan mengomel lagi, aku tak ingin mendengar omelannya di kantor, ayo cepat, aku juga masih harus membuat laporan divisi,” cerocos Alesha sambil berdiri dan menarik tangan Bella dari sana.
“ Arrkhhh sialan dasar presdir pecinta kolor, awas kau kalau sampai membuat kekacauan lagi besok , ku botak kepala kau...” kesal Bella sambil mengepalkan kedua tangannya karena kesal. Setiap kali dia mengingat pria itu dia pasti naik darah.
“ Cherry kami pulang dulu, besok kau harus bangun kalau tidak aku akan membangunkanmu pakai kentut si Presdir kolor ijo sialan itu, ingat kau harus bang... hemphhhkkkkk lephakskkannn leshaaa...
“ Cepatlah kau terlalu banyak bicara Bella!!' kesal Alesha sambil menarik Bela dan menutup mulut gadis itu dengan tangannya.
“ Tuan kami permisi, kami titip Cherry , jika dia sudah bangun tolong sampaikan kalau kami datang kesini, terimakasih sudah mendengar keluhan gadis ini , kami permisi dulu,” ucap Alesha sambil membungkuk pamit .
“ Kami permisi tuan, terimakasih,” ucap Alesha pada Phineas yang menatap kekonyolan mereka berdua.
Kedua prai itu mengangguk sambil menatap Alesha yang menarik narik Bella keluar dari dalam ruangan itu sambil menutup mulut gadis itu agar tidak mengoceh lebih banyak lagi.
“ Dasar orang –orang gila,” ejek Grape.
“ Kau juga punya sahabat yang sama gila nya Grape, sadar dong, bahkan istrimu lebih gila lagi,” celetuk Phineas.
“ Diamlah , kau juga gila,” ketus Grape.
"Gila teriak gila, cih!!!"
.
.
.
Like, vote dan komen
__ADS_1