Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
228


__ADS_3

Bella terbangun dari tidurnya saat mendengar teriakan nyonya Marina yang sangat memekakkan telinga, gadis itu menyerngitkan keningnya dan menatap ke arah sisi kiri mobilnya. Philip dipukuli oleh seorang wanita yang sudah tak lagi muda tetapi menolak untuk tua terlihat dari cara dia berpakaian dan cara dia memadukan riasan di wajahnya.


“ Siapa itu? Kenapa Pak Philip dipukul?” Bella menatap mereka dengan tatapan penasaran. Mata Bella beralih pada Philip yang terdiam gemetaran dengan semua perlakuan wanita sinting itu.


“ Ibunya Philip?” mata gadis itu membulat sempurna, kini dia melihat bagaimana ibu kandung Phlip memperlakukan pria itu seperti smapah yang tak ada harganya. Philip dipukuli bahkan pipi dan bibirnya sampai berdarah karena pukulan keras dari wanita paruh baya itu.


“ apa apaan ini? Dia mengaku sebagai ibunya tapi menyiksa anaknya sendiri, bahkan seekor anjing lebih baik jika dibandingkan dengan kelakuan perempuan gila itu...” gumam Bella. Dia menatap seisi mobil, ponsel Philip terletak di atas dashboard, dia membuka ponsel itu dengan menggunakan sandi yang hanya dia dan Philip yang ketahui, tentu saja Bella tahu karena Philip sering mengganggunya soal lupa sandi.


Gadis itu merekam apa yang dilakukan nyonya Marina pada Philip. Sebenarnya dia ingin langsung menghampiri mereka, tapi akan sulit karena sebagai ibu kandung, wanita itu akan punya alibi kalau dia sedang memberi pelajaran pada putranya yang kabur dari rumah. Setidaknya itulah yang terpikirkan oleh Bella saat ini. Setelah dirasa cukup, Bella keluar dari mobil dan memberanikan dirinya.


Philip berjalan di belakang nyonya Marina tiba tiba ditarik tangannya oleh Bella dan dimasukkan ke dalam kursi penumpang,” Philip kita pergi dari sini!!" teriak gadis itu sambil menutup pintu mobil dan mengambil alih kemudi.


Philip tampak terdiam, dia ketakutan, isi kepalanya masih bayang bayang perlakuan bejat kedua orangtuanya. Hanya melihat wajah mereka saja, Philip sudah tak bisa bergerak dan terbelenggu dengan rusaknya masa mudanya.


Bella menatap Philip sejenak, sekilas dia bisa melihat tatapan sedih itu, air mata Bella menetes, gadis cengeng itu menggenggam tangan Philip,” tenanglah, aku akan membantumu,” ucap Bella. Di amenginjak gas kuat kuat dan melarikan diri dari daerah itu.


Nyonya Marina berteriak marah karena Philip melarikan diri lagi , padahal sudah susah payah dia mencari anak itu, bahkan rumah keluarga saudaranya sampai dia awasi untuk membawa pria itu dari sana, tapi tuan Abimayu, paman Philip membatasi akses mereka.


Tak secara kebetulan dia bertemu Philip disini tapi nyatanya pria itu melarikan diri saat dia lengah.


“akhhhhhh sialan... beraninya kau melarilkan diri anak sialan, kau harus menuruti kemauanku, jika tak berguna sebagai seorang anak , maka kau tak pantas untuk hidup, lihat yang akan kulakukan, akan kubuat kau menderita seumur hidupmu bajingan, kau merusak hidupku, setidaknya kau harus membayarnya dengan nyawamu!!” wanita itu masuk ke dalam mobilnya yang dikemudikan oleh supir,” kejar mobil itu,” ucapnya dengan tegas .


Bella mengemudikan mobil dengan cepat. Gadis ini sama gilanya dalam hal membawa mobil sama seperti Philip. Bella membelah jalanan dengan kecepatan kilat meninggalkan nyonya Marina jauh di belakang mereka. Kehebatan gadis itu dalam mengemudikan mobil tak bisa diragukan, sama persis seperti betapa cerewetnya mulut gadis itu. Bella mengemudi menuju tempat yang tenang dan sepi untuk membantu Philip merasa nyaman.


Dia sebenarnya takut melihat Philip yang hanya diam dan menangis seperti itu, terlihat sangat rapuh dan lemah.

__ADS_1


Mereka tiba di depan sebuah taman besar yang berada di sekitar kota itu. Taman ini sepi jika hari kerja, sama persis seperti hari ini, tak ada orang yang lalu lalang di taman itu.


Bella menghela nafas lega, mobil tadi kehilangan jejak mereka, dia menatap Philip dengan tatapan khawatir,” Pak, Anda baik baik saja?” tanya Bella sambil menyentuh lengan Philip.


Philip menatap Bella dengan mata gemetaran, tubuhnya dingin dan wajahnya snagat pucat.


“ ya ampun, pak.. kenapa sampai seperti ini, sadar!! ... Philip sadar nggak?” pekik Bella smabil mengguncang tubuh Philip.


Pria itu tiba tiba menangis, dia menarik Bella dan memeluk gadis itu sambil tersedu-sedu. Teror dan ancaman ibunya membuat pikirannya hancur dan lemah.


“ B... bel... dia datang untuk membunuhku... dia datang untuk membunuhku Bel.... apa yang harus kulakukan..” suaranya bergetar, dia menangis pilu sambil memeluk Bella dengan rasa takut yang menjalar sampai ke persendiannya.


Bella tak kuasa menahan air matanya, entah bagaimana dia akan membantu Philip menghadapi masa krisis ini. Tetapi kejadian ini benar benar membuat Bella sadar kalau mental Philip terganggu oleh orang orang toxic yang hanay ingin memanfaatkan dirinya sebagai alat transaksi demi bisnis mereka.


“ Kita bicara di luar, kau tenangkan dirimu, semua akan baik baik saja,” ucap Bella sambil menatap wajah Philip yang memerah karena menangis.


Jika seorang pria sampai menangis beberapa kali di depan wanita , maka dia benar benar lemah dan menunjukkan lukanya yang tak kunjung sembuh. Dengan mengenyampingkan harga dirinya dia menunjukkan kekurangannya, menunjukkan lukanya pada Bella. Hal ini membuat Bella paham bahwa Philip butuh dampingan.


“ ayo kita keluar,” ucap Bella sambil melepaskan pelukannya. Namun Philip yang sudah dihantui rasa takut bukannya keluar, tetapi malah meraih gunting yang ada di laci dashboard lalu mengayunkannya ke arah pergelangan tangannya dan


Crakkkk....


Dia berusaha memotong urat nadinya sendiri, berusaha untuk membunuh dirinya lagi. Sekali lagi ayunan tangan itu ia hentakkan dan ..


Jelbbb

__ADS_1


perutnya tertusuk sampai berdarah.


Bella yang sudah membuka pintu terkejut bukan main saat melihat Philip bersimbah darah di dalam mobil, menusuk dirinya sendiri sambil menangis dengan frustasi menyesali hidup yang dia miliki. Menyesali takdir yang membuatnya hancur berkeping -keping, masa emasnya, masa mudanya direnggut dengan tindakan bejat kedua orangtuanya, depresi, ketakutan dan trauma belasan tahun lamanya membuatnya tak sanggup lagi jika harus melanjutkan hidupnya.


“ pak Philip apa yang kau lakukan!!” teriak Bella saat Philip mengayunkan benda itu lagi dan


jleb...


“ arkhhhh...” Gunting yang Philip ayunkan berhasil tertancap di punggung Bella yang menghalanginya dengan tubuhnya sendiri.


“ akkhhh... hiks hiks hiks.. puas? Apa kau puas sekarang hah? Apa kau puas menyakiti dirimu sendiri hanya karena orang ornag jahat itu Philip? Akhhh hikks.. hiks..hisk.. kenapa kau punya pikiran sedangkal itu huaaaaa....... Philip sadarlah kumohon..... masih ada aku disini, kau masih punya Cherry, kak Elton, kak Grape dan yang lainnya, kau masih punya kami, ada aku .. ada aku disini , apa kau tak bisa melihatku saja dan membuang rasa sakit itu Philip... hisk hiks hiks.. mau sampai berapa lama kau melakuanini pada dirimu!!” teriak Bella sambil menangis sesenggukan.


Philip tentu saja syok saat sadar kalau dia menusuk Bella, “ Be.. Bellla.. aku...


Air matanya tumpah, dia menatap Bella dengan gemetar.


“ Philip ada aku disini, kumohon jangan lakukan ini , kau menyakitiku, kau membuatku skit setiap kali kau melakukan hal itu, tatapanmu, tawa palsumu, senyum palsumu, kau pikir aku tidak tahu hah? Apa kau pikir aku bodoh? Aku tahu perasaanmu tak enak. Aku tahu kau merasa tertekan tapi kau tak pernah bicara, aku sakit saat melihatmu terus seperti ini... bertahun tahun bekerja denganmu, aku bertahan hanya karena satu hal.. hanya karena... aku... hiks hiks hisk.. karena aku mencintaimu... aku ingin bersamamu dan mendampingi pria bodoh ini, pria bodoh ini... arrkkhhhh “


.


.


.


Like, vote dan Komen

__ADS_1


__ADS_2