
"Apa!??" Semua orang di rumah Cornelius berteriak kaget dengan kabar yang dibawa oleh Phineas.
Beberapa saat lalu, Phineas menyampaikan kabar terkini mengenai keadaan Sarah. Gadis itu sudah selesai bertugas 3 bulan yang lalu, tetapi terjadi sesuatu yang mengharuskan dia menghabiskan harinya selama 2 bukan lebih di rumah sakit.
" Jadi dimana dia sekarang? Kenapa belum kembali ke rumah!?" Cherry tampak tidak terima karena Sarah membuat mereka semua khawatir tanpa memberitahu apa yang sedang terjadi padanya.
" Wahhh si kopral setan ada ada saja, kenapa dia gak ngomong sih!?? Bikin panik sekampung dah itu anak!!" Celetuk Philip yang sedang menggendong baby Dominic dalam pangkuannya.
"Ada yang harus dia selesaikan, dia juga baru menghubungi ku kemarin malam, Sarah mengatakan dia dalam keadaan baik-baik saja, semuanya beres, dia punya sesuatu yang ingin dia tunjukkan, secepatnya Sarah akan kembali," ucap Phineas.
" apa dia sudah tau kondisi Dante? Apa perlu kita beritahu Dante soal ini!?" Tanya Grape dengan serius.
Semua orang kini menatap pria itu. Selama ini Dante selalu diam ketika mereka membicarakan tentang Sarah, seolah dia tidak penasaran padahal mereka tau, hati kecil pria itu tidak bisa bohong kalau dirinya sangat merindukan kekasihnya.
Namun karena tubuhnya yang tak lagi sempurna, Dante banyak mengurung diri dan bersembunyi dari dunia luar. bahkan berbaur dengan teman-teman nya saja dia sangat jarang .
Cherry, Grape, Philip dan yang lainnya yang berinisiatif mengunjungi pria itu di bagian selatan kota itu ketika mereka memiliki waktu senggang. Terkadang Alvaro sering melakukan panggilan video Dengan Dante untuk menghibur pria itu, mereka sering berbicara dengan adik adiknya yang lain juga.
"Sarah sedang melaksanakan misi untuk membawa Dante kembali, kembali jadi Dante yang percaya diri seperti yang kita kenal dulu," ucap Phineas sambil menunjukkan foto terbaruk gadis itu pada mereka semua.
Semuanya tercengang, penampilan Sarah benar benar berbeda dengan dirinya yang dulu.
" Ini benar-benar Sarah? Dia berubah sebanyak ini hanya dalam dua tahun!?" Mata Cherry, Alesha dan Bella membulat sempurna kala meliha penampilan sahabat mereka yang jauh berbeda dengan Sarah yang mereka kenal.
" Wow... Dia memiliki penampilan yang lebih berani dibandingkan masa lalu, ini benar benar perubahan yang menakjubkan!!" Ucap Azura yang tak kalah tercengang melihat penampilan baru Sarah setelah dua tahun. Sepertinya gadis itu banyak melatih tubuhnya dan membuatnya semakin bugar dan sehat.
" lalu kenapa dengan wajahnya!??" Tanya Bella.
"Itu karena......
Phineas menjelaskan apa yang terjadi pada Sarah selama di Medan perang. Area tempur yang harus mereka lewati dan lawan gila yang harus mereka takluk kan.
Sementara itu, setelah kehebohan besar yang terjadi dua hari yang lalu di gedung Laurent grup karena Lia dipermalukan, hari ini perusahaan itu kembali dibua heboh dengan penampilan nyentrik dari sang bermasker yang datang lagi ke perusahaan itu dengan gaya Badas seolah sedang membalas dendam pada musuh-musuhnya.
Pintu mobil Lamborghini dibuka, seorang gadis bermasker kembali membuat seisi perusahaan memperhatikan tingkah gadis itu.
" Katakan pada nona Lia untuk menggelar karpet merah untukku, aku punya sesuatu yang menarik untuk dia!!!" Ucap gadis itu yang enggan keluar dari dalam mobil dan memblokade jalan masuk dengan deretan pengawal yang berbaris di sepanjang pintu masuk menunggu karpet permintaan gadis pembuat onar itu.
__ADS_1
"Ka..karpet!? A..anda siapa noan!? Kenapa kami harus menggelar karpet disini!??" Salah satu pengawal membentak Gadis itu.
Sontak dia berdiri dan...
Syuuuttt....
Sebuah senapan angin keluar dari dalam Lamborghini miliknya lalu....
Kletak!
" Menurut atau ku tembak!!??" Ucap gadis itu sambil mengarahkan senapan angin berukuran satu meter itu ke arah pria tersebut.
Sontak semua orang tiarap kala melihat senapan angin yang begitu besar diepgang oelh seorang gadis bergaun ungu.
Gaun ungu yang panjangnya di atas lutut, dengan bentuk seperti bunga yang mekar serta untaian kain panjang bak ekor d belakangnya, gaun itu tak punya lengan, tetapi kedua tangan gadis itu dihiasi dengan sarung tangan brukat putih dan perhiasan mutiara.
Bola-bola putih yang besar berjejer di leher jenjangnya yang indah, otot tangannya yang kekar menunjukkan kalau dia cukup kuat untuk menghajar orang disana, lipstick merah tua, rambut hitam lurus dan pnajnganyang disisir rapi ke belakang dilengkapi dengan barret putih di kepalanya.
Penampilan panas dan ikonik dari sang gadis bermasker.
"Aku butuh karpet merah!" Teriak gadis itu.
Tiba-tiba, suara sang asisten Presdir terdahulu terdengar menggelegar di seluruh ruang lobi," beri jalan semuanya!" Teriak Lia.
Tentu semua orang terkejut kala mendengar Lia meladeni pembuat masalah itu.
Semuanya menurut, posisi Lia di perusahaan itu sangat kuat, berbeda dengan posisi Dante disana.
Gadis itu menatap Lia dari balik masker dan kacamata hitamnya," Datang juga manusia munafik ini, heh... Permainan ini akan semakin menarik, terutama jika kau masuk dalam perangkap ku Adelia Rasya!" Batin gadis itu.
Lia datang bersama beberapa pengawal yang membawa karpet merah untuk gadis itu, semuanya penasaran dengan siapa sosok gadis itu sampai membuat Lia menurut dan meladeninya, bahkan Presdir perusa itu saja tidak dihormati oleh Lia.
"Gelar karpetnya!" Titah Lia.
" No..no..no... Bukan karpet merah, aku salah bilang pada Papa, harusnya karpet hijau!" Ucapnya sambil menurunkan senapan anginnya.
Lia menghela nafas," nona, kami tidak punya karpet hijau, yang ada yang merah dan putih saja," jelas gadis itu.
__ADS_1
" Kalau begitu yang putih!" Ucapnya dengan angkuh.
" Pasang yang putih!" Titah Lia yang terpaksa harus mengikuti kemauan gadis yang menurut informasi yang dia dapat adalah anak perempuan dari pemegang saham terbesar kedua di perusahaan itu.
" akhhh sial, hanya untuk menggaet pemegang saham terbesar kedua, aku harus menuruti gadia tengik sialan ini, lagi pula kenapa dia terus memakai masker!??" Lia mengumpat di dalam hati.
"Hei liar!?" Teriak Gadis itu.
" apa!? Li..liar!??" Mata Lia terbelalak.
"Pffth bwahahahahha kau merasa gadis liar ya hahahhahahah... Malu maluin banget sih, ya ampun cape deh hahahahah.... Malu aku tuh, masa iya asisten Presdir bodohnya gak ketulungan hahahhaha..." gadis itu tertawa terbahak-bahak melihat reaksi Lia yang sangat marah.
"Ekhmm... Saya tidak marah nona, selama anda senang saya akan melayani Anda dengan baik!" Ucapnya sambil membungkuk hormat,
" cuihh penjilat!" Gumam Sarah seraya melirik sinis ke arah Lia.
Tak beberapa lama, karpet putih digelar, Dia berjalan di atas karpet itu lalu tiba-tiba...
" UMmmmm... Ini gak cocok arrkhhh ganti yang merah!!!" Teriak gadis itu kesal.
"Tapi nona...
" Ganti kubilang ya ganti, ini jelek!!" Teriaknya lagi.
Pengawal melirik Lia, gadis itu memberi kode untuk menurut. Akhirnya mereka mengganti dengan warna lain.
" Nahh ini baru warnaku, warna..." gadis itu menatap wajah Lia," pembalasan dendam dari liang lahat wahai wanita liar!!!" Bisiknya dengan tatapan sinis dan senyan smirk di sudut bibirnya.
Glekkk....
" siapa dia!? Si... Siapa dia sebenarnya!??" Batin Lia dengan wajah panik.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen 🤗