
Langkah kaki riuh terdengar menderu di sepanjang jalan masuk ruang keluarga Pratama. Suara sepasang sejoli yang tertawa bahagia terdengar di rumah itu.
Bian dengan senyum sumringah sambil menggandeng seorang perempuan cantik nan seksi dengan wajah blasteran Eropa Asia yang sangat unik masuk ke dalam rumah itu sambil bercanda satu sama lain.
Mereka terlihat begitu mesra dan saling menggoda satu dengan yang lain. Penampilan Bian tampak sangat berbeda dengan dirinya sehari hari. Baru kali ini dia pulang ke rumah sambil membawa seorang wanita.
Perempuan bergaun merah maroon tanpa lengan. Permata mahal dan langka yang tersemat di leher jenjangnya serta sebuah Coat bulu yang sangat lembut, berwarna putih gading membuat penampilannya cantik sekaligus seksi di saat yang sama.
Gadis berambut panjang dengan bola mata besar, dia terlihat seperti boneka Barbie, bahkan kulit nya sangat lembut. Bergelayut manja di lengan Bian sambil menggoda pria itu.
"hahahha.... Kau sangat manis sayang," ucap gadis yang dikenal dengan nama Cindy itu.
"Kamu lebih manis, apalagi yang ini!" Ucap Bian sambil menoleh pipi gadis itu dengan tatapan genit.
Keduanya berjalan dengan begitu mesra bahkan sampai membuat pelayan yang bekerja di rumah itu terkejut bukan main saat melihat tuan muda mereka, pulang dengan membawa seorang wanita sejak dia menikah.
"Ayo ke dalam rumah kita sayang," ucap Bian sambil menarik lembut tangan gadis itu dan menuntunnya ke dalam rumah .
Mereka masuk ke dalam rumah sambil bergandengan tangan.
"Aku sangat menikmati pesta semalam, apa kau juga begitu!?" Tanya Bian.
"Tentu saja, pesta penyambutannya sungguh luar biasa, apa penampilan ku tadi sempurna?" Tanya Cindy sambil mengedipkan sebelah matanya.
Mereka berada di ruang depan rumah itu, dengan sengaja perempuan itu mengalungkan tangannya di leher Bian dan menatapnya dengan tatapan sensual.
Bian tersenyum, dia merangkul pinggang gadis itu dan merapatkan tubuh mereka .
"Tentu saja sayang, kau yang paling sempurna!" Ucap Bian sambil mengecup punggung tangan gadis itu dan menatapnya kembali.
__ADS_1
"Let's start the Show!!" Ucap Cindy sambil tersenyum licik. Bian menyeringai, dia melirik seseorang yang berjalan dari arah ruang dapur dengan langkah tergesa gesa. Wajahnya merah karena marah dan langkah kakinya begitu cepat.
Bian tersenyum licik," of course baby!" Bisik pria itu yang langsung menyambar bibir ranum Cindy. Menampilkan permainan panas di ruang tamu hanya untuk menunjukkan penampilan mereka di depan seseorang.
Keduanya saling berpagutan, suara decapan bibir mereka terdengar renyah di dalam ruangan itu. Menggema ke seluruh ruangan, tangan Cindy tak tinggal diam, dia meraba-raba dada Bian, melonggarkan dasi pria itu dan mengusap lehernya dengan sensual.
Sedang Bian membalas permainan Cindy, mengusap panggul gadis itu dan mengangkat tubuh Cindy dengan gaya koala. Keduanya berpagutan panas di depan orang yang tak lain adalah Viona Raharja, istri palsu tanpa status Bian Pratama.
"APA-APAAN INI!!!!!" Pekik Viona dengan mata membulat sempurna dan tubuh gemetaran saat melihat Bian sedang dengan asiknya bercumbu dengan Cindy di ruang depan itu. Mereka berdua jelas mendengar teriakan Viona, tetapi keduanya tersenyum menyeringai," kena ku!" Ucap kedua orang itu sambil tersenyum dan hanya melanjutkan permainan mereka dengan penuh cinta.
"Emmhh... Baby i want more!!!" Desis Cindy yang merasakan gejolak asmara kini memenuhi seluruh tubuhnya.
"Me too Bae..." Bisik Bian seraya mengecup daun telinga gadis itu.
Viona terbelalak, dia menatap Bian dan Cindy dengan hati yang hancur. Dia tau kalau dirinya adalah seorang pemain di masa lalu, tetapi tak disangka kalau dia juga malah dipermainkan oleh suaminya sendiri.
"Bian Pratama beraninya kau melakukan itu !!!"teriak gadis itu histeris. Dia benar benar dikuasai oleh kemarahan, jantungnya berdebar dan amarahnya mencapai puncak tertinggi.
Bian melirik Viona dari ekor matanya, dia tau bahwa Viona tak sungguh sungguh marah saat ini. Dia juga jelas tau apa yang sebelumnya di lakukan oleh Viona di rumah itu.
“ cihh... manusia rendahan,” ucap Bian sambil melepaskan pagutannya dari Cindy.
“ Sayang kenapa berhenti hmmm?” ucap Cindy dengan manja, dia menatap pria itu dengan tatapan nankal sambil mengusap lehernya sendiri.
“ tahan sayang, ada hama,” ucap Bian sambil menatap Viona dengan tatapan jengkel.
“ Bian, apa yang kau lakukan ini beraninya kau membawa wanita jal4ng ini ke rumah? Apa yang kau lakukan sebenarnya apa kau tidak punya otak hah? Aku istrimu dan kau melakukan hal bejat itu di depanku?” pekik Viona yang langsung menghampiri mereka dan menatap tajam Cindy seolah dia ingin memakan gadis itu.
“ Sialan, aku tidak biosay membiarkan Bian berpaling dariku, jika tidak kami tak akan bisa menguasai keluarga Pratama. Daddy dan Mom juga pasti akan marah kalau dia tau hal ini, kenapa juga bajingan sialan ini pulang membawa selingkuhannya, grrhhh sialan!" umpat gadis itu di dalam hati.
__ADS_1
“ Selama aku belum mendapatkan sertifikat rumah ini dan harta warisan keluarga ini, aku tak akan pernah melepaskan pria ini, dia sumber harta kami!“ batin gadis yang telah digilakan oleh uang itu.
“ Cihhh rencana apa lagi yang dilakukan oleh perempuan jal4ng sialan ini?” batin Bian .
“ Jal4ng katamu? Kau yang jal4ng, jangan menyebut wanita ku sebagai seorang perempuan hina, dia tak sebanding dengan dirimu yang sudah dipakai entah peluh berapa pria, menjijikkan!” umpat Bian.
Viona terkejut bukan main dengan jawaban Bian,"Bian aku ini istrimu sedangkan dia hanya perempuan tak jelas kenapa kau melaukan ini padaku?” ucap Viona sambil menangis.
“ aku tau kau mungkin mencari kehangatan di luar karena aku kurang memuaskan bagimu, tapi aku.. aku pasti bisa membuatmu puas, aku yakin, kau saja yang tak pernah di rumah, dan perempuan penggoda ini, dia harus pergi.. aku tak mau melihatnya disini, aku akan memaafkan mu kalau kau mengusirnya kumohon!!” ucapnya sambil menangis sesenggukan.
“ wahh dia sudah merasakan kalau posisinya di rumah ini terancam, apa sebenarnya keinginan orang sinting ini, kalau bukan karena membantu suamiku membalaskan dendam ayah dan ibu mertua aku tak akan sudi melihat suamiku digandeng perempuan hina ini,” batin Cindy.
Bian menatap Viona yang menangis sesenggukan seolah dia adiah korban,” aku tak ingin membohongi diriku, aku tidak nyaman dan hal ini bisa membuat hubunganku dengan istriku rusak, sudah saatnya mengakhiri ini, dan buat dia patah hati,” batin Bian sambilk menyeringai menatap Viona.
“ heh? Istri? Siapa ? kau? Apa kau sedang bermimpi bodoh? Hahahhahaha” Bian tertawa terbahak bahak. Cindy melihat Bian dan menatap pria itu dengan tatapan bingung,” umm? Apa ini ada di dalam rencana kami?” pikir nya sambil menatap Bian heran.
“ A.. apa maksudmu Bian? Tentu saja aku istrimu , bukan perempuan sialan ini!!" pekik Viona sambil menunjuk Cindy. Perempuan itu berjalan dan mendekati Cindy berusaha untuk menyerangnya, namun Bian menarik Cindy dan menyembunyikan perempuan itu di balik punggungnya,” jangan kau berani berani menyentuh istriku dengan tangan hinamu itu Viona Raharja!!” bentak Bian .
Suaranya menggelegar di dalam ruangan itu, membuat semua orang terkejut bahkan Viona yang dibentak sampai terdiam dengan kaki gemetaran di depan kedua orang itu.
“ BIAN aku istrimu bukan dia!!” pekik Viona
Plakkk.....
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen