
Manager Mall itu datang dan menghampiri mereka sambil menarik gadis pegawai itu dengan kasar.
Plakkk...
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah pelayan itu. Tentu saja tindakan manager ini membuat semua orang terkejut dengan mata membulat sempurna karena ulahnya yang semena-mena pada karyawati itu.
"Ma..maafkan saya pak.. Sa..saya tidak sengaja maafkan saya hiks hiks hiks...." gadis pelayan yang tampaknya baru tamat sekolah itu menangis sesenggukan di depan mereka sambil menahan rasa sakit di pipinya karena ulah manager itu.
Cherry bangkit berdiri," Pak Bono jaga anak anak!" ucap Cherry sambil melepaskan tasnya.
"Abang pegang tas Mommy!" ucap gadis bar bar itu sambil mengeraskan rahangnya saking kesalnya dengan tindakan gila pria itu.
Semua pegawai bergetar ketakutan. Sebenarnya mereka diberitahu untuk menyambut kedatangan istri dan anak-anak pemilik mall terbesar di kota itu. Yang tanpa Cherry dan anak anaknya ketahui kalau Grape adalah pemilik mall terbesar di kota itu.
"Nyonya mohon maafkan kami atas ketidakbecusan pegawai baru ini, saya akan langsung memecatnya!" ucap manager pria itu sambil membungkuk memohon minta maaf.
"Dia anak baru dan tidak tau apa apa, inilah sebabnya kami tidak menerima lulusan anak SMA sebagai pegawai, maafkan kami nyonya!" ucap pria itu sambil membungkuk.
Cherry mengeraskan rahangnya, dia menatap gadis yang tersungkur di atas lantai sambil memohon maaf dan menangis sesenggukan disana.
"Kau harus meminta maaf bodoh!!" umpat Cherry.
Dia tidak tau kenapa mereka disambut seperti ini, yang jelas dia tak tenang kalau melihat gadis gadis seperti pelayan itu mendapat kekerasan.
"Kemari kau dasar pegawai bodoh!!" kesal pria itu seraya menghardik gadis pelayan itu dengan keras.
"CK.. Pak Bono tutup telinga dan mata anak anak!" ucap Cherry.
"Baik nyonya,"
Kreekk... kraakkk
Cherry menggeretakkan persendian tangannya, dia benar benar murka saat ini"Bukan dia tapi mulut berengsek mu itu sialan!!" umpat Cherry sambil menarik kerah baju pria itu dengan kasar dan....
Bughhh....
Sebuah pukulan kuat mendarat dengan begitu keras di rahang kanan pria songong yang mencak-mencak mencari perhatian itu. Dia belum tau siapa Cherry, gadis bar bar dengan segala misterinya.
"Akhhhhhh ke..kenapa saya yang dipukul!!!" pria itu berteriak. Wajahnya masam dan merah membawa bagai terkena siraman lava.
__ADS_1
"Cih keluar juga aslinya!" gumam Cherry. Dia menghampiri Gadis pegawai Mall itu lalu memapahnya untuk berdiri.
"Kamu baik baik saja? astaga lihat wajahmu..." Jari gadis itu mengusap wajah si gadis dengan lembut.
"nyo...nyonya...Sa..saya minta ma..maaf... maafkan saya, saya..."
"Tak apa, kamu baru tamat sekolah ya? baru kerja?" tanya Cherry. Gadis itu mengangguk dengan pelan.
Cherry tersenyum sambil mengusap punggungnya agar dia tenang, "sekarang minta maaf padanya!" Cherry menatap manager gila itu dengan wajah kesal. Dia jelas tau tipe manusia songong seperti pria itu, orang yang suka angkat telor di depan banyak.orang hanya demi disebut profesional.
"Kenapa saya nyonya, harusnya dia, perempuan tidak becus ini malah melakukan kesalahan di hari pertama Bekerja, seharusnya dia yang meminta maaf nyonya! " ucap pria itu.
"CEPAT MINTA MAAF SEKARANG!" ucap Cherry dengan tegas.
"Jika tidak, aku bisa membuatmu kehilangan pekerjaan saat ini juga!!" ucap Cherry sembari merampas name tag pria itu.
"Ta..tapi...
"CEPAT!!!" ucap Cherry.
Mereka sontak menjadi pusat perhatian orang-orang. Semuanya menatap kejadian itu dan memberikan acungan jempol untuk keberanian gadis itu.
"Sialan!!" gumam pria itu.
"Hei orang-orang apa bisa kalian lihat dengan jelas siapa yang manusia sialan disini!? hanya karena kesalahan kecil dia memukul seorang gadis yang baru lulus SMA, hahahaha apa ini ..." Cherry berhenti bicara, lalu menarik kerah orang itu lalu menatap nya dengan tatapan tajam.
"BISA DIMAAFKAN BAJINGAN!!" geram gadis itu sambil mencekik leher pria itu.
Glekkk!
Semua orang dibuat merinding dengan Cherry, tentu orang orang penasaran dengan gadis bar bar yang tak takut apa pun itu.
"Siapa perempuan itu?"
"Sepertinya manager songong itu mendapat ganjaran atas perilaku buruknya selama ini, dia membuat Mall ini rusak!"
"Aku tak yakin dengan ini, tapi dia terlihat cool!"
"Nyonya muda, biar kami yang bereskan, anda bisa melanjutkan kegiatan anda bersama anak anak, banyak orang melihat kita," ucap Pak Bono.
__ADS_1
Cherry menghela nafas kesal. "Baiklah, kalian bereskan orang ini!" kesal gadis itu sambil melepas kerah manager itu dan mendorongnya hingga terjatuh.
"Kamu gak perlu takut, bekerja lah dengan baik, aku yakin dia pasti akan mendapatkan hukuman, jangan takut ya, semua akan baik-baik saja, kamu gak salah kok," ucap Cherry d egan lembut.
"Terimakasih nyonya..." ucap gadis itu sambil membungkuk hormat sambil menangis. Pelayan lain juga merasa lega. Ternyata orang yang mereka ketahui sebagai nyonya pemilik Mall itu sangat ramah dan baik, belum lagi dia dan kedua anaknya sangat bersahabat bukan seperti orang-orang kaya di luar sana.
"Heii apa aku setua itu sampai harus dipanggil nyonya!?" celetuk Cherry sambil terkekeh.
"Kami harus menyebut anda dengan sebutan itu," ucapnya dengan polos.
Cherry menaikkan sebelah alisnya," heh siapa yang buat sebutan itu, ahh terserahlah, ya sudah kami masuk dulu ya, kalian bekerja dengan hati-hati, kalau ada yang seperti bajingan itu, tinggal lapor saja, kalau perlu demo Presdirnya hahahah..." celetuk gadis itu.
"Terimakasih Nyonya!" ucap mereka sambil membungkuk hormat.
Cherry terkekeh, meski bingung dengan perlakuan mereka tetapi dia juga berterima kasih atas pelayanan yang baik itu.
"Anak anak siap menjelajah!!?" seru Cherry dengan penuh semangat.
"Siap Mommy!!!" seru mereka berdua dengan penuh semangat.
"Let's run!!!!!" ucap Cherry sambil menggenggam tangan kedua anaknya dan berlari ke dalam mall dengan senyuman sumringah.
Di sisi lain mall itu seorang gadis tampak mengamat amati Cherry dan Anak anak yang dikawal oleh Pak Bono. Dia menyerngitkan keningnya saat melihat Cherry dan semua sistem keamanan yang melindungi mereka.
"Bukannya pria itu supir pribadi si lumpuh itu!? kenapa dia mendampingi gadis dan anak-anak itu? Cih... seandainya dia tak lumpuh aku pasti akan bertahan karena dia sangat mencintai ku, tapi bagaimana bisa aku yang seorang model internasional ini malah berpasangan dengan pria lumpuh, sekalipun dia memiliki perusahaan besar entah itu benar atau tidak aku tak Sudi berdampingan dengan pria seperti itu, aku yakin jika ada gadis yang mau padanya pasti gadis itu hanya mengincar hartanya, malangnya nasibmu Ben," batin gadis bernama Ziora Arkhan, mantan kekasih Grape yang dulu sangat dicintai oleh pria itu.
"Heih sayang sedang memikirkan apa sih?" tanya seorang pria dengan mata khas negeri tirai bambu. Wajah tampan nan rupawan dengan postur tubuh super sempurna.
"Mantan lumpuhku itu Nagata, entah kenapa aku teringat dengan manusia rendahan itu," jawab Zio dengan angkuh.
"ohh ayolah, apa kau tak puas denganku Babe?" Ucap Nagata seraya mengelus punggung tangan perempuan itu .
"Hei, tentu aku puas, tapi lebih puas lagi kalau aku bisa mempermainkan si Benedictus sialan yang mencabut semua fasilitas dan kontrakku itu, aku punya rencana bagus," ucap Zio.
"Kau nakal," ucap Nagata.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗