Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
163


__ADS_3

Alesha terbangun dari tidurnya, dia terlihat tenang setelah semalaman menangis ketakutan karena hujan dan petir yang menyambar nyambar di atas langit. Gadis itu membuka matanya, dia menatap ruangan itu sambil menyipitkan matanya menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya.


Di tatapnya jam dinding, sudah menunjukkan pukul 5 pagi. Tak terasa waktu berlalu begitu saja.


" Sudah pagi?" Pikirnya.


Saat dia bergerak, dia bisa merasakan tangan seseorang sedang memeluknya dari samping. Tentu saja gadis itu terkejut, dia menatap tangan kekar yang melingkar di sekitar perutnya,gadis itu menoleh dan mendapati Phineas terlelap di sampingnya sambil memeluknya.


" Apa semalaman dia memelukku seperti ini!??" Alesha teringat dengan kejadian semalam. Hujan yang tidak berhenti dan petir yang terus bergemuruh membuat Alesha sangat ketakutan. Gadis itu terus menangis dan gemetaran, karena tak bisa membiarkan Alesha seperti itu, Phineas dengan segenap keberanian memeluk Alesha dan menenangkan gadis itu dalam dekapannya, pria itu terpaksa membuka kaosnya yang basah dan membungkus badannya dengan handuk kering lainnya.


" Dia tidur tanpa kaos? semalam tubuhnya juga basah!?" Mata Alesha membulat sempurna saat dia merasakan suhu tubuh pria itu tidak seperti orang normal biasanya.


"Ya Ampun dia demam tinggi!!!" ucap Alesha panik.


" Cuma karena menemaniku dia sampai seperti ini!!!" ucap Alesha dengan mata berkaca-kaca. Tangannya terulur dan memegang kening pria itu, benar saja tubuh Phineas sangat panas, bahkan handuk yang melilit tubuhnya sudah dipenuhi dengan keringat dan suhu panas dari tubuh pria itu.


" Tuan... bangun... anda harus ganti pakaian!!!" ucap Alesha panik sambil menggoyang tubuh Phineas.


Namun tak ada respon dari pria itu. Alesha sangat panik dan dipenuhi dengan rasa bersalah.


Cepat cepat dia bangkit lalu membuang handuk basah itu hingga terekspos lah perut kotak kotak nan kekar milik Phineas namun banyak bekas luka disana.


" Bekas lukanya banyak sekali!!" Ucap Alesha terkejut. Dia bahkan sampai berjalan mundur sambil menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang baru dia saksikan.


" ahhhh... nanti mikirin itu lesha,kita harus obatin dia dulu!!" ucap gadis itu sambil menepuk-nepuk pipinya.


Dengan langkah cepat gadis itu berjalan keluar kamar,masih mengenakan piyama dan topi rajut yang dibelikan Phineas untuknya.


Kaki Alesha menapaki anak tangga satu demi satu. Suasana masih sangat sepi, orang orang masih tidur. Gadis itu mencari siapa pun yang bisa dia mintai tolong untuk menggantikan pakaian Phineas.


Rumah tinggal pelayan berada di belakang rumah utama sehingga tak ada siapa pun yang bisa dia mintai bantuan disana.Gadis itu terlihat bingung dengan luka liku rumah itu.


Di saat yang sama dia mendapati sosok pria berkacamata yang sedang nangkring di dapur, duduk di atas meja granit di dekat wastafel sambil memainkan laptop dan mengunyah mie instan yang belum dimasak.


kros... kros... Kross...


suara renyah mie instan kering terdengar jelas di ruangan itu. Belum pernah Alesha lihat pria itu sebelumnya.Pria berkacamata dengan rambut bergelombang dan kulit cerah.


" Si..siapa?" ucap gadis itu pelan sambil mengepal kedua tangannya. Langkah nya sangat pelan, dia berhati hati mendekati orang yang baru pertama kali dia lihat itu.


" Jika dia pencuri tak akan mungkin makan dengan cara berantakan seperti itu, kelihatan dia sudah terbiasa di rumah ini, mulai dari cara makan yang tidak canggung dan pakaian nya, jelas dia orang di rumah ini mungkin baru tiba dini hari ini," batin Alesha dengan otak logisnya itu.

__ADS_1


Pria berkacamata itu terkejut," Aduhh hampir copot jantungnya, kenapa diam diam begitu nona!!" pekik pria yang kerap disapa Sony itu. Dia adalah saudara sepupu Phineas yang dipercayakan untuk mengelola perusahaan keluarga Dalton selama ini.


" ma..maaf.. tapi anda tinggal disini? jika iya tolong bantu saya!!" ucap Alesha dengan berhati-hati.


" Tuan Phineas sedang sakit, tolong bantu ganti pakaiannya, saya akan membuatkan bubur," ucap Alesha lagi dengan pelan.


Krakk...


Min instan di mulut pria itu terjatuh saat mendengar kalau Phineas sedang sakit. Sontak dia berdiri dengan wajah panik," dimana dia!??" tanya pria itu panik.


" di lantai dua ruang perawatan tuan, tolong gantikan pakaiannya, saya akan membawa obat," ucap Alesha.


Pria itu tanpa basa basi langsung naik ke lantai dua mengikuti ucapan Alesha . Sementara gadis itu dengan tangan cekatan menyiapkan semua bahan untuk masak dan menyiapkan sup dan bubur untuk dimakan oleh Phineas..Tak butuh waktu lama, sup hangat dan bubur siap dihidangkan.


Dengan hati hati gadis itu membawanya ke lantai dua. Di sana dia mendapati Sony sedang mengompres tubuh Phineas.


" Tuan sebaiknya bawakan selimut tebal, tuan Phineas sepertihya tidak tahan dingin, tabgannya gemetar dan kukunya membiru!" ucap Alesha sembari meletakkan nampan di atas meja.


" Membiru!?" pikir Sony.Dia saja tak memperhatikan hal itu, tetapi gadis itu bisa dengan jeli mengetahui kondisi Phineas dengan baik.


" Kenapa kau mirip dengan si kulkas ini!?" celetuk Sony sebelum dia keluar dari ruang perawatan itu.


Alesha tak mengerti maksud Sony, gadis itu mendekati Phineas dan menaruh tangannya di kening pria itu.


" Tuan tolong bangun, anda harus minum obat!" panggil Alesha sambil mengguncang tubuh Phineas hingga beberapa kali.


Merasa dan yang mengguncang tubuhnya, Phineas menyerngitkan keningnya lalu menangkap tangan Alesha," siapa !?? ahh... kau ternyata.." ucap pria itu seraya melepaskan tangan Alesha. Dia berpikir kalau barusan ada orang jahat.


" Tuan makan dulu lalu minum obat, anda demam tinggi!" ucap Alesha.


Phineas menghela nafas, bahkan nafasnya saja terasa panas, dia memijit kepalanya, rasanya sangat sakit seperti dipukul dengan palu berat.


" Akhh...aku kehujanan semalam, CK.. kenapa lupa ganti pakaian, jadi gini kan..." ucapnya sambil berusaha untuk duduk bersandar.


" Kenapa kau yang siapkan? kau masih sakit, panggil saja pelayan," ucap Phineas.


Namun tak ditanggapi oleh Alesha. Gadis itu mengambil air hangat lalu memberikan pada Phineas," Jangan banyak bicara, minumlah dulu, sudah terjadi juga, buat apa dibahas!" ucapnya dengan nada dingin.


Phineas terkejut," pantas saja dia dijuluki mirip denganku!" batin Phineas.


" Ayo anda makan dulu, buka mulut yang patuh," ucap Alesha dengan tegas sambil menyendok satu sendok bubur lembut ke mulut Phone.

__ADS_1


" Aku bi...


sleeph...


" kebanyakan ngoceh, " ketus Alesha sambil memasukkan makanan itu ke mulut Phineas dengan wajah kesal.


Phineas terdiam dibuat sifat Alesha yang sekali gerak langsung membuat lawan diam.


Gadis itu terus menyuapi Phineas tanpa mengucapkan apa pun. Sementara tubuh Phineas sangat sakit dan lemah, tak ada tenaga untuk melawan dan pada akhirnya dia patuh pada gadis yang harusnya dirawat tetapi malah merawatnya.


" Makan obatnya," ucap Alelsha sambil memberi beberapa butir pil penurun demam dan vitamin untuk mempercepat penyembuhan Phineas.


Pria itu menurut lagi dan tak banyak bicara. Suasananya membuat dia harus menurut.


" Bagaimana keadaanmu? kau seharusnya masih istirahat, tangan mu mulai membiru, berbaringlah disini," ucap Phineas.


" Tak apa saya disini...


grepp...


"jangan melawan, berbaring dan istirahat lah, wajahmu pucat lagi, bisa habis aku diomeli Cherry dan dua cabe rawit itu, kau harus sehat!" tegas Phineas sambil menarik tubuh ringan Alesha dan membuat gadis itu berbaring di dekatnya.


Alesha ingin memberontak namun tubuhnya juga tak sekuat itu," istirahat lah, aku juga sakit, jangan banyak bergerak," ucap Phineas sambil menutup matanya.


Alesha pasrah, gadis itu berbaring sambil menatap Phineas. Terlihat jelas nafas Phineas tak stabil, gadis itu menghela nafas lalu mengambil kompres panas yang diletakkan Phineas di atas meja.


"Jangan di lepas, suhu badan anda masih tinggi," ucapnya sambil menempelkan kompres demam di kening Phineas.


Pria itu hanya terdiam, entah apa yang membuatnya begitu. Tetapi badannya malah semakin panas dan jantungnya berdebar kencang.


" Ada apa dengan jantungku," batin Phineas.


Sementara itu di dekat pintu kamar, Sony dan Pak Andre yang baru tau kalau tuan mudanya sakit melongo melihat betapa berbedanya sikap Phineas pada Alesha, gadis pertama yang resmi dia bawa ke rumah itu.


" Tuan Sony, sepertinya kita akan segera mendengar tangisan bayi!!" celetuk Pak Andre.


" Belum pak, genderang pernikahan dulu, wahh.... this is amazing!" balas Sony yang juga melongo.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2