
Cherry dan Grape sedang duduk di pinggir kolam berenang sembari menatap anak anak bermain di kolam berenang bersama Dante dan juga Bian. Sedangkan Azura duduk di kursi empuk yang disediakan suaminya sambil menjaga putranya yang sedang terlelap dengan tenang di dalam tempat tidur bayi yang diletakkan di samping wanita itu. Anak Azura sangat tenang, jarang menangis dan banyak tidur. Sarah bertugas di kemiliteran, sedang Philip dan Bella belum tiba di rumah itu.
“ Sayang, mau gabung kesini? Baby sudah tidur kan?” tanya Bian yang sedang mengangkat Hansel di punggungnya.
“ nggak Bi, aku disini saja, ngurus kerjaan juga, kamu pikir emak emang yang baru lahiran seminggu bisa gerak banyak,”jawan Azura yang membuat Bian terkekeh.
“ Azura jangan terlalu sibuk kerja, lama lama kamu jadi mirip sama dia nih! disamping istrinya bukannya diajak ngobrol malah sibuk lihatin hp mulu, sibuk ngetik melulu, nanti kamu jadi muka kantor, kaku terus...” celetuk Cherry seraya melirik kesal dengan suaminya yang sejak bangun pagi sudah berkutat dengan semua pekerjaan padahal dia punya asisten yang bekerja di perusahaan tetapi tetap saja dia mengambil alih semuanya.
“ Hahha..... iya kak, Azura hanya menyiapkan berkas berkas dan beberapa dokumen yang diminta kantor, lagian Azura juga kan masih cuti panjang, ini untuk membantu anak baru di kantor,” jelas Azura dengan senyuman lembutnya.
“ Iya, tapi jangan kecapean, kamu baru lahiran tapi sudah sibuk saja,” ucap Cherry sambil berdiri namun tangan suaminya menghentikan dia,” sayang bentar ini sedikit lagi , jangan ngambek, “ ucap Grape sambil menahan tangan Cherry dan menarik wanita itu sampai jatuh dalam pangkuannya, dia bekerja dengan Cherry yang duduk di atas pangkuannya.
“ iya.. iya... aku bercanda doang, kamu serius banget sih, gak capek hmm? Semalam juga kerja terus sampai lembur, apa perusahaan sesibuk itu?” tanya Cherry sambil mengalungkan tangannya di leher suaminya.
“ iya sayang, ada beberpa proyek besar, kalau tidak dipantau mereka akan kebingungan dan kerjanya gak bener, malah tambah kerjaan aku, Asraf juga kan lagi cuti, gak mungkin aku memaksa dia ke kantor, kak Helena butuh suaminya, seenggaknya kita harus pengertian,” jelas Grape dengan lembut.
Cherry bersyukur memiliki suami yang perhatian sekalipun dia sibuk bekerja tetapi tetap memperhatikan segala sesuatu yang terjadi di sekitarnya. Perhatiannya tak pernah berkurang, hanya saja kesehatannya mungkin akan menurun jik terus bekerja seperti ini.
Cup...
Sebuah kecupan lembut mendarat di pipi Grape membuat pria itu menghentikan tangannya lalu menatap Cherry,” semangat sayang, kami mendukungmu, jangan terlau lelah, kalau capek istirahat saja,” ucap Cherry sambil bersandar di dada suaminya.
Bagi Grape, Cherry dan anak-anaknya adalah sumber kekuatan terbesarnya, support system yang paling membantunya untuk menjalani kehidupan yang lebih bahagia. Kehadiran mereka dalam hidup Grape memiliki kesan tersendiri bagi pria itu.
Saat semuanya sedang asyik bermain, Phineas berseru denagn suara lantang. Nada suaranya mengatakan segalanya.
“ yahoooo selamat sore semuanya...” teriak pria itu dengan penuh semangat.
Tentu yang mendengar terkejut, jarang-jarang Phineas berseru girang seperti itu. Biasanya jika dia datang, tak ada satu orang pun yang mengetahui kedatangannya, tapi kali ini suasana nya berbeda. Dia terdengar begitu senang.
“ Wahh Siberian Husky ada apa denganmu? Kenapa suaramu terdengar begitu lantang?” celetuk rania yang baru saja dari dapur, berjalan sambil membawa beberapa potong buah yang dia dan Elton siapkan. Berdiri menatap Phineas yang tiba dengan senyum sumringah sambil menggandeng tangan Alesha yang tersipu malu dengan tingkah kekasihnya itu.
“ kenapa yang?” celetuk Elton sambil berjalan membawa nampan berisi cup cake yang dia buat khusus untuk Azura dan Cherry.
__ADS_1
“ ini si Siberian kelihatan senang banget,” ucap Rania.
Elton menatap Phineas dan Alesha lalu tertuju pada tangan mereka yang bergandengan,” wow...” celetuk Elton.
“ Cieee.... yang baru jadian hahahhahahahahha..... “ teriak Elton sambil tertawa terbahak bahak menggoda pasangan baru itu.
Phineas terkekeh, tapi Alesha malah tersipu malu, cepat cepat dia melepaskan tangan Phineas lalu berlari ke arah kolam berenang di mana Cherry dan yang lainnya berada.
“ Wahhhh... gerak cepat ya Pak polisi, keren banget lu...” ucap Rania sambil menaikkan jari jempolnya.
Phineas tersenyum bangga, momen hari kemarin tak akan dia lupakan seumur hidupnya, saat dia menyatakan perasaannya pada Alseha yang ternyata memiliki perasaan yang sama dengan dirinya.
“ Iya dong heheh.... kupikir akan sulit, ternyata dia gadis yang to the point tentang perasaannya, ahhh.. aku bahagia.. udah punya pacar!!” celetuk Phineas sambil berjingkrang jingkrak sepeti anak kecil dan berjalan menuju kolam renang.
Elton dan Rania saling menatap , mereka serentak menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan Phineas,” Cinta memang gila,” ucap keduanya .
Mereka berkumpul di kolam berenang, tawa anak-anak terdengar begitu bahagia sampai membuat semua orang dewasa turut merasakan kebahagiaan mereka.
“ Bagaimana keadaanmu? Apa kamu rajin minum obatnya ?” tanya Cherry dengan penuh perhatian sambil menatap wajah Alesha.
“ tentu saja rajin Cher, orang pacarnya yang rawat iya kan Lesha?” celetuk Elton sambil mengedipkan sebelah matanya.
“ ehh.. itu...” Wajah Alesha bersemu merah, dia tersipu malu, pertama kali pacaran dia merasa kalau ini sangat mendadak dan pengalaman baru yang aneh baginya.
“ kamu dan kak Phineas?” tanya Cherry dengan mata membulat.
Alesha mengangguk ,” iya, dia menyatakan perasaannya semalam,” ucap Alesha dengan senyum bahagia di wajahnya.
Seutas senyuman haru dan tenang tergambar di wajah istri Grape. Dia mengusap wajah Alesha,” syukurlah kalian bersama, aku lebih percaya pada kak Phineas, dia akan menjagamu dengan baik, “ ucap Cherry.
Wanita itu tahu seberapa berat perjuangan Alesha, hidup bagaikan robot dan memiliki kepribadian yang datar dan dingin di mata orang-orang. Tapi bagi Cherry, Alesha adalah orang paling perhatian yang dia kenal. Gadis yang baik sekaipun terkesan ketus dan dingin.
“ Kami sudah menemukan pendonor, besok, aku dan Alesha akan terbang ke Singapura untuk jadwal operasi,” ucap Phineas sambil duduk bersila di samping Grape.
__ADS_1
“ apa!??” sontak mereka semua terbelalak.
“ benarkah?" Tanya Elton dengan wajah berbinar.
Phineas mengangguk, sontak mereka semua bertepuk tanagn meriah dengan berita baik ini. Alesha akan mendapatkan donor ginjal dan bisa beraktivitas sebagaimana biasanya.
“ Wahhh selamat Lesha, kamu akan kembali sehat, aku turut senang... terimakasih kak Phineas telah membantu Alesha selama ini, aku sangat senang, hiks hiks hiks...”Cherry menangis sesenggukan dia memeluk Alesha dengan penuh haru.
“ cherr jangan nangis dong...” Alesha turut terharu. Semua orang yang kini menjadi bagian keluarganya, bagian penting hidupnya benar benar menyayanginya dan mengakuinya sebagai seorang anggota keluarga.
“ Kalian berangkat besok, kami akan ikut,” ucap Grape.
“ Tak perlu Grape, pihak pendonor ingin suasana yang tenang, Alesha akan mendapatkan donor ginjal dari seorang remaja yang mendonasikan seluruh organnya untuk orang orang yang membutuhkan, dia mengalami kecelakaan parah sampai membuatnya tak bisa bertahan hidup, sebelum dia mengalami koma, dia sempat berbicara dengan kami, anak gadis itu sangat lembut, dia tersenyum bahkan di detik detik sebelum dia meninggal, dia menyerahkan ginjalnya untuk Alesha, dan bagian tubuhnya yang lain untuk anak-anak yang membutuhkan, mereka ingin suasana yang tenang , aku akan mendampingi Alesha disana, kalian jangan khawatir,” jelas Phineas.
“ Aku akan ikut, Alesha juga bagian keluarga ini, setidaknya dia punya teman bicara disana,” ucap Rania.
“ itu ide yang bagus, Alesha butuh teman disana,” ucap Elton.
“ Aku juga akan mendampinginya, tak bisa kubiarkan sahabatku menghadapi ruang operasi seorang diri,” suara tegas Sarah yang baru tiba dari kantoe terdengar di telinga mereka.
“ apa kau yakin? Apa tidak sibuk?” tanya Phineas sambil merangkul adiknya.
“ Kebetulan aku ada dinas ke Singapura besok, kita bisa berangkat bersama, ada beberapa masalah yang harus ku kerjakan, kita akan berangkat bersama, sebenarnya aku berangkat malam hari bersama tim, tetapi lebih baik kita pergi bersama,” ucap Sarah seraya menatap sahabatnya.
“ Baiklah kalau begitu, dua orang tambahan akan baik, Alesha tidak akan kesepian,” ucap Phineas.
Sementara itu Dante terus menatap Sarah, seutas senyum licik muncul di wajah pria itu," Heheh kesempatan emas nih buat dekatin Sarah, " senyum pria itu begitu tipis sampai tak ada yang sadar kalau dia sedang merencanakan sesuatu di kepalanya yang cerdas itu.
.
.
JANGAN LUPA KASIH LIKE, VOTE DAN KOMEN YA, BACA JUGA KARYA AUTHOR YANG LAIN, SEMANGAT SEMUANYA!!!!!
__ADS_1