
Angin berhembus dengan kencang, meniup debu dan dedaunan kering yang bertebaran di halaman sebuah gedung yang tampak terawat namun lokasinya berada di tengah hutan lebat yang tidak tersentuh oleh orang lain.
Sekitar hampir seratus manusia tergeletak di atas tanah bukan karena tidur tetapi karena pingsan setelah pertempuran besar yang mengerikan antara aliansi koloni gelap dengan para pendekar dari kota yang jika sudah menggila persis seperti monster yang mengamuk.
Semuanya hancur berantakan, kaca pada gedung pecah, tidak ada yang selamat dan semuanya dibekuk oleh manusia manusia gila yang sedang duduk dalam ruangan besar di gedung itu.
kros.... kros.... kros...
"hmmm... nyam nyam...nyam... uenak tenan hahahhaha... perutku keroncongan hanya karena menarik kolor bau mereka yang baunya menyengat huweekkk, gayanya saja sok jagoan tapi ganti kolor sekali seminggu, aromanya itu loh bikin mual!!" Philip sedang duduk dengan santai di atas tubuh seorang pria gemuk yang tergeletak karena ulah gila Philip memukuli kepala pria itu dengan kaos kutang miliknya yang sudah bau keringat dan asam.
Bukan pingsan karena kalah tanding tapi pingsan karena bau asem dari pemilik boxer berlampu keluaran Italia itu.
Katakan saja dia gila atau tidak waras, tapi begitulah jadinya manusia gila diajak bertarung, yang muncul hanya kekonyolan yang membuat semua lawannya tidak berkutik.
" Kau benar benar gila, masih bisa makan setelah pegang pakaian pribadi orang lain? apa kau tidak jijik!?? " Dante tampak mual kala melihat sepupu kurang warasnya itu dengan santai makan disana.
"perut nomor satu Dante, gak makan gak hidup," seloroh pria itu.
Tampak Sarah baru datang dari luar membawa beberapa ramuan yang dia racik bersama si Jenderal dengan julukan Sad Boy tingkat militer.
Sarah berjalan berdampingan dengan Xavier, tubuh mereka tegap dan bugar, sangat cocok dengan aura mereka yang kuat dan penuh dengan tantangan. jika mereka menjadi pasangan, mereka akan jadi pasangan yang luar biasa hebat. Porsi tubuh mereka sempurna dan pekerjaan mereka saling mendukung.
" Wahhh lihat kedua orang hebat ini, mereka sangat cocok berdampingan, ini akan jadi pasangan fenomenal si kopral setan dan Jenderal gila!!" celetuk Bian dengan mulut ceplas-ceplos nya .
" Wahhh kau benar Bian, mereka berdiri berdampingan seperti ini sangat luar biasa, bahkan auranya ughhhh sangat keren!!!" imbuh Philip yang juga memperhatikan kedua orang itu.
" Kali ini aku setuju dengan pendapat kalian berdua , mereka memang cocok!" ucap Phineas seraya mengangguk angguk menatap adiknya dan Xavier saat berdiri bersama.
" Hahaha kalian ada ada saja, apanya yang cocok coba!" Sarah dan Xavier tertawa mendengar ucapan mereka.
__ADS_1
" Tapi aku yakin, sudah banyak yang mengatakan hal itu pada kalian, kalian berdua adalah paket yang sempurna!!" celetuk Philip yang berbicara dengan keras di dekat Dante yang sejak tadi hanya diam sambil menatap kakinya yang putus dengan tatapan dingin dan tidak bis diartikan.
"Bagaimana Dante, cocok kan!??" celetuk Philip.
Mereka semua tersadar kalau hal itu bisa menyinggung Dante, rasanya tentu tidak adil saat mereka mengucapkan hal seperti itu di depan Dante yang jelas adalah kekasih Sarah.
" ehh ya ampun Bae, aku kayaknya salah bicara deh" bisik Bian sambil bersembunyi di belakang punggung istrinya, Azura.
" Kamu sih, Gimana dong kalau Kak Dante marah?" balas Azura.
Suasana hening sejenak, Dante terdiam.
Ternyata kecelakaan yang terjadi padanya dua tahun yang lalu adalah ulah Justin, pria yang diikat di kursi di belakang mereka dengan tubuh berlumuran darah karena di hajar habis habisan oleh Xavier.
Dia yang merencanakan kecelakaan itu dengan bantuan Lia dan berharap agar Dante mati saat itu juga.
" Memang cocok sih, kalian kan sama sama sempurna," ucap Dante memecahkan keheningan di ruangan itu dengan kata kata datar dan dingin yang menyayat hati.
" Dante!!" Sarah berteriak kesal sambil memotong ucapan Dante yang tidak enak didengar sama sekali.
" Apa maksudmu berkata seperti itu!!!?" Sarah terlihat kecewa dengan ucapan Dante. Yang lain hanya terdiam menatap mereka, Bian bahkan sudah tak bisa bernafas kala mendapat tatapan tajam dari Phineas dan Azura, sedangkan si Gila Philip malah sengaja menyibukkan diri menatap Justin yang diikat.
" Kau sudah gila," umpat Xavier tiba-tiba," aku dengan si ular licik ini? yang benar saja Dante, hanya kau satu satunya pria yang bisa membuat si tukang umpat itu tenang dan berbicara dengan lembut, jika tak ada dirimu dia akan membakar seluruh kamp militer, aku sudah punya seseorang yang harus kutanggung jawabi, aku tidak bisa menjadi pasangan perempuan lain sampai aku menemukan orang itu, jangan mengucapkan hal yang tidak berguna, jadilah kekasih yang bijak untuk Sarah, dia butuh pria dewasa bukan pria cengeng!" kesal pria itu .
Sarah mendekati kekasihnya sambil meletakkan ramuan itu di atas lantai dan menatap Dante dengan penuh kasih," Aku tau yang kamu alami berat, tapi bukan berati kamu menyalahkan dirimu dan mengatakan kamu nggak layak, aku mencintaimu bukan karena fisikmu, tapi karen kamu orang pertama yang membuatku paham apa itu cinta, jadi tolong jangan berkata seperti seorang pengecut Dante, " ucap Sarah dengan nada memelas sambil mengusap tangan Dante
" Apa kau bisa menerima pria seperti ku Rah? aku tidak sempurna, kau lihat kakiku, Ini.
Grepp...
__ADS_1
Sarah memeluk Dante sambil menepuk punggung pria itu," aku bisa menerimamu seperti apa pun keadaanmu, aku juga sempat takut bertemu denganmu karena punya cacat di wajahmu, tapi saat kulihat senyuman di wajahmu, aku tau cinta itu masih ada dalam diri mu dan kau menerimaku apa adanya," jelas Sarah sambil tersenyum.
" Terimakasih Sarah, maafkan aku," ucap Dante.
Saat asik berbicara tiba-tiba terdengar suara tawa yang sangat keras .
" bwahahahahahahahhaha.... konyol sekali kau ahhahahahha... konyol sekali kau Dante hahahahahaha...." Justin yang ternyata sejak tadi sudah bangun tertawa terbahak-bahak mendengar percakapan mereka.
plakkk...
" Alamak Jang, dasar kutu ayam, kau menvautku terkejut bajingan!!" umpat Philip yang dibuat terkejut karena ulah pria gila itu sambil memukul kepala Justin.
"Sialan, kenapa kau pukul kepalaku arrhkk!!!" Justin berteriak kesakitan.
" Suka suka saya!!" ejek Philip sambil menjulurkan lidahnya bak anak kecil.
Sementara itu, Dante terus menatap Justin, dia harus tau apa alasan pria itu mempermainkan hidup Dante dan membuat kehidupannya hancur.
" Justin, apa alasanmu melakukan ini!? ke akan kau menghancurkan hidupku bajingan, apa yang kulakukan sampai kau membuatku seperti ini!!!??" Dante berteriak marah dan kesal sambil melemparkan tatapan pembunuh itu pada Justin.
haakk cuihhh...
" Menghancurkan hidupmu!?? heh.... apa kau sedang melawak di depanku!??" Justin mengeraskan rahangnya dan melemparkan tatapan tajam ke arah Dante.
" KAU YANG MENGHANCURKAN HIDUPKU DANTE SIALAN!!!" pekik pria itu mendengus kesal dengan deru nafas naik turun .
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗