
Philip keluar dari rumah dengan wajah acak acakan, Grape menatap pria itu dengan tatapan heran. Cherry, Elton dan Phineas sudah pergi bekerja terlebih dahulu. Grape menatap heran dengan begitu banyak benjolan di wajah Philip dan pria itu terlihat murung .
“ Lip... ada apa denganmu? Dan wajahmu? Kau habis di gigit tawon dimana ?” tanya Grape heran. Dia baru saja bangun, keluar dari kamar sambil membawa krim pijat yang dioleskan oleh Cherry ke kakinya yang ternyata memberikan efek yang luar biasa bagi kaki pria itu.
“ Hancur Grape.. aku hancur arrhkkkkk hancur sudah imageku di depan mereka bertiga hancur sudah masa depan ku huwaaa... apa yang harus aku lakukan Grape!!" rengek Philip yang sontak memeluk Grape sambil merengek. Tadi saat ketiga orang itu belum berangkat bekerja, dia dihajar habis habisan oleh ketiganya karena bertingkah tidak sopan apalagi di depan Cherry.
“ Sepertinya hidupmu memang benar-benar sudah tamat, melihat wajahmu yang sudah bonyok itu aku yakin aku melakukan kesalahan yang sangat fatal samapai kau di pukuli ,” ucap Grape yang membiarkan Philip memeluknya sambil menggerutu .
Philip mengangguk dengan cepat, mengiyakan semua perkataan Grape yang memang benar adanya,” kau benar seharusnya aku tenggelam saja di palung mariana ini benar benar memalukan Grape aarkrkkkhhh huwaaa....... padahal selama ini aku pamer kolor gak semalu itu tapi di depan istrimu aku jadi malu!! “ pekik Philip sambil memukuli kepalanya sendiri.
Mata Grape membulat sempurna saat mendengar ucapan teman gilanya itu. Philip si pecinta pakaian dalam itu memang sudah sangat dikenali karena sifat aneh dan gilanya itu, tapi biasanya dia menggila hanya di depan sekretaris dan teman temannya saja, tak disangka kegilaaannya itu malah dia tunjukkan di depan Cherry yang notabenenya seornag gadis cantik dan istri grape sahabatnya sendiri.
“ kemari kau bodoh, pantas saja kau dihajar, kau memang pantas mendapatkan itu dodola, beraninya kau pamer kolor di depan istriku kampret!!” Grape menjepit leher Philip sekuat tenaga saat dia mendengar ucapan Philip tentang apa yang terjadi tadi.
“ akhhh sakit... sakit sakit... lepas Grape sakit!!! ampun gak akan kuulangi, aku salah ampun!!” pekik Philip sambil memukul mukul lengan Grape yang mencekik lehernya.
Grape melepaskan leher Philip lalu mendorongnya ke lantai,” dasar bodoh, dimana kau tinggalkan otak jeniusmu itu!? bagaimana bisa kau melakukan hal gila itu di depan istriku bangsat!” Grape sangat kesal .
“ katakan apa lagi yang terjadi tadi, aku yakin bogeman ini bukan hanya karena perkara kolor hiajumu itu, ada apa? Apalagi yang telah kau lakukan tadi hah? Katakan dengan jujur Philip!?" tegas Grape sambil menatap pria itu dengan tatapan tajam dan kesal.
Philip berdiri dia menggaruk garuk kepalanya dengan wajah gugup dan takut. Dia melirik lirik ke arah pintu yang terbuka, sambil berjalan mundur dia menatap Grape dengan tatapan takut,” i.. itu... Grape.. a...aku... aku mengu..usap...i..ini di.. depan Che... Cherry... “ ucap Philip sambil menunjuk asetnya sendiri.
__ADS_1
Mata Grape membulat sempurna dia tak percaya dengan apa yang dia dengar tapi yang berbicara itu adalah Philip dan itu pasti dia lakukan sampai wajahnya dihadiahi bogeman mentah dari mereka bertiga.
“ a... a.. aku tidak bermaksud aku hanya melakukannya tanpa sengaja Grape, aku spontan bicara aku tak bermaksud melakukan itu di depan mereka , aku tak bermaksud ... ma.. maafkan aku...” ucap Philip sambil berjalan mundur dengan wajah keatkutn.
“ kemari kau Philip, kesini kau kampret sialan apa yang kau lakukan tadi hah? Kau itu manusia atau bukan dodol!!” pekik Graps sambil memutar kursi rodanya mengejar Philip.
Philip berlari , dia berjalan menjauh dari Grape,” ah... su.. sudah jam 9 pagi aku harus ke kantor.. sampai jumpa nanti Grape ,aku pergi dulu bro maaf ...” teriak Philip yang sudah naik ke atas motor Vespanya yang terparkir di depan rumah.
Begitu saja pria itu kabur meninggalkan Grape yang memanggilnya dengan sangat marah. Philip kabur, dia melarikan diri dari Grape .
Grape memijit kepalanya sendiri, dia mengehal nafas menghadapi kebobrokan tak bermakna teman baiknya itu.
“ bisa bisanya si kampret ini melakukan hal memlaukan itu di depan cherry, dia itu istriku Philip...” gerutu Grape.
Jika sebelumnya dia akan kesakitan bahkan kakinya akan terasa kram, hari ini dia bisa tertidur dengan sangat lelap bahkan sampai terlambat bangun karena tidak merasakan sakit di kakinya.
“ Dia memijit kakiku?”batin grape.
Pria itu dibuat tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Cherry. Wanita yang jelas dia perlakukan dengan cara yang dingin justru memperlakukan dia dengan penuh hormat dan penuh perhatian. Grape tidak pernah meminta Cherry untuk memperhatikan dirinya tetapi gadis itu dengan tulus melakuan semuanya bagi Grape.
Dia berjalan menuju ruang kerja dimana tempat dia bekerja biasanya . Jika tidak ke kantor, Grape lebih sering menghabiskan waktunya di rumah itu dengan bekerja di depan laptopnya seharian sambil melakukan terapi jalan sesuai dengan arahan dokter pribadinya yang kapan pun bisa dia panggil datang ke rumah itu jika dia membutuhkan bantuan.
__ADS_1
Grape meletakkan krim pijat itu di sisi bukunya, sebuah senyuman tipis tergambar di wajah tampannya.
Grape membuka laptopnya dan menyalakan layar yang terhubung dengan beberapa kamera yang dia sadap.
“ jadi ini perusahaan perusahaan yang membuat istriku sakit hati? Berani sekali mereka membuat Cherry menangis,” gumam pria itu sambil menonton ulang kejadian yang dialami oleh Cherry hari kemarin.
Sepanjang hari dia duduk di depan laptop, pikirannya terus tertuju pada gadis itu,” aku terus memikirkannya, ada apa denganku?” ucap Grape sambil menatap foto Cherry yang nemenuhi layar laptopnya dan ternyata tanpa sadar dia malah membuat foto cantik istrinya sebagai wallpaper laptop miliknya.
Grape menatap wajah Cherry yang tersenyum begitu lembut, dia merasakan ketenangan ketika melihat senyuman Cherry namun sedetik kemudian wajah Cherry yang menangis sesenggukan karena rasa sakit dan kecewa yang dia terima membuat lamunan Grape buyar.
Dia membayangkan wajah Cherry yang menangis karean Grape memanfaatkannya dalam rencana balas dendam padahal gadis itu juga punya dendam yang harus dia selesaikan.
“ Ahhh sialan, aku yang membuat dia menangis semalam, ck... kenapa aku sampai melakuan hal sekeji itu sih? Tapi jika tidak ada kejadian ini, kami tidak akan tau identitas Cherry yang sebenarnya, Cherry tidak ada hubungannya justru dia adalah korban, maka dari itu rencana batal!"gumam Grape dengan tekad bulat.
“ Sepertinya aku harus belajar jadi suami yang baik supaya dia tersenyum selembut itu padaku,” gumam Grape .
.
.
.
__ADS_1
Like,vote dan komen