
Cherry, Grape dan Elton terkejut saat mendengar suara teriakan minta tolong dari luar. Ketiganya langsung cepat cepat keluar dari dalam rumah, Cherry membantu Grape mendorong kursi roda pria itu sedang Elton berlari terlebih dahulu keluar dari rumah.
"Ada apa!!" Elton tampak panik saat mendengar suara Philip berteriak dari luar rumah
Philip berjalan sambil memapah Phineas yang wajahnya babak belur dan banyak luka di tubuhnya, pria itu bersimbah darah, sedang dipapah oleh Philip menuju rumah mereka. Tampak Phineas sudah lemas dan tak berdaya dalam rangkulan Philip.
Elton, Cherry dan Grape terbelalak melihat kondisi Phineas. Terlihat jelas Elton sangat panik saat melihat saudara angkatnya itu dalam keadaan mengenaskan.
"Phineas, ada apa denganmu!!" teriak Elton yang langsung menghampiri mereka dan membantu Philip memapah pria itu.
"Ada apa dengannya Philip, kenapa dia seperti ini!!!" teriak Elton, dia sangat khawatir dengan kondisi Phineas, jelas raut wajah itu menggambarkan semuanya.
"Ya Tuhan kenapa dengan dengan Kak Phineas!!" Cherry terkejut, dia bahkan sampai terdiam membeku kala melihat Phoenam bersimbah darah di depannya.Tangan gadis itu gemetaran, dia mencengkram erat pagangan kursi roda suaminya. Rasanya dia tak kuat melihat hal seperti ini.
Dia terbayang dengan wajah ibunya yang bersimbah darah yang terjatuh dari lantai dua rumah Raharja saat dia masih kecil. Dan jelas dalam ingatannya, tubuh wanita itu terjatuh tepat di hadapan Cherry yang masih berusia lima tahun.
Cherry sedang bermain bersama para pelayan di taman, di saat bolanya menggelinding dia mengejar benda itu , dan di saat yang sama tubuh Nyonya Naomi terjatuh begitu saja dari lantai dua dan kepalanya pecah hingga darahnya berceceran kemana mana. ingatan kelam yang selalu ingin gadis itu lupakan dari masa lalunya.
"Mo...Mommy...." Cherry gemetaran, dia tak kuat, melihat Phineas besimbah darah mengingatkannya dengan mendiang sang mommy yang terjatuh di depan matanya sendiri.
Grape mendengar suara Cherry yang gemetaran, dia berbalik dan menatap istrinya yang berwajah pucat sambil terdiam dengan tubuh gemetaran menatap Phineas yang dipapah oleh Elton dan Philip.
Elton dan Philip juga melihat Cherry yang ketakutan," Grape... Cherry!" Elton mengkhawatirkan kondisi Cherry.
Grape langsung menarik gadis itu dan mendudukkan nya di atas pangkuannya lalu memeluk Cherry yang terdiam ketakutan. Cherry duduk di atas pangkuan Grape .
"Tenanglah, tidak apa-apa, tenang lah Cherry, aku disini," Grape memeluk istrinya dengan lembut, menepuk nepuk punggung Cherry dengan sangat lembut untuk menenangkan gadis itu.
"Kak Phineas... kak Phineas Grape...aku... aku.... hiks hiks hiks..... Aku takut...." Cherry menangis,rasa takut itu kembali menghantui dirinya. Dia memeluk Grape dengan sangat erat untuk mengurangi rasa panik dan trauma itu.
Elton menatap Cherry dengan tatapan khawatir, disisi lain dia juga panik dengan keadaan Phineas yang mengenaskan.
__ADS_1
Kedua pria itu membawa Phineas ke dalam ruangan dan membaringkannya di atas tikar di ruang tengah rumah itu.
Dengan cepat Elton bergerak dan mengambil air hangat serta kompres dan alat P3K untuk memberikan pertolongan pertama bagi saudara sekaligus sahabatnya.
Tangan Elton begitu lihai demikian juga dengan Philip, keduanya terlihat khawatir dengan kondisi Phineas.
"Apa yang terjadi dengannya? kenapa dia bisa seperti ini Philip?" tanya Elton Penasaran.
"Aku juga tidak tau Elton, saat aku baru tiba, aku melihatnya tergeletak di sebrang jalan menuju rumah, kupikir orang lain, setelah kuperhatikan lebih teliti ternyata Phineas tergelatak disana dengan kondisi tubuhnya seperti ini!" jelas Philip.
Elton menghela nafas berat," dia pasti mengorbankan diri dan tubuhnya lagi, dasar si bodoh ini!!!" Elton terdengar sangat kesal . Dia menatap Phineas dengan tatapan marah, dia tau pekerjaan Phineas memang memiliki risiko tinggi tapi bukan berarti tubuhnya bisa dia serahkan sebagai umpan maupun tameng untuk menyelesaikan misinya.
"Sudah berapa kali kubilang supaya berhati-hati, jika sudah begini siapa yang rugi!?? kan dia!!!" Elton marah besar, dia sangat kesal.
Ini bukan pertama kalinya Phineas kembali ke rumah dengan keadaan babak belur, sudah berkali kali, dan bibir Elton tak ada lelahnya menasehati adik angkatnya itu agar bertindak hati hati dalam semua pekerjaannya, tapi nyatanya Phineas sellau terluka dan membahayakan nyawanya.
"Apa dia pikir dia ini kucing liar yang punya sembilan nyawa!!!" kesal pria itu. Mulutnya terus mengoceh tetapi tangannya tidak berhenti membersihkan luka Phineas yang pingsan tak sadarkan diri.
Sementara itu Cherry yang tadinya panik, sekarang sudah jadi lebih tenang. Grape menangani istrinya dengan baik dan lembut sehingga Cherry bisa melawan rasa takut dan traumanya.
"Maaf, aku hanya takut...aku..." Cherry tak sanggup berkata-kata,dia benar-benar takut tadi.
"Katakan kenapa kau sampai setakut itu melihat Phineas dalam kondisi seperti itu!? jujur padaku!" tanya Grape penasaran. Cherry masih duduk di atas pangkuannya dengan nyaman.
"Aku... " Cherry menatap Grape dengan tatapan sedih.Grape tau pasti ada alasan besar dibalik ketakutan Gadis itu.
"Aku teringat dengan kematian Mommy, Mom juga bersimbah darah seperti kak Phineas, Mom.... Mommy mati di depan mataku sendiri Grape, itu alasan kenapa aku takut melihat Kak Phineas dalam kondisi seperti itu, memori dan traumaku...." Cherry gemetaran sambil menangis.
Grape menepuk kepala Cherry," Tenanglah, kau sudah melewati nya dengan baik, sekarang waktunya Belajar untuk lepas dari trauma dan jadi lebih kuat, aku yakinkah pasti bisa!" ucap Grape.
"Terimakasih...Kalau tidak ada kamu, aku mungkin sudah pingsan tadi," ucap Cherry.
__ADS_1
Grape mengangguk,"sekarang boleh aku minta tolong!?" tanya Pria itu sambil menatap Cherry dengan serius.
"Ada apa!?" tanya Cherry penasaran.
"Tolong berdiri, kakiku terasa sakit dan kram,kau ternyata sangat berat untuk seukuran gadis semangka kecil bertubuh kurus!" celetuk Grape .
Cherry tersadar kau sejak tadi dia berada dalam pangkuan Grape. Cepat cepat gadis cantik itu berdiri kalau menatap Grape d egan rasa bersalah.
"Aduh maaf, aku gak sengaja, kakimu pasti sakit!!" ucap Cherry yang merasa tak enak karena menduduki kaki Grape terlalu lama.
Grape menatap Cherry yang panik, dia tersenyum tipis tanpa terlihat oleh gadis itu..."Kau sadar juga ternyata, kau berat sekali!" ucap Grape padahal Cherry tidak seberat itu bagi Grape.
"Ehh kau ini pendendam ya!" balas Cherry.
"Sangat!" balas Grape sambil memutar kursi rodanya menuju ke dalam rumah.
"Cherry bantu Elton memperbaiki tubuh Phineas, kurasa robot gila itu sudah rusak, dia terlalu gila bekerja sampai tubuh begitu!" ucap Grape dengan nada kesal.
"Memangnya kak Phineas ada pekerjaan lain, bukannya cuma jual gorengan ya!?" tanya Cherry heran.
"Emmmm.... ada... yang pasti dia punya usaha!" ucap Grape.
"Sudah sana cepat bantu Elton dan si kolor ijo itu!" ucap Grape sambil menatap Elton dan Philip yang kelabakan merawat luka Phineas.
Cherry dengan mengumpulkan keberaniannya berjalan mendekati mereka. Grape menatap Phineas, dia juga sama Khawatirnya dengan kedua pria di dekat si tukang gorengan abal-abal itu.
"Apa lagi yang terjadi kali ini!?" gumam Grape.
.
.
__ADS_1
..
like, vote dan komen 🤗