Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
112


__ADS_3

Rania dan Kevin menjalankan rencana kencan mereka. Pertama sekali Kevin yang telah mempersiapkan semuanya membawa gadis itu ke bioskop untuk menonton film kesukaannya dan berbicara banyak pada Rania yang selalu menanggapinya dengan senyuman.


"Kau suka film aksi kan? aku sangat menyukainya, setiap melihat film ini, selalu membuatku merasa bergairah, rasanya sangat menantang!" ucap Kevin seraya mendorong Rania untuk cepat cepat masuk ke dalam bioskop .


"Aku juga lumayan suka, ternyata kau punya selera yang bagus," ucap Rania sambil tersenyum dan duduk di bangkunya sesuai dengan nomor mereka.


Kevin tersenyum puas," tentu saja aku selalu bisa menyesuaikan seleraku padamu baby," bisik Kevin seraya mengusap bahu Rania dengan sensual. Bagi Rania itu hal biasa, dia tak merasa terancam karena sudah biasa pria itu bertingkah seolah dia adalah kekasih Rania. Bukan hanya pada Rania tapi pada setiap perempuan yang jadi teman mereka.


"Singkirkan tanganmu!" ketus Rania.


"opss.. sorry babe, " ucap Kevin sambil mengangkat tangannya," heheheh kau masih malu malu ya sayang, tenang saja, setelah ini berakhir aku akan benar benar membuat mu melayang," batin Kevin dengan segala rencana jahat yang ada dalam otak kotornya itu.


Sebut saja dia terobsesi dengan Rania, kemunduran bisnis ayahnya yang tiba-tiba tak membuat pria itu was was bahkan tidak mengingat sedikit pun ancaman Elton saat di toilet waktu itu.


"Ngomong-ngomong bagaimana bisnis ayahmu? beritanya sedang hangat, apa kau baik baik saja?" bisik Rania yang tak ingin penonton lain terganggu oleh mereka.


"Namanya juga bisnis, ada pasang surut nya, ayah baik baik saja, paling sebentar lagi juga akan pulih," ucap Kevin sambil tersenyum.


"Tentu saja pulih karena aku punya sumber uang terbesar di sampingku, setelah aku memiliki gadis bodoh ini apa pun bisa kulakukan, bahkan keluarga Cornelius akan bertekuk lutut di bawah kaki seorang Kevin !!" batin pria itu.


"Kau yakin? ini terlihat aneh karena sebelumnya sangat baik dan terkesan bertumbuh dengan sehat, tapi tiba tiba merosot drastis, Paman juga kan sedang sakit, apa kau tidak khawatir?" tanya Rania.


Kevin menggelengkan kepalanya seraya melirik sebentar tulang bahu yang indah bak jembatan emas di tubuh Rania itu.


"Kau sangat pehatian ya pada keluargaku, sepertinya kita sudah sangat cocok jadi pasangan heheh..." goda Kevin seraya memainkan rambut gadis itu.


Plakkk


"Katakan kalau kau bercanda dasar bodoh, lepaskan tanganmu dari rambutku, kau membuatnya kusut!" kesal Rania.

__ADS_1


Kevin hanya menanggapinya dengan suara tawa ringan. Seketika Rania teringat dengan Elton yang sering memainkan rambutnya bahkan sampai membuat rambut gadis itu hancur berantakan. Mereka sering berdebat dan berkelahi hanya karena masalah sepele. Entah kenapa dia malah merindukan momen momen itu bersama Elton. Akhir-akhir ini Elton sering menghindar darinya.


Sebenarnya pernah Elton menyindir soal menjalin hubungan, namun belum sampai mengungkapkan niatnya, Rania sudah memotong pembicaraan Elton dan mengalihkan ke topik lain. Saat itu dia memang belum menyadari perasaannya pada Elton yang ternyata sudah bertumbuh dengan pesat.


"Aku jadi merindukan dia," batin Rania sambil menatap kosong ke arah layar utama dimana film aksi sudah mulai dimainkan.


Sepanjang film itu diputar, hanya Kevin yang menikmatinya, Rania bahkan tak melihat ke arah film itu. Rasanya membosankan, dia mengingat bagaimana Elton dan Sarah yang tertawa bersama saat memasak di dapur. Dia hanya melihat kedua orang itu saling bercanda satu sama lain, terlihat sangat manis. Elton sering membantu Sarah dan menghindari Rania.


Rasanya dada gadis itu begitu sesak dan sedih, entah perasaan apa yang dia rasakan saat ini.Tentu perasannya saat bersama Kevin dan Elton sangat berbeda. Jika di samping Elton dia merasa nyaman walau habis dijahili oleh si kadal gurun itu, maka d samping Kevin dia merasa sedikit was was.


"Hahah... kau lucu dengan ini Sarah..."


"Tuan juga pakailah, akan terlihat menggemaskan jika di foto!"


"Hahah kau benar, ayo kita foto!"


"Satu, dia cheseee..."


huh....


Hela nafas berat terdengar dari bibir gadis itu, namun Kevin tak peka dan dia menikmati filmnya sendiri sambil tertawa dan terkesan cuek pada Rania.


Gadis itu melirik Kevin yang mengunyah popcorn sambil dengan serius memperhatikan film. Sudah jadi kebiasaan pria di sampingnya itu.


Tak beberapa lama, film selesai, dan mereka keluar dari dalam aula bioskop. Rania berjalan dengan wajah lesu sedangkan Kevin masih penuh semangat terlihat dari bagaimana dia membahas film itu dengan heboh.


"kau tau tidak seharusnya pemeran utamanya tidak langsung membunuh si pelaku, seharusnya disiksa sampai mampus, kalau mati gitu aja gak seru!!" celetuk Kevin dengan penuh semangat sambil melayangkan tinjunya ke udara melakukan reka adegan film aksi yang dia tonton tadi.


"Kalau saja si perempuan gak bergerak ke kanan dan berteriak dia tidak akan mati, perempuan memang selalu begitu sangat ribut dan riset tidak seperti Rania kita yang cantik ini!" ucap Kevin sambil merangkul pinggang Rania dengan berani.

__ADS_1


Plakkk


"Tanganmu!" kesal Rania.


"Kau itu bodoh atau apa Kevin, bagaimana bisa kau lolos dan jadi profesor kedokteran dengan otak dangkalmu itu, semua adegan tadi sudah di set, kau pikir bisa mengaturnya sesuka hatimu, dasar dungu!" ketus Rania sambil memukul tangan Kevin lalu berjalan mendahului pria itu.


Kevin terkekeh, dia mengejar Rania dan menggenggam tangan gadis itu dan lagi lagi Rania menepis tangan Kevin.


"Kenapa pegang pegang sih, cepatlah kita kemana lagi, aku sudah lapar," ketus Rania sambil menatap jengkel dengan pria itu.


"Ada apa denganmu, kau tampak kesal, apa kau membenciku?" tanya Kevin seraya menatap mata gadis itu.


Rania menghela nafas, moodnya berantakan hanya karena memikirkan Elton dan Sarah yang sangat dekat sedangkan dirinya dicueki begitu saja.


"Huhh... maaf aku sedang ada masalah, aku jadi melampiaskannya padamu," ucap Rania dengan wajah bersalah .


"tak apa, ya sudah ayo kita makan, aku sudah menyiapkan restoran terbaik dari hotel bintang lima di kota ini, kau pasti suka," ucap Kevin sambil menarik tangan gadis itu menuju ke gedung di sisi lain pusat perbelanjaan itu.


Sebuah hotel mewah yang terletak berdampingan dengan pusat perbelanjaan itu dengan segala fasilitas mewah di dalamnya. Sungguh surga bagi para pebisnis yang tak perlu jauh jauh jika ingin beristirahat sejenak melihat keramaian dengan berbelanja atau menghibur diri dengan semua fasilitas permainan yang tersedia.


"Ehh... bukannya itu Kak Rania!? dia pergi bersama siapa!??" Seorang gadis berpakaian serba hitam dengan topi dan kacamata senada sedang berdiri disudut bangunan mengawasi hotel mewah itu dengan serangkaian alat komunikasi yang terhubung di tubuhnya.


"Burung gagak burung gagak, tim satu berkumpul di lokal 3, tim satu berkumpul di lokal 3!"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2