Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
236


__ADS_3

Air mata Bella mengalir dengan begitu deras diikuti dengan bahunya yang naik turun menangisi fakta tentang dirinya. Padahal dia masih ingin menikmati waktu berdua dengan pria yang dia cintai sebelum dia mengungkapkan rahasia besar itu dan meninggalkan Philip, menyimpan rasa cintanya untuk selamanya.


Tapi tampaknya alam berkehendak lain, rahasia besar di dalam hidup Bella justru diungkap oleh ibunya sendiri. Dia dipermalukan di depan pria yang dia sayangi dan cintai dengan segenap hati.


Gadis itu menangis sesenggukan, kakinya sampai lemas dan tubuhnya tak bertenaga, betapa kejamnya alam yang menghukum nya sampai seperti ini. Luka lama yang berusaha dia sembuhkan, terapi berkali kali ditemani oleh sahabat sahabatnya dan hidup dalam bayang bayang kejadian itu selama bertahun tahun hingga dia berhasil melewati semuanya dan Kembali bangkit, tetapi ibunya mengungkit hal itu terutama di depan Philip.


Hancur sekali hati Bella, dia memang tak berharap Philip menerima dirinya yang tak sempurna itu, tetapi dia hanya ingin setidaknya menikmati waktunya bersama Philip lebih lama lagi sampai pria yang dia cintai itu kembali pulih dan terlepas dari traumanya.


Bella ingin menunjukkan banyak cinta pada Philip, tapi sepertinya harapan itu telah pupus dengan fakta kelam tentang dirinya.


Dante yang berjalan ke arah kamar Philip pterkejut bukan main saat melihat Bella keluar dari kamar Philip sambil menangis sesenggukan.” Bell kau kenapa? Apa Philip mengganggumu? bagaimana perasaan mu, kau tidur selama dua hari loh!!!?" Dante cukup terkejut melihat gadis itu menangis, sudah biasa tapi kali ini tangisan Bella sedikit berbeda.


Gadis itu hanya menggelengkan kepalanya sambil berjalan dan terus menangis.


“ bell.... Makan dulu yuk… aku sudah memasak, “ ucap Dante.


Namun gadis itu tak menjawab dia hanya terus berjalan sambil menangis sesenggukan. Merutuki dirinya sendiri yang penuh dengan aib memalukan. Ini adalah salah satu alas an kenapa ayah dan ibu Bella lebih menyayangi kakaknya, karena Bella dianggap bukan perempuan yang bisa menjaga diri sampai dia kehilangan mahkotanya sendiri. Sejak kejadian itu, kedua orang tua Bella tak peduli dengannya, yang selalu mereka bawa dan banggakan adalah Elsa kakak perempuan Bella yang cantik dan baik.


Bella selalu tersisihkan karena telah membuat nama keluarga buruk. Karena ini lah Bella menjadi nakal selama masa sekolahnya.


Saat Bella berjalan dengan lemah, Tangannya di tarik oleh Philip yang ternyata mengejar gadis itu,” siapa yang menyuruhmu pergi, kita bicara!" ucap Philip dengan nada dingin. Pria itu menarik Bella kembali ke dalam kamarnya.


“ hei kalian makan pagi sudah siap!!" teriak Dante yang tak dipedulikan oleh kedua orang itu.


“hahhh… apa lagi sih ini? Dasar menyebalkan,” gumam Dante sambil mengacak-acak rambutnya dengan kesal.


“ Hei kalau sudah selesai dengan urusan kalian, keluar lah dan makan!!” teriak Dante sambil meninggalkan ruangan itu.

__ADS_1


Sementara itu Philip membawa Bella masuk ke kamarnya dan mengunci kamar itu, dia membawa gadis itu duduk di atas Kasur,” Bella.. lihat aku…” ucap Philip , tetapi Bella hanya menunduk sambil menangis sesenggukan.


“ Hei… kenapa kau pergi, bukannya kau bilang kau akan menunjukan apa itu cinta padaku!? aku sudah siap dan kau pergi begitu saja, kau sangat tidak bertanggungjawab!” ucap Philip.


“ yang benar saja.. kau tidak dengar apa kata ibuku tadi Philip? Gue ini bukan cewek sempurna Philip!!" Bella menatap Philip sambil menangis sesenggukan.


“ini sebabnya gue gak pernah ungkapin perasaan gue sama lo, karena gue bukan cewek sempurna, gue bahkan gak pantas buat mencintai seorang pria seperti lo, gue ini ibarat sampah yang gak seharusnya mencintai pria baik kayak lo... gue udah rusak Philip … gue ini bukan .. arkhhh lo udah dengar kan?” ucap Bella.


“ Nah terus? Kalau lo udah kehilangan itu emangnya kenapa? Masalahnya apa?” tanya Philip sambil mebatap Bella dengan serius.


“ Lo gimana sih? Ya jelas lah cewek udah kehiangan kesuciannya gak pantas buat cowok baik baik kayak lo, mau gimana pun gue ini gak pantas, gue dari awal pengen jujur sama lo, tapi terlalu takut kalau lo akan jauhin gue, gue cinta sama lo itu yang buat gue tetap bertahan tapi ternyata takdir berkata lain, hari ini lo tau siapa gue , lo tau masa lalu gue yang kelam gue gak pantas buat lo…” Bella mengucapkannya sambil tersedu-sedu. Melihatnya saja sudah terasa sesaknya.


“ Bella.. Bella.. Lo kok gini sih, ya kalau itu terjadi memangnya kenapa? Gue yakin kejadiannya udah lama kan?” tanya Philip.


“ Sekarang jujur sama gue, kapan itu terjadi?” tanya prai itu,” dan kenapa? Jelasin sejelas mungkin biar gue bisa ambil keputusan..” ucap Philip.


Bella menunduk, rasanya sesak dan menakutkan jika harus membicarakan hal itu, dia mencengkram tangannya sendiri,” SMP kelas 1, gu.. gue.. dilecehkan kakak kelas gue sendiri, gue… waktu itu.. hiks hiks hiks… gue gak sanggup cerita Philip.. ini berat buat gue…ini luka batin gue.. ini terlalu berat, gue sampai trauma, waktu itu gue dipaksa dan dia.. hiks hiks hiks dia melakukan itu ke gue waktu di Gudang sekolah .. dan.. dan gak ada yang tau kecuali mom, daddy dan orangtuanya, mereka mengatakan bahwa itu gak masalah, mereka memebri banyak uang pada mom dan Dad tanpa sepengetahuan gue dan gue tau saat cowok itu ngaku sendiri, akhirnya masalah itu ditutup dengan perdamaian dan bilang kalau gue gak bakalan kenapa kenapa karena itu Cuma pemainan anak SMP, Cuma permainan..” Bella menjelaskannya sambil gemetaran dan menangis sesenggukan.


“ Lalu pria itu dimana sekarang?” tanya Philip yang tatapan matanya benar benar berubah.


“ Dia.. hiks hiks hiks… dia adalah orang yang dijodohkan denganku.. dia.. dia orang yang memukuli gue wktu di depan perusahaan, dia orangnya, tapi gue diancam untuk tutup mulut, jika tidak kejadian yang sama bakal terulang,” jawabnya.


Philip benar benar dibuat terkejut dengan semua ini, dia menatap Bella, beban dan masa lalu gadis itu sangat pahit, pantas saja Bella tak berani melawan pada pria yang memukulinya waktu itu, pantas saja Bella menerima pukulan itu sampai tubuhnya jadi korban.


Hati kecil Philip berteriak, ingin rasanya dia menghukum semua orang yang membuat gadis itu menjadi seperti sekarang.


Tangan Philip meraih Bella, dia menarik gadis itu ke dalam pelukannya dan menenangkan bella. Mengusap rambutnya dengan lembut dan menepuk punggungnya agar gadis itu tenang.

__ADS_1


“ Kenapa lo gak pernah cerita bodoh, kenapa lo gak bilang… ahhh ck… seharusnya gue pukuli dia sampai mampus…” ucap Philip dengan geram.


“Pak… saya.. saya mau pergi saja.. ini tak pantas, say.. saya gak bisa disini terus , saya cukup tau diri kalau saya…


Hephkkk


Bibir Bella dibungkam dengan bibir milik Philip yang mengecupnya,” sekali lagi kau bicara aku tidak akan melepaskanmu bodoh,” ucap Philip.


Bella terdiam, Philip mengecup bibirnya dengan lembut lalu menatap matanya dengan dalam,” siapa bilang lo gak pantas bel.. lo bahkan lebih pantas dari yang orang lain kira, mulai sekarang, lo jadi milik gue, lo akan jadi pendamping gue sampai kita tua, kita balas perbuatan mereka, lo bisa. Lo pasti sanggup, “ ucap Philip sambil mengusap wajah gadis itu dengan lembut.


“ semua yang terjadi telah berakhir, dan itu masa lalu, gue bisa terima masa lalu lo bel.. karena gue juga punya masa kelam dan lo menerima gue apa adanya, dari itu saja gue udah belajar bahwa cinta itu sederhana, bahwa cinta itu pertama sekali adalah meneirma kekurangan pasangan kita, gue .. gue akan tunjukkan pada lo bahwa lo layak untuk dicintai, karena sebenarnya gue juga sayang sama lo.. gue sayang dan cinta sama Lo Bel… jadi please.. ungkapin luka lo sama gue dan gue juga akan begitu, mari kita hadapi semuanya bersama,”ucap Philip. Suaranya yang lembut dan tatapan matanya yang sendu berhasil membuat Bella tenang.


“ Lo.. cinta sama gue?” suara Bela terdengar ragu.


Philip tersenyum sambil mengusap bibir Bella,” iya, gue bohong soal gue belum punya perasaan sama lo, sejujurnya gue membohongi diri gue sendiri, karena gue udah lama jatuh cinta sama lo, hanya terlalu takut buat mengungkapkannya,” ucap Pria itu.


“Lo.. beneran?” tanya Bella.


Philip mengangguk,” iya bel, gue cinta sama lo..” ucap Philip yang langsung menyambar bibir gadis itu dengan lembut. Keduanya berciuman untuk kesekian kali, tangan Bella melingkar di leher Philip, ciuman mereka kali ini penuh dengan perasaan, penuh dengan kebahagiaan setelah sadar dengan perasaan mereka masing-masing.


Philip membawa Bell berbaring, mengecupnya dan membisikkan ungkapan cinta pada gadis itu.


" Lo jadi milik gue Bel, dan gue jadi milik Lo, selamanya....


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2